FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Pasar saham global kembali melemah pada perdagangan Selasa, ditandai dengan penurunan indeks MSCI World sebesar 0,40%, seiring meningkatnya kegelisahan investor terhadap kebuntuan negosiasi dagang Amerika Serikat, khususnya dengan China. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar menahan diri menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu malam waktu setempat.
Di tengah kondisi tersebut, yield obligasi pemerintah AS turun tajam usai lelang surat utang bertenor 10 tahun menunjukkan minat beli yang tinggi, menandakan masih kuatnya permintaan atas aset aman. Yield obligasi tenor 10 tahun turun ke 4,308%, sedangkan tenor 2 tahun – yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga The Fed – juga melemah ke 3,795%.
Di pasar valuta asing, dolar AS tertekan terhadap mayoritas mata uang utama. Indeks dolar tercatat turun 0,62% ke level 99,19. Euro menguat setelah Friedrich Merz terpilih sebagai kanselir Jerman melalui pemungutan suara parlemen putaran kedua, yang memberi kejutan politik dan mendorong optimisme pasar Eropa. Sementara itu, sterling dan dolar Kanada juga mencatat penguatan masing-masing sebesar 0,64% dan 0,43%.
Arah kebijakan perdagangan AS tetap menjadi perhatian utama, terutama setelah pernyataan bahwa belum ada kesepakatan konkret dengan China, meskipun pembicaraan berlangsung dengan 17 mitra dagang utama. Kegagalan pengumuman progres selama masa jeda tarif 90 hari juga mulai menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa peluang kesepakatan semakin mengecil.
Namun, di tengah sentimen negatif tersebut, Inggris dan India berhasil mencapai kesepakatan perdagangan bebas, mempercepat langkah mereka di tengah ketidakpastian tarif AS. Kesepakatan ini mencakup peningkatan perdagangan sektor otomotif, minuman keras, dan pangan.
Pasar saham Wall Street ikut terseret pelemahan. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,95% di 40.829, disusul S&P 500 melemah 0,77% dan Nasdaq turun 0,87%. Di Eropa, indeks DAX Jerman sempat jatuh 2% sebelum akhirnya ditutup melemah 0,4%, mencerminkan tekanan yang meluas.
Dari pasar komoditas, harga minyak rebound tajam setelah sempat anjlok ke level terendah empat tahun pada hari sebelumnya. Lonjakan harga ini dipicu oleh munculnya pembeli baru, harapan peningkatan permintaan dari Eropa dan China, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak WTI ditutup naik 3,43% menjadi $59,09 per barel, sedangkan Brent menguat 3,19% ke level $62,15.
Sementara itu, harga emas melesat ke level tertinggi dua minggu karena adanya minat beli pasca-libur dari China serta kekhawatiran terhadap potensi tarif baru AS terhadap impor farmasi. Emas spot naik 2,64% menjadi $3.421,49 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS naik 3,34% ke $3.421,90.
Pasar kini mengalihkan fokus penuh ke pengumuman Federal Reserve, dengan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga, namun sinyal arah kebijakan ke depan tetap dinantikan dengan penuh perhatian.
Prospek Harga Emas Hari Selasa (07/05)
Pergerakan Pasar saham global, harga emas pada grafik H4 saat ini berada di atas SMA 50 yang mengindikasikan tren jangka menengah masih bullish, namun RSI(14) menunjukkan kondisi mendekati overbought dan mulai berbalik arah turun dari area 70, yang menandakan potensi koreksi harga dalam waktu dekat. Koreksi diperkirakan akan tertahan di area support 3.370 atau 3.350 sebelum melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 3.430 hingga 3.470.
Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah menunggu harga terkoreksi dan membentuk konfirmasi bullish di area support tersebut untuk entry buy.
Data Perdagangan pada hari Selasa (06/05)
Open: 3.336,18 High: 3.424,46 Low: 3.323,31 Close: 3.424,28 Range: 101,15
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.450 R2 3.450 R3 3470
S1 3.370 S2 3.350 S3 3.330
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.355 |
| Profit Target Level | 3.400-3.430 |
| Stop Loss Level | 3.325 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.450 |
| Profit Target Level | 3.430 |
| Stop Loss Level | 3.470 |
Prospek Harga Minyak Hari Rabu (07/05)
Pergerakan harga US Oil pada grafik H4 terlihat telah berhasil menutup gap yang terbentuk sebelumnya dan kini berada di atas area tersebut, namun masih tertahan oleh resistance dinamis SMA 50. RSI(14) berada di kisaran 56, menunjukkan momentum kenaikan masih moderat.
Selama harga belum mampu breakout di atas SMA 50 dan resistance 59.78, potensi pelemahan kembali tetap terbuka menuju support di 57.61 hingga 55.09. Skenario ini akan invalid jika harga berhasil break dan bertahan di atas 61.03.
Data perdagangan pada hari Selasa (06/05)
Open: 57,13 High: 59,78 Low: 56,99 Close: 58,97 Range: 279
OIL INTRADAY AREA
R1 59,78 R2 61,03 R3 62,03
S1 57,61 S2 56,38 S3 55,09
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 57,65 |
| Profit Target Level | 59,70 |
| Stop Loss Level | 56,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 59,77 |
| Profit Target Level | 58,00 |
| Stop Loss Level | 61,03 |
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/CHF masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 0,8255. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, pergerakan selanjutnya diperkirakan akan menurun menuju area support di kisaran 0,8200-0,8160.
Pergerakan emas pada H4 menunjukkan potensi pembalikan arah setelah harga berhasil menembus garis tren turun (trendline biru) dan bergerak di atas SMA 50 (garis merah), mengindikasikan kekuatan bullish jangka menengah.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren turun yang masih dominan dengan harga bergerak di bawah SMA 50, namun saat ini harga sedang berusaha mengisi area gap (kotak kuning) yang terbentuk sebelumnya. Jika upaya ini berhasil dan harga mampu menembus level 57.70, maka ada peluang pemulihan menuju area resistance berikutnya di 59.30 hingga 61.03.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga US Oil masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 57,50. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan tetap terbuka, dengan target ke area support di kisaran 55,85 hingga 54,20.
Pergerakan emas pada time frame menunjukkan tekanan bearish setelah gagal menembus trenline menurun (resistance dinamis berwarna hijau) dan kini berada di bawah SMA 50, mengindikasikan potensi lanjutan pelemahan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren utama yang sedang bearish, dengan harga bergerak di bawah SMA 50, mengonfirmasi tekanan jual yang kuat. Area resistance utama berada di level 61.03, 59.30, dan 57.70, di mana level 57.70 juga menjadi area kritis karena adanya gap yang terbentuk. Sementara itu, support terdekat berada di 55.09 (FE 61.8%), diikuti oleh 52.09 (FE 100%), dan 47.30 (FE 161.8%). Indikator RSI saat ini berada di level 31.63, menandakan kondisi oversold, tetapi belum memberikan sinyal pembalikan yang kuat.
Pekan depan, pasar keuangan global akan menghadapi sejumlah rilis data ekonomi dan keputusan kebijakan moneter yang diperkirakan memiliki dampak besar pada pergerakan aset keuangan utama. Investor akan memantau dengan seksama bagaimana bank sentral utama, seperti Federal Reserve dan Bank of England, menyikapi perkembangan terbaru di ekonomi global. Selain itu, data inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas sektor jasa dari berbagai negara akan memberikan gambaran penting mengenai kondisi ekonomi terkini dan potensi arah kebijakan moneter di masa depan.

Pergerakan emas pada time fram H4 terlihat harga sebelumnya bergerak dalam fase konsolidasi yang ditandai oleh area kotak kuning. Setelah beberapa kali gagal menembus batas atas dan bawah zona tersebut, akhirnya harga melakukan breakout ke bawah dengan menembus support penting di level 3.260, yang kini berubah menjadi resistance. Penembusan ini mengindikasikan pergeseran sentimen pasar ke arah bearish.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/JPY masih memiliki kecenderungan bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 143.60. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi pergerakan selanjutnya adalah naik untuk menguji resistance di kisaran 144.75-145.60.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat bahwa harga sedang bergerak sideways dalam zona konsolidasi yang ditandai area kuning, dengan batas atas sekitar 3.314 dan batas bawah di kisaran 3.260. Saat ini harga bergerak di bawah garis SMA 50, menunjukkan tekanan bearish jangka menengah. RSI 14 berada di level 41,16 yang masih berada di bawah level netral 50, mengindikasikan momentum bearish masih mendominasi.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 di atas terlihat bahwa harga dalam tren turun dan saat ini berada di bawah garis SMA 50, menandakan dominasi tekanan bearish. Namun, terbentuk candlestick inverted hammer pada area support 57,92 yang mengindikasikan potensi reversal atau perlawanan dari buyer. Selain itu, indikator RSI 14 berada di level 26,34 dan mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah dari wilayah oversold, memperkuat peluang koreksi naik. Jika harga berhasil menembus resistance 59,04, maka potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 60,11 hingga 61,12. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas support 57,92 bisa membuka jalan penurunan lanjutan menuju 56,710 hingga 56,03.
