Market Summary
Peluang Trading USD/CHF terbuka setelah data inflasi Swiss menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 0,1% pada Desember 2025, sesuai ekspektasi pasar. Kenaikan harga terutama datang dari alkohol, tembakau, komunikasi, serta restoran dan hotel. Sektor-sektor ini mencerminkan konsumsi domestik yang masih terjaga, meski tekanan harga secara umum tetap rendah.
Di sisi lain, harga makanan, minuman non-alkohol, serta pakaian mengalami penurunan lebih dalam. Inflasi inti naik menjadi 0,5% dari 0,4% bulan sebelumnya, menandakan tekanan harga dasar mulai menguat secara perlahan.
Kebijakan SNB dan Respons Franc Swiss
Data inflasi ini tidak mengubah arah kebijakan Swiss National Bank (SNB). Bank sentral Swiss masih menahan suku bunga dan enggan membawa kebijakan ke level negatif. Sikap ini membuat dampak data inflasi terhadap Franc Swiss relatif terbatas. Kondisi tersebut memberi ruang bagi pergerakan pasangan USD/CHF tetap didorong faktor eksternal, khususnya dari Amerika Serikat.
Pergerakan USD/CHF dan Faktor dari AS
Dari sisi teknikal, Peluang Trading USD/CHF terlihat karena pasangan ini sudah menguat lebih dari 1,5% dari area 0,7860 dan mendekati resistance psikologis 0,8000. Data AS yang beragam ikut menopang Dolar AS, terutama setelah indeks PMI Jasa ISM naik signifikan ke 54,4, menandakan ekspansi aktivitas ekonomi.
Walau data ketenagakerjaan menunjukkan perlambatan, sentimen terhadap pertumbuhan ekonomi AS tetap cukup solid. Namun, volatilitas pasar masih rendah karena pelaku pasar menunggu rilis Nonfarm Payrolls.
Sentimen Pasar : Fokus ke Data Jobless Claims AS
Sentimen global cenderung hati-hati, dengan investor membatasi posisi besar menjelang rilis data penting AS. Data terjadwal malam nanti adalah data jobless claims, yang diperkirakan mengalami kenaikan 213 ribu minggu lalu, dibanding minggu sebelumnya. Data tersebut akan membuka Peluang Trading USD/CHF dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CHF pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 0,7955. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji level 0,7990, kemudian 0,8005, hingga 0,8080.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun dan menembus ke bawah 0,7955, tekanan jual berpeluang meningkat dan mendorong USD/CHF menguji area support di kisaran 0,7940–0,7925.
Resistance 1: 0,7990 Resistance 2: 0,8005 Resistance 3: 0,8020
Support1: 0,7955 Support 2: 0,7940 Support 3: 0,7925
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Harga emas pada grafik H4 bergerak menguat dan saat ini bertahan di atas area SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di kisaran 4.426. Selama harga mampu mempertahankan pergerakan di atas area ini, peluang kelanjutan kenaikan masih terbuka dengan target terdekat mengarah ke resistance 4.500, kemudian 4.520 hingga 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 kembali berada dalam tekanan setelah menembus area support 57,14, yang kini beralih fungsi menjadi resistance terdekat. Kenaikan harga sebelumnya hanya bersifat korektif dan masih tertahan di bawah garis downtrend, sehingga struktur bearish secara keseluruhan tetap terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak pada time frame H4 masih berada dalam tren menurun dengan level pivot di 81,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut untuk menguji area support di kisaran 78,20-76,00.
Harga emas pada grafik H4 kembali menguat dan bertahan di atas SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.426. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, bias bullish jangka pendek masih terjaga. Kenaikan lanjutan berpotensi mengarah ke resistance 4.475, kemudian 4.520 hingga 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan harga sempat menembus resistance 58,45, namun gagal bertahan dan berbalik turun cukup tajam. Tekanan jual berlanjut hingga harga menembus area 57,50 yang sebelumnya berperan sebagai support, sehingga level tersebut kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat. Saat ini harga juga bergerak di bawah SMA 50 di kisaran 57,91, menegaskan bahwa bias bearish kembali mendominasi.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot berada di 57,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di kisaran 58,50 hingga 59,30.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil kembali bertahan di atas area SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.431–4.404. Rebound dari koreksi sebelumnya membentuk struktur higher low, sementara RSI bergerak naik dan bertahan di atas level netral 50, mengindikasikan momentum beli yang mulai menguat.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan sinyal pemulihan yang lebih konstruktif setelah harga berhasil bertahan di atas area support 57,19–57,50 dan kembali bergerak di atas SMA 50. Momentum penguatan mendapat konfirmasi dari RSI yang telah menembus garis downtrend-nya, menandakan berakhirnya tekanan jual jangka pendek dan meningkatnya minat beli. Selama harga mampu bertahan di atas area 57,91–57,50, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka dengan potensi pengujian resistance 58,86 hingga 59,42.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih berpotensi bullish pada time frame H4. Selama harga bertahan di atas level pivot 4.370, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.460. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan lanjutan berpotensi menguji zona resistance berikutnya di kisaran 4.460–4.518.
Harga emas pada grafik H4 masih bergerak dalam struktur uptrend jangka menengah, terlihat dari posisi harga yang tetap bertahan di atas trendline naik. Namun, dalam jangka pendek pergerakan cenderung konsolidatif setelah koreksi tajam dari area puncak, dengan harga saat ini masih berada di bawah area resistance 4.343–4.377 sekaligus belum mampu menembus area SMA 50.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish. Kondisi ini terlihat dari struktur lower high yang terbentuk di bawah trendline turun jangka menengah. Harga kembali bergerak di bawah area SMA 50 dan gagal bertahan di atas resistance 57,60–58,03. Hal tersebut mencerminkan lemahnya momentum rebound.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 4.340. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.404. Jika harga berhasil menembus area ini, potensi penguatan selanjutnya mengarah ke resistance 4.438 hingga 4.480.
