Saham Teknologi Tekan Wall Street di Tengah Tekanan Global
Saham Teknologi Tekan Wall Street pada perdagangan Rabu, mendorong pelemahan lanjutan indeks saham utama AS untuk hari kedua berturut-turut. Tekanan muncul di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, meskipun sejumlah data ekonomi AS menunjukkan ketahanan aktivitas domestik.
Indeks Nasdaq Composite, yang didominasi saham teknologi, ditutup melemah 1% ke level 23.471,75. Sementara itu, S&P 500 turun 0,53% ke 6.926,60 dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi tipis 0,09% ke 49.149,63.
Saham Perbankan Turun Meski Laba Menguat
Tekanan pasar tidak hanya datang dari sektor teknologi, tetapi juga merambah saham perbankan. Investor melepas saham bank-bank besar AS meskipun laporan kinerja menunjukkan peningkatan laba dari penyaluran kredit dan kenaikan pendapatan berbasis biaya.
Saham Bank of America turun lebih dari 4%, Citigroup melemah sekitar 4,5%, dan Wells Fargo anjlok lebih dari 5% setelah kinerjanya tidak memenuhi ekspektasi pasar. Padahal, saham perbankan telah mencatat kenaikan sekitar 25% dalam 12 bulan terakhir sebelum mengalami koreksi pekan ini.
Aksi jual tersebut dipicu oleh realisasi keuntungan serta kekhawatiran terhadap rencana Presiden AS Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit, yang berpotensi menekan margin keuntungan sektor perbankan.
Tekanan Bertambah di Sektor Teknologi
Pelemahan semakin dalam setelah muncul laporan pembatasan baru dari otoritas China terhadap penggunaan perangkat lunak keamanan siber buatan perusahaan AS dan Israel. Sentimen ini menekan saham-saham teknologi dan pertumbuhan, termasuk Broadcom dan Fortinet.
Kondisi tersebut memperkuat tekanan pada Nasdaq dan menegaskan bahwa Saham Teknologi Tekan Wall Street tidak hanya dipicu faktor domestik, tetapi juga risiko kebijakan lintas negara.
Data AS Perkuat Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Dari sisi ekonomi, data penjualan ritel AS tercatat meningkat lebih kuat dari perkiraan, sementara harga produsen juga menunjukkan kenaikan moderat. Data ini mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang memangkas suku bunga sebanyak dua kali tahun ini.
Meski demikian, dolar AS menguat terbatas terhadap euro karena pasar menilai The Fed akan menunggu beberapa bulan sebelum kembali melanjutkan pemangkasan suku bunga.
Pernyataan Trump Tekan Harga Minyak
Harga minyak sempat menguat sebelum berbalik turun tajam setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa situasi di Iran dinilai mulai mereda. Trump mengatakan bahwa AS akan memantau perkembangan lebih lanjut dan belum melihat adanya rencana eksekusi besar-besaran.
Minyak mentah AS turun 1,1% ke USD 60,49 per barel, sementara Brent melemah 0,93% ke USD 64,86 per barel. Tekanan tambahan datang dari ekspektasi peningkatan pasokan Venezuela serta langkah perusahaan energi milik negara tersebut yang mulai membalikkan pemangkasan produksi sebelumnya.
Emas Cetak Rekor di Tengah Ketidakpastian
Di tengah tekanan pasar saham dan ketidakpastian geopolitik, logam mulia menjadi tujuan utama investor. Harga emas menyentuh rekor tertinggi baru di USD 4.641,40 per ons sebelum stabil di kisaran USD 4.620,60. Perak juga melonjak menembus USD 92 per ons, mencatat kenaikan tajam sejak awal tahun.
Lingkungan suku bunga rendah dan meningkatnya ketidakpastian global membuat emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai, meskipun tidak memberikan imbal hasil bunga.
Sentimen Tambahan dari Isu Hukum dan Korporasi
Dari sisi kebijakan, Mahkamah Agung AS tidak mengeluarkan putusan terkait legalitas tarif global yang diusulkan Presiden Donald Trump, sehingga ketidakpastian perdagangan tetap membayangi pasar. Sementara itu, perusahaan ritel mewah Saks Global mengajukan perlindungan kebangkrutan, menambah tekanan pada sentimen korporasi AS.
Prospek harga Emas Kamis | 15 Januari 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tren bullish karena harga bergerak stabil di atas garis uptrend dan SMA 50, namun momentum kenaikan mulai melambat. Harga membentuk higher high di area 4.640–4.650, sementara RSI justru mencatat lower high, sehingga mengonfirmasi terbentuknya bearish divergence yang memberi sinyal potensi koreksi jangka pendek.
