Market Summary
Pasar saham global menutup pekan dengan pelemahan tetapi berhasil mencatat kenaikan mingguan serta peningkatan bulanan terbesar sejak akhir 2023. Sentimen awal pekan sempat didorong oleh tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, menyusul keputusan Presiden Donald Trump untuk menunda tarif impor dari Eropa.
Namun, pasar terguncang oleh keputusan tak terduga dari Pengadilan Perdagangan Internasional AS yang membatalkan tarif “Liberation Day” Trump, meski akhirnya keputusan tersebut sementara dipulihkan oleh pengadilan banding.
Fokus pada Saham Teknologi dan AI
Investor juga memusatkan perhatian pada laporan keuangan Nvidia, produsen chip kecerdasan buatan (AI), yang mencatat hasil lebih baik dari ekspektasi. Di sisi lain, sektor teknologi, energi, dan konsumer melemah, menyeret indeks S&P 500 dan Nasdaq turun pada akhir pekan.
Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,13%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,01% dan 0,32%. Meski demikian, ketiga indeks mencatat kenaikan mingguan dan bulanan, dengan S&P 500 dan Nasdaq mengalami kenaikan bulanan terbesar sejak November 2023.
Pasar Eropa dan Asia Menguat
Saham Eropa (STOXX) ditutup naik 0,14%, mencatat kenaikan mingguan dan menambahkan 4% untuk bulan Mei. Di kawasan Asia-Pasifik, MSCI Asia-Pacific Index di luar Jepang naik 0,74%, meski melemah sepanjang pekan, tetapi mencatat kenaikan bulanan hampir 5%, yang terbesar sejak September 2024.
Data Ekonomi AS dan Kebijakan Moneter
Data menunjukkan konsumen AS meningkatkan belanja mereka secara marginal pada April, dengan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi naik 0,1%, sesuai ekspektasi. Dalam pertemuan dengan Trump, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan bahwa kebijakan moneter akan bergantung sepenuhnya pada data ekonomi yang masuk.
Pasar Obligasi dan Nilai Tukar Mata Uang
Imbal hasil obligasi AS bervariasi dengan tenor 10 tahun turun 2,6 basis poin menjadi 4,398%, sementara obligasi tenor 30 tahun naik 0,2 basis poin menjadi 4,9254%. Dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya, mencatat kenaikan bulanan terhadap yen Jepang tetapi turun terhadap euro. Indeks dolar naik 0,14% menjadi 99,394.
Harga Komoditas Melemah
Harga minyak mentah turun di tengah spekulasi peningkatan produksi OPEC+ untuk Juli. Brent turun 0,39% menjadi $63,90 per barel, sementara WTI melemah 0,25% menjadi $60,79 per barel. Harga emas juga merosot akibat penguatan dolar, dengan emas spot turun 0,7% menjadi $3.292,78 per ons, dan emas berjangka AS turun 0,9% menjadi $3.315,40.
Kesimpulan
Ketegangan perdagangan global, kinerja sektor teknologi, serta fluktuasi data ekonomi tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar keuangan. Meskipun menghadapi ketidakpastian, pasar global secara keseluruhan menunjukkan kinerja positif sepanjang bulan Mei 2025.
WEEK AHEAD
(02 – 06 Mei 2025)
Minggu pertama bulan Juni 2025 diperkirakan akan menjadi periode yang penuh dengan pergerakan pasar yang dipicu oleh berbagai rilis data ekonomi penting serta isu geopolitik yang terus berkembang. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali menjadi perhatian setelah Presiden Donald Trump menuduh Tiongkok melanggar kesepakatan untuk meredakan ketegangan tarif. Pernyataan ini diperkuat oleh komentar Menteri Perdagangan AS yang menyebut bahwa pembicaraan antara kedua negara saat ini “sedikit terhenti.” Isu ini diperkirakan akan terus mendominasi sentimen pasar selama pekan mendatang.
Data Ekonomi Penting dari Amerika
Fokus utama minggu depan di kawasan Amerika adalah laporan ketenagakerjaan AS yang sangat dinanti-nantikan. Non-Farm Payrolls (NFP) untuk bulan Mei diperkirakan menunjukkan kenaikan 130.000 pekerjaan, yang akan menjadi peningkatan terkecil dalam tiga bulan terakhir, setelah mencatatkan 177.000 pekerjaan pada April. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap stabil di angka 4,2%, sementara pertumbuhan upah tahunan kemungkinan sedikit melambat menjadi 3,7%. Selain itu, sektor manufaktur AS diperkirakan tetap terkontraksi, sementara sektor jasa menunjukkan pertumbuhan moderat.
Selain NFP, data lain seperti JOLTS Job Openings, ADP Employment Change, pesanan pabrik, dan neraca perdagangan juga akan memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi AS. Sementara itu, pidato-pidato dari pejabat Federal Reserve diperkirakan akan memberi petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter, terutama setelah pertemuan baru-baru ini antara Presiden Trump dan Ketua The Fed, Jerome Powell.
Di Kanada, perhatian akan tertuju pada keputusan suku bunga Bank of Canada, yang diperkirakan tetap berada di level 2,50%. Selain itu, laporan ketenagakerjaan, data PMI, dan neraca perdagangan akan menjadi sorotan. Di Amerika Latin, data produksi industri Brasil dan sentimen bisnis di Meksiko akan diamati oleh investor.
Perkembangan di Eropa: Fokus pada ECB dan Data Ekonomi
Di kawasan Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan menurunkan suku bunga utamanya sebesar 25 basis poin dalam pertemuan pekan ini. Keputusan ini muncul di tengah ekspektasi bahwa inflasi utama di kawasan zona euro akan melambat menjadi 2,1%, mendekati target ECB sebesar 2%, sementara inflasi inti juga diperkirakan menurun menjadi 2,5%. Data ekonomi lainnya, seperti produksi industri Jerman yang diperkirakan mengalami kontraksi, akan menjadi indikator penting untuk prospek pertumbuhan kawasan ini.
Negara-negara lain di Eropa juga akan menjadi perhatian, seperti Italia dan Spanyol yang diperkirakan menunjukkan pelambatan dalam kontraksi sektor manufaktur, sementara sektor jasa Spanyol mungkin tumbuh lebih lambat. Di Swiss, data GDP kuartal pertama, tingkat pengangguran, dan PMI manufaktur akan memberikan gambaran kondisi ekonomi negara tersebut. Inggris juga akan melaporkan indikator kredit, harga rumah Nationwide, dan PMI akhir.
Sorotan dari Asia dan Australia
Di Asia, perhatian pasar akan tertuju pada data ekonomi dari Tiongkok. PMI resmi dari NBS diperkirakan tetap menunjukkan kontraksi di sektor manufaktur, meskipun survei Caixin memberikan gambaran yang lebih optimis. Di sisi lain, aktivitas sektor jasa diperkirakan terus berkembang sesuai dengan konsensus pasar.
Sementara itu, Jepang akan menghadapi pekan yang lebih tenang dengan data seperti belanja rumah tangga April dan investasi modal kuartal pertama. Di Australia, laporan GDP kuartal pertama diperkirakan menunjukkan pertumbuhan yang solid, sementara surplus perdagangan kemungkinan meningkat meskipun ada tekanan dari harga komoditas yang lebih lemah. Data ini akan menjadi sorotan mengingat pentingnya perdagangan bagi perekonomian Australia.
Kesimpulan
Minggu ini akan menjadi periode krusial bagi pasar keuangan global, dengan berbagai rilis data penting dan isu geopolitik yang memanas. Non-Farm Payrolls AS, keputusan suku bunga ECB, serta kebijakan moneter Bank of Canada akan menjadi katalis utama untuk pergerakan pasar. Di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat, data PMI dari berbagai negara juga akan menjadi indikator penting untuk mengukur kesehatan ekonomi global. Investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi yang kemungkinan terjadi selama pekan ini.
