FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Pada hari Selasa, dollar AS melemah lebih lanjut setelah data kepercayaan konsumen yang lebih rendah dari perkiraan menekan greenback, sementara imbal hasil obligasi AS yang lebih rendah menambah tekanan. Indeks kepercayaan konsumen Conference Board mencatat penurunan 7 poin, yang merupakan penurunan terbesar sejak Agustus 2021, menjadi 98,3—di bawah proyeksi 102,5 oleh ekonom. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran konsumen terhadap prospek ekonomi di masa depan. Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS 10-tahun turun 8,9 basis poin menjadi 4,304%, level terendah dalam dua setengah bulan, mencerminkan sikap pasar yang defensif.
Dollar melemah terhadap beberapa mata uang utama, termasuk yen Jepang, yang dianggap sebagai safe haven, dengan dollar turun 0,44% menjadi 149,05 yen. Ini mendekati level terendah 4,5 bulan di 148,56 yen. Terhadap franc Swiss, dollar juga turun 0,5% menjadi 0,892, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sembilan minggu di 0,8913. Sementara itu, euro menguat 0,37% menjadi $1,0505, didukung oleh optimisme pengeluaran lebih besar di Jerman pasca pemilu. Namun, kemenangan Friedrich Merz dalam pemilu disertai pernyataan bahwa reformasi “rem utang” tidak akan dilakukan secara cepat, meskipun ada kebutuhan mendesak untuk peningkatan besar dalam pengeluaran militer.
Di sisi perdagangan internasional, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa tarif terhadap Meksiko dan Kanada akan dilanjutkan minggu depan sesuai jadwal. Pernyataan ini memunculkan kekhawatiran baru di kalangan investor terkait dampak tarif terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Peso Meksiko sedikit menguat 0,02% terhadap dollar menjadi 20,468, sementara dollar Kanada melemah 0,27% menjadi C$1,43 per dollar AS. Goldman Sachs mencatat bahwa ada risiko tinggi pengulangan taktik brinkmanship Trump, yang dapat memicu pergerakan harga yang fluktuatif mendekati tenggat waktu pada 4 Maret.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga memberikan pernyataan penting dengan komitmen untuk meningkatkan anggaran pertahanan Inggris menjadi 2,5% dari PDB pada 2027, dengan target mencapai 3% seperti era pasca-Perang Dingin. Langkah ini dianggap sebagai sinyal bagi AS bahwa Inggris siap berkontribusi lebih besar terhadap keamanan Eropa, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah jatuh ke level terendah dua bulan karena kekhawatiran permintaan yang melemah. Minyak Brent turun $1,76 atau 2,4% menjadi $73,02 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun $1,77 atau 2,5% menjadi $68,93 per barel. Harga emas juga turun, dengan kontrak berjangka emas AS turun 1,5% menjadi $2.918,80 per ons, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi $2.956,15 pada hari Senin.
Pasar saham AS ditutup dengan hasil beragam, dengan S&P 500 turun 0,47%, Nasdaq turun 1,35%, sedangkan Dow Jones naik tipis 0,37%. Data ekonomi yang lemah dan ketidakpastian kebijakan Trump, terutama terkait tarif, menambah tekanan pada pasar. Di sisi lain, hasil pemilu Jerman dan pernyataan optimis dari zona euro memberikan dorongan bagi mata uang dan saham Eropa, yang ditutup di wilayah positif. Analis mencatat bahwa pekan ini pasar masih akan fokus pada data inflasi dan laporan pendapatan utama yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang prospek ekonomi global.
Prospek Harga Emas Hari Rabu (26/02)
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga telah menembus garis tren naik (biru), menunjukkan adanya perubahan sentimen ke arah bearish. SMA 50 telah bergerak di atas harga saat ini dan bertepatan dengan area resistance di 2.924, mengindikasikan tekanan jual yang semakin kuat. Resistance berikutnya berada di 2.945 dan 2.956 jika terjadi rebound.
Namun, selama harga tetap di bawah 2.924, kemungkinan besar tren turun akan berlanjut, dengan target support di 2.887, 2.877, dan support kuat di 2.864. Indikator RSI yang berada di level 42 mendukung dominasi bearish, tetapi mendekati zona oversold, sehingga pantulan teknikal juga mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Data Perdagangan pada hari Selasa (25/02)
Open: 2.952,74 High: 2.953,71 Low: 2.888,13 Close: 2.916,00 Range: 65,58
GOLD INTRADAY AREA
R1 2.924 R2 2.945 R3 2.956
S1 2.887 S2 2.877 S3 2.864
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 2.890 |
Profit Target Level | 2.920 |
Stop Loss Level | 2.870 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 2.924 |
Profit Target Level | 2.890 |
Stop Loss Level | 2.945 |
Prospek Harga Minyak Hari Rabu (26/02)
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga dalam tren bearish setelah mengalami penurunan tajam, dengan SMA 50 (garis merah) berada di atas harga saat ini. SMA 50 juga berfungsi sebagai resistance dinamis yang menguatkan tekanan jual.
Support berada di level 68,56, 67,68, dan 67,05, sementara resistance terdekat adalah 69,99, 70,43, dan 70,95. RSI berada di sekitar level 30, mendekati zona oversold, yang mungkin memicu koreksi teknikal sementara. Jika harga memantul ke atas, kemungkinan besar akan tertahan di area resistance sebelum melanjutkan penurunan menuju support lebih rendah
Data perdagangan pada hari Selasa (25/02)
Open: 70,90 High: 71,22 Low: 68,66 Close: 69,31 Range: 2,56
OIL INTRADAY AREA
R1 69,99 R2 70,43 R3 70,95
S1 68,56 S2 67,68 S3 67,05
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 67,70 |
Profit Target Level | 68,50 |
Stop Loss Level | 67,00 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 69,90 |
Profit Target Level | 68,60 |
Stop Loss Level | 71,00 |