Market Summary
Dolar menguat usai kesepakatan dagang AS-Uni Eropa, mendorong penguatan signifikan terhadap mata uang utama seperti euro dan yen. Kesepakatan ini meredakan kekhawatiran pasar global terhadap potensi perang dagang, setelah kedua pihak menyepakati tarif impor sebesar 15%, lebih rendah dari ancaman tarif sebelumnya yang mencapai 30%.
Sebelumnya, AS juga telah mencapai kesepakatan dagang dengan Jepang, sementara pejabat ekonomi tinggi dari AS dan China melanjutkan pembicaraan di Stockholm untuk memperpanjang masa damai dagang selama tiga bulan guna menghindari lonjakan tarif lanjutan.
Dollar Menguat Usai Kesepakatan Dagang, Euro dan Yen Tertekan
Dollar AS naik 1% terhadap franc Swiss ke level 0.80325 dan menguat 0.59% terhadap yen Jepang di posisi 148.535. Sementara itu, euro merosot 1.25% ke $1.159125, mencatat penurunan harian terbesar sejak pertengahan Mei. Penguatan dollar terjadi meskipun sempat melemah tajam di awal tahun akibat kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari tarif dagang yang tinggi.
Dollar juga menguat terhadap poundsterling, yang turun 0.67% ke $1.33545. Euro sendiri mengalami penurunan terhadap yen dan pound setelah sempat menyentuh level tertinggi satu tahun terhadap yen dan tertinggi dua tahun terhadap pound di awal sesi perdagangan.
Saham AS Fluktuatif Setelah Kesepakatan Dagang AS-Uni Eropa
Saham-saham AS bergerak variatif meskipun masih diperdagangkan dekat dengan rekor tertingginya. Dow Jones Industrial Average turun 0.3%, S&P 500 melemah 0.15%, sedangkan Nasdaq Composite naik tipis 0.14%.
Para investor kini mengalihkan perhatian mereka ke musim laporan keuangan serta rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Japan minggu ini. Kedua bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, namun pelaku pasar akan mencermati pernyataan pascarapat guna memperkirakan arah kebijakan selanjutnya.
Imbal hasil obligasi AS bertenor 2 tahun naik 1.5 basis poin menjadi 3.932%, seiring ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Presiden AS disebut sempat mempertimbangkan untuk memecat Ketua The Fed karena tidak puas dengan arah kebijakan suku bunga, namun akhirnya mengurungkan niat tersebut demi menghindari gejolak pasar.
Minyak Menguat dan Emas Melemah Usai Dolar Menguat
Indeks MSCI untuk saham global turun 0.30% menjadi 938.48, setelah sebelumnya mencatat lima penutupan tertinggi dalam enam sesi perdagangan terakhir. Di Wall Street, S&P 500 mencatat rekor penutupan keenam secara berturut-turut, naik tipis 0.02% ke 6,389.77. Nasdaq juga ditutup di level rekor baru dengan kenaikan 0.33% ke 21,178.58, sementara Dow Jones turun 0.14% ke 44,837.56.
Di pasar energi, harga minyak naik lebih dari 2% didorong oleh sentimen positif dari kesepakatan dagang AS-Uni Eropa dan pernyataan Trump bahwa Rusia harus mengakhiri perang di Ukraina atau menghadapi tarif berat. Harga minyak WTI ditutup naik 2.38% ke $66.71 per barel, sementara Brent menguat 2.34% ke $70.04 per barel.
Sementara itu, harga emas spot turun 0.56% ke $3,317.31 per ons, dan kontrak emas berjangka AS melemah 0.74% ke $3,309.20 per ons. Penurunan harga emas mencerminkan menguatnya dollar dan meningkatnya selera risiko investor menjelang keputusan The Fed dalam waktu dekat.
Prospek harga Emas Selasa | 29 Juli 2025
Pergerakan emas saat ini menunjukkan tekanan bearish yang semakin kuat. Harga berada di bawah garis tren naik dan juga di bawah rata-rata pergerakan 50-periode. RSI berada di sekitar level 30 dan menunjukkan pola konsolidasi kecil setelah kondisi oversold. Ini mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan atau pantulan jangka pendek.
Jika harga gagal menembus kembali ke atas area 3.323, maka ada potensi penurunan lanjutan. Target penurunan berikutnya berada di support 3.295 dan 3.282. Jika tekanan jual berlanjut, harga bisa turun hingga 3.247. Sebaliknya, jika mampu kembali menembus garis tren dan resistance 3.323, maka potensi rebound menuju 3.347 atau 3.362 terbuka kembali.
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.323 R2 3.347 R3 3.362
S1 3.295 S2 3.282 S3 3.247
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.300 |
| Profit Target Level | 3.320 |
| Stop Loss Level | 3.280 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.345 |
| Profit Target Level | 3.315 |
| Stop Loss Level | 3.365 |
Prospek harga US Oil Selasa | 29 Juli 2025
Pergerakan US Oil saat ini menunjukkan potensi pembalikan arah ke atas setelah berhasil menembus SMA 50 dan menutup di atas area resistance 66,67, mengindikasikan momentum bullish. RSI yang bergerak naik dan saat ini berada di atas level 60 mendukung kekuatan kenaikan harga.
Jika tekanan beli berlanjut, maka target kenaikan berikutnya berada di 67,52 hingga 68,40, bahkan berpeluang menguji area 69,15. Selama harga tetap di atas 66,05–65,57, outlook jangka pendek cenderung positif.
US Oil INTRADAY AREA
R1 67,52 R2 68,40 R3 69,15
S1 66,67 S2 66,05 S3 65,57
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 66,70 |
| Profit Target Level | 67,50 |
| Stop Loss Level | 66,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 67,50 |
| Profit Target Level | 66,70 |
| Stop Loss Level | 68,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas masih berada dalam tren bearish pada time frame H4. Level pivot utama berada di kisaran 3.350. Selama harga bergerak di bawah level ini, tekanan jual diperkirakan akan berlanjut. Target penurunan berada di area support 3.322 hingga 3.296.
Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini sedang berada dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas SMA 50, dan kini bergerak di bawahnya. RSI(14) juga menunjukkan nilai 34.07, mendekati area oversold, yang mengindikasikan potensi pembalikan arah jika terjadi reaksi beli. Level support penting terdekat berada di area 3.310, diikuti oleh 3.295 dan 3.282, yang berfungsi sebagai zona pantulan potensial.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan melemah setelah gagal menembus area resistance di sekitar 66,05 dan masih tertahan di bawah garis SMA 50, yang mengarah turun. RSI(14) berada di kisaran 42,83, menandakan bahwa momentum masih berada di wilayah bearish.
Minggu depan akan menjadi pekan tersibuk di pasar global sejauh tahun ini. Investor akan mencermati laporan keuangan perusahaan besar. Mereka juga akan memperhatikan keputusan kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia. Selain itu, rilis data ekonomi penting bisa memengaruhi arah pasar di paruh kedua tahun.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/GBP pada time frame H4 masih berada dalam tren naik. Level pivot berada di 0.8708. Selama harga bertahan di atas level ini, potensi kenaikan diperkirakan berlanjut menuju area resistance 0.8748–0.8767.
Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini sedang menguji garis trendline naik (garis biru) setelah mencoba menembus ke bawah SMA 50, yang mengindikasikan potensi tekanan bearish jangka pendek. Namun, selama harga masih bertahan di atas area support kunci di 3.345 dan 3.332, serta trendline tidak tertembus, peluang pemantulan ke atas tetap terbuka dengan target kenaikan menuju 3.380 hingga 3.403.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga saat ini tengah menguji resistance 66,42 dan SMA 50 setelah berhasil memantul dari area support kuat di 65,01. Aksi beli dari level support ini menunjukkan adanya respons positif dari buyer, yang kini mencoba mendorong harga menembus hambatan teknikal di atasnya.
Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih bergerak dalam tren bullish pada time frame H4. Level pivot kunci berada di 1.1735. Selama harga bertahan di atas level ini, potensi penguatan tetap terbuka. Target berikutnya berada di area resistance 1.1800 hingga 1.1850.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan tren naik jangka menengah yang masih valid ditandai dengan garis tren biru dan posisi harga yang masih berada di atasnya. Saat ini harga mengalami koreksi dari area resistance 3.434 – 3.418 dan kemungkinan akan menguji support dinamis dari SMA 50 di sekitar 3.364.
Pergerakan US Oil pada time frame menunjukkan tekanan bearish setelah gagal mempertahankan level di atas SMA 50 dan support sebelumnya. Harga saat ini berada di bawah MA dan bergerak mendekati zona support 65,01, dengan potensi pantulan terbatas ke area resistance 66,42 – 67,12.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 65,80. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan akan berlanjut, dengan support terdekat di 64,80. Jika support ini berhasil ditembus, maka penurunan lanjutan dapat mengarah ke kisaran 64,40–63,90.
Pergerakan emas pada pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang kuat setelah berhasil menembus beberapa level resistance penting, didukung oleh posisi harga yang kini berada di atas SMA 50 sebagai support dinamis. Namun, RSI saat ini berada pada level 73.80, yang mengindikasikan kondisi overbought dan meningkatkan kemungkinan koreksi jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tekanan bearish. Ini terlihat dari posisi harga yang berada di bawah SMA 50 dan pola penurunan yang konsisten sejak pertengahan Juli.
