FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,68900 – 0,68300
Geliat pergerakan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS, nampaknya masih terus dibayangi tekanan. Meski tanda penguatan pada Aussie perlahan – lahan mulai terlihat. Aussie berfluktuasi mendekati level terendah tiga bulan karena Dollar AS yang kembali menguat terus mendominasi pasar mata uang, sementara prospek kebijakan domestik tetap beragam. Risalah rapat kebijakan Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia) bulan Juni menunjukkan para pembuat kebijakan terus melihat risiko kenaikan inflasi dan tetap siap untuk menaikkan suku bunga lagi jika diperlukan, setelah sebelumnya telah menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini. Terlepas dari nada yang cenderung hawkish, penurunan harga minyak sejak rapat tersebut telah meredam ekspektasi pengetatan lebih lanjut, dengan pasar sekarang hanya memberikan probabilitas 15% untuk kenaikan suku bunga pada rapat Agustus. Mereka juga melihat peluang 60% bahwa suku bunga acuan saat ini sebesar 4,35% menandai puncak siklus pengetatan, dengan pemotongan suku bunga pertama diperkirakan baru akan terjadi pada akhir tahun 2027. Sementara itu, Dollar AS secara umum tetap kuat karena data ekonomi AS yang kuat menggarisbawahi ketahanan ekonomi dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Pivot : 0,68981
R1 : 0,69140 S1 : 0,68765
R2 : 0,69356 S2 : 0,68606
R3 : 0,69515 S3 : 0,68390
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 162,500 – 163,000
Nampaknya pergerakan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback sulit untuk bangkit menguat dalam beberapa waktu. Pelemahan Yen sudah sentuh level 162,834, jatuh ke level terendah dalam 4 dekade dan memicu spekulasi bahwa pihak berwenang dapat melakukan intervensi untuk mendukung mata uang tersebut. Para pedagang mengamati libur AS pada hari Jumat sebagai peluang potensial bagi Tokyo untuk membeli Yen, karena likuiditas pasar yang lebih tipis dapat memperkuat dampak intervensi apa pun. Yen kembali berada di bawah tekanan setelah data terbaru menyoroti ketahanan ekonomi AS, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini. Sementara itu, para investor tetap skeptis terhadap kesediaan Bank Sentral Jepang untuk mempercepat pengetatan kebijakan seiring dengan berlanjutnya jalur normalisasi bertahap. Perdagangan carry trade yang terus-menerus dan permintaan safe-haven yang berkelanjutan untuk Dollar AS juga membebani Yen. Selain itu, ketergantungan Jepang yang tinggi pada impor minyak dari Timur Tengah membuat perekonomiannya rentan terhadap potensi gangguan pasokan energi di kawasan tersebut.
Pivot : 162,559
R1 : 162,832 S1 : 162,284
R2 : 163,107 S2 : 162,011
R3 : 163,380 S3 : 161,736
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3325 – 1.3350
Diluar perkiraan, Pounds ditutup menguat pada perdagangan Rabu kemarin. Poundsterling dalam pair GBPUSD berbalik arah dari tekanan awal di kisaran support pada perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (1/7/2026) di tengah kuatnya dolar AS. Poundsterling menguat oleh meredanya kekhawatiran tentang kebijakan fiskal di bawah Andy Burnham, kandidat terdepan untuk menjadi Perdana Menteri Inggris berikutnya, mereda setelah ia berjanji untuk menerapkan disiplin fiskal.
Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyatakan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk menanggapi kenaikan harga minyak dan bahwa inflasi berada di jalur yang tepat untuk kembali ke target 2%, meskipun lebih lambat dari yang diinginkan. Disatu-sisi Indeks Dollar AS (DXY) bertahan di sekitar level 101,20 setelah investor mencerna kombinasi data ekonomi yang cukup kuat dan komentar pejabat Federal Reserve. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang disebabkan akan rilisnya laporan data Tenaga-kerja AS Non-farm payroll yang diperkirakan turun dari angka sebelumnya.
Open : 1.3272 Pivot 1.3263
R1 : 1.3291 S1 : 1.3246
R2 : 1.3325 S2 : 1.3219
R3 : 1.3350 S3 : 1.3188
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1423 – 1.1462
Euro masih mengalami tekanan pada perdagangan Rabu kemarin. EUR/USD masih bergerak di sekitar level 1,1380 setelah inflasi Zona Euro melambat. Inflasi tahunan berdasarkan HICP turun menjadi 2,8% pada Juni dari 3,2% pada Mei dan berada di bawah perkiraan pasar sebesar 3,0%. Inflasi inti juga turun menjadi 2,4% dari 2,6%. Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di sekitar level 101,40. Pergerakan tersebut didukung oleh aktivitas manufaktur Amerika Serikat yang masih berada di zona ekspansi serta imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang yang tetap tinggi. Investor kini menantikan laporan Nonfarm Payroll yang diperkirakan menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap berada di sekitar 4,3%. Hasil laporan tenaga kerja AS diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan pasar keuangan dalam jangka pendek. EUR berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini apabila data Tenaga-kerja AS terealilasi mengalami penurunan.
Open : 1.1375 Pivot : 1.1385
R1 : 1.1399 S1 : 1.1361
R2 : 1.1423 S2 : 1.1333
R3 : 1.1462 S3 : 1.1291
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.8037 – 0.8013
Swiss Franc ditutup melemah terhadap U.S Dollar. Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di sekitar level 101,40. Pergerakan tersebut didukung oleh aktivitas manufaktur Amerika Serikat yang masih berada di zona ekspansi serta imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang yang tetap tinggi. Investor kini menantikan laporan Nonfarm Payroll yang diperkirakan menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap berada di sekitar 4,3%. Hasil laporan tenaga kerja AS diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan pasar keuangan dalam jangka pendek. CHF berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh rilisnya data Inflasi Swiss pada siang nanti dan perkiraan penurunan data Non-farm payroll AS yang rilis malam nanti.
Open : 0.8090 Pivot : 0.8095
R1 : 0.8119 S1 : 0.8071
R2 : 0.8138 S2 : 0.8037
R3 : 0.8169 S3 : 0.8013
DXY
Opportunity: Bullish Range 101,400 – 101,700
Tekanan terbatas melanda pergerakan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Pelemahan tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang sempat merosot sejenak dari level 101,595 ke level 101,412. Hal tersebut terjadi setelah sedikit melemah dari level tertinggi 15 bulan. Sebelumnya pada sesi tersebut setelah Ketua Fed Warsh mengatakan bahwa risiko inflasi lebih rendah. Pernyataan tersebut sejalan dengan penurunan indikator harga manufaktur ISM, yang didukung oleh penurunan harga energi, dan meredam risiko beberapa kenaikan suku bunga Fed tahun ini. Meskipun demikian, sebagian besar pasar tetap mengharapkan pengetatan kebijakan moneter dalam beberapa tingkatan. Data yang dikumpulkan oleh ADP menunjukkan bahwa sektor swasta AS menambah hampir 100.000 lapangan kerja pada bulan Juni, sedikit di bawah ekspektasi pasar tetapi jauh di atas rata-rata tahun ini untuk mempertahankan ruang gerak bagi The Fed untuk membatasi kebijakan moneter. Dolar juga didukung oleh kampanye Warsh untuk mengurangi neraca bank sentral, membatasi pasokan dolar dan berperan dalam mengakhiri perdagangan pelemahan dolar dari awal tahun. Terakhir, spekulasi kenaikan suku bunga ECB mereda di tengah inflasi yang lebih rendah di blok tersebut, sementara kebijakan fiskal Jepang yang lunak menekan yen.
Pivot : 101,399
R1 : 101,608 S1 : 101,203
R2 : 101,804 S2 : 100,994
R3 : 102,013 S3 : 100,798

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 turun 2% menjadi sekitar 69.000 pada hari Kamis, mengakhiri kenaikan selama tiga hari berturut-turut karena mengikuti aksi jual yang dipicu oleh sektor teknologi di Wall Street semalam di tengah kekhawatiran yang masih ada tentang keberlanjutan reli yang didorong oleh AI. Saham-saham terkait chip dan AI memimpin penurunan, dengan kerugian besar dari Kioxia Holdings (-11,4%), Taiyo Yuden (-4,3%), Tokyo Electron (-6,2%), Advantest (-6,7%), dan Fujikura (-6,6%). Sebaliknya, saham-saham keuangan dan konsumen sebagian besar mengalami kenaikan, termasuk Mitsubishi UFJ (1,9%), Mizuho Financial (2,4%), dan Toyota Motor (3,6%). Saham-saham Jepang juga berada di bawah tekanan meskipun terjadi peningkatan aliran minyak melalui Selat Hormuz dan tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan tidak langsung AS-Iran. Sementara itu, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengatakan ekspektasi inflasi telah mereda selama sebulan terakhir, menandakan tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Kamis karena investor tetap berhati-hati menjelang laporan pekerjaan bulan Juni, yang diharapkan memberikan petunjuk baru tentang kondisi pasar tenaga kerja dan prospek suku bunga Federal Reserve. Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan perekrutan sektor swasta melambat lebih dari yang diperkirakan bulan lalu. Ketua Fed Kevin Warsh juga mengatakan ekspektasi inflasi telah mereda selama sebulan terakhir sambil menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga. Dalam perdagangan reguler pada hari Rabu, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,66% karena investor menilai kembali ketahanan reli yang didorong oleh AI, sementara S&P 500 dan Dow Jones masing-masing kehilangan 0,22% dan 0,03%. Saham produsen chip dan memori memimpin penurunan, dengan kerugian besar dari Micron Technology (-10,6%), Sandisk Corp (-10,6%), AMD (-6,9%), Intel (-9%), dan Applied Materials (-10%).
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500
Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Kamis karena investor tetap berhati-hati menjelang laporan pekerjaan bulan Juni, yang diharapkan memberikan petunjuk baru tentang kondisi pasar tenaga kerja dan prospek suku bunga Federal Reserve. Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan perekrutan sektor swasta melambat lebih dari yang diperkirakan bulan lalu. Ketua Fed Kevin Warsh juga mengatakan ekspektasi inflasi telah mereda selama sebulan terakhir sambil menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga. Dalam perdagangan reguler pada hari Rabu, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,66% karena investor menilai kembali ketahanan reli yang didorong oleh AI, sementara S&P 500 dan Dow Jones masing-masing kehilangan 0,22% dan 0,03%. Saham produsen chip dan memori memimpin penurunan, dengan kerugian besar dari Micron Technology (-10,6%), Sandisk Corp (-10,6%), AMD (-6,9%), Intel (-9%), dan Applied Materials (-10%).
Pivot : 29,057.92
R1 : 29,889.08 S1 : 28,291.17
R2 : 30,676.17 S2 : 27,439.67
R3 : 32,294.42 S3 : 25,821.42

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Pergerakan harga diperkirakan masih bergerak sideways dengan kecenderungan bearish untuk kembali menguji level support di 3.942.
Harga emas bergerak menguat dan mampu bertahan di atas level USD 4.000 per troy ounce pada perdagangan Kamis setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam delapan bulan pada awal pekan. Penguatan tersebut didorong oleh pernyataan Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang menyampaikan bahwa ekspektasi inflasi telah mereda dalam sebulan terakhir sehingga belum terdapat urgensi bagi bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Meskipun demikian, Federal Reserve tetap menegaskan komitmennya untuk mengembalikan inflasi ke target yang telah ditetapkan, sehingga prospek kebijakan moneter yang ketat masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Dari sisi data ekonomi, laporan ketenagakerjaan sektor swasta Amerika Serikat yang dirilis pada Rabu menunjukkan perlambatan perekrutan tenaga kerja yang lebih lemah dari ekspektasi pasar. Kondisi ini meningkatkan fokus investor terhadap rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan menjadi indikator penting dalam menilai kekuatan pasar tenaga kerja sekaligus arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan. Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang lebih dari 60% bagi kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve bulan September.
Sentimen positif bagi emas juga datang dari perkembangan di pasar energi. Meningkatnya arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz serta adanya kemajuan dalam pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran mendorong penurunan harga minyak mentah. Pelemahan harga energi tersebut membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi, sehingga turut memberikan dukungan terhadap pergerakan harga emas di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter global.
Pivot : 4.044
R1 4.116 R2 4.169 R3 4.221
S1 3.942 S2 3.886 S3 3.818
Oil
Opportunity : Bearish menuju 65,79.
Harga minyak mentah melanjutkan pelemahannya hingga berada di kisaran USD 68 per barel pada perdagangan Kamis, sekaligus mencatatkan level terendah sejak akhir Februari. Tekanan terhadap harga terutama dipicu oleh meningkatnya pasokan minyak global, seiring pulihnya arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan berkembangnya optimisme atas kemajuan pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa volume pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz telah kembali melampaui 10 juta barel per hari dengan dukungan pengamanan dari militer Amerika Serikat. Di sisi lain, ekspor minyak Uni Emirat Arab telah kembali ke tingkat sebelum konflik melalui berbagai jalur alternatif. Sementara itu, ekspor minyak Iran meningkat hingga melampaui 40 juta barel setelah dicabutnya blokade angkatan laut Amerika Serikat, disertai rekor peningkatan pengiriman minyak Rusia yang mendorong kenaikan signifikan pada persediaan minyak melalui jalur laut.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan diplomatik yang semakin positif. Presiden Donald Trump menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan proses negosiasi, sementara Qatar mengonfirmasi bahwa putaran pembicaraan berikutnya akan segera dilaksanakan. Walaupun demikian, Iran tetap mempertahankan posisinya untuk mengelola kendali administratif maritim di Selat Hormuz. Kombinasi meningkatnya pasokan global dan optimisme terhadap penyelesaian ketegangan geopolitik mendorong tekanan jual pada harga minyak, sekaligus mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dalam jangka pendek.
Pivot: 69,18
R1 69,18 S1 65,79
R2 71,52 S2 63,57
R3 74,69 S3 61,72
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 29 Juni 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Bedah Price Action Emas Jelang Rilis NFP AS
Catat jam dan waktunya ya!
| Kamis, 2 Juli 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:


















