Kebijakan Tarif AS Terbaru Tekan Pasar Global
Kebijakan tarif AS terbaru menjadi pemicu utama pelemahan pasar global pada awal pekan. Ketidakpastian meningkat setelah langkah Presiden Donald Trump mengubah arah kebijakan perdagangan hanya dalam waktu singkat.
Indeks utama di Amerika Serikat ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average turun 1,66%, S&P 500 terkoreksi 1%, dan Nasdaq Composite melemah 1,1%. Pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah kebijakan perdagangan.
Perubahan Tarif Picu Ketidakpastian
Kebijakan ini muncul setelah keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan tarif darurat sebelumnya. Pemerintah kemudian menetapkan tarif baru sebesar 10% yang segera dinaikkan menjadi 15%.
Donald Trump menegaskan bahwa negara-negara yang tidak mengikuti kesepakatan perdagangan akan menghadapi tarif lebih tinggi melalui aturan lain. Pernyataan ini memperkuat ketidakpastian karena belum ada kejelasan terkait implementasi maupun cakupan tarif.
Perubahan cepat ini membuat pelaku pasar mengurangi eksposur risiko. Dampaknya, tekanan jual meningkat di berbagai bursa global.
Bursa Eropa dan Global Ikut Tertekan
Tekanan tidak hanya terjadi di AS. Indeks STOXX 600 turun 0,45%, diikuti DAX yang melemah 1%. Sementara itu, FTSE 100 bergerak relatif datar.
Penurunan ini menunjukkan bahwa dampak kebijakan tarif AS terbaru menyebar ke pasar global. Investor cenderung menghindari aset berisiko di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan.
Emas Menguat, Imbal Hasil Obligasi Turun
Permintaan aset aman meningkat seiring memburuknya sentimen pasar. Harga emas berjangka AS naik 2,8% ke $5.225,60, sementara harga spot bertahan di sekitar $5.227 per ons.
Di pasar obligasi, yield juga menurun. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke 4,033%, sedangkan tenor 2 tahun melemah ke 3,422%. Penurunan ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset safe haven.
Perak ikut menguat tipis ke sekitar $88,19 per ons.
Dolar Melemah, Minyak Ikut Turun
Dolar AS melemah terhadap mata uang utama. Terhadap yen Jepang, dolar turun ke 154,71, sementara terhadap franc Swiss melemah ke 0,774. Euro menguat tipis ke $1,1787.
Di pasar energi, harga minyak bergerak turun. Minyak Brent melemah ke $71,49 per barel, sedangkan minyak mentah AS turun ke $66,31 per barel. Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
Fokus Pasar ke Laporan Nvidia
Perhatian pasar kini beralih ke laporan keuangan Nvidia. Perusahaan ini memiliki bobot besar dalam indeks S&P 500 sehingga berpotensi memicu volatilitas lanjutan di pasar saham global.
Ketidakpastian dari kebijakan tarif AS terbaru membuat pelaku pasar tetap berhati-hati dalam mengambil posisi, terutama pada aset berisiko.
Prospek Harga Emas Selasa | 24 Februari 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang kuat setelah berhasil menembus area 5.146 dan 5.205 yang kini beralih fungsi menjadi support. Harga bergerak stabil di atas level tersebut dan tetap didukung oleh posisi di atas SMA 50 , mencerminkan tren naik yang terjaga.
Indikator RSI berada di area overbought sehingga berpotensi memicu koreksi terbatas, namun selama harga bertahan di atas area 5.205–5.146, peluang kenaikan masih terbuka untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di 5.312 hingga 5.388.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.312 R2 5.388 R3 5.452
S1 5.205 S2 5.146 S3 5.100
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 5.210 |
| Profit Target Level | 5.300 |
| Stop Loss Level | 5.140 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.300 |
| Profit Target Level | 5.250 |
| Stop Loss Level | 5.330 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 24 Februari 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase konsolidasi setelah reli kuat, dengan harga bergerak sideways di dalam area 65.43–67.05 yang kini menjadi zona kunci. Selama harga mampu bertahan di atas support 65.43, bias bullish masih terjaga dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance 67.73 hingga 68.55. Namun, jika terjadi breakdown di bawah 65.43, harga berisiko mengalami koreksi lebih dalam menuju area 64.61, sebelum kembali menentukan arah selanjutnya.
Harga juga masih bertahan di atas SMA 50, mengindikasikan tren bullish tetap solid, sementara indikator RSI berada di sekitar level 58 yang mencerminkan momentum bullish masih dominan meskipun belum memasuki area jenuh beli.
US Oil INTRADAY AREA
R1 67,05 R2 67,73 R3 68,55
S1 65,43 S2 64,61 S3 63,61
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 65,45 |
| Profit Target Level | 67,00 |
| Stop Loss Level | 64,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 67,05 |
| Profit Target Level | 66,00 |
| Stop Loss Level | 67,75 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
