Market Summary
Peluang trading GBP/USD menjelang FOMC Minutes menjadi perhatian pasar pada sesi Eropa Rabu. Pound Sterling bergerak volatil di kisaran 1.3560 terhadap Dolar AS setelah rilis inflasi Inggris. Pergerakan terjadi di tengah ekspektasi kebijakan moneter yang berubah di Inggris dan Amerika Serikat.
Inflasi Inggris Januari turun ke 3,0% secara tahunan dari 3,4% pada Desember. Angka tersebut sesuai ekspektasi pasar dan menjadi level terendah sejak Maret 2025. Inflasi inti melambat ke 3,1% dari 3,2%, mencerminkan moderasi tekanan harga yang lebih luas. Secara bulanan, indeks harga konsumen turun 0,5% setelah sebelumnya naik 0,4%.
Perlambatan terutama berasal dari sektor transportasi dan makanan. Biaya transportasi naik 2,7% dari 4,0% sebelumnya karena harga bahan bakar turun dan inflasi tarif penerbangan melambat. Harga makanan dan minuman non-alkohol meningkat 3,6%, lebih rendah dari 4,5%. Inflasi perumahan dan utilitas juga turun, meski harga restoran dan hotel naik lebih cepat menjadi 4,1%.
Ekspektasi Kebijakan Bank of England (BoE)
Dalam pertemuan terakhir, BoE menyatakan tekanan harga akan turun menuju 3% pada kuartal pertama 2026 dan mendekati 2% pada kuartal kedua. Proyeksi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa arah kebijakan bisa lebih dovish jika tren disinflasi berlanjut.
Inflasi inti yang turun ke level terendah sejak Agustus 2021 memberi sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda secara bertahap. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa bank sentral memiliki ruang untuk mempertimbangkan pelonggaran pada pertemuan mendatang.
Dolar AS Stabil Jelang FOMC Minutes
Dolar AS bergerak sedikit lebih tinggi menjelang rilis risalah rapat Federal Open Market Committee pukul 19.00 GMT (02:00 WIB). Indeks Dolar AS bertahan di sekitar 97,20 pada sesi Eropa awal.
Dalam keputusan sebelumnya, Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% dan menghentikan siklus pelonggaran setelah tiga kali pemangkasan berturut-turut. Bank sentral menegaskan pendekatan berbasis data untuk langkah berikutnya.
Presiden The Fed wilayah San Francisco, Mary Daly, menyatakan bahwa inflasi harus benar-benar kembali ke jalur yang meyakinkan sebelum pelonggaran tambahan dilakukan. Ia menekankan pentingnya memastikan tekanan harga turun secara berkelanjutan.
Alat CME FedWatch menunjukkan mayoritas pelaku pasar memperkirakan suku bunga tetap stabil pada pertemuan Maret dan April. Ekspektasi tersebut menopang Dolar AS dalam jangka pendek.
Data Tambahan yang Dinanti Pasar
Selain risalah FOMC, pasar juga menanti rilis awal Produk Domestik Bruto kuartal IV Amerika Serikat pada Jumat. Ekonomi diperkirakan tumbuh 3% secara tahunan, lebih rendah dari 4,4% sebelumnya. Angka tersebut akan memengaruhi proyeksi arah kebijakan moneter berikutnya.
Dari Inggris, data Retail Sales dan PMI awal Februari akan dirilis pada akhir pekan. Kombinasi data tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas pada pasangan GBP/USD dalam beberapa sesi ke depan.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3540. Harga sempat menembus resistance terdekat di 1.3575. Jika level tersebut mampu dipertahankan, penguatan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance berikutnya di 1.3590, bahkan hingga 1.3615.
Sebagai skenario alternatif, jika harga gagal bertahan dan kembali turun ke bawah 1.3540, maka skenario bullish dapat gugur. Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi melanjutkan penurunan dengan menguji area support di 1.3525 hingga 1.3500.
Resistance 1: 1.3575 Resistance 2: 1.3590 Resistance 3: 1.3615
Support1: 1.3540 Support 2: 1.3525 Support 3: 1.3500
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas resistance 4.934 hingga 4.971 dan kini bergerak di bawah SMA 50 yang mulai menurun. Struktur lower high mengindikasikan melemahnya momentum bullish dan meningkatnya dominasi penjual.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas resistance 62,83 dan kini bergerak di bawah SMA 50 yang mulai melandai. Kondisi ini mencerminkan melemahnya momentum bullish dan meningkatnya dominasi penjual dalam jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan US Oil masih berpotensi bullish dengan level pivot di 62,95. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound tetap terbuka untuk menguji area resistance 63,55, kemudian 63,85, hingga 64,20.
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan bahwa harga masih berada dalam fase konsolidasi setelah gagal menembus resistance kuat di area 5.077 hingga 5.119. Penolakan di area tersebut memicu koreksi, namun tekanan jual belum sepenuhnya dominan karena harga saat ini masih tertahan di sekitar SMA 50. Posisi ini menunjukkan bahwa SMA 50 masih berperan sebagai support dinamis, dan harga belum menembusnya secara valid.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan bahwa harga sedang menguji area SMA 50 di sekitar 63,61 setelah sebelumnya memantul dari support 62,35. Posisi ini menunjukkan bahwa SMA 50 menjadi resistance dinamis yang menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Dari sisi teknikal, analisis dari Trading Central menunjukkan bahwa USD/CAD masih memiliki kecenderungan bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.3635. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 1.3590, kemudian berlanjut ke 1.3555, dan selanjutnya ke 1.3525.
Pada timeframe H4, harga emas bergerak dalam fase konsolidasi setelah rebound dari support 4887 dan kini diperdagangkan di atas SMA 50 yang berada di sekitar 4982, yang berperan sebagai support dinamis. Posisi harga yang bertahan di atas SMA menunjukkan bahwa momentum pemulihan masih terjaga, meskipun pergerakan tertahan di bawah resistance kuat pada 5077 hingga 5119.
Pada timeframe H4, US Oil bergerak melemah setelah gagal bertahan di atas resistance 63.61 dan kini diperdagangkan di bawah SMA 50, yang menunjukkan bahwa momentum kenaikan mulai kehilangan kekuatan. Penembusan di bawah SMA ini juga mengindikasikan perubahan bias jangka pendek menjadi bearish.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish dengan level pivot di 5.007. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan potensi penurunan menuju area support 4.910, kemudian 4.875, hingga 4.845.
Pada grafik H4, XAU/USD terlihat gagal bertahan di atas area 5.019–5.077 dan kini bergerak di bawah SMA 50 yang mulai melandai, menandakan momentum bullish melemah. Tekanan jual meningkat setelah harga menembus support 4.982, membuka ruang koreksi lebih dalam. RSI berada di kisaran 37, menunjukkan momentum bearish masih dominan dan belum memasuki area jenuh jual ekstrem.
Pada grafik H4, US Oil terlihat menembus ke bawah area 63,61 yang sebelumnya menjadi support sekaligus berdekatan dengan SMA 50, menandakan momentum bullish mulai melemah. Harga juga bergerak di bawah garis tren naik jangka pendek, mengindikasikan potensi perubahan struktur ke arah koreksi lebih dalam. RSI berada di kisaran 38, menunjukkan tekanan bearish meningkat meski belum masuk area jenuh jual.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan WTI pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 65,05. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun masih berpotensi berlanjut dengan support terdekat di 64,00. Jika harga menembus area ini, penurunan dapat berlanjut menuju support berikutnya di kisaran 63,60 hingga 63,20.
Pada time frame H4, pergerakan XAUUSD menunjukkan kecenderungan bullish moderat setelah harga bertahan di atas area support 5.019–4.982. Harga juga kembali bergerak di atas SMA 50 yang mulai melandai ke atas. RSI (14) berada di sekitar level 60, menandakan momentum beli masih terjaga tanpa indikasi jenuh beli.
Pada time frame H4, pergerakan WTI Crude Oil masih berada dalam tren bullish setelah harga bertahan di atas SMA 50 yang terus menanjak serta garis tren naik jangka menengah. Harga juga masih bergerak di atas area support kunci 63,61 sehingga struktur kenaikan tetap terjaga. RSI (14) berada di sekitar level 54, mencerminkan momentum bullish yang masih ada meski belum terlalu kuat.
