Pasar Saham Bergerak Datar Menjelang Keputusan The Fed
Dolar AS menguat tipis pada Selasa ketika pasar menunggu keputusan suku bunga The Federal Reserve. Indeks saham utama bergerak mendatar karena investor menilai prospek kebijakan moneter dan mencermati keputusan Washington yang mengizinkan chip kecerdasan buatan H200 milik Nvidia diekspor ke China dengan tarif 25%. Saham Nvidia turun 0,7% setelah pengumuman tersebut.
Sementara itu, imbal hasil Treasury naik tipis setelah data pasar tenaga kerja AS menunjukkan lowongan pekerjaan meningkat secara moderat pada Oktober, meski perekrutan tetap lemah. Dow Jones melemah 0,29% menjadi 47.601,06, S&P 500 turun 0,02%, dan Nasdaq naik 0,13%. Indeks saham global MSCI tergelincir 0,10% dan STOXX 600 Eropa turun 0,1%.
Prospek Kebijakan Bank Sentral Global
The Fed secara luas diperkirakan akan memotong suku bunga sebesar 25 bps pada Rabu, meski pandangan internal diperkirakan tetap terbagi. Peluang pemangkasan mencapai sekitar 89,6% menurut CME FedWatch.
Di Australia, bank sentral mempertahankan suku bunga dan menegaskan bahwa pelonggaran kebijakan tidak menjadi opsi, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi bertahan tinggi. Dolar Australia menguat 0,26% ke $0,6639. Di Eropa, anggota dewan ECB Isabel Schnabel menyatakan bahwa langkah suku bunga berikutnya lebih mungkin berupa kenaikan jika inflasi kembali menguat.
Bank of Canada dan Swiss National Bank juga diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan minggu ini.
Pergerakan Mata Uang dan Komoditas Global
Indeks dolar naik 0,15% ke 99,22 seiring dolar AS menguat tipis terhadap mata uang utama. Yen melemah setelah Jepang diguncang gempa besar pada Senin.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury 10 tahun AS naik menjadi 4,182% dari 4,172%. Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih, menyatakan bahwa Fed seharusnya melanjutkan penurunan suku bunga, sebuah komentar yang memunculkan pertanyaan terkait arah kebijakan jangka menengah.
Harga minyak turun akibat fokus pasar pada pembicaraan damai Rusia-Ukraina. Brent melemah 0,88% ke $61,94, sementara WTI turun 1,07% ke $58,25.
Emas Menguat di Atas $4.200 Didukung Prospek Kebijakan
Emas diperdagangkan di atas $4.200 per troy ounce karena pasar menilai peluang kuat pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps minggu ini. Data tenaga kerja terbaru yang menunjukkan kenaikan lowongan pekerjaan ke 7,67 juta pada Oktober membuat prospek kebijakan jangka menengah tetap tidak pasti, sehingga pasar menilai kemungkinan skenario “hawkish cut” jika pejabat Fed memberi sinyal jeda di awal 2026.
Permintaan emas tetap kuat karena bank-bank sentral secara global masih menjadi pembeli bersih. China menambah cadangan emas untuk bulan ke-13 berturut-turut, meningkatkan kepemilikan menjadi sekitar 74,12 juta troy ounce. Arus masuk ETF dan permintaan fisik yang solid membuat emas naik sekitar 60% sepanjang tahun.
Prospek harga Emas Rabu | 10 Desember 2025
Harga emas di grafik H4 bergerak sideways di dalam kisaran 4.170–4.265 setelah sebelumnya terkoreksi dari resistance 4.265 dan tertahan di support 4.170. Selama harga tetap berada di atas trendline naik dan SMA 50, struktur teknikal masih mendukung peluang rebound untuk kembali menguji resistance 4.245 dan 4.265.
Namun, jika tekanan jual menembus support 4.170, koreksi dapat berlanjut menuju 4.140 hingga 4.108. RSI yang bergerak mendatar di area netral menunjukkan bahwa momentum masih lemah dan pasar menunggu pemicu baru untuk keluar dari zona konsolidasi ini.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.245 R2 4.265 R3 4.293
S1 4.170 S2 4.140 S3 4.108
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.175 |
| Profit Target Level | 4.220 |
| Stop Loss Level | 4.140 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.245 |
| Profit Target Level | 4.200 |
| Stop Loss Level | 4.270 |
Prospek harga US Oil Rabu | 10 Desember 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga turun dari area 59.16–59.62 dan gagal bertahan di atas SMA 50. Penurunan ini membuat harga kembali menguji support 58.13, yang kini menjadi level penentu arah jangka pendek.
Jika pullback hanya terbatas hingga 58.80 atau harga kembali tertahan di bawah SMA 50, tekanan jual dapat berlanjut menuju 57.65 hingga 57.09. Peluang rebound tetap ada selama support 58.13 bertahan, meski RSI yang berada di area oversold masih menandakan dominasi momentum bearish.
US Oil INTRADAY AREA
R1 58,80 R2 59,16 R3 59,62
S1 58,13 S2 57,65 S3 57,09
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 58,15 |
| Profit Target Level | 58,80 |
| Stop Loss Level | 57,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 58,80 |
| Profit Target Level | 58,20 |
| Stop Loss Level | 59,20 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan GBP/USD masih cenderung bullish di time frame H4 dengan pivot di 1.3320. Selama harga berada di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka. Resistance terdekat berada di area 1.3360–1.3365. Jika area tersebut ditembus, potensi naik dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 1.3415.
Harga emas pada grafik H4 mulai bergerak di bawah SMA 50 setelah gagal mempertahankan posisi di atas area 4.219, yang menunjukkan tekanan jual mulai meningkat. Selama harga bergerak di bawah garis SMA tersebut, peluang penurunan tetap dominan dan dapat mendorong harga menuju support 4.162 kemudian 4.140 bahkan 4.108 jika penurunan berlanjut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 melemah setelah gagal bertahan di atas area 59,40. Harga kini turun dan menembus SMA 50, sehingga bias berubah menjadi bearish. Selama harga bergerak di bawah 59,40, tekanan jual berpeluang berlanjut menuju support 58,27, lalu 57,65, bahkan 57,09 jika penurunan semakin kuat.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih berada dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1635. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 1.1680 hingga 1.1720.
Pada timeframe H4, XAUUSD terlihat bergerak dalam tren naik dengan harga tetap bertahan di atas SMA 50, meskipun saat ini sedang mengalami fase konsolidasi setelah reli sebelumnya. Area 4.245–4.265 menjadi resistensi terdekat yang masih menahan kenaikan, sehingga penembusan dan penutupan harga di atas zona tersebut akan membuka peluang kelanjutan bullish menuju area 4.293.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat mencoba membentuk pemulihan setelah sebelumnya bergerak dalam tren turun, dengan posisi saat ini berada di atas support 59,40–58,86 yang menahan tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir. Selama area ini tetap dipertahankan, peluang technical rebound menuju zona resistance 60,80–61,45 masih terbuka, meskipun area tersebut berpotensi menjadi zona supply yang kembali memicu tekanan jual.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 4.194. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.241. Jika level ini ditembus, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 4.265–4.295.
XAUUSD pada H4 terlihat bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bullish, seiring harga yang masih bertahan di atas SMA 50 dan struktur higher low yang tetap terjaga. Penutupan harga yang meyakinkan di atas area 4.245–4.265 berpotensi membuka peluang penguatan lanjutan menuju resistensi 4.293, sementara kegagalan bertahan di atas support 4.182 dapat memicu koreksi ke area 4.162 hingga 4.140, dengan RSI di kisaran 52 yang mencerminkan momentum netral cenderung positif.
US Oil pada H4 mulai menunjukkan bias bullish setelah rebound dari area 57,63 dan membentuk higher low yang didukung trendline naik, sementara harga juga mulai kembali bergerak di atas SMA. Penutupan harga di atas resistance 59,95–60,33 berpotensi membuka ruang penguatan menuju 60,81, sedangkan kegagalan bertahan di atas support 58,86 masih membuka risiko pelemahan lanjutan ke 58,23 hingga 57,63. Indikator RSI di kisaran 58,54 mencerminkan momentum bullish secara moderat.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan XAG/USD masih berada dalam tekanan bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 58,35. Selama harga bergerak di bawah area tersebut, peluang penurunan tetap terbuka menuju support terdekat di 56,65. Jika harga menembus level itu, tekanan jual berpotensi berlanjut ke zona support berikutnya di 56,15–55,50.
Harga emas pada time frame H4 terlihat membentuk fase konsolidasi sempit di area yang ditandai, namun masih bergerak di atas SMA 50 sehingga tren jangka pendek tetap bullish. Selama harga bertahan di atas support 4.182–4.162 dan tidak menembus 4.140, peluang kenaikan tetap lebih dominan.
Harga US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase bearish karena harga tertahan di bawah downtrend line meskipun telah bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini menunjukkan bahwa buyer mulai mencoba mengangkat harga, namun struktur tren turun tetap dominan selama downtrend line belum ditembus. Area 59,37 menjadi resistance kunci yang harus dilampaui untuk membuka jalan menuju 59,95 hingga 60,20.
