Peluang Trading USD/CAD Menjelang BoC dan Fed Meeting
Peluang trading USD/CAD kembali menjadi sorotan menjelang pertemuan Bank of Canada (BoC) dan Federal Reserve (Fed). Pasar kini menilai kemungkinan besar BoC akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, sementara Fed juga diperkirakan akan melanjutkan tren pelonggaran kebijakan moneternya. Kombinasi dua keputusan penting ini membuka peluang volatilitas tinggi bagi pasangan USD/CAD dalam jangka pendek.
Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga oleh Bank of Canada
Bank of Canada (BoC) diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin hari ini. Pasar uang Kanada telah mengantisipasi langkah ini dengan memperkirakan pemotongan sekitar 21 basis poin. Risiko perdagangan yang terus meningkat antara Kanada dan Amerika Serikat menekan aktivitas ekonomi dan pasar tenaga kerja, meski data ketenagakerjaan dan inflasi untuk September menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan.
Ekspektasi pemangkasan ini mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa tekanan terhadap ekonomi Kanada semakin besar. Beberapa analis menilai bahwa langkah pelonggaran lanjutan bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan, dengan peluang tambahan pemotongan suku bunga pada Januari mendatang.
Dampak terhadap Nilai Tukar dan Prospek CAD
Meski dolar Kanada (CAD) relatif tangguh terhadap berita negatif, tekanan terhadap nilai tukarnya tetap terbuka. Pemangkasan suku bunga akan menurunkan nilai wajar jangka pendek CAD, sehingga peluang trading USD/CAD meningkat untuk mencapai area 1.41 dalam jangka pendek. Namun, jika dolar AS kehilangan momentumnya, pasangan ini berpotensi menutup tahun di sekitar 1.38.
Beberapa pandangan juga menyarankan bahwa keputusan BoC untuk menunda pemangkasan hingga Desember bisa memberikan dukungan sementara bagi CAD. Jika BoC memilih menahan suku bunga, CAD berpotensi menguat singkat sebelum kembali melemah di tengah tekanan fundamental.
Kebijakan Federal Reserve dan Dampaknya bagi USD/CAD
Federal Reserve juga diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan Oktober 2025, menurunkan kisaran target menjadi 3.75%–4.00%. Pemangkasan ini mengikuti langkah serupa pada September, menandakan upaya bank sentral AS untuk menjaga momentum ekonomi di tengah ketidakpastian fiskal.
Tren pelonggaran ini memperlemah dolar AS dalam jangka menengah, namun ketidakpastian arah kebijakan ke depan masih tinggi. Para pelaku pasar akan mencermati panduan dari Ketua Fed Jerome Powell terkait potensi pemotongan lanjutan pada Desember. Jika Fed memberikan sinyal dovish tambahan, peluang trading USD/CAD bisa semakin terbuka dengan pergerakan volatil di pasar valas.
Prospek dan Strategi Trading USD/CAD
Melihat kondisi saat ini, peluang trading USD/CAD cenderung positif bagi dolar AS dalam jangka pendek. Kombinasi kebijakan dovish dari BoC dan ketidakpastian arah kebijakan Fed bisa mendorong volatilitas signifikan. Dengan dinamika makroekonomi yang kompleks, peluang trading USD/CAD masih menjanjikan hingga akhir tahun, terutama bagi pelaku pasar yang mampu memanfaatkan momentum pasca-BoC dan Fed Meeting dengan strategi yang disiplin dan berbasis data.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, dengan level pivot di 1.3970. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 1.3910–1.3860.
Sebaliknya, jika harga berhasil menembus ke atas 1.3970, maka arah pergerakan berpeluang berbalik naik untuk menguji area resistance di 1.3990–1.4005.
Resistance 1: 1.3970 Resistance 2: 1.3990 Resistance 3: 1.4005
Support1: 1.3910 Support 2: 1.3885 Support 3: 1.3860
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan tren turun yang masih berlanjut setelah gagal menembus area resistance di sekitar 3.970 dan 4.010. Harga saat ini bergerak di bawah garis SMA 50, mengindikasikan tekanan bearish yang kuat. RSI berada di bawah level 40, memperkuat potensi pelemahan lanjutan.
Pergerakan US Oil di time frame H4 menunjukkan harga bergerak di sekitar area 60,20 setelah mengalami koreksi dari puncak 62,02. Meskipun tekanan jual sempat muncul, harga masih bertahan di atas garis SMA 50 yang berada di sekitar 59,27, menandakan potensi kelanjutan tren naik.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 3.973. Selama harga bergerak di bawah level ini, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 3.847–3.780.
Grafik XAU/USD H4 menunjukkan tren bearish yang masih kuat dengan harga bergerak di bawah garis SMA 50, menandakan tekanan jual tetap dominan. Level 4.010 yang sebelumnya menjadi area support kini berubah fungsi menjadi resistance, dan harga terlihat gagal menembus level tersebut. Saat ini, emas bergerak menurun dan mencoba menguji support berikutnya di area 3.946. Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus di bawah level ini, penurunan dapat berlanjut menuju 3.921 hingga 3.895.
Grafik WTI Crude Oil H4 menunjukkan bias bullish karena harga berada di atas SMA 50 dan RSI di level 59,90 menandakan momentum beli masih kuat. Skenario naik berlaku selama harga bertahan di atas 60,72–60,16, dengan target ke 62,58 lalu 63,48 hingga 64,05.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY masih berada dalam tren bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 152.65. Selama harga bergerak di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Target terdekat berada di resistance 153.20, lalu 153.50, dan berpotensi berlanjut hingga 154.00.
Grafik XAU/USD pada timeframe H4 menunjukkan pola double top di area sekitar 4.379 yang menandakan potensi pembalikan arah dari tren naik sebelumnya. Setelah gagal menembus level tersebut dua kali, harga mengalami penurunan tajam dan kini bergerak di bawah garis SMA 50 yang juga mulai melengkung ke bawah, menandakan momentum bearish yang meningkat.
Grafik WTI Crude Oil pada timeframe H4 menunjukkan adanya penguatan harga yang menembus garis tren turun, menandakan potensi perubahan arah dari tren bearish menjadi koreksi bullish sementara. Namun, harga kini mendekati area resistance penting di sekitar 62,90 hingga 63,48, yang berpotensi menahan kenaikan lebih lanjut. RSI berada di level overbought sekitar 71,62, menunjukkan potensi tekanan jual jangka pendek.
Pekan Penting bagi Kebijakan Moneter Global
Secara teknikal, analisis dari Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas di timeframe H4 masih berada dalam tren bearish. Level pivot utama berada di 4.160. Selama harga bergerak di bawah level ini, potensi penurunan diperkirakan berlanjut. Target berikutnya berada di area support 4.003, lalu 3.945, dan bisa melanjutkan ke 3.895.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan pola double top di area resistance 4.379, yang menjadi sinyal potensi pembalikan arah. Setelah gagal menembus level tersebut, harga mengalami penurunan tajam dan saat ini sedang melakukan retracement ke area 4.160–4.185, yang berdekatan dengan SMA 50 yang berfungsi sebagai resistance dinamis.
Pergerakan Oil pada timeframe H4 menunjukkan bullish kuat setelah menembus garis tren turun, dengan harga saat ini berada di sekitar level 61,69. Namun, RSI berada di area overbought sekitar 77,21 yang mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot utama berada di area 151.90, dan selama harga tetap bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan dinilai masih terbuka. Resistance terdekat berada di 152.80, dan jika level ini berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan menuju 153.20–154.00 semakin besar.
