Market Summary
Peluang Trading Emas kembali menjadi perhatian pasar menjelang rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat (AS) untuk Juli. Harga emas bergerak di bawah US$4.650 per troy ounce pada Rabu, tetapi masih bertahan dekat level tertinggi dalam tiga bulan.
Pasar kini menunggu data PCE yang menjadi salah satu indikator inflasi utama bagi Federal Reserve (The Fed). Data ini dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga dan arah dolar AS dalam jangka pendek.
Data PCE AS Jadi Perhatian Pasar
Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) dijadwalkan merilis data PCE Juli pada Rabu pukul 12.30 GMT (19:30 WIB). PCE menjadi indikator penting karena The Fed menggunakannya sebagai ukuran utama untuk menilai perkembangan inflasi.
Pasar memperkirakan inflasi inti PCE naik 0,2% secara bulanan pada Juli. Angka tersebut lebih tinggi dari kenaikan 0,1% pada Juni. Secara tahunan, inflasi inti PCE diperkirakan bertahan di 3,3%.
Level tersebut masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%. Karena itu, data yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi di AS.
Sebaliknya, data PCE yang lebih rendah dapat memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed. Kondisi tersebut berpotensi menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi harga emas untuk melanjutkan penguatan.
Pasar Menanti Pernyataan Kevin Warsh
Selain data PCE, perhatian pasar juga tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat. Investor berharap Warsh memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang.
Warsh sejauh ini cenderung menghindari forward guidance. Sikap tersebut membuat pasar kesulitan memperkirakan arah kebijakan The Fed dan dapat meningkatkan volatilitas.
DBS Bank menilai Jackson Hole menjadi ujian penting bagi Warsh. Pasar membutuhkan kejelasan mengenai cara The Fed menjaga ekspektasi inflasi tanpa memberikan panduan kebijakan secara langsung.
Pasar juga ingin melihat bagaimana The Fed menilai kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang. Selain itu, hubungan kebijakan antara The Fed dan Departemen Keuangan AS menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kondisi likuiditas.
Peluang Trading Emas Dipengaruhi Dolar AS
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September mulai menurun. Data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin berada di sekitar 38%, turun dari 55% sebulan sebelumnya.
Perubahan ekspektasi tersebut dapat menjadi faktor pendukung bagi emas. Ketika pasar semakin yakin terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar, dolar AS cenderung menghadapi tekanan. Kondisi itu biasanya memberikan dukungan bagi emas yang dihargai dalam dolar.
Di sisi lain, data PCE yang lebih panas dapat mengubah ekspektasi tersebut. Inflasi yang kembali meningkat dapat mendorong pasar untuk mengantisipasi kebijakan The Fed yang lebih ketat.
Peluang Trading Emas Menjelang Data PCE
Peluang Trading Emas akan sangat bergantung pada hasil PCE dan respons dolar AS setelah data dirilis. Jika inflasi inti PCE berada di bawah perkiraan, emas berpeluang mempertahankan momentum bullish karena tekanan terhadap dolar dapat kembali meningkat.
Namun, jika data menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, pasar berpotensi mengurangi ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed. Kondisi tersebut dapat memicu penguatan dolar dan mendorong koreksi pada harga emas.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berpeluang melanjutkan tren bullish, dengan level pivot di 4.619. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.735, kemudian 4.767 hingga 4.798.
Sebaliknya, jika harga menembus ke bawah 4.619, tekanan koreksi berpotensi meningkat dengan target support di 4.566, kemudian 4.535.
Resistance 4.735 Resistance 2: 4.767 Resistance 3: 4.798
Support1: 4.619 Support 2: 4.566 Support 3: 4.535
Baca juga: Peluang Trading Silver di Tengah Isu Buyback Obligasi AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish dengan harga bertahan di atas MA 50 dan struktur kenaikan yang tetap terjaga. RSI(14) berada di 66,86, menunjukkan momentum beli masih cukup kuat meski mulai mendekati area overbought.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya menunjukkan tren naik, dengan harga bergerak di atas SMA 50 dan sempat menguji area resistance 85,79. Namun, tren tersebut kemudian berbalik melemah setelah harga turun menembus SMA 50 dan support 82,68, yang menandakan meningkatnya tekanan jual.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 68,86. Selama harga masih bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target penurunan menuju area support 66,28, kemudian 65,58, hingga 64,87.
Harga emas masih bergerak dalam tren bullish setelah menembus resistance 4.625 dan bertahan di atas area tersebut. Posisi harga yang berada jauh di atas SMA 50 mengindikasikan momentum kenaikan masih kuat, meski RSI 14 di 73,84 menunjukkan kondisi overbought sehingga peluang koreksi tetap terbuka.
Harga US Oil masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil bertahan di atas SMA 50 dan support 84,28. Saat ini harga sedang mengalami koreksi, namun RSI 14 di 50,17 menunjukkan momentum masih relatif netral sehingga ruang untuk kembali menguat masih terbuka.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat US Oil masih berpotensi bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 86,60. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan bearish masih berpeluang berlanjut dengan support terdekat di 84,80. Jika support ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju 83,90 hingga 83,15.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tren bullish setelah menembus resistance 4.573 dan bergerak di atas SMA 50. Harga sedang mengalami koreksi setelah mencetak high di 4.630, sementara RSI berada di sekitar 70 yang menunjukkan kondisi overbought dan membuka peluang koreksi jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga bergerak di atas SMA 50 yang mulai menanjak. Saat ini harga sedang mengalami koreksi setelah gagal menembus resistance 87,63, dengan RSI di 57,08 yang masih berada di area positif dan belum menunjukkan kondisi overbought.
Sorotan Utama: Pidato Fed Chair Warsh di Jackson Hole
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1668. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance terdekat di 1.1711. Jika resistance tersebut berhasil ditembus, EUR/USD berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance berikutnya di 1.1723 hingga 1.1734.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish setelah berhasil menembus resistance 4.444 dan bergerak di atas SMA 50. Harga kini berada di sekitar 4.525 dan sedang menguji resistance 4.541, dengan RSI 14 di level 67 yang menunjukkan momentum bullish masih cukup kuat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan momentum bullish dengan harga berada di atas SMA 50 dan RSI 14 sekitar 62. Harga telah menutup gap di 87,63, namun masih berada di bawah area gap tersebut sehingga level 87,63 kini menjadi resistance penting.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai AUD/USD masih menunjukkan kecenderungan bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 0.7102. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 0.7144, 0.7154, dan 0.7164.
