S&P 500 Dan Dow Jones Cetak Rekor Jelang Libur Natal
S&P 500 dan Dow Jones cetak rekor penutupan tertinggi pada perdagangan Rabu dalam sesi yang lebih singkat menjelang libur Natal. Likuiditas yang tipis tidak menghalangi minat risiko, sementara seluruh indeks saham utama Amerika Serikat berakhir di zona positif.
S&P 500 menguat dan berada di jalur kenaikan hampir 18% sepanjang tahun ini. Dow Jones Industrial Average juga mencetak penutupan tertinggi sepanjang sejarah, menegaskan kuatnya sentimen pasar hingga akhir tahun.
Wall Street Ditopang Ekspektasi Kebijakan Moneter Longgar
Penguatan indeks saham AS terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve ke depan. Data ekonomi terbaru memperlihatkan sinyal pelemahan pasar tenaga kerja yang lebih halus dibandingkan angka utama.
Klaim pengangguran awal tercatat menurun, namun klaim berkelanjutan justru meningkat. Kondisi ini mencerminkan berkurangnya keyakinan tenaga kerja, yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga dalam beberapa tahun mendatang.
Imbal Hasil Obligasi AS Melemah Setelah Rilis Data Tenaga Kerja
Pasar obligasi merespons data tenaga kerja dengan penurunan imbal hasil. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke kisaran 4,136%, sementara yield tenor 30 tahun dan 2 tahun juga bergerak lebih rendah.
Penurunan yield ini mendukung penguatan aset berisiko, sekaligus menekan daya tarik dolar AS menjelang akhir tahun.
Bursa Eropa Dan Asia Ikut Menguat
Bursa saham Eropa menutup perdagangan lebih awal dengan pergerakan mendekati level tertinggi sepanjang masa. Penurunan suku bunga dan membaiknya kondisi pembiayaan mendorong indeks-indeks utama Eropa mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 2021.
Di kawasan Asia-Pasifik, saham regional juga ditutup menguat. Indeks saham pasar berkembang mencatatkan kenaikan, meskipun indeks Nikkei Jepang terkoreksi tipis di akhir sesi.
Pelaku Pasar Valuta Asing Fokus Pada Pergerakan Yen
S&P 500 dan Dow Jones cetak rekor di tengah pergerakan dolar AS yang cenderung terbatas. Dolar tetap berada di jalur penurunan tahunan terdalam sejak 2017, seiring meningkatnya spekulasi pelonggaran lanjutan dari Federal Reserve pada 2026.
Pelaku pasar valuta asing terus mencermati pergerakan yen Jepang. Investor mewaspadai potensi intervensi otoritas Jepang apabila pelemahan yen berlangsung terlalu cepat atau tidak terkontrol.
Indeks dolar bergerak stabil di kisaran 98,00, sementara euro melemah terhadap dolar AS.
Emas Bertahan Dekat Rekor, Perak Masih Unggul Secara Tahunan
Harga emas terkoreksi tipis setelah sebelumnya menembus level USD 4.500 per ons untuk pertama kalinya. Meski demikian, emas tetap bertahan di area tinggi dan mencatatkan kinerja tahunan yang solid.
Sepanjang tahun ini, emas dan perak mencatatkan lonjakan signifikan. Penurunan yield obligasi AS, pelemahan dolar, serta permintaan lindung nilai menopang penguatan logam mulia.
Harga Minyak Melemah, Tekanan Tahunan Masih Besar
Harga minyak mentah melemah setelah penguatan sebelumnya kehilangan momentum. Minyak mentah AS bergerak di kisaran USD 58 per barel, sementara Brent turun ke area USD 62 per barel.
Secara tahunan, harga minyak berada di jalur penurunan terdalam dalam lima tahun terakhir, seiring melemahnya permintaan global dan meredanya ketegangan geopolitik.
Prospek harga Emas Jumat| 26 Desember 2025
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren bullish, terlihat dari harga yang bertahan di atas SMA 50 dan struktur higher high yang tetap terjaga. Setelah reli kuat, harga saat ini mengalami konsolidasi di atas area support 4.448–4.429, yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance, sehingga area tersebut menjadi penopang kenaikan jangka pendek.
Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 4.507 (FE 61,8) hingga 4.544 (FE 100), dengan potensi lanjutan menuju 4.603 (FE 161,8). Sementara itu, RSI yang berada di kisaran 67 mencerminkan momentum bullish masih dominan, meski potensi koreksi teknikal tetap perlu diwaspadai sebelum harga melanjutkan kenaikan.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.507 R2 4.544 R3 4.603
S1 4.448 S2 4.429 S3 4.406
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.450 |
| Profit Target Level | 4.495 |
| Stop Loss Level | 4.425 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.507 |
| Profit Target Level | 4.470 |
| Stop Loss Level | 4.550 |
Prospek harga US Oil Jumat | 26 Desember 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pemulihan yang lebih solid setelah harga berhasil menembus dan bertahan di atas SMA 50 (garis merah) di kisaran 56,83, yang sebelumnya menjadi resistance kunci. Kenaikan berlanjut dengan penembusan resistance 58,12, sehingga area tersebut kini beralih fungsi menjadi support terdekat. Selama harga mampu bertahan di atas 58,12, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 59,02 hingga 59,62, yang juga berdekatan dengan garis downtrend jangka menengah.
Dari sisi momentum, RSI yang bergerak di kisaran 67 mencerminkan dorongan bullish masih dominan, meski potensi konsolidasi atau koreksi teknikal jangka pendek tetap perlu diwaspadai sebelum harga melanjutkan kenaikan.
US Oil INTRADAY AREA
R1 59,02 R2 59,62 R3 60,48
S1 58,12 S2 57,55 S3 56,83
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 58,15 |
| Profit Target Level | 59,00 |
| Stop Loss Level | 57,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 59,00 |
| Profit Target Level | 58,40 |
| Stop Loss Level | 59,65 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan WTI pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 58,10. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 58,95. Jika harga mampu menembus level ini, potensi penguatan lanjutan dapat mengarah ke resistance berikutnya di kisaran 59,40 hingga 60,15.
Pada timeframe H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik, namun saat ini terlihat tertahan di area resistance 4.500 yang menjadi hambatan kuat dalam kelanjutan penguatan. Kondisi RSI yang sudah berada di area overbought mengindikasikan momentum bullish mulai jenuh, sehingga selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas 4.500, terdapat potensi koreksi jangka pendek menuju area support 4.443–4.450.
Pada timeframe H4, harga US Oil terlihat melanjutkan fase pemulihan setelah berhasil bergerak dan bertahan di atas SMA 50 di kisaran 56,83, yang sebelumnya berperan sebagai resistance dan kini telah beralih fungsi menjadi support. Harga juga mampu menembus resistance 58,12, sehingga area tersebut menjadi support terdekat yang menjaga struktur kenaikan jangka pendek. Dengan kondisi ini, potensi penguatan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 59,02, kemudian resistance pada garis downtrend jangka menengah di sekitar 59,62.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan perak pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan level pivot di 68,60. Selama harga bertahan di atas area ini, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji zona resistance di kisaran 70,60 hingga 72,00.
Harga emas pada timeframe H4 terlihat melanjutkan tren bullish setelah menembus area pivot point di sekitar 4.412 dan bergerak mendekati resistance R1 di kisaran 4.485, dengan posisi harga yang masih bertahan di atas SMA 50 menandakan momentum kenaikan tetap terjaga.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat melanjutkan fase pemulihan setelah berhasil menembus resistance 56,83 yang juga bertepatan dengan area SMA 50 dan kini beralih fungsi menjadi support. Setelah penembusan tersebut, harga melanjutkan kenaikan namun masih tertahan di area resistance 58,12, sehingga pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus level tersebut.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 4.375. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 4.430. Jika level ini berhasil ditembus, potensi penguatan dapat berlanjut untuk menguji area resistance selanjutnya di kisaran 4.460–4.500.
Pada grafik H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik yang terjaga, terlihat dari harga yang bertahan di atas garis trendline naik dan SMA 50 yang terus mengarah ke atas. Setelah menembus area resistance 4.285–4.306 yang kini berfungsi sebagai support, harga cenderung bergerak konsolidatif di kisaran 4.330–4.356.
Pada grafik H4, US Oil masih berada dalam fase downtrend jangka pendek setelah harga turun tajam dan membentuk low di area 54,87. Rebound yang terjadi saat ini terlihat sebagai pergerakan korektif, dengan harga sedang menguji area SMA 50 yang berdekatan dengan resistance 56,83. Selama harga masih tertahan di bawah 56,83, tekanan bearish masih dominan dan membuka peluang penurunan kembali menuju support 55,60 hingga 54,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai bahwa pasangan EUR/JPY masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 182,39. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka. Resistance di 183,40 kini telah berhasil ditembus, yang sekaligus mengonfirmasi kelanjutan tren bullish. Dengan demikian, target kenaikan selanjutnya berada di area 183,65 hingga 183,91.
Pada grafik H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik dengan harga bertahan di atas SMA 50 dan garis tren naik, namun tekanan beli mulai melemah. RSI membentuk bearish divergence, di mana harga sempat mencetak higher high sementara RSI justru membentuk lower high, sehingga mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek.
Pada grafik H4, US Oil masih berada dalam tren bearish setelah harga turun dari area 59,02 dan membentuk low baru di sekitar 54,24. Rebound yang terjadi selanjutnya hanya bersifat korektif dan tertahan di area 56,83 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga area tersebut kini berperan sebagai resistance dinamis.