Selama tekanan jual berlanjut, harga berpeluang terkoreksi ke area support 4.550 hingga 4.500, yang sebelumnya menjadi area penopang penting. Selama zona tersebut mampu dipertahankan, koreksi diperkirakan bersifat terbatas dan berpotensi menjadi fase konsolidasi sebelum harga kembali menguji resistance di kisaran 4.700 hingga 4.760.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.640 R2 4.700 R3 4.760
S1 4.550 S2 4.500 S3 4.453
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.570 |
| Profit Target Level | 4.630 |
| Stop Loss Level | 4.545 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.635 |
| Profit Target Level | 4.580 |
| Stop Loss Level | 4.650 |
Prospek harga US Oil Kamis | 15 Januari 2025
Saat ini US Oil menembus garis downtrend jangka menengah dan bergerak stabil di atas SMA 50 di kisaran 58,47. Kondisi ini mengonfirmasi perubahan struktur pasar ke arah bullish. Harga kemudian reli hingga menembus area 62,00, sebelum terkoreksi tajam dan membentuk long black candlestick yang menandakan kembalinya tekanan jual.
Meski terjadi koreksi, tren naik masih terjaga. Harga tetap bertahan di atas support 59,76 dan berada di atas SMA 50. Pergerakan turun saat ini masih dikategorikan sebagai pullback dengan peluang kelanjutan penguatan selama area support tersebut mampu dipertahankan.
US Oil INTRADAY AREA
R1 61,26 R2 62,00 R3 62,58
S1 59,76 S2 59,05 S3 58,47
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 59,80 |
| Profit Target Level | 60,80 |
| Stop Loss Level | 59,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 61,25 |
| Profit Target Level | 60,10 |
| Stop Loss Level | 62,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 4.595. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 4.655, kemudian 4.675, hingga 4.695.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih bergerak dalam tren naik yang terjaga, terlihat dari posisi harga yang tetap berada di atas garis SMA 50 serta di atas trendline naik jangka menengah. Setelah mencetak rekor baru di area 4.630, harga mengalami koreksi terbatas dan saat ini terlihat menguji kembali area support dinamis di sekitar trendline naik sekaligus zona 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan penguatan signifikan setelah menembus garis resistance downtrend jangka menengah. Kondisi ini mengindikasikan perubahan struktur pasar dari bearish ke bullish. Kenaikan mendorong harga bergerak stabil di atas area 60,00 dan mendekati resistance 61,26. Posisi harga yang telah berada di atas SMA 50 turut memperkuat momentum kenaikan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak masih berpeluang bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 83,45. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan diperkirakan berlanjut dengan resistance terdekat di 86,20. Jika level ini berhasil ditembus, maka peluang kenaikan lanjutan terbuka menuju area resistance 86,90–87,80.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik yang solid, dengan harga bertahan di atas garis trendline naik dan SMA 50 yang kini berperan sebagai support dinamis. Setelah mencetak high baru di area 4.630, harga terlihat mengalami koreksi sehat dan bergerak turun mendekati area support 4.550–4.500, yang juga berdekatan dengan trendline naik, sehingga zona ini menjadi area krusial untuk menjaga kelanjutan tren bullish.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan perubahan struktur yang lebih positif setelah harga berhasil menembus resistance trendline turun di area 58,84. Level 58,84 yang sebelumnya menjadi resistance kini beralih fungsi sebagai support terdekat, sehingga selama harga mampu bertahan di atas area ini, bias bullish jangka pendek tetap terjaga. Kenaikan harga juga didukung oleh posisi harga yang sudah bergerak di atas SMA 50, menandakan momentum penguatan mulai terbentuk.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish dengan level pivot di 1.1700. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan potensi pengujian area support 1.1660 hingga 1.1620.
Harga emas pada timeframe H4 masih bergerak dalam tren naik setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam dari area puncak. Rebound dari area support di kisaran 4.422–4.450 membentuk higher low dan diikuti pergerakan harga yang kembali bertahan di atas SMA 50, menandakan momentum bullish mulai pulih.
Harga US Oil pada timeframe H4 menunjukkan sinyal pembalikan yang lebih jelas setelah berhasil menembus garis downtrend sekaligus bertahan di atas area kunci. Kenaikan sebelumnya membawa harga keluar dari tekanan bearish dan menempatkan SMA 50 di kisaran 57,60 sebagai support dinamis terdekat. Selain itu, area 58,84 yang sebelumnya menjadi resistance dari downtrend line kini beralih fungsi menjadi support baru, memperkuat struktur bullish jangka pendek.
Gambaran Umum Pekan Depan
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di area 4.445. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 4.483. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance berikutnya di kisaran 4.500–4.525.
Pada grafik H4, harga emas telah menembus descending channel dan berhasil melewati area 4.465. Level tersebut sebelumnya berperan sebagai resistance dan kini berubah fungsi menjadi support. Harga juga mampu bertahan di atas SMA 50 yang berada tidak jauh di bawahnya. Kondisi ini menegaskan bahwa struktur bullish kembali menguat setelah fase koreksi.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat rebound tajam dari area low di sekitar 56,00, lalu berhasil menembus dan bertahan di atas SMA 50 yang kini berfungsi sebagai support dinamis di kisaran 57,90–58,00. Pergerakan ini menandakan perbaikan momentum jangka pendek setelah fase tekanan sebelumnya. Meski demikian, kenaikan harga masih tertahan oleh garis downtrend yang menjadi resistance utama di area 58,84.
