Adu Rayu Tesla dan Microsoft Paska Earnings Report

Earnings report menjadi ajang perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa saham untuk menunjukkan seberapa ‘sehat’ dan inovatif mereka dalam menjalankan bisnisnya dalam kurun waktu 3 bulanan. Tidak hanya itu, momen earnings report juga kerap dijadikan sebuah katalis untuk memprediksi bagaimana arah pasar ke depan, terlebih jika terjadi pada perusahaan dengan market cap yang luar biasa besar. Keberhasilan suatu perusahaan ketika menyajikan laporan yang bernilai baik, sering kali berbuah manis pada eskalasi nilai lembar sahamnya.

Pada earning report minggu ini, terdapat dua perusahaan teknologi besar yang telah merilis laporannya, yakni Microsoft pada tanggal 24 Januari 2023 dan Tesla di tanggal 25 Januari 2023. Keduanya adalah market leader di bidangnya masing-masing: Tesla besar melalui produksi kendaraan elektriknya dan Microsoft dengan jasa cloud serta software.

Microsoft pada earning report terakhirnya sepertinya tidak terlalu mujur. Tercatat bahwa Microsoft mengalami penurunan penjualan paling lambat dalam enam tahun terakhir akibat lesunya permintaan atas kebutuhan software dan jasa cloud. Saham Microsoft pun pada sesi Selasa (25/1/2023) juga berada pada level terbawahnya selama tiga minggu terakhir. Hal tersebut juga tidak terlepas dari pernyataan terkait pemecatan 10.000 pekerja Microsoft akibat dampak lesunya ekonomi dunia yang sedang berlangsung. Kendati demikian, bisnis cloud yang dikelola oleh Azure masih menjadi mesin penggerak utama perusahaan, di tengah penurunan di sektor gaming (Xbox) di angka 12%; penjualan komputer di 19%; dan penjualan OS Windows yang terjun hingga 39%.

Sedikit berbeda nasib paska earnings report, Elon Musk dengan Teslanya justru berhasil menjawab keraguan pasar melalui hasil earning reports di kuartal empatnya. Keraguan tersebut muncul dari jatuhnya valuasi pasar Tesla hingga US$675 miliyar, harga lembar saham tesla yang terkoreksi hingga 65% di sepanjang tahun 2022, hingga ketidakpercayaan pasar paska Musk membeli Twitter karena dianggap tidak fokus. Melihat hal tersebut tentu saja Tuan Musk tidak tinggal diam. Salah satu hal yang dilakukan memangkas harga mobil tesla hingga 20%, sebuah langkah yang tidak umum dilakukan oleh perusahaan mobil tradisional.

Adu Rayu Tesla dan Microsoft di Tahun 2023

Dalam perencanaan Tesla di tahun 2023, Elon Musk menargetkan akan memproduksi EV sejumlah 1,8 juta unit. Perusahaan menyasar kenaikan dari rata-rata pengiriman tahunan di angka 50%.  Tesla juga sedang mengembangkan kendaraan baru yang lebih terjangkau, sesuatu yang juga diharapkan banyak investor terkait perluasan potensi pasar yang dimiliki. Diperkirakan produk baru ini akan diperkenalkan secara luas pada bulan Maret nanti. Sementara itu, terdapat pula peluncuran produk Tesla yang paling banyak dinanti, yakni seri Cybertruck yang akan mulai diproduksi pada musim panas ini.

Microsoft sebagai salah satu raksasa teknologi dunia ikut melakukan ‘perjudian’ di 2023. Satya Nadella memprediksi di putaran berikutnya, permintaan atas jasa cloud akan banyak dibutuhkan oleh perusahaan serta makin lebih banyak lagi masyarakat yang menggunakan AI (Artificial Intelligence). Oleh karenanya, Microsoft menggandeng salah satu start up yang bergerak di bidang AI, yakni OpenAI. Diperkirakan bahkan, projek ambisius Microsoft dengan OpenAI mampu mengancam Google yang hingga saat ini berada di strata teratas di urusan search engine. OpenAI dengan ChatGPT nya memiliki kemampuan seperti manusia, dengan respon yang begitu sophisticated. Lebih mengejutkan lagi, di usianya yang baru dua bulan, tercatat penggunanya sudah mencapai 1 juta lebih.

Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 205.57 point, atau 0.61%, ke 33,949.41, S&P 500 (SPX) meraih 44.21 point, atau 1.10%, ke 4,060.43 dan Nasdaq Composite (IXIC) meningkat ke 199.06 point, atau 1.76%, ke 11,512.41.

Best Performance Worst Performance
Microsoft (NASDAQ: MSFT)

248.00 +7.39 (+3.07%)

Pfizer (NYSE: PE)

44.25 -0.41 (-0.92%)

Tesla (NASDAQ: TSLA)

160.27 +15.84 (10.97%)

Netflix (NASDAQ: NFLX)

364.87 -3.09 (0.84%)

Meta (NASDAQ: META)

147.30 +5.80 (4.10%)

image-artikel

Popular Jurnal