FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Euro melemah setelah reli singkat pada Senin, seiring fokus pasar beralih dari kemenangan partai konservatif Jerman dalam pemilu menuju seberapa cepat pembentukan pemerintahan koalisi dapat dilakukan. Friedrich Merz dipastikan menjadi Kanselir Jerman setelah partainya menang dalam pemilu pada hari Minggu, namun pembicaraan koalisi diperkirakan akan sulit. Ia juga kemungkinan menghadapi parlemen yang lebih sulit karena lonjakan suara untuk partai sayap kanan dan kiri.
Merz telah memulai diskusi dengan partai-partai lain untuk melonggarkan aturan “debt break” yang membatasi defisit anggaran hingga 0,35% dari output nasional, bahkan sebelum parlemen baru resmi dilantik. Kebijakan ini dipandang penting, tidak hanya untuk Jerman tetapi juga untuk Eropa secara keseluruhan. Salah satu implikasinya adalah potensi peningkatan pengeluaran pertahanan Eropa melalui penerbitan obligasi kolektif.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat mendekati kesepakatan mineral dengan Ukraina. Hal ini disampaikan setelah Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan pembicaraan yang mencakup prospek penyelesaian perang di Ukraina, meskipun terdapat perbedaan tajam terkait pendekatan yang akan diambil.
Di pasar mata uang, indeks dollar melemah 0,07% ke level 106,57, setelah sebelumnya sempat mencapai level terendah sejak Desember di 106,12. Indeks ini telah turun lebih dari 3% sejak mencapai puncaknya dalam dua tahun terakhir pada Januari. Euro naik 0,19% menjadi $1,0478 setelah sempat mencapai level tertinggi satu bulan di $1,0528. Namun, aksi jual teknikal terjadi setelah euro dan mata uang lainnya mengalami kenaikan signifikan.
Data ekonomi Jerman menunjukkan stagnasi tak terduga pada Februari, di mana indeks iklim bisnis Ifo tetap datar di angka 85,2. Ini mencerminkan sentimen bisnis yang masih lemah, meskipun data Januari sedikit direvisi naik.
Di AS, kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi mulai meningkat, diperparah oleh tenggat waktu tarif terhadap Kanada dan Meksiko yang semakin dekat. Investor juga waspada terhadap dampak kebijakan pasar tenaga kerja yang baru. Data inflasi AS yang akan dirilis Jumat dan sejumlah pidato pejabat Federal Reserve sepanjang minggu ini menjadi sorotan utama pasar