Data Mingguan Perdagangan Emas (26 – 30 Mei 2025)
Open : 3.352,54 High : 3.356,68 Low : 3.245,42 Close : 3.290,33 Range : 111,26
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 3.238 | R1 3.350 |
| S2 3.186 | R2 3.409 |
| S3 3.127 | R3 3.461 |
Gold Outlook : Bullish
Data Mingguan Perdagangan US Crude Oil (26 – 30 Mei 2025)
Open : 61,76 High : 63,05 Low : 59,83 Close : 60,84 Range : 3,22
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 59,43 | R1 62,65 |
| S2 58,02 | R2 64,46 |
| S3 56,21 | R3 65,87 |
Oil Outlook : Bearish
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas cenderung bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 3.325. Selama harga tetap di bawah level tersebut, penurunan kemungkinan berlanjut menuju area support di 3.287-3.245.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat bahwa harga saat ini bergerak dalam fase konsolidasi tepat di bawah garis tren turun (descending trendline) yang menjadi resistance dinamis. Area 3.325 menjadi level resistance terdekat yang sedang diuji; jika berhasil ditembus, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 3.365 hingga 3.397.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih bergerak dalam pola sideways dengan batas atas di sekitar 63,86 dan batas bawah di sekitar 60,03, seperti yang tergambar dalam area konsolidasi berwarna kuning. Saat ini harga berada di bawah SMA 50 dan baru saja menembus ke bawah level support minor 61.48, yang mengindikasikan tekanan bearish jangka pendek mulai meningkat. Jika breakdown ini bertahan, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju hingga 60,03, bahkan bisa menguji support kuat di 59,42.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan USD/CHF masih berpeluang bullish pada kerangka waktu H4. Level pivot berada di 0,8265. Selama harga bertahan di atas level ini, potensi kenaikan terbuka untuk menguji resistance di 0,8360–0,8430.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan pelemahan setelah gagal menembus garis tren turun dan menembus ke bawah SMA 50, yang sebelumnya bertindak sebagai support. Ini mengindikasikan potensi lanjutan penurunan. Support terdekat berada di 3.250, dengan target berikutnya di 3.204 dan 3.153 jika tekanan jual berlanjut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan sinyal teknikal yang mulai menguat setelah berhasil menembus ke atas garis SMA 50. Ini menandakan potensi pembalikan arah dari fase konsolidasi menjadi fase kenaikan. Pergerakan harga juga mulai membentuk higher lows, mengindikasikan tekanan beli yang meningkat.
Dari sudut pandang teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih memiliki kecenderungan bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 3.303. Selama harga tetap berada di atas level ini, potensi penguatan tetap terbuka untuk menguji area resistance di kisaran 3.333–3.357.
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat bahwa harga sedang mengalami koreksi setelah tertahan di resistance kunci di 3.3365,94, namun pergerakan harga masih berada di atas level Fibonacci retracement (FR) 38.2% di kisaran 3.278,96 dan di atas SMA 50, yang menunjukkan adanya potensi lanjutan tren bullish. Jika harga mampu bertahan di atas area support ini, peluang untuk kembali menguji resistance terdekat di 3.328,81 tetap terbuka. Resistance ini sebelumnya berfungsi sebagai support sehingga memiliki peran signifikan dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.
Pada timeframe H4, pergerakan harga US Oil berada di bawah SMA 50, menandakan tekanan bearish yang dominan setelah gagal bertahan di atas resistance 62.13. Jika pelemahan berlanjut, support terdekat berada di 60.69, dengan potensi penurunan lebih jauh ke 60.03 atau bahkan 59.21 jika level ini ditembus.
Pada time frame H4, harga emas menunjukkan bias bullish setelah berhasil menembus descending trend line sebelumnya, menjadikan level 3.335 sebagai support kunci. Selama harga bertahan di atas level ini, potensi penguatan untuk menguji resistance di 3.366 tetap terbuka. Jika resistance tersebut ditembus, target kenaikan selanjutnya berada di area 3.398 hingga 3.430.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga saat ini berada di bawah SMA 50 dan sedang menguji area support kritis di level 60.98. Jika harga berhasil menembus level ini, maka tekanan bearish dapat mendorong penurunan lebih lanjut menuju support berikutnya di 60.03 hingga 59.21.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1260. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di kisaran 1.1425-1.1480.
