Market Summary
Peluang trading USD/CAD menjadi perhatian pasar menjelang rilis data tenaga kerja Kanada. Pada sesi Eropa Jumat pagi, pasangan USD/CAD bergerak melemah terbatas di sekitar 1,3680. Pelemahan ini terjadi seiring tekanan pada dolar AS akibat data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan, sementara dolar Kanada mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak mentah.
Pelemahan Dolar AS Akibat Data Tenaga Kerja AS
Tekanan terhadap dolar AS meningkat setelah data klaim pengangguran AS menunjukkan kenaikan yang lebih besar dari ekspektasi. Jumlah klaim pengangguran awal naik ke 231 ribu, melampaui perkiraan pasar. Selain itu, laporan ADP menunjukkan pertumbuhan payroll swasta hanya sebesar 22 ribu pada Januari, jauh di bawah proyeksi.
Kondisi ini memperkuat sinyal perlambatan pasar tenaga kerja AS dan membuka ruang pelemahan lanjutan dolar AS terhadap dolar Kanada. Peluang Trading USD/CAD pun cenderung dipengaruhi oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.
Harga Minyak dan Dampaknya terhadap Dolar Kanada
Di sisi lain, dolar Kanada mendapat sokongan dari kenaikan harga minyak mentah. Sebagai negara pengekspor minyak utama, penguatan harga crude oil umumnya berdampak positif bagi CAD. Risiko geopolitik global juga menjaga harga minyak tetap solid, sehingga menopang pergerakan mata uang Kanada.
Kondisi ini membuat tekanan penurunan USD/CAD tetap terjaga menjelang publikasi data tenaga kerja Kanada.
Fokus Pasar pada Data Tenaga Kerja Kanada
Perhatian pasar kini tertuju pada rilis data tenaga kerja Kanada yang dijadwalkan pada sesi Amerika Utara. Data tersebut menunjukkan Employment Change Kanada diperkirakan sebesar 5,2 ribu, lebih rendah dibandingkan capaian sebelumnya di 8,2 ribu. Sementara itu, Unemployment Rate diproyeksikan bertahan di level 6,8%.
Hasil data ini berpotensi menjadi pemicu volatilitas lanjutan pada Peluang Trading USD/CAD, terutama jika terjadi penyimpangan signifikan dari ekspektasi pasar.
Sentimen The Fed Membatasi Pelemahan USD
Meski dolar AS melemah, potensi penurunan USD/CAD masih relatif terbatas. Pasar mencermati sikap The Fed yang cenderung berhati-hati. Peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan Maret dinilai kecil, dengan probabilitas The Fed menahan suku bunga mencapai sekitar 77%.
Selain itu, nominasi Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed turut memengaruhi ekspektasi kebijakan. Pasar menilai pendekatan kebijakan moneter ke depan berpotensi lebih ketat, dengan fokus pada pengetatan neraca dan laju pemangkasan suku bunga yang lebih lambat.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD masih berpeluang melanjutkan tren bearish pada time frame ini dengan level pivot di 1.3700. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi mendorong penurunan lanjutan untuk menguji area support di 1.3660, kemudian 1.3635, hingga 1.3615.
Sebagai skenario alternatif, jika harga berbalik naik dan menembus di atas 1.3700, maka peluang penguatan dapat terbuka untuk menguji area resistance di kisaran 1.3710–1.3725.
Resistance 1: 1.3700 Resistance 2: 1.3710 Resistance 3: 1.3725
Support1: 1.3660 Support 2: 1.3635 Support 3: 1.3615
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas area resistance 5.023 dan 4.958, yang kini beralih fungsi sebagai area penahan kenaikan. Harga terlihat bergerak di bawah SMA 50, menandakan tren jangka menengah yang masih lemah, sementara RSI berada di sekitar level 39 yang menunjukkan momentum bearish masih dominan meski belum masuk area oversold.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area 63,82, dengan harga saat ini bergerak di bawah SMA 50 di sekitar 62,94. Kondisi ini membuka ruang tekanan lanjutan selama harga tertahan di bawah 63,82, dengan potensi penurunan mengarah ke area support 61,69, kemudian 61,08 hingga 60,08.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 1.1810. Selama harga bergerak dan bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut untuk menguji area support 1.1775, diikuti 1.1760, hingga 1.1745.

Harga emas pada time frame H4 terlihat mulai bergerak rebound setelah koreksi tajam dan membentuk low di area 4.850. Rebound ini bersifat teknikal karena harga masih bergerak di bawah SMA 50, yang saat ini juga berdekatan dengan zona resistance 5.059, sehingga area tersebut menjadi hambatan utama bagi kenaikan lanjutan. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas SMA 50, pergerakan naik masih berisiko hanya sebagai pullback dalam fase konsolidasi. Jika breakout terjadi di atas 5.059, maka peluang kenaikan dapat berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di kisaran 5.100 hingga 5.147.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas SMA 50 yang saat ini berada di area 62,80–63,00. Kenaikan sebelumnya membentuk struktur higher low, dan harga kini bergerak stabil di atas support 62,82 hingga 61,69, yang menjaga bias naik tetap terpelihara.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan perak masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 85,50. Selama harga bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 92,50, kemudian 95,90, hingga 99,20.

Pada grafik H4, harga emas terlihat sedang bergerak dalam fase pemulihan setelah mengalami penurunan tajam, namun kenaikan masih tertahan di bawah area resistance 5.000–5.100 yang juga berdekatan dengan SMA 50, sehingga zona ini berpotensi menjadi hambatan kuat. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, pergerakan cenderung rawan kembali melemah dengan support terdekat berada di 4.812, diikuti 4.746 dan 4.674.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat masih bergerak dalam tren naik namun saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah gagal bertahan di area puncak sebelumnya. Selama harga mampu bertahan di atas support 62,52 yang berdekatan dengan SMA 50, peluang kenaikan lanjutan tetap terbuka dengan resistance terdekat berada di 64,16, kemudian 65,06 hingga 66,06.
Dari sisi teknikal, analis Trading Central menilai EUR/USD masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1840. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan tetap terbuka menuju area support 1.1770 hingga 1.1720.
