Saham Global Naik Didorong Sentimen AI
Saham global naik pada perdagangan Selasa seiring meningkatnya optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan setelah Anthropic merilis berbagai inovasi baru untuk penggunaan bisnis. Peluncuran ini kembali memicu ekspektasi bahwa AI akan mampu mendorong profitabilitas di berbagai sektor, mulai dari investment banking hingga rekayasa teknologi.
Indeks utama di Amerika Serikat mencatat kenaikan solid, dengan Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 masing-masing naik 0,76%, sementara Nasdaq Composite menguat 1%. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya pasar sempat tertekan akibat kekhawatiran bahwa belanja besar pada AI belum tentu segera menghasilkan keuntungan.
Kekhawatiran Tarif Mulai Mereda
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan tarif dari Presiden Donald Trump. Sebelumnya, investor khawatir tarif impor bisa dinaikkan hingga 15%, terutama setelah muncul ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan.
Namun, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa tarif darurat yang diberlakukan melampaui kewenangan hukum, sehingga meredakan kekhawatiran pasar. Meski begitu, pemerintah tetap memberlakukan tarif sebesar 10% untuk barang yang tidak termasuk dalam pengecualian, sehingga ketidakpastian belum sepenuhnya hilang.
Dampak AI terhadap Perusahaan dan Pasar
Perhatian pasar kini beralih pada implikasi AI terhadap kinerja perusahaan, terutama terkait margin dan efisiensi. Teknologi AI dinilai mampu menggantikan sejumlah fungsi pekerjaan dan meningkatkan produktivitas, namun juga memunculkan risiko penurunan permintaan terhadap layanan perangkat lunak tradisional.
Saham IBM naik 2,7% setelah sebelumnya anjlok tajam, sementara Nvidia menguat 0,7% menjelang laporan keuangan. Nvidia sendiri memiliki bobot besar dalam indeks, sehingga pergerakannya sangat memengaruhi arah pasar secara keseluruhan.
Obligasi dan Mata Uang Bergerak Terbatas
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik tipis ke 4,033%, sedangkan tenor 2 tahun meningkat ke 3,444%, mencerminkan ekspektasi suku bunga yang masih relatif tinggi.
Sementara itu, yen Jepang melemah setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyampaikan keberatan terhadap kenaikan suku bunga kepada Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda. Pelemahan yen menunjukkan pasar menilai kebijakan moneter Jepang akan tetap akomodatif.
Emas Melemah Setelah Capai Level Tinggi
Harga emas terkoreksi tipis setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam tiga minggu. Tekanan berasal dari penguatan dolar AS serta aksi ambil untung oleh pelaku pasar.
Meski demikian, ketegangan antara AS dan Iran serta ketidakpastian tarif masih menopang permintaan safe haven. Harga emas cenderung tertahan di dekat level tinggi, namun membutuhkan katalis baru untuk melanjutkan kenaikan yang lebih signifikan.
Harga Minyak Turun di Tengah Ketidakpastian
Di pasar energi, Brent crude ditutup turun sekitar 1% ke $70,77 per barel. Penurunan ini terjadi meskipun ketegangan geopolitik antara AS dan Iran masih berlangsung.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar minyak saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor permintaan dan sentimen global dibandingkan risiko pasokan jangka pendek. Investor juga cenderung berhati-hati sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari pembicaraan antara kedua negara.
Prospek Ekonomi Dipengaruhi Adopsi AI
Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic menyatakan bahwa ekonomi AS berpotensi memasuki fase pengangguran yang lebih tinggi secara struktural akibat adopsi AI oleh perusahaan. Menurutnya, peningkatan efisiensi melalui teknologi dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja dalam jangka panjang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun saham global naik, pasar masih menghadapi tantangan besar terkait perubahan struktur ekonomi, terutama dari sisi tenaga kerja dan keberlanjutan pertumbuhan di era AI.
Prospek Harga Emas Rabu | 25 Februari 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat naik hingga membentuk high di area 5.250, sebelum akhirnya mengalami koreksi yang masih tergolong sehat. Tekanan turun tertahan di area 5.100 sebagai support terdekat, sementara posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50 di sekitar 5.046 menandakan struktur bullish masih terjaga. Saat ini harga cenderung bergerak konsolidatif di bawah resistance 5.192, dan selama bertahan di atas 5.100, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji 5.192 hingga 5.250.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.192 R2 5.250 R3 5.312
S1 5.100 S2 5.046 S3 4.989
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 5.100 |
| Profit Target Level | 5.200 |
| Stop Loss Level | 5.040 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.180 |
| Profit Target Level | 5.100 |
| Stop Loss Level | 5.210 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 25 Februari 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya. Harga bergerak sideways dalam range 65.43 hingga 67.05 sebagai zona kunci jangka pendek. Harga juga masih bertahan di atas SMA 50 di sekitar 64.61, sehingga bias bullish tetap terjaga selama tidak ditembus ke bawah.
Dari sisi momentum, RSI berada di sekitar level 50 dan mencerminkan kondisi netral. Hal ini menunjukkan pasar sedang berada dalam fase penyeimbangan setelah reli. Selama harga bertahan di atas support 65.43, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji 67.05 hingga 67.73. Sebaliknya, jika harga turun menembus 65.43, tekanan bearish dapat mendorong penurunan ke 64.61 hingga 63.61.
US Oil INTRADAY AREA
R1 67,05 R2 67,73 R3 68,55
S1 65,43 S2 64,61 S3 63,61
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 65,50 |
| Profit Target Level | 67,00 |
| Stop Loss Level | 64,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 67,05 |
| Profit Target Level | 66,00 |
| Stop Loss Level | 67,75 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
