Download TPFx Mobile Available On

Ringkasan Pasar & Proyeksi Ekonomi 16–20 Maret 2026

by Alwy Assegaf
Flash News - TPFx

Gejolak Energi Memicu Aksi Risk-Off Global

Minyak tembus $100 menjadi katalis utama pelemahan pasar keuangan pada akhir pekan lalu. Konflik Iran yang mengganggu pasokan energi mendorong investor keluar dari aset berisiko dan beralih ke dolar AS. Saham global turun serempak, sementara kekhawatiran inflasi kembali meningkat tajam.

Indeks utama Wall Street ditutup melemah. Dow Jones turun 0,25%, S&P 500 merosot 0,6%, dan Nasdaq kehilangan 0,9%. Bursa Eropa juga mengikuti tren negatif, dengan indeks STOXX 600 turun 0,5%. Indeks saham global MSCI bahkan jatuh hampir 1%.

Di tengah ketidakpastian, dolar AS kembali menjadi aset safe haven utama. Mata uang tersebut menguat untuk minggu kedua berturut-turut dan menekan sebagian besar mata uang dunia.

Harga Minyak Jadi Penggerak Utama Pasar

Lonjakan energi terjadi setelah harga Brent menembus $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Agustus 2022. WTI mendekati level tersebut dan ditutup di kisaran $98,71. Investor berusaha menilai berapa lama gangguan pasokan akan berlangsung.

Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan menyerang Iran “dengan sangat keras” dalam waktu dekat. Ia juga memberikan pengecualian sementara selama 30 hari untuk pembelian minyak Rusia yang dikenai sanksi guna meredakan tekanan harga.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa negaranya akan mempertahankan penutupan Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan arteri vital perdagangan minyak dunia, sehingga ancaman penutupan meningkatkan risiko lonjakan harga energi yang berkepanjangan.

Inflasi dan Suku Bunga Kembali Jadi Sorotan

Lonjakan energi memperbesar kekhawatiran inflasi. Pasar langsung menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini. Jika sebelumnya investor memperkirakan dua kali penurunan, kini pasar hanya memperkirakan satu kali pemangkasan kecil dari Federal Reserve.

Yield obligasi pemerintah AS tenor dua tahun sempat menyentuh level tertinggi dalam enam bulan, mencerminkan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu lebih lama.

Data inflasi PCE AS naik 0,3% secara bulanan, sesuai perkiraan. Namun pertumbuhan ekonomi kuartal IV direvisi turun karena konsumsi dan investasi melemah. Komentar dari Morgan Stanley menilai inflasi yang masih “lengket” membuat bank sentral cenderung menunggu sebelum mengambil langkah pelonggaran.

Prospek Kebijakan Bank Sentral Pekan Ini

Fokus investor kini beralih ke rangkaian rapat bank sentral besar dunia. Federal Reserve, Bank of Japan, European Central Bank, dan Bank of England dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan. Mayoritas diperkirakan mempertahankan suku bunga.

Lonjakan energi dan ketidakpastian geopolitik membuat bank sentral sulit melonggarkan kebijakan. Risiko inflasi baru akibat energi berpotensi menghapus ruang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Dolar Perkasa, Yen Melemah, Emas Terkoreksi

Penguatan dolar menekan mata uang lain. Euro turun tajam, sementara yen Jepang melemah ke level terendah sejak Juli 2024. Pemerintah Jepang menyatakan siap mengambil tindakan untuk menahan pelemahan mata uangnya, meski intervensi dinilai semakin sulit melawan arus permintaan dolar.

Di saat minyak tembus $100, emas justru terkoreksi sekitar 1,27% pada akhir pekan. Aset safe haven tersebut tertekan oleh kenaikan yield obligasi dan penguatan dolar, meskipun ketegangan geopolitik tetap tinggi.

Outlook Pekan 16–20 Maret: Volatilitas Tinggi Berlanjut

Ke depan, arah pasar sangat bergantung pada perkembangan konflik Timur Tengah dan stabilitas pasokan energi. Selama minyak tembus $100, tekanan inflasi global kemungkinan meningkat dan ekspektasi suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.

Jika konflik meluas atau Selat Hormuz tetap tertutup, harga energi bisa naik lebih jauh dan memicu gelombang risk-off lanjutan. Sebaliknya, tanda de-eskalasi dapat memicu reli cepat pada saham global dan mata uang berisiko.

WEEK AHEAD
(16 – 20 Maret 2026) 

Kalender ekonomi 16-20 Maret 2026 - TPFxWeek Ahead: 16–20 Maret 2026

Ketegangan di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasokan energi diperkirakan tetap mendominasi pergerakan pasar global sepanjang pekan 16–20 Maret. Lonjakan harga energi, di mana minyak sudah tembus $100,  meningkatkan risiko inflasi baru, sehingga bank sentral dunia menghadapi tekanan untuk mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.

Sejumlah bank sentral utama G10 akan mengumumkan keputusan kebijakan, termasuk Federal Reserve, European Central Bank, Bank of Japan, Bank of England, Swiss National Bank, Reserve Bank of Australia, dan Bank of Canada. Di luar G10, bank sentral China, juga dijadwalkan menggelar rapat kebijakan.

Dari sisi data, perhatian tertuju pada inflasi produsen AS, produksi industri, neraca perdagangan zona euro, tingkat pengangguran Inggris dan Australia, serta inflasi Kanada. China juga akan merilis paket data ekonomi bulanan yang penting untuk menilai kekuatan pemulihan ekonominya.

Amerika

Di AS, perhatian utama tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve. Bank sentral diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Pasar akan menyoroti proyeksi ekonomi terbaru FOMC serta konferensi pers Ketua Jerome Powell, terutama terkait pandangan terhadap inflasi di tengah gangguan pasokan energi akibat konflik AS-Iran.

Kalender ekonomi AS juga padat. Inflasi produsen (PPI) Februari diperkirakan naik 0,3%, lebih rendah dari bulan sebelumnya. Produksi industri diproyeksikan meningkat moderat setelah lonjakan kuat pada Januari, sementara sektor perumahan diperkirakan masih lemah dengan penjualan rumah tertunda yang terus menurun.

Indeks manufaktur regional seperti Empire State dan Philadelphia Fed kemungkinan melemah, mencerminkan perlambatan aktivitas industri. Data lain yang dirilis meliputi penjualan rumah baru, pesanan pabrik, arus modal, indeks pasar perumahan NAHB, serta inventori grosir.

Di kawasan Amerika lainnya, Bank of Canada diperkirakan kembali mempertahankan suku bunga untuk pertemuan ketiga berturut-turut. Masih dari Kanada, pelaku pasar juga akan memantau inflasi dan penjualan ritel Kanada.

Eropa

Eropa menghadapi pekan yang sibuk dengan berbagai keputusan kebijakan moneter. European Central Bank diperkirakan mempertahankan suku bunga deposit di 2%. Namun pasar mencari sinyal arah kebijakan selanjutnya, karena inflasi berbasis energi berpotensi meningkat akibat konflik Iran.

Bank of England juga diperkirakan menahan suku bunga di 3,75%, meskipun pasar mulai memperkirakan kemungkinan pemangkasan dalam beberapa bulan mendatang. Swiss National Bank kemungkinan mempertahankan suku bunga di 0%, sementara bank sentral Rusia diperkirakan memangkas suku bunga secara signifikan.

Dari sisi data, indeks sentimen ekonomi ZEW Jerman diperkirakan turun tajam akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Zona euro juga akan merilis inflasi final, pertumbuhan upah, neraca transaksi berjalan, dan data perdagangan. Inggris akan melaporkan tingkat pengangguran yang diperkirakan stabil di sekitar 5,2% serta perlambatan pertumbuhan upah.

Asia Pasifik

China akan merilis serangkaian data penting yang memberikan gambaran kondisi ekonomi terkini. Produksi industri diperkirakan tumbuh lebih lambat dibanding tahun lalu, sementara penjualan ritel menunjukkan pemulihan yang belum kuat. Data pengangguran, investasi aset tetap, dan harga perumahan akan melengkapi penilaian terhadap ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Bank sentral China akan mengumumkan suku bunga pinjaman acuan satu dan lima tahun. Selain itu, Wakil Perdana Menteri He Lifeng dijadwalkan bertemu Menteri Keuangan AS Scott Bessent di Prancis untuk membahas isu perdagangan, menjelang rencana pertemuan Presiden Xi Jinping dengan Presiden Donald Trump di Beijing.

Di Jepang, Bank of Japan diperkirakan mempertahankan suku bunga di 0,75%. Namun pelemahan yen dan kenaikan harga energi meningkatkan spekulasi bahwa normalisasi kebijakan bisa dipercepat. Jepang juga akan merilis data perdagangan, survei bisnis Tankan, dan produksi industri final.

Australia menjadi salah satu negara yang diperkirakan masih memperketat kebijakan. Reserve Bank of Australia diproyeksikan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Data ketenagakerjaan juga akan dirilis, dengan penambahan pekerjaan moderat dan sedikit kenaikan tingkat pengangguran. Di kawasan lainnya, data pertumbuhan akan dirilis oleh Selandia Baru.

Data Mingguan Perdagangan Emas (09 – 13 Maret 2026)

Open : 5.196,30    High : 5.238,78     Low  : 5.009,56     Close : 5.013,99     Range  : 229,22

GOLD PRE ANALYSIS

WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY  RESISTANCE
S1   4.936 R1   5.087
S2   4.858 R2   5.317
S3  4.707 R3   5.395

Gold Outlook : Bullish 

Data Mingguan Perdagangan US Oil (09 – 13 Maret 2026)

Open : 108,23    High : 119,38      Low  : 76,72      Close : 96,60     Range  : 42,66                                           

OIL PRE ANALYSIS

                                                                 WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY RESISTANCE
S1   75,75 R1 118,41
S2   54,91 R2  140,23
S3   33,09  R3   161,07

Oil Outlook : Bullish

Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.

Selamat trading dan semoga sukses!

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy