FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,68900 – 0,69500
Penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback terus terjadi. Bahkan Aussie diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 16 bulan, imbas data sektor tenaga kerja yang kuat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, sementara angka PMI yang optimis semakin mendukung sentimen. Data awal menunjukkan PMI komposit naik menjadi 55,5 pada Januari, bulan ekspansi ke-16 berturut-turut dan terkuat sejak April 2022. Perbaikan ini mencerminkan pertumbuhan yang lebih cepat di kedua sektor utama, dengan aktivitas manufaktur tumbuh untuk bulan ke-3 berturut-turut dan PMI jasa mengalami kenaikan paling tajam sejak awal 2022. Selain itu, data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran secara tak terduga turun pada Desember ke level terendah dalam 7 bulan. Bersamaan dengan inflasi yang tinggi dan sinyal kebijakan moneter yang semakin ketat dari Bank Sentral, hal ini telah meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga. Saat ini, swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Februari sebesar 54%, naik dari 27% sebelum data tersebut dirilis, dengan peluang lebih dari 80% untuk kenaikan suku bunga pada Mei mendatang. Perhatian kini beralih ke data inflasi triwulanan minggu depan, ukuran pertumbuhan harga yang lebih disukai bank sentral.
Pivot : 0,68764
R1 : 0,69192 S1 : 0,68547
R2 : 0,69409 S2 : 0,68119
R3 : 0,69837 S3 : 0,67902
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 155,600 – 154,600
Awalnya pelemahan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS sempat terjadi, setelah sebelumnya sempat menguat terbatas di awal sesi perdagangan ketika Bank Sentral Jepang memberikan rekomendasi untuk mempertahankan suku bunga. Alasan pelemahan Yen yang tiba-tiba masih belum jelas, membuat para pedagang waspada terhadap kemungkinan intervensi. Bank Sentral Jepang (BOJ) mempertahankan suku bunga kebijakannya di 0,75%, level tertinggi sejak 1995, dan menegaskan kembali kes readiness-nya untuk menaikkan suku bunga jika proyeksi ekonomi dan harga terwujud, setelah merevisi empat dari enam perkiraan inflasi ke atas. Akhirnya Yen menguat cukup bagus, terlebih setelah Gubernur Kazuo Ueda mencatat bahwa besarnya kenaikan harga oleh perusahaan pada bulan April akan menjadi faktor kunci dalam diskusi tentang potensi kenaikan suku bunga. Para pedagang khawatir bahwa Yen dapat melemah lebih lanjut jika bank sentral tidak memberikan sinyal kenaikan suku bunga tambahan, di tengah meningkatnya kekhawatiran fiskal yang telah memicu aksi jual obligasi domestik dan mata uang. Sementara itu, Perdana Menteri Sanae Takaichi membubarkan majelis rendah parlemen, menyiapkan panggung untuk pemilihan umum mendadak pada 8 Februari.
Pivot : 156,841
R1 : 158,072 S1 : 154,464
R2 : 160,449 S2 : 153,233
R3 : 161,680 S3 : 150,856
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3690 – 1.3724
Pounds ditutup menguat pada perdagangan di akhir pekan kemarin. Penguatan mata-uang Poundsterling ditopang oleh data Retail Sales Inggris yang solid. Disatu-sisi narasi “Sell America” kembali terjadi, Dollar AS mencatat pelemahan mingguan terdalam sejak Juni. Indeks dolar turun ke area 97,5, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan arus keluar dari aset AS. Data ekonomi AS memberikan sinyal campuran. Sentimen konsumen meningkat ke level tertinggi dalam beberapa bulan, namun aktivitas bisnis menunjukkan perlambatan ringan di sektor jasa dan manufaktur. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 1.3661 Pivot : 1.3583
R1 : 1.3645 S1 : 1.3544
R2 : 1.3690 S2 : 1.3483
R3 : 1.3724 S3 : 1.3401
EURUSD
Opportunity : Bullish Menuju 1.1890 – 1.1917
Euro ditutup menguat cukup signifikan pada Jumat kemarin. Euro terus menguat setelah ancaman tarif dagang Trump ditangguhkan. Penguatan mata-uang Euro juga didukung oleh narasi “Sell America” kembali terjadi. Dollar AS mencatat pelemahan mingguan terdalam sejak Juni. Indeks dolar turun ke area 97,5, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan arus keluar dari aset AS. Euro menguat ke sekitar $1,181 dan mencatat kenaikan mingguan lebih dari 1%, EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang juga didukung oleh rilis data Bisnis Jerman yang diperkirakan meningkat.
Open : 1.1830 Pivot : 1.1792
R1 : 1.1833 S1 : 1.1768
R2 : 1.1890 S2 : 1.1728
R3 : 1.1917 S3 : 1.1671
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7736 – 0.7690
Swiss Franc kembali menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Penguatan mata-uang Swiss terjadi setelah meredanya ketegangan geopolitik mengenai Greenland. Trump membatalkan ancaman tarif dagang negara-negara Eropa setelah adanya pertemuan Foum Ekonomi di Davos Swiss. Franc Swiss menguat sedangkan Dolkar kembali tertekan akiibat narasi “Sell America” kembali terjadi. Indeks dolar turun ke level terendah sejak Oktober 2025. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 0.7740 Pivot : 0.7838
R1 : 0.7867 S1 : 0.7793
R2 : 0.7914 S2 : 0.7736
R3 : 0.7967 S3. : 0.7690
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.37658 dengan target di 1.37132 dan stop loss di atas 1.38711
USDCAD pada time frame H4 menunjukkan tekanan jual yang cukup agresif dan pagi ini terlihat bertahan di bawah Pivot 1.37298. Kondisi ini mengkonfirmasi perubahan struktur market dari konsolidasi menuju bearish continuation.
Secara struktur, harga membentuk rangkaian lower high dan lower low, menandakan seller masih menguasai pasar. Area 1.37298 – 1.37658 kini berfungsi sebagai resistance zone, sementara support terdekat berada di S1 1.36605 dan S2 1.36245.
Selama harga gagal kembali di atas pivot, peluang rebound cenderung terbatas dan lebih bersifat koreksi teknikal.
Open price :1.36949 Pivot :1.37298
R1 :1.37658 S1 :1.36605
R2 :1.38351 S2 :1.36245
R3 :1.38711 S3 :1.35552
DXY
Opportunity: Bearish Range 97,400 – 97,000
Nasib mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus mengalami pelemahan. Tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) kembali anjlok dan sentuh level terendah 97,425. Kondisi tersebut mendekati level terendah dalam lebih dari 3 bulan karena pasar mata uang mempertahankan keengganan mereka terhadap Dollar AS di tengah kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang tidak dapat diprediksi. Presiden Trump awalnya mengancam negara-negara besar Eropa yang menentang rencananya untuk mengakuisisi Greenland dengan tarif baru, sementara pemerintahannya mengambil sikap keras terhadap Denmark dan anggota NATO lainnya, sebelum kemudian membalikkan arah dan menangguhkan tarif sambil menahan diri untuk tidak mengungkapkan detail perjanjian. Dollar AS juga tertekan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih banyak daripada bank sentral utama lainnya pada tahun 2026 ini. Data dari Conference Board menunjukkan penurunan indikator ekonomi utama AS, dan survei dari UMich menunjukkan revisi ke bawah dalam ekspektasi inflasi. Sebaliknya, BoJ mempertahankan kebijakan moneter yang ketat sementara agregat PMI di Zona Euro menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan serangkaian data dari Inggris mendukung sikap hawkish di Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE.
Pivot : 97,787
R1 : 98,149 S1 : 97,093
R2 : 98,843 S2 : 96,731
R3 : 99,205 S3 : 96,037

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 54,500
Indeks Nikkei 225 naik 0,29% dan ditutup pada 53.847, sementara Indeks Topix yang lebih luas bertambah 0,37% menjadi 3.613 pada hari Jumat, memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya setelah Bank Sentral Jepang mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap di 0,75%, seperti yang diperkirakan secara luas. Bank sentral menegaskan kembali bahwa mereka akan menaikkan suku bunga jika perkembangan ekonomi dan harga sesuai dengan proyeksinya, sementara Gubernur Kazuo Ueda mengatakan para pejabat akan memantau dengan cermat dampak pelemahan yen terhadap inflasi. Keputusan ini diambil saat Jepang bersiap untuk pemilihan umum sela yang dapat membuka jalan bagi peningkatan pengeluaran fiskal di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi. Saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan antara lain Advantest (+3%), Nintendo (+4,5%), JX Advanced (+3,1%), Mitsubishi UFJ (+0,6%), dan Toyota Motor (+1,1%). Saham-saham Jepang juga mendapat dukungan dari kenaikan Wall Street setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan usulan tarif terhadap negara-negara Eropa menyusul kesepakatan kerangka kerja dengan NATO tentang potensi kesepakatan Greenland di masa depan.
Pivot : 50,355
R1 : 50,555 S1 : 50,090
R2 : 50,820 S2 : 49,890
R3 : 51,285 S3 : 49,425
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke area: 26,837
Indeks Hang Seng naik 119 poin, atau 0,45%, dan ditutup pada 26.749 pada hari Jumat, menandai sesi kenaikan ketiga berturut-turut karena saham-saham sektor konsumen dan teknologi mendorong pasar. Sentimen membaik karena indeks berjangka AS bergerak naik, menyusul reli kuat Wall Street pada hari Kamis yang dipicu oleh Presiden Trump yang mengurangi ancaman tarif terhadap barang-barang Eropa dan menolak penggunaan kekerasan di Greenland. Di Tiongkok, saham-saham naik sedikit karena optimisme atas dukungan likuiditas yang berkelanjutan mengimbangi pengawasan regulasi yang lebih ketat yang bertujuan untuk mengekang perdagangan spekulatif. Saham Alibaba Hong Kong naik 2,3% ke level tertinggi hampir tiga bulan karena berencana untuk mendaftarkan unit chip-nya, T-Head. Sementara itu, Xiaomi melonjak hampir 3% setelah meluncurkan program pembelian kembali saham. Pergerakan signifikan lainnya termasuk Zijin Gold Intl. (8,2%), Pop Mart Intl. (6,5%), MTR Corp. (2,9%), dan Kuaishou Tech. (2,8%). Namun, pasar saham menutup pekan dengan penurunan 0,4%, setelah reli sebelumnya, terpukul oleh inflasi Desember yang mencapai level tertinggi enam bulan di angka 1,4% dan kehati-hatian menjelang data perdagangan yang akan dirilis minggu depan.
Pivot : 26,361
R1 : 26,620 S1 : 26,024
R2 : 26,957 S2 : 25,765
R3 : 27,216 S3 : 25,428
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,523 | SL: 25,423 | TP: 26,750
Saham-saham AS ditutup bervariasi pada hari Jumat, dengan S&P 500 naik 0,1%, Nasdaq 100 bertambah 0,3% sementara Dow turun 0,6%, terbebani oleh pelemahan di sektor keuangan dan utilitas sementara saham-saham energi berkinerja lebih baik. Nvidia naik 1,5%, memperluas dukungan untuk Nasdaq setelah laporan bahwa pejabat Tiongkok mengisyaratkan perusahaan teknologi domestik dapat mempersiapkan pesanan untuk chip AI H200-nya, sementara AMD naik 2,3%. Sebaliknya, Intel anjlok 17% setelah mengeluarkan prospek yang lebih lemah dari perkiraan dan menyoroti tantangan operasional yang berkelanjutan, menyeret sentimen semikonduktor yang lebih luas. Di tempat lain, Broadcom turun 1,7%, membatasi potensi kenaikan di sektor teknologi berkapitalisasi besar. Data makro menawarkan sinyal yang beragam, dengan indeks sentimen Universitas Michigan direvisi lebih tinggi ke level tertinggi multi-bulan meskipun PMI S&P Global menunjukkan pendinginan ringan di sektor jasa dan manufaktur. Sepanjang minggu, S&P 500 turun 0,5% dan Dow Jones kehilangan 0,6%, sementara Nasdaq bertambah 0,2%, mencerminkan kehati-hatian yang masih ada setelah volatilitas baru-baru ini.
Pivot : 25,706.83
R1 : 25,784.67 S1 : 25,620.92
R2 : 25,870.58 S2 : 25,543.08
R3 : 26,034.33 S3 : 25,379.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish menguji resistance 5.103, namun waspadai indikator RSI yang mulai overbought bisa memicu profit taking.
Harga emas mencatatkan tonggak sejarah baru dengan menembus level USD 5.000 per troy ounce untuk pertama kalinya pada awal pekan ini. Kenaikan tersebut melanjutkan reli kuat emas yang didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian perdagangan global dan tensi geopolitik yang kembali memanas. Sentimen pasar terguncang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan kontroversial terkait rencana Amerika Serikat untuk mengklaim kedaulatan atas sebagian wilayah Greenland yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Pernyataan ini muncul hanya beberapa hari setelah Trump melunakkan ancamannya mengenai tambahan tarif terhadap sejumlah negara Eropa, sehingga memicu persepsi inkonsistensi kebijakan yang meningkatkan kehati-hatian investor.
Tekanan geopolitik semakin bertambah setelah Trump memperingatkan Kanada bahwa seluruh ekspornya ke AS berpotensi dikenakan tarif hingga 100% apabila Ottawa melanjutkan finalisasi perjanjian dagang dengan China. Ancaman tersebut muncul tidak lama setelah Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan kesepakatan awal dengan China yang mencakup penurunan tarif timbal balik antar kedua negara. Di sisi lain, upaya diplomasi yang dimediasi Amerika Serikat antara Rusia dan Ukraina belum membuahkan hasil signifikan, meskipun kedua pihak sepakat untuk melanjutkan pembicaraan pada putaran berikutnya. Kombinasi risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan global ini mendorong arus dana masuk ke emas, mengukuhkan posisinya sebagai aset lindung nilai utama di tengah meningkatnya volatilitas pasar global.
Pivot : 5.053
R1 5.103 R2 5.135 R3 5.185
S1 5.021 S2 4.971 S3 4.939
Silver
Opportunity : Buy stop di 105.209 dengan target 108.599 dan stop loss di bawah 98.280
XAGUSD masih berada dalam fase bullish yang solid. Pagi ini 26 Januari 2026 harga bergerak stabil di atas Pivot Point 100.574, dan struktur higher high – higher low masih terjaga dengan baik.
Penembusan area R1 105.059 membuka ruang kenaikan menuju R2 107.353, bahkan hingga R3 111.838 jika momentum berlanjut. Selama harga tidak turun dan close di bawah 100.574, koreksi justru menjadi peluang akumulasi buy.
Area 105.059 hingga 100.574 menjadi zona demand utama yang patut diperhatikan.
Open price :104.420 Pivot :100.574
R1 :105.059 S1 :98.280
R2 :107.353 S2 :93.795
R3 :111.838 S3 :91.501
Oil
Opportunity : Bullish selama bertahan di atas 60,00, testing resistance 61,20.
Pergerakan harga minyak global turut dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian hubungan perdagangan internasional yang membayangi pasar. Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai potensi klaim kedaulatan atas wilayah Greenland serta ancaman tarif tinggi terhadap Kanada menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas hubungan ekonomi dan politik global. Risiko eskalasi konflik dagang, khususnya yang melibatkan negara-negara produsen dan konsumen energi utama, meningkatkan persepsi ketidakpastian terhadap prospek permintaan minyak ke depan.
Selain itu, belum tercapainya kesepakatan dalam pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina turut menjaga sentimen hati-hati di pasar energi. Rusia sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia tetap menjadi faktor penting dalam keseimbangan pasokan global, sehingga setiap perkembangan geopolitik di kawasan tersebut terus dipantau pelaku pasar. Meskipun dialog lanjutan direncanakan, absennya terobosan konkret membuat pelaku pasar masih memperhitungkan risiko gangguan pasokan dan volatilitas harga. Dalam kondisi seperti ini, harga minyak cenderung bergerak sensitif terhadap berita geopolitik, dengan pelaku pasar menimbang antara risiko pasokan dan potensi perlambatan permintaan akibat ketegangan perdagangan global.
Pivot: 60,00
R1 62,85 S1 60,00
R2 62,18 S2 59,40
R3 61,20 S3 58,45
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 26 Januari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Pasar Masih Dibayangi Isu Geopolitik & Ketidakpastian The Fed
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 26 Januari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:

















