Data tenaga kerja AS yang mengecewakan mengguncang pasar global pada Jumat. Nonfarm Payrolls September hanya naik 29.000, jauh di bawah perkiraan 90.000. Akibatnya, dolar AS melemah, emas gagal menembus US$4.200, dan Wall Street melonjak.
Laporan Nonfarm Payrolls Jauh di Bawah Perkiraan
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mencatat tambahan 29.000 pekerjaan pada September. Selain itu, BLS merevisi turun angka Agustus dari 162.000 menjadi 133.000. Data Juli bahkan menunjukkan penurunan 10.000 pekerjaan.
Tingkat pengangguran naik dari 4,1% menjadi 4,2%. Namun, kenaikan partisipasi tenaga kerja ke 61,8% ikut mendorong angka tersebut. Sementara itu, upah per jam rata-rata naik 3% secara tahunan, di bawah ekspektasi 3,2%. Dengan begitu, kekhawatiran inflasi dari sisi upah mereda.
Pasar Pangkas Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed
Pelaku pasar langsung mengurangi taruhan kenaikan suku bunga. Presiden The Fed New York John Williams dan Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson menyatakan bahwa mereka tidak terburu-buru menaikkan suku bunga. Data tenaga kerja AS tersebut memperkuat peluang The Fed menahan suku bunga pada pertemuan 28 Oktober.
Peluang penahanan suku bunga kini berkisar 77% hingga 82%, tergantung alat ukur. Pekan lalu, peluang kenaikan pada Oktober masih sekitar 64%, menurut CME FedWatch. Kini angkanya hanya 18%. Namun, peluang kenaikan pada Desember tetap besar, yakni 69% hingga 88%.
Emas Tertahan Imbal Hasil Obligasi yang Tinggi
Harga emas turun hampir 1% ke US$4.138 per ons. Sebelumnya, logam mulia ini sempat menyentuh US$4.227. Imbal hasil obligasi Treasury yang masih tinggi menekan emas, karena emas tidak memberikan bunga.
Emas juga gagal menguat meski dolar kehilangan daya tarik sebagai aset aman. Indeks Dolar (DXY) turun 0,14% ke 101,89 dan mengakhiri kenaikan empat sesi beruntun. Meski begitu, dolar masih menuju kenaikan mingguan 0,9%, yang ketiga secara berturut-turut.
Minyak Turun Setelah G7 Lepas Cadangan
Harga minyak WTI turun 1,6% ke US$91,42. Sebelumnya, harga sempat menyentuh US$88,06, level terendah dalam satu bulan. Brent juga turun di bawah US$100 per barel.
G7 berencana melepas 100 juta barel cadangan minyak dan diesel selama empat bulan ke depan. Para pemimpin G7 juga sepakat menahan pembatasan ekspor energi antaranggota. Ekspor minyak dari Teluk Persia pun mendekati level sebelum perang. Namun, laporan menyebut AS mengirim kelompok tempur kapal induk ketiga ke Timur Tengah. Karena itu, risiko eskalasi dan gangguan pasokan masih ada.
Euro, Poundsterling, dan Yen Bergerak Berbeda
Euro naik ke US$1,126 setelah sempat jatuh ke level terendah lebih dari setahun. Inflasi Zona Euro menembus 3,8%, tertinggi sejak September 2023, terutama karena harga bahan bakar. Di sisi lain, rencana pengurangan defisit Prancis menekan euro karena pengawas fiskal menilai asumsinya terlalu optimistis.
Pejabat ECB Isabel Schnabel menyatakan bahwa beberapa bulan ke depan akan menentukan penilaian atas guncangan energi dan level suku bunga yang tepat. Sinyal ini menunjukkan sikap hati-hati terhadap pengetatan lanjutan.
Poundsterling naik 0,41% ke 1,3250 terhadap dolar AS. Pasar memperkirakan BoE menaikkan suku bunga sekitar 30 basis poin hingga akhir tahun. Sementara itu, Andy Burnham mengisyaratkan bahwa Inggris bisa bergabung kembali dengan Uni Eropa.
USD/JPY diperdagangkan di 157,65, turun 0,28%. Pasangan ini sempat jatuh ke 156,95, lalu menghapus seluruh penurunan. Yen tetap lemah meski CPI inti Tokyo naik ke 2,7% dan beberapa anggota BoJ mendukung kenaikan suku bunga lanjutan. Perwakilan Kantor Kabinet Jepang justru meminta BoJ menilai dampak kumulatif kenaikan sebelumnya.
Wall Street Cetak Rekor Baru
Bursa saham AS ditutup menguat. S&P 500 naik 0,7%, Dow bertambah 250 poin, dan Nasdaq naik 1% ke rekor 30.808. Nvidia naik 1,3%, Broadcom 3,3%, dan AMD 2,9%. Tesla melonjak 4,6% setelah penjualan kuartal ketiga melampaui perkiraan.
Dalam sepekan, S&P 500 naik 0,2% dan Nasdaq naik 1,3%. Sebaliknya, Dow turun 319 poin.
Agenda Pasar Minggu Ini
Setelah data tenaga kerja, minggu ini, AS akan merilis ISM Services PMI, klaim pengangguran, dan sentimen konsumen University of Michigan. Selain itu, notulen rapat FOMC dan pidato Gubernur The Fed Bowman patut dicermati. Di Inggris, Mann dan Lombardelli dari BoE akan berpidato. Karena itu, data tenaga kerja AS kemungkinan masih menjadi penentu arah dolar, emas, dan saham.
Prospek Harga Emas Senin | 03 Oktober 2026
Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bearish, meski sempat terjadi rebound dari area support 4.110–4.139. Setelah rebound, harga kembali tertahan di area 4.219 – 4.228 dan belum mampu bertahan di atas SMA 50, sehingga tekanan jual masih terlihat dominan.
Harga juga masih berada di bawah trendline menurun yang terbentuk sejak akhir Agustus. Ini memperkuat indikasi bahwa kenaikan sebelumnya lebih bersifat korektif. Jika harga kembali melemah, 4.110 menjadi support terdekat. Penembusan level tersebut dapat membuka ruang menuju 4.081 dan selanjutnya 4.019.
Sebaliknya, jika harga mampu rebound, area 4.219 – 4.228 menjadi resistance awal. Breakout yang kuat di atas 4.219 dapat menguji resistance berikutnya di 4.243. Namun, selama harga belum mampu menembus SMA 50 dan trendline bearish, peluang kenaikan masih cenderung terbatas.
RSI 14 berada di sekitar 42,66, menunjukkan momentum masih berada di bawah level netral 50. RSI belum memasuki area oversold, sehingga masih tersedia ruang bagi tekanan jual untuk berlanjut.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.188 R2 4.219 R3 4.243
S1 4.110 S2 4.081 S3 4.019
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.120 |
| Profit Target Level | 4.180 |
| Stop Loss Level | 4.070 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.185 |
| Profit Target Level | 4.120 |
| Stop Loss Level | 4.230 |
Prospek Harga US Oil Senin | 05 Oktober 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas SMA 50. Struktur harga sejak pertengahan September juga cenderung membentuk lower high, sehingga momentum kenaikan terlihat semakin terbatas.
Saat ini harga bergerak di sekitar 90,92, dengan resistance terdekat di 91,94. Jika mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, harga berpeluang melanjutkan rebound menuju 93,59 dan 96,72. Namun, selama harga masih berada di bawah SMA 50, kenaikan tersebut masih berpotensi menjadi koreksi.
Di sisi bawah, area 88,66–87,46 menjadi zona support penting. Jika tekanan jual kembali meningkat dan harga menembus 87,46, peluang penurunan lanjutan akan semakin terbuka. Sebaliknya, selama zona tersebut mampu bertahan, US Oil masih memiliki peluang melakukan rebound menuju area 91,94.
Secara keseluruhan, bias H4 masih bearish cenderung sideways, karena harga berada di bawah SMA 50 tetapi masih bertahan di atas zona support 87,46–88,66. Candlestick yang berulang kali memantul dari area tersebut menunjukkan adanya minat beli, tetapi belum cukup kuat untuk mengubah tren menjadi bullish.
US Oil INTRADAY AREA
R1 91,94 R2 93,59 R3 96,72
S1 88,66 S2 87,46 S3 86,19
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 88,80 |
| Profit Target Level | 91,00 |
| Stop Loss Level | 87,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 91,90 |
| Profit Target Level | 89,00 |
| Stop Loss Level | 94,00 |
Baca analisa sebelumnya: Sentimen Dolar AS Meningkat, Pasar Soroti NFP
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.

Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 4.202. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target support di 4.100, kemudian 4.075, dan 4.050.
Pergerakan XAUUSD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support 4.280 dan bergerak di bawah SMA 50. Saat ini harga terlihat berkonsolidasi di area 4.142–4.219, dengan posisi terakhir sekitar 4.176.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya mengalami tekanan jual. Harga kini bergerak di sekitar 91,86 dan mulai kembali berada di atas SMA 50, sementara RSI 14 berada di 55,29, menunjukkan momentum mulai menguat.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat peluang rebound pada WTI di time frame H4. Level pivot berada di 88,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, momentum bullish masih berpeluang berlanjut dengan target resistance di 94,75. Jika level tersebut berhasil ditembus, penguatan berikutnya dapat mengarah ke 96,50 hingga 98,00.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish. Harga sebelumnya sempat rebound dari area support 4.110–4.142, tetapi penguatan tersebut belum mampu membawa harga bertahan di atas SMA 50. Setelah kembali tertahan, harga turun lagi dan kini sedang menguji support 4.142. RSI(14) berada di 38,89, menunjukkan momentum masih cenderung bearish.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish. Harga bergerak di bawah SMA 50 yang mulai mengarah turun, sementara RSI(14) berada di 41,40, menandakan momentum masih cenderung bearish meski belum memasuki area oversold. Saat ini harga sedang mencoba rebound dari area support 88,68.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat bahwa pergerakan Silver masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 62,312. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpeluang berlanjut dengan target support di 59,780, kemudian 59,144, hingga 58,507.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support 4.235 dan bergerak di bawah SMA 50. Saat ini harga mencoba rebound dari area 4.110–4.142, sementara RSI 42,55 mulai naik dari wilayah oversold, menunjukkan adanya peluang pemulihan jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas resistance 94,67 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Tekanan jual membawa harga turun hingga menguji support 88,68, sementara RSI 36,63 menunjukkan momentum bearish masih dominan.
Dari sisi teknikal, Trading Central peluang trading AUD/USD masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.7011. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpeluang berlanjut dengan target support di 0.6965, kemudian 0.6945 dan 0.6942.
Pergerakan emas pada timeframe H4 menunjukkan tren bearish yang semakin kuat. Harga saat ini berada di bawah SMA 50 dan juga masih tertahan oleh garis tren menurun, sehingga tekanan jual masih dominan.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan konsolidasi dengan tekanan bearish, setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 96,04 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. RSI 14 berada di level 48,71, menunjukkan momentum yang relatif netral.
