Indeks Nikkei menguat dipicu pelemahan nilai tukar yen dan peningkatan saham-saham yang sensitif terhadap kondisi perekonomian.
OPEN POSITION | BUY LIMIT |
Price Level | 32.740 |
Profit target level | 33.090 |
Stop Loss Level | 32.600 |
NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Serangkaian data ekonomi yang menyoroti moderasi inflasi serta pelonggaran pasar tenaga kerja telah menambah kesan bahwa perekonomian AS sedang mendingin tanpa melambat secara tajam, memperkuat harapan bahwa perekonomian akan memasuki kondisi soft landing.
Pasar memperkirakan 93% kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunganya pada bulan ini, dan lebih dari 60% kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga lagi pada tahun ini.
Paket Stimulus kebijakan Tiongkok yang terus menerus dilakukan oleh pemerintah china secara perlahan dapat menstabilkan perekonomian.
Tindakan kebijakan lebih lanjut juga diharapkan dari Beijing, termasuk pelonggaran pembatasan pembelian rumah. Pengembang properti Country Garden mendapatkan persetujuan dari kreditornya untuk memperpanjang pembayaran obligasi swasta dalam negeri.
Kepala Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, pada hari Senin mengatakan sangat penting bagi para pengambil kebijakan untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap kuat. Pasar sekarang bersandar pada kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan September setelah serangkaian data lemah.
Kinerja ekonomi AS yang relatif lebih baik menopang dollar pada 146,33 yen, tidak jauh dari puncaknya dalam 10 bulan terakhir di 147,37 yen. Euro menguat 0,3% menjadi $1,0803, masih mendekati titik terendah baru-baru ini di $1,0765.
Dari segi komoditas, minyak diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam tujuh bulan Minyak mentah WTI menguat di atas $85 per barel pada hari Senin, berada pada level tertinggi dalam lebih dari sembilan bulan, didukung oleh ekspektasi bahwa para pemimpin OPEC+ akan memperluas langkah-langkah untuk menjaga pasokan minyak tetap terbatas.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pada hari Kamis bahwa Rusia sepakat dengan mitra OPEC mengenai parameter pengurangan ekspor yang berkelanjutan. Arab Saudi juga diperkirakan akan memperpanjang pengurangan produksi sukarela sebesar 1 juta barel per hari hingga bulan Oktober.
Emas mendapat manfaat dari berkurangnya risiko kenaikan suku bunga AS, Emas mengakhiri perdagangan pada hari Senin Di area 1,936.73
Tuesday Economic data:
Untuk ulasan dan analisa pasar sehari sebelumnya bisa di pelajari melalui link ini,
Prospek Harga Emas Hari Selasa(5/09/23)
Data Perdagangan pada hari Senin(4/09)
Open: 1,939.95 High: 1,946.19 Low: 1,936.73 Close: 1,938.72 Range: 10.91
Untuk area Resistance emas akan menguji level harga 1,946.90 dengan dorongan lebih luas menuju area 1,954.74- 1,963.45
Untuk area support emas tetap akan menguji level harga1,932.92 dengan tekanan lebih dalam menuju area 1,924.31 – 1914.37
Prospek Harga Minyak Hari Selasa(5/09/23)
Data perdagangan pada Senin(4/09)
Open: 86.04 High: 86.11 Low: 85.26 Close: 85.96 Range: $2.09
Minyak tetap akan menguji area resistance di 86.66 dengan dorongan lebih luas menuju area 87.12 – 88.65
Untuk area support Minyak akan menguji level harga 84.85 dengan tekanan lebih dalam menuju area 84.16 – 83.05
GOLD INTRADAY AREA
R1 1,941 R2 1,954 R3 1,967
S1 1,929 S2 1,921 S3 1,913
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 1,929 |
Profit Target Level | 1,940 |
Stop Loss Level | 1,922 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 1,941 |
Profit Target Level | 1,933 |
Stop Loss Level | 1,948 |
OIL INTRADAY AREA
R1 86.66 R2 87.12 R3 89.65
S1 84.85 S2 83.05 R3 82.32
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 84.85 |
Profit Target Level | 85.90 |
Stop Loss Level | 84.35 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 86.66 |
Profit Target Level | 85.60 |
Stop Loss Level | 87.16 |
Dalam dunia trading, Sistem Trading martingale adalah telah lama menjadi topik perbincangan yang kontroversial. Terkenal karena potensinya untuk menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat, namun juga memiliki risiko yang sangat tinggi yang dapat menghabiskan modal dalam sekejap. Artikel ini akan membawa Anda ke dalam pemahaman yang lebih dalam tentang strategi Martingale.
