Mengapa Banyak Orang Tergoda Nabung Saham untuk Pendidikan Anak?
Biaya pendidikan anak terus meningkat setiap tahunnya, bahkan bisa lebih tinggi dari tingkat inflasi biasa. Orang tua pun mulai mencari cara cerdas agar dana pendidikan bisa tetap aman sekaligus berkembang. Saham akhirnya sering dianggap solusi, karena potensi imbal hasilnya lebih tinggi dibandingkan menabung biasa di bank atau deposito.
Apalagi, generasi muda kini makin melek investasi. Banyak yang berpikir, “Kalau bisa untung besar dari saham, kenapa nggak sekalian buat tabungan pendidikan anak?” Namun, keputusan ini perlu dipertimbangkan matang-matang.
Risiko vs. Keuntungan Nabung Saham untuk Pendidikan Anak
Seperti dua sisi mata uang, nabung saham punya peluang dan tantangan:
Keuntungan:
Potensi imbal hasil tinggi dalam jangka panjang.
Bisa melawan inflasi biaya pendidikan yang makin mahal.
Memberi orang tua kesempatan belajar sekaligus mengajarkan anak soal investasi.
Risiko:
- Harga saham sangat fluktuatif, nilainya bisa naik-turun drastis.
- Jika dana dibutuhkan dalam waktu dekat, ada risiko besar nilainya berkurang.
- Membutuhkan waktu, analisis, dan strategi — tidak bisa asal pilih saham.
Strategi Bijak Kalau Mau Nabung Saham untuk Pendidikan Anak
Kalau tetap ingin menggunakan saham sebagai instrumen pendidikan anak, ada beberapa langkah cerdas:
1. Diversifikasi portofolio. Jangan taruh semua dana di saham. Sisihkan sebagian di reksadana pasar uang, obligasi, atau instrumen syariah.
2. Pilih saham blue chip. Saham perusahaan besar dan stabil punya risiko lebih rendah dibanding saham gorengan.
3. Sesuaikan dengan horizon waktu.
- Kalau anak masih balita, Anda punya waktu 10–15 tahun untuk menanggung fluktuasi saham.
- Kalau anak sudah mau kuliah dalam 2–3 tahun, lebih baik pindahkan ke instrumen stabil.
4. Gunakan akun investasi khusus. Pisahkan dana pendidikan dari dana trading harian agar tujuan lebih jelas.
Alternatif Investasi Pendidikan Anak Selain Saham
Selain saham, ada instrumen lain yang lebih stabil dan tetap bisa memberikan imbal hasil:
Reksadana pasar uang → cocok untuk jangka pendek, risiko rendah.
Obligasi negara (SBR/ORI) → imbal hasil stabil, aman, dan bisa mendukung negara.
Emas → jadi pilihan klasik yang tahan inflasi.
Mengombinasikan saham dengan instrumen lain akan membantu menyeimbangkan keuntungan dan keamanan dana pendidikan anak.
Peran Broker Terpercaya dalam Investasi
Jika ingin serius berinvestasi, pastikan menggunakan broker yang resmi dan teregulasi agar dana tetap aman. Di Indonesia, salah satu broker berlisensi adalah TPFx, yang sudah diawasi BAPPEBTI, BI, tercatat di OJK, serta anggota resmi Bursa Berjangka Jakarta (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).
TPFx menyediakan platform trading yang mudah digunakan, edukasi investasi bagi pemula, hingga fitur analisis pasar real-time lewat. Dengan fasilitas ini, orang tua yang ingin merencanakan dana pendidikan melalui investasi bisa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.
Kesimpulan
Nabung saham untuk pendidikan anak bisa jadi pilihan bijak kalau dilakukan dengan strategi jangka panjang dan diversifikasi yang tepat. Namun, kalau semua dana langsung dimasukkan ke saham tanpa rencana, risikonya bisa fatal dan merugikan masa depan anak.
Gunakan broker yang resmi dan terpercaya seperti TPFx agar langkah investasi Anda aman, terarah, dan tetap fokus pada tujuan utama: memastikan masa depan pendidikan anak terjamin.
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.