FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Pada hari Rabu, dollar AS menguat, menjauh dari level terendah dalam 11 minggu terakhir. Penguatan ini terjadi di tengah penilaian investor terhadap kondisi ekonomi dan prospek tarif baru, setelah komentar terbaru dari Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, dollar mengalami pelemahan pada hari Selasa akibat data ekonomi yang menunjukkan penurunan tajam dalam kepercayaan konsumen, yang memicu kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi AS dan inflasi yang terus-menerus. Hal ini menyebabkan imbal hasil obligasi Treasury AS turun tajam, dengan imbal hasil 10-tahun mencapai level terendah sejak 11 Desember.
Pergerakan pasar saat ini didorong oleh data ekonomi yang mengecewakan serta ekspektasi terhadap kebijakan tarif baru yang diusulkan Trump. Banyak pelaku pasar memperkirakan pergerakan dollar akan stabil untuk sementara waktu hingga ada kejelasan lebih lanjut terkait tarif tersebut. Indeks dollar, yang mengukur kekuatan dollar terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,21% ke level 106,46, sementara euro turun 0,26% menjadi $1,0486.
Dollar telah turun hampir 4% sejak mencapai level tertinggi dalam dua tahun terakhir pada bulan Januari, dipicu oleh kekhawatiran pertumbuhan ekonomi AS serta tekanan inflasi. Ketidakpastian juga meningkat akibat perubahan tenggat waktu tarif untuk barang dari Kanada dan Meksiko. Di sisi lain, pergerakan mata uang terkait seperti dollar Kanada melemah 0,9% terhadap dollar AS, sementara peso Meksiko menguat 0,3%.
Sementara itu, investor terus memantau prospek pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve, dengan pasar memperkirakan pemotongan sebesar 57 basis poin hingga akhir tahun. Namun, langkah tersebut kemungkinan tidak akan terjadi sebelum rapat Fed bulan Juni, kecuali ada kejutan baru dalam data ekonomi.
Di sisi data ekonomi lainnya, penjualan rumah baru di AS turun 10,5% pada bulan lalu, lebih rendah dari ekspektasi, akibat tingginya suku bunga hipotek dan kondisi cuaca yang ekstrem di beberapa wilayah. Ini menjadi sinyal tambahan bahwa tekanan ekonomi masih terasa di berbagai sektor.
Ketegangan geopolitik, seperti kemungkinan pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia, juga memengaruhi pergerakan pasar. Ukraina mengumumkan kesepakatan awal terkait pendapatan dari sumber daya mineralnya yang melibatkan Amerika Serikat, menjelang kunjungan Presiden Volodymyr Zelenskiy ke Washington.
Dalam perdagangan terhadap yen Jepang, dollar melemah tipis 0,04% menjadi 148,96 setelah sebelumnya sempat turun ke 148,56, level terendah sejak Oktober. Pound Inggris sedikit menguat, didukung oleh pandangan Bank of England bahwa dampak tarif akan bergantung pada gangguan rantai pasok dan bukan hanya pada kenaikan biaya.
Di pasar saham, indeks Dow Jones ditutup melemah 0,43%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat tipis di tengah isu tarif baru dan optimisme terkait kesepakatan AS-Ukraina. Harga minyak mentah turun ke level terendah dalam dua bulan terakhir setelah laporan peningkatan stok minyak AS dan potensi kesepakatan damai Ukraina-Rusia membebani pasar. Minyak mentah AS ditutup turun 0,45% menjadi $68,62 per barel, sementara Brent turun 0,67% menjadi $72,53 per barel.
Harga emas cenderung stabil setelah reli besar-besaran sebelumnya, sementara investor menunggu data inflasi yang akan dirilis pada hari Jumat dan mencerna rencana tarif terbaru dari Trump. Spot emas naik tipis 0,03% ke $2.915,99 per ounce, sementara emas berjangka AS naik 0,33% menjadi $2.914,10 per ounce.
Prospek Harga Emas Hari Kamis (27/02)
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan adanya pola hammer yang terbentuk di dekat support 2.890, yang hampir bertepatan dengan level support kunci di 2.887. Posisi SMA 50 berada di atas harga saat ini dan bertepatan dengan resistance di level 2.924, sehingga menjadi area penting untuk menilai potensi arah pergerakan selanjutnya.
Jika harga mampu menembus level 2.924 dan melewati SMA 50, ada peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance di 2.945 dan 2.956. Sebaliknya, jika harga gagal menembus resistance dan justru turun di bawah 2.887, potensi pelemahan lebih lanjut dapat membawa harga ke support berikutnya di 2.864.
Data Perdagangan pada hari Rabu (26/02)
Open: 2.914,38 High: 2.930,21 Low: 2.890,74 Close: 2.916,78 Range: 39,47
GOLD INTRADAY AREA
R1 2.924 R2 2.945 R3 2.956
S1 2.887 S2 2.877 S3 2.864
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 2.895 |
Profit Target Level | 2.920 |
Stop Loss Level | 2.880 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 2.945 |
Profit Target Level | 2.930 |
Stop Loss Level | 2.957 |
Prospek Harga Minyak Hari Kamis (27/02)
Pergerakan US Oil di time frame H4 menunjukkan bahwa harga saat ini berada dalam tren bearish yang kuat, dengan posisi SMA 50 di atas harga dan berfungsi sebagai resistance dinamis. Support terdekat terlihat di level 68.35, yang berpotensi menjadi area pantulan jika tekanan beli muncul.
Namun, jika harga gagal bertahan di atas level tersebut, support berikutnya berada di 67.68 dan lebih rendah di 67.05. Resistance terdekat adalah 69.26, dan jika harga mampu menembus level ini, potensi kenaikan dapat mengarah ke 69.99 hingga 70.43. RSI di level 27.97 menunjukkan kondisi oversold, memberikan peluang untuk koreksi ke atas sebelum melanjutkan tren turun.
Data perdagangan pada hari Rabu (26/02)
Open: 69,06 High: 69,26 Low: 68,35 Close: 68,75 Range: 0,91
OIL INTRADAY AREA
R1 69,26 R2 69,99 R3 70,43
S1 68,35 S2 67,68 S3 67,05
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 68,40 |
Profit Target Level | 69,25 |
Stop Loss Level | 67,60 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 69,90 |
Profit Target Level | 68,60 |
Stop Loss Level | 70,50 |