FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Dollar melonjak pada Kamis dan mencatat kenaikan harian terbesar dalam lebih dari dua bulan setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait tarif terbaru mengesampingkan tanda-tanda perlambatan ekonomi. Data awal menunjukkan klaim pengangguran mingguan meningkat sebanyak 22.000 menjadi 242.000, lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 221.000, sementara PDB AS tumbuh sebesar 2,3% pada kuartal terakhir, melambat dari 3,1% pada kuartal sebelumnya.
Namun, dollar kembali menguat setelah Trump mengonfirmasi bahwa tarif 25% untuk barang impor dari Meksiko dan Kanada akan tetap berlaku mulai 4 Maret. Komentar ini memicu ketidakpastian pasar, dengan banyak pelaku menunggu kejelasan sebelum membuat keputusan investasi besar. Tarif tersebut dinilai akan mempersulit pemahaman terkait dampaknya pada ekonomi global, siapa yang akan dirugikan atau diuntungkan, sehingga meningkatkan volatilitas pasar.
Indeks dollar naik 0,72% ke 107,23, mencatat kenaikan harian terbesar sejak 18 Desember. Euro melemah 0,74% menjadi $1,0405, penurunan harian terbesar sejak awal Januari. Sementara itu, dollar Kanada melemah 0,69% terhadap dollar AS menjadi C$1,44, dan peso Meksiko turun tipis 0,12% menjadi 20,464 per dollar AS. Sebelumnya dalam pekan ini, dollar AS sempat turun hampir 4% dari level tertinggi dua tahun akibat kekhawatiran baru mengenai pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS.
Investor juga terus mengamati kebijakan suku bunga Federal Reserve, yang jalurnya menjadi kurang jelas. Pasar saat ini memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 58 basis poin hingga akhir tahun, dengan kemungkinan pemotongan 25 basis poin pada pertemuan Juni berada di bawah 50%. Sejumlah pejabat Fed menyatakan bahwa kebijakan suku bunga saat ini kemungkinan akan dipertahankan untuk sementara waktu.
Di sisi lain, Bank Sentral Eropa diperkirakan akan memangkas suku bunga minggu depan menjadi 2,50%, dengan dua pemotongan lebih lanjut diharapkan pada pertengahan tahun. Dollar menguat 0,52% terhadap yen menjadi 149,85, sementara Gubernur Bank of Japan menyebut tingginya ketidakpastian ekonomi global sebagai perhatian utama.
Pasar saham utama AS ditutup melemah, dipicu oleh data ekonomi baru yang merusak sentimen dan tekanan dari saham teknologi. Indeks S&P 500 turun 1,59% menjadi 5.861,57 poin, sementara Nasdaq jatuh 2,78% menjadi 18.544,42 poin, penurunan harian terbesar dalam sebulan. Di pasar komoditas, harga emas spot turun ke level terendah dua minggu di tengah penguatan dollar, dengan emas berjangka AS turun 1,2% menjadi $2.895,90. Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik 2,1% menjadi $74,04 per barel, dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,5% menjadi $70,35 per barel.
Prospek Harga Emas Hari Jumat (28/02)
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya berada dalam tren naik, namun garis tren biru telah ditembus ke bawah, menandakan perubahan tren menjadi bearish. Harga sempat berkonsolidasi dalam area kuning dengan resistance di sekitar 2.940 dan support di 2.865. Saat ini, harga tengah berupaya menembus support area konsolidasi, yang jika ditembus akan mengindikasikan potensi kelanjutan tren bearish menuju support berikutnya di 2.832.dan 2.806.00.
Namun, jika terjadi koreksi ke atas, resistance di 2.904, 2.920.00, dan 2.940.00 akan menjadi level penting yang perlu diperhatikan. RSI yang berada di area oversold menunjukkan momentum bearish masih dominan, meskipun peluang rebound teknikal tetap ada jika harga mencapai area support signifikan.
Data Perdagangan pada hari Kamis (27/02)
Open: 2.916,70 High: 2.920,92 Low: 2.867,73 Close: 2.876,01 Range: 53,19
GOLD INTRADAY AREA
R1 2.904 R2 2.920 R3 2.940
S1 2.865 S2 2.832 S3 2.806
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 2.865 |
Profit Target Level | 2.890 |
Stop Loss Level | 2.850 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 2.904 |
Profit Target Level | 2.875 |
Stop Loss Level | 2.920 |
Prospek Harga Minyak Hari Jumat (28/02)
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga secara umum berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga di bawah SMA 50 merah sebagai indikator tren. Harga saat ini mengalami rebound dari level support di 69.26 dan mendekati resistance di 70.43. Jika harga gagal menembus resistance ini, ada kemungkinan harga kembali melemah menuju support di 69.26, 68.35, atau 67.68.
Namun, jika harga berhasil menembus resistance di 70.43, potensi kenaikan lebih lanjut menuju 70.95 atau bahkan 71.61 dapat terjadi. RSI di sekitar 53.09 menunjukkan momentum netral, memberikan ruang untuk pergerakan ke atas atau ke bawah tergantung reaksi di level resistance utama.
Data perdagangan pada hari Kamis (27/02)
Open: 68,78 High: 70,51 Low: 68,59 Close: 70,09 Range: 1,92
OIL INTRADAY AREA
R1 71,61 R2 70,95 R3 71,61
S1 69,26 S2 68,35 S3 67,68
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 69,26 |
Profit Target Level | 70,30 |
Stop Loss Level | 68,30 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 70,40 |
Profit Target Level | 69,30 |
Stop Loss Level | 71,00 |