Kami akan membahas kelebihan dan risikonya, serta strategi pengelolaan risiko yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak negatifnya. Segera, Anda akan memiliki wawasan yang lebih mendalam tentang apakah Martingale adalah strategi yang cocok untuk digunakan dalam trading Anda atau apakah pendekatan lain mungkin lebih bijak untuk mencapai tujuan finansial Anda dalam dunia yang penuh tantangan ini.
Sistem Trading Martingale adalah strategi trading yang didasarkan pada prinsip peningkatan taruhan setiap kali mengalami kerugian, dengan harapan bahwa pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan yang cukup besar untuk menutupi semua kerugian sebelumnya. Strategi ini pertama kali diterapkan dalam perjudian, terutama dalam permainan judi seperti roulette di kasino, di mana pemain akan menggandakan taruhan mereka setiap kali kalah sehingga mereka akan mendapatkan kembali semua kerugian mereka saat mereka akhirnya menang. Konsep ini juga telah diterapkan dalam trading finansial.
Cara kerja sistem Martingale dalam trading adalah sebagai berikut: Ketika seorang trader mengalami kerugian dalam satu perdagangan, dia akan menggandakan ukuran perdagangan pada perdagangan berikutnya. Dengan kata lain, jika dia kehilangan $100 dalam perdagangan pertama, dia akan menggandakan taruhannya menjadi $200 dalam perdagangan kedua, dan seterusnya. Tujuannya adalah untuk mencapai kemenangan yang cukup besar sehingga dapat menutupi semua kerugian sebelumnya dan menghasilkan keuntungan.
Selain itu, sistem Martingale memerlukan manajemen risiko yang sangat hati-hati dan pemahaman yang mendalam tentang psikologi trading. Seorang trader harus siap untuk menghadapi risiko tinggi dan tekanan psikologis yang besar, karena meningkatnya ukuran perdagangan setelah setiap kerugian dapat menghasilkan stres yang signifikan. Karena itu, banyak trader menganggap Martingale sebagai strategi yang sangat berisiko dan lebih suka menggunakan metode manajemen risiko yang lebih konservatif dalam trading mereka.
Baca juga: Catat! Ini 6 Pola yang Sering Digunakan pada Pola Chart Target Projection
Teknik Martingale adalah salah satu strategi pengelolaan uang dalam trading yang melibatkan penggandaan ukuran posisi setelah mengalami kerugian. Meskipun bisa menjadi strategi yang menggiurkan karena potensi untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat, Anda juga harus memahami bahwa ini adalah strategi berisiko tinggi yang bisa mengakibatkan kerugian besar jika tidak dikelola dengan baik. Berikut adalah langkah-langkah cara menerapkan teknik Martingale dalam trading:
Baca juga: Pemula Wajib Tahu, Ini Cara Scalping dengan Parabolic SAR!
Penting untuk diingat bahwa meskipun strategi pengelolaan risiko ini dapat membantu mengurangi risiko dalam sistem Martingale, tidak ada jaminan bahwa Anda akan selalu berhasil. Martingale adalah strategi yang sangat berisiko dan tidak dianjurkan untuk digunakan dalam trading sebenarnya kecuali jika Anda memahami risiko yang melekat dan memiliki modal yang cukup untuk mengelola risiko tersebut.
Selalu ada risiko kerugian besar dalam setiap trading, dan manajemen risiko yang bijak adalah kunci untuk menjaga modal Anda tetap aman. Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex?
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Triangle Moving Averages (TMA) adalah alat yang menarik yang menggabungkan kekuatan Moving Averages dengan identifikasi pola segitiga dalam pergerakan harga. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang strategi perdagangan yang melibatkan TMA, membahas bagaimana trader dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi peluang perdagangan yang menguntungkan, serta bagaimana mengambil keputusan masuk dan keluar yang bijak dalam dunia perdagangan yang penuh tantangan. Dengan memahami strategi ini, Anda akan dapat meningkatkan kemampuan analisis teknis Anda dan menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi pasar keuangan yang dinamis.
Triangle Moving Averages (TMA) adalah suatu pendekatan unik dalam analisis teknis yang menggabungkan dua konsep utama: Moving Averages (MA) dan pola segitiga. Moving Averages adalah indikator yang menghitung rata-rata harga dalam periode waktu tertentu untuk membantu mengidentifikasi tren dan pola pergerakan harga. Di sisi lain, pola segitiga adalah pola chart yang mewakili konsolidasi harga di antara garis tren yang semakin mendekat, menciptakan bentuk segitiga. TMA menyatukan kedua konsep ini untuk memberikan gambaran yang lebih kaya dan terintegrasi tentang pergerakan harga.
Dalam TMA, kita memadukan dua Simple Moving Averages (SMA) dari harga tertinggi (High) dan SMA dari harga terendah (Low). Ini menciptakan dua garis Moving Averages yang membentuk koridor di antara dua titik harga ekstrem. Kedua garis ini berfungsi sebagai batas segitiga yang semakin mendekat, menciptakan pola segitiga yang berwujud dalam grafik harga. TMA, dengan kata lain, memvisualisasikan pola segitiga di atas grafik melalui konstruksi dua Moving Averages ini.
Konsep ini membawa manfaat signifikan. Pertama, Moving Averages membantu menghaluskan fluktuasi harga harian, memungkinkan kita melihat tren umum dengan lebih jelas. Kedua, pola segitiga membantu mengenali saat-saat konsolidasi harga yang mungkin menunjukkan penumpukan energi sebelum pergerakan harga signifikan. Integrasi ini memungkinkan kita untuk mengamati potensi pola segitiga sambil melihat dampak tren umum melalui Moving Averages.
Dengan demikian, TMA membantu mengidentifikasi potensi titik balik harga (reversal) dan peluang trading. Saat harga mendekati titik puncak segitiga, kita bisa mengantisipasi breakout atau pergerakan signifikan, terutama jika ini terjadi bersamaan dengan persilangan antara garis SMA High dan SMA Low. Jadi, TMA memungkinkan analis dan trader untuk menggabungkan kekuatan Moving Averages yang responsif dengan pola segitiga yang menggambarkan momentum harga. Dalam menjalani perdagangan yang kompleks, konsep ini bisa menjadi alat yang berharga dalam mengambil keputusan yang lebih terinformasi.
Baca juga: Kupas Tuntas Strategi Climatic Move dalam Trading!
Triangle Moving Averages (TMA) dihitung dengan menggabungkan dua Simple Moving Averages (SMA) yang masing-masing didasarkan pada rata-rata pergerakan harga tertinggi (High) dan terendah (Low). Konsep ini menciptakan dua garis yang mengapit grafik harga, membentuk pola segitiga.
Pertama, “SMA of High Prices” dihitung dengan menjumlahkan harga tertinggi dalam periode waktu tertentu (misalnya, 20 periode) dan kemudian membaginya dengan jumlah periode tersebut. Ini menghasilkan nilai rata-rata pergerakan harga tertinggi selama periode waktu tersebut.
Kedua, “SMA of Low Prices” dihitung dengan cara yang serupa, tetapi dengan menggunakan harga terendah dalam periode waktu yang sama. Proses ini menghasilkan nilai rata-rata pergerakan harga terendah selama periode yang dipilih.
Kemudian, dua garis SMA ini ditempatkan di atas grafik harga dan membentuk dua batas segitiga. Ketika garis SMA of High Prices dan SMA of Low Prices semakin mendekat, pola segitiga terbentuk di atas grafik harga. Pola segitiga ini mencerminkan konsolidasi harga di mana pergerakan harga semakin terbatas, mengindikasikan akumulasi energi yang mungkin menyebabkan breakout harga yang signifikan.
Penggunaan “SMA of High Prices” dan “SMA of Low Prices” dalam TMA memberikan wawasan yang lebih kaya tentang pergerakan harga, karena menggabungkan aspek harga tertinggi dan terendah dalam analisis. Ini memungkinkan trader dan analis untuk melihat potensi pola segitiga sambil tetap memperhatikan tren pergerakan harga yang lebih umum melalui Moving Averages. Dengan demikian, konsep ini menciptakan alat analisis yang unik yang dapat membantu dalam mengenali potensi peluang trading dan titik balik harga di pasar keuangan.
Keunggulan utama Triangle Moving Averages (TMA) terletak pada kemampuannya dalam menggabungkan kekuatan indikator Moving Averages (MA) dan identifikasi pola segitiga, memberikan wawasan yang lebih kaya dan kuat tentang pergerakan harga di masa depan.
Dalam menggabungkan Moving Averages, TMA memanfaatkan karakteristik MA dalam menghaluskan fluktuasi harga harian. Ini membantu mengidentifikasi tren umum dengan lebih jelas, membantu menghilangkan kebisingan dari pergerakan harga acak yang bisa membuat analisis sulit dipahami. Dengan memanfaatkan “SMA of High Prices” dan “SMA of Low Prices,” TMA mencakup aspek tertinggi dan terendah dalam pergerakan harga, memberikan gambaran yang lebih lengkap.
Lebih penting lagi, TMA memanfaatkan identifikasi pola segitiga. Pola segitiga mencerminkan periode konsolidasi di pasar, ketika pergerakan harga terbatas di antara dua garis tren yang mendekat, menciptakan bentuk segitiga pada grafik. Dalam hal ini, TMA membantu mengenali potensi breakout harga yang signifikan setelah konsolidasi ini. Saat kedua garis TMA semakin mendekat, ini mengindikasikan bahwa energi akumulasi bisa menyebabkan pergerakan harga yang lebih kuat dan lebih tajam setelah breakout.
Kelebihan TMA terletak pada kemampuannya untuk menggabungkan informasi dari dua alat analisis yang kuat, memberikan gambaran yang lebih holistik tentang pasar. Ini membantu dalam mengenali titik balik harga (reversal) dan potensi peluang trading yang lebih tinggi. Karena menggabungkan Moving Averages dengan identifikasi pola segitiga, TMA memberikan wawasan yang lebih kuat tentang pergerakan harga di masa depan daripada alat analisis tunggal. Dengan pendekatan ini, analis dan trader bisa mendapatkan pandangan yang lebih komprehensif tentang dinamika pasar dan peluang yang mungkin muncul.
Salah satu strategi trading terbaik menggunakan Triangle Moving Averages (TMA) melibatkan pendekatan yang terstruktur dengan memanfaatkan sinyal dari TMA dan identifikasi pola segitiga dalam grafik harga. Strategi ini membantu trader dalam mengidentifikasi peluang perdagangan yang berpotensi menguntungkan.
Pertama, trader mengamati grafik harga untuk mencari pola segitiga yang terbentuk. Ini ditandai dengan semakin mendekatnya kedua garis TMA, menciptakan pola segitiga yang mencerminkan periode konsolidasi. Saat harga mendekati ujung segitiga, trader mengantisipasi kemungkinan breakout harga yang signifikan.
Setelah pola segitiga teridentifikasi, trader menunggu konfirmasi breakout yang terjadi ketika harga melewati salah satu sisi segitiga dengan volume yang meningkat. Ini bisa menjadi sinyal awal bahwa tren baru akan terbentuk, baik itu tren naik atau tren turun.
Pada saat konfirmasi breakout terjadi, trader memutuskan untuk masuk ke pasar dengan mengambil posisi beli atau posisi jual sesuai dengan arah breakout. Di sini, sinyal dari TMA yang menciptakan pola segitiga memberikan wawasan lebih lanjut tentang arah pergerakan harga.
Baca juga: Duo Kombo RSI dan EMA: Strategi Teruji untuk Identifikasi Tren dan Sinyal Entry
Untuk mengelola risiko, trader menetapkan level stop loss. Stop loss ditempatkan di atas breakout jika mereka membuka posisi beli atau di bawah breakout jika mereka membuka posisi jual. Ini membantu melindungi modal dari pergerakan harga yang berlawanan dengan prediksi.
Trader juga menetapkan target profit yang masuk akal, didasarkan pada pergerakan harga sebelumnya atau level support/resistance terdekat. Target profit ini membantu dalam menentukan kapan harus mengambil keuntungan.
Selama perdagangan berlangsung, trader secara aktif memantau pergerakan harga dan melakukan manajemen risiko. Jika harga mengikuti arah yang diharapkan, mereka bisa memindahkan stop loss ke posisi break even atau mengunci sebagian profit. Jika harga mengalami pembalikan atau sinyal yang berlawanan muncul, trader siap untuk keluar dari perdagangan dengan kerugian yang terkendali.
Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex? Yuk, buka Jurnal TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker forex terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI.
AREA | 1 | 2 | 3 |
SUPPORT | 18229 | 18094 | 17898 |
PIVOT | 18363 | ||
RESISTANCE | 18491 | 18643 | 18809 |
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 18534 |
Profit target level | 18693 |
Stop Loss Level | 18433 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 18196 |
Profit Target Level | 18042 |
Stop Loss Level | 18316 |
Prev Close | 18.393 |
Average Vol. (3m) | 2.552.962.612 |
Day’s Range | 18.311–18.648 |
Open | 18.551 |
52 WK range | 14.597,31–22.700,85 |
NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Harga emas mengalami pemulihan yang solid dari posisi terendah di bulan Agustus pada perdagangan pekan lalu, namun beberapa analis mencatat bahwa logam mulia tidak memiliki momentum yang cukup untuk menembus wilayah bullish. Dengan pasar Amerika ditutup pada hari Senin untuk memperingati Hari Buruh Nasional.
Seminggu terakhir ini, emas terdorong ke level tertinggi di area 1,952.91 pada hari Jumat menyusul laporan nonfarm payrolls yang tidak terlalu bagus. Meskipun perekonomian menciptakan lebih banyak lapangan kerja dibandingkan perkiraan para ekonom, kenaikan upah lebih lemah dari perkiraan dan tingkat pengangguran meningkat tajam.
Indeks dolar rebound ke104.26 pada hari Jumat, setelah jatuh ke level 103,27 karena investor mencoba menilai suku bunga Fed selanjutnya setelah serangkaian data ekonomi. Laporan ketenagakerjaan AS terbaru menunjukkan tingkat pengangguran secara tak terduga naik menjadi 3,8%, tertinggi sejak Februari 2022 dan di atas ekspektasi pasar sebesar 3,5%.
Sementara itu, perekonomian menambah 187.000 lapangan pekerjaan, melebihi perkiraan sebesar 170.000 namun menyusul revisi penurunan gaji sebesar 110 ribu pada dua bulan sebelumnya. Pada saat yang sama, ISM Manufacturing PMI menunjukkan penurunan di sektor manufaktur berkurang lebih dari yang diperkirakan pada bulan Agustus.
Minyak mentah West Texas Intermediate, atau WTI, pada perdagangan hari Jumat(1/08) membukukan nilai perdagangan sebesar $86,05/barrel pada hari Jumat setelah secara resmi menyelesaikan sesi pada $85,55/ barrel – naik $1,92, atau 2,3%. Untuk perdagangan pekan lalu.
Patokan minyak mentah AS berakhir naik 7,2%. Angka tersebut terjadi setelah penurunan gabungan sebesar 4% selama dua minggu sebelumnya karena perekonomian negara importir utama Tiongkok terpuruk. Sebelumnya, WTI naik 20% selama tujuh minggu
Untuk ulasan dan analisa pasar sehari sebelumnya bisa di pelajari melalui link ini,
Prospek Harga Emas Hari Senin(4/09/23)
Data Perdagangan pada hari Jumat(1/09)
Open: 1,939.83 High: 1,952.91.77 Low: 1,934.38 Close: 1,939.87 Range: 14.91
Untuk area Resistance emas akan menguji level harga 1,958.61 dengan dorongan lebih luas menuju area 1,972.91- 1,983.02
Untuk area support akan menguji level harga1,932.92 dengan tekanan lebih dalam menuju area 1,924.31 – 1914.37
Prospek Harga Minyak Hari Senin(4/09/23)
Data perdagangan pada hari Jumat(1/09)
Open: 83.62 High: 85.92 Low: 85.45 Close: 85.86 Range: $2.09
Minyak akan menguji area resistance di 86.66 dengan dorongan lebih luas menuju area 87.12 – 88.65
Untuk area support Minyak akan menguji level harga 85.29 dengan tekanan lebih dalam menuju area 84.16 – 83.05
GOLD INTRADAY AREA
R1 1,945 R2 1,958 R3 1,971
S1 1,932 S2 1,924 S3 1,916
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 1,932 |
Profit Target Level | 1,943 |
Stop Loss Level | 1,925 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 1,945 |
Profit Target Level | 1,937 |
Stop Loss Level | 1,952 |
OIL INTRADAY AREA
R1 86.66 R2 87.12 R3 89.65
S1 85.29 S2 84.16 R3 83.05
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 85.29 |
Profit Target Level | 86.35 |
Stop Loss Level | 84.79 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 86.66 |
Profit Target Level | 85.60 |
Stop Loss Level | 87.16 |
NEWS FLASH
Economic News & analysis
Weekend edition
Market Summary
Laporan penggajian Departemen Tenaga Kerja menunjukkan perekonomian AS menambah lebih banyak lapangan kerja dibandingkan perkiraan bulan lalu, namun meningkatnya tingkat pengangguran dan serta melambatnya pertumbuhan upah rata-rata per jam, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan membiarkan suku bunga tetap bertahan.
US Non Farm Payroll menambah 187.000 pekerjaan pada Agustus 2023, dibandingkan dengan revisi turun sebanyak 157.000 pada bulan Juli dan di atas ekspektasi pasar sebesar 170.000.
ini merupakan bulan ketiga berturut-turut dengan perolehan lapangan kerja yang turun di bawah ambang batas 200.000, yang mengindikasikan perlambatan bertahap kondisi pasar tenaga kerja, yang sebagian besar disebabkan oleh kenaikan suku bunga secara signifikan oleh Federal Reserve yang bertujuan untuk mengurangi inflasi.
Tingkat pengangguran AS (US Unemployment Rate) naik menjadi 3,8 persen pada Agustus 2023 dari 3,5 persen pada Juli, tertinggi sejak Februari 2022 dan di atas ekspektasi pasar sebesar 3,5 persen. Jumlah pengangguran meningkat 514 ribu menjadi 6,355 juta dan tingkat lapangan kerja meningkat 222 ribu menjadi 161,484 juta.
Penghasilan rata-rata per jam (US Average Hourly Eraning) untuk seluruh karyawan nonfarm payrolls swasta AS naik sebesar 8 sen, atau 0,2%, menjadi $33,82 pada Agustus 2023, setelah kenaikan 0,4% pada bulan sebelumnya dan di bawah perkiraan pasar yang meningkat sebesar 0,3%. Itu merupakan kenaikan terkecil dalam pendapatan rata-rata per jam sejak Februari 2022.
Imbal hasil Treasury AS 10-tahun membalikkan penurunan sebelumnya menyusul laporan ketenagakerjaan,menjadi 4,178% dari 4,091% pada hari Kamis.
Greenback menguat terhadap euro dan yen, menguat terhadap sekeranjang mata uang dunia. Indeks dolar mencatat kenaikan mingguan ketujuh berturut-turut.
Indeks dollar (.DXY) naik 0,65%, dan euro turun 0,62% menjadi $1,0774.
Yen Jepang melemah 0,42% terhadap greenback pada 146,18/doliar, sementara Sterling terakhir diperdagangkan pada $1,2588, turun 0,67% pada perdagangan hari Jumat
Harga minyak melonjak, menyentuh level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, didorong oleh ekspektasi pengetatan pasokan. Minyak mentah AS melonjak 2,3% menjadi $85,55/ barrel.
Emas memangkas kenaikan awal pada hari Jumat, namun berada di jalur kenaikan mingguan setelah peningkatan tingkat pengangguran AS meningkatkan spekulasi jeda dalam kenaikan suku bunga Federal Reserve. Emas menutup perdagangannya di 1,939.87
AGENDA LAPORAN EKONOMI MINGGU DEPAN
04 – 07 September 2023
1. US Market
Selasa : Factory Order
Rabu : US Trade Deficit, Final US Service, PMI, ISM Service
Kamis : Initial Jobless Claim, US Productivity, Unit Labor Cost (Revision)
Jumat : Wholesale Inventories, San Francisco President Mary Daly Speaks
2. European Market
Senin : CHF GDP q/q, Sentix Investor Confidence
Selasa : EUR Final Service PMI, PPI
Rabu : EUR Retail sales
Kamis : German Industrial Production
Jumat : German Final CPI
3. UK Market
Rabu : Monetary Policy Report Hearing
Kamis : Halifax HPI m/m
4. ASIA – PASIFIC MARKET
Selasa : AUS Cash Rate, RBA Rate Statement
Rabu : AUD GDP q/q,
Kamis : AUD RBA Gov lowe Speaks
JUMAT : JPY Final GDP, Final GDP Price Index, Economy Watch Sentiment
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
S1 1,926 | R1 1,957 |
S2 1,913 | R2 1,972 |
S3 1,900 | R3 1,987 |
Gold Outlook : Bullish
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
S1 82.50 | R1 89.16 |
S2 79.25 | R2 92.40 |
S3 75.67 | R3 95.75 |
Oil Outlook : Bullish
Weighted Moving Averages (WMA) merupakan salah satu alat yang penting dalam analisis teknis di dunia keuangan. Dalam perjalanan mencari wawasan tentang tren harga dan pergerakan pasar, WMA memiliki peran sentral dalam membantu trader dan analis memahami perubahan arah pasar. Dengan memberikan bobot lebih tinggi pada harga-harga terbaru, WMA mampu memberikan gambaran yang lebih akurat tentang tren saat ini dan perubahan yang mungkin terjadi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Weighted Moving Averages (WMA) adalah metode analisis teknis yang digunakan dalam perdagangan saham, forex, dan pasar keuangan lainnya untuk mengidentifikasi tren pasar dan memuluskan fluktuasi harga. Seperti namanya, WMA memberi bobot berbeda pada harga-harga yang lebih baru dan lebih lama, yang memungkinkan reaksi yang lebih cepat terhadap perubahan tren daripada metode rata-rata sederhana seperti Simple Moving Averages (SMA).
1. Penggunaan Bobot:
2. Sensitivitas terhadap Perubahan Harga:
3. Kompleksitas Perhitungan:
4. Keakuratan dan Noise:
Langkah-langkah rinci dalam menghitung Weighted Moving Averages (WMA) melibatkan beberapa tahap yang perlu diikuti dengan cermat. Pertama, tentukan periode waktu yang ingin Anda gunakan untuk perhitungan WMA. Setiap periode waktu akan memiliki bobot yang berbeda, jadi pastikan untuk memilih dengan bijak berdasarkan tujuan analisis Anda. Kemudian, tentukan bobot untuk masing-masing harga dalam periode waktu tersebut. Bobot ini biasanya diatur dalam urutan terbalik, di mana harga terbaru mendapatkan bobot tertinggi dan harga yang lebih lama mendapatkan bobot yang lebih rendah.
Setelah Anda memiliki bobot yang ditentukan, mulailah menghitung WMA dengan mengalikan setiap harga oleh bobot yang sesuai dan kemudian menjumlahkan hasilnya. Ini akan menghasilkan jumlah tertimbang dari harga-harga dalam periode waktu yang Anda pilih. Selanjutnya, bagi jumlah tertimbang ini dengan total bobot dalam periode waktu untuk mendapatkan nilai WMA akhir. Proses ini perlu diulang untuk setiap titik data dalam rangkaian waktu yang ingin Anda analisis.
Baca juga: Wajib Tahu! Strategi Bounce Trading dengan EMA dan Bar Chart Anti Rugi
Penting untuk dicatat bahwa perhitungan WMA dapat menjadi tugas yang memakan waktu jika dilakukan secara manual, terutama jika Anda memiliki banyak data. Namun, banyak platform perdagangan dan perangkat lunak analisis teknis modern menyediakan alat untuk menghitung WMA secara otomatis, membuat proses ini lebih mudah dan lebih efisien. Anda bisa menggunakan MetaTrader5 ataupun TradingView. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menghasilkan nilai-nilai WMA yang mewakili tren pergerakan harga dengan bobot yang relevan, membantu Anda dalam mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi.
Weighted Moving Averages (WMA) memiliki peran yang signifikan dalam analisis tren pasar dan mengidentifikasi perubahan arah tren. Dalam konteks ini, WMA digunakan sebagai alat untuk menghaluskan fluktuasi harga harian yang dapat menjadi bising dan sulit diinterpretasikan. Dengan memberikan bobot lebih tinggi pada harga-harga terbaru, WMA cenderung lebih responsif terhadap perubahan harga yang lebih baru, yang memungkinkannya untuk memberikan sinyal perubahan tren dengan lebih cepat daripada indikator lain seperti Simple Moving Averages (SMA).
Ketika WMA jangka pendek melintasi WMA jangka panjang dari bawah ke atas, ini sering kali dianggap sebagai sinyal bahwa tren harga sedang berubah dari tren turun menjadi tren naik. Fenomena ini dikenal sebagai “Golden Cross.” Sebaliknya, ketika WMA jangka pendek melintasi WMA jangka panjang dari atas ke bawah, ini dapat diartikan sebagai indikasi perubahan tren dari tren naik menjadi tren turun, yang disebut “Death Cross.”
Contoh penggunaan WMA dalam mengidentifikasi tren adalah sebagai berikut: Jika WMA jangka pendek (misalnya 10-periode) melintasi WMA jangka panjang (misalnya 50-periode) dari bawah ke atas, ini dapat diartikan bahwa momentum harga mulai menguat dan tren naik mungkin akan terbentuk. Para trader dan analis akan memperhatikan momen ini sebagai peluang untuk masuk ke pasar dengan posisi beli. Sebaliknya, jika WMA jangka pendek melintasi WMA jangka panjang dari atas ke bawah, ini dapat dianggap sebagai potensi tren turun yang akan datang, sehingga para pelaku pasar mungkin akan mempertimbangkan posisi jual.
Weighted Moving Averages (WMA) membantu mengidentifikasi sinyal beli (buy) dan jual (sell) dengan memanfaatkan persilangan antara dua periode WMA yang berbeda. Dua pola penting yang melibatkan persilangan WMA adalah “Death Cross” dan “Golden Cross.” Death Cross” terjadi ketika Weighted Moving Average jangka pendek (misalnya, 50-periode WMA) melintasi dari atas ke bawah di bawah Weighted Moving Average jangka panjang (misalnya, 200-periode WMA). Ini mengindikasikan bahwa tren harga sedang berubah dari tren naik menjadi tren turun. Perilaku ini mengisyaratkan bahwa tekanan jual mungkin semakin mendominasi dan ada kemungkinan bahwa harga akan terus turun.
Ketika “Death Cross” terjadi, banyak trader dan analis melihat ini sebagai sinyal jual. Mereka bisa mempertimbangkan untuk menjual atau menghindari posisi beli saat ini, mengingat bahwa tren turun mungkin akan berlanjut. Ini adalah momen di mana beberapa pelaku pasar mungkin menilai bahwa harga telah mencapai puncaknya dan sekarang ada potensi penurunan lebih lanjut.
“Golden Cross” terjadi ketika Weighted Moving Average jangka pendek melintasi dari bawah ke atas di atas Weighted Moving Average jangka panjang.
Baca juga: Duo Kombo RSI dan EMA: Strategi Teruji untuk Identifikasi Tren dan Sinyal Entry
Ini menandakan bahwa tren harga sedang berubah dari tren turun menjadi tren naik. “Golden Cross” terjadi ketika Weighted Moving Average jangka pendek melintasi dari bawah ke atas di atas Weighted Moving Average jangka panjang. Ini menandakan bahwa tren harga sedang berubah dari tren turun menjadi tren naik. Perilaku ini menunjukkan bahwa tekanan beli mungkin meningkat dan ada potensi pergerakan harga positif.
“Golden Cross” dianggap sebagai sinyal beli oleh banyak trader dan analis. Mereka dapat melihat ini sebagai kesempatan untuk masuk ke pasar dengan posisi beli atau menambah posisi beli yang ada. Ini dapat mencerminkan optimisme bahwa harga akan terus naik dan ada peluang untuk mendapatkan keuntungan.
Pilihan antara menggunakan WMA atau SMA tergantung pada preferensi individu trader atau analis. Jika tujuan utama adalah untuk mendapatkan sinyal tren yang lebih cepat dan responsif terhadap perubahan harga baru, maka WMA dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika stabilitas dan ketahanan terhadap noise lebih diutamakan, SMA mungkin lebih cocok. Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex? Yuk, buka Jurnal TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker forex terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI.
Strategi Gator Oscillator digabungkan dengan prinsip-prinsip Alligator Indicator, membentuk pendekatan yang holistik dalam menganalisis pasar finansial. Dalam artikel ini, kami akan menyelami detil-detil esensial dari strategi Gator Oscillator, merinci cara menggabungkan kedua indikator tersebut, memahami fase-fase pasar yang diungkapkan oleh Gator Oscillator, dan memberikan wawasan tentang pengambilan keputusan trading yang cerdas berdasarkan sinyal yang diberikan. Dengan menggali lebih dalam, kita akan menjelajahi kemampuan strategi ini untuk mengidentifikasi tren dan potensi perubahan harga, serta bagaimana menggunakannya sebagai alat tambahan dalam kotak alat analisis teknikal Anda.
Gator Oscillator adalah indikator teknikal yang menggambarkan dinamika pasar dengan merinci empat fase yang mungkin terjadi dalam tren harga. Gator Oscillator adalah indikator teknikal yang dikembangkan oleh trader dan analis pasar terkenal, Bill Williams. Indikator ini dirancang untuk membantu trader dalam mengidentifikasi kondisi pasar yang sedang berkembang dan potensi perubahan tren. Gator Oscillator digunakan sebagai bagian dari sistem trading yang lebih luas yang dikenal sebagai “Chaos Theory” yang juga mencakup indikator-indikator lain yang diciptakan oleh Bill Williams, seperti Alligator Indicator.
Gator Oscillator didasarkan pada konsep dari indikator Alligator, yang adalah kombinasi dari tiga moving average (garis rahang, bibir, dan gigi) yang mewakili tren, pertengahan tren, dan sinyal tren di pasar. Gator Oscillator menampilkan empat bar histogram yang bergerak di atas dan di bawah garis nol, dan mewakili empat fase dinamika pasar yang berbeda. Berikut adalah penjelasan tentang empat dinamika pasar yang dapat diidentifikasi menggunakan Gator Oscillator:
Baca juga: Kupas Tuntas Trading Menggunakan Donchian Channel!
Gator Oscillator adalah indikator teknikal yang memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan oleh trader sebelum menggunakannya dalam analisis teknikal dan pengambilan keputusan trading.
Alligator Indicator terdiri dari tiga garis moving average yang mewakili tiga aspek tren pasar: rahang (jaw), bibir (lips), dan gigi (teeth) dari Alligator. Masing-masing garis ini memiliki periode waktu yang berbeda dan dipindahkan ke depan dalam beberapa langkah. Ketika garis-garis ini berkumpul, itu menunjukkan bahwa pasar sedang dalam kondisi konsolidasi atau datar. Ketika garis-garis ini bergerak terpisah, itu menunjukkan bahwa pasar sedang dalam tren yang kuat.
Trading menggunakan gator oscillator biasanya digabungkan dengan indikator alligator dengan memanfaatkan tiga garis Simple Moving Averages (SMA) memanfaatkan rentang waktu berbeda, yakni:
Setting ketiga periode SMA di atas (13,9, 5) tergolong klasik dan Anda dapat mengubahnya sesuai keinginan. Namun, pada masa-masa awal seorang trader mengaplikasikan Gator Oscillator, Williams menyarankan agar yang bersangkutan menggunakan setting klasik di atas dan baru beranjak menerapkan periode pilihan masing-masing seiring meningkatnya kemampuan teknis dan jam terbang di pasar.
Baca juga: Kupas Tuntas Strategi Trading dengan Pola Harmonik Shark
Setelah menggunakan setting tersebut, garis alligator akan muncul dan trader harus memperhatikan divergensi dan konvergensi dari interaksi garis Simple Moving Averages yang membentuk indicator tersebut. Sebuah momentum di pasar muncul ketika rahang, gigi, dan bibir “buaya” menyebar pada saat yang bersamaan.Namun, patut diingat bahwa sinyal Gator Oscillator merupakan lagging indicator, yang muncul setelah harga mengalami perubahan.
Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex? Yuk, buka Jurnal TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker forex terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI.
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Hubungi Kami
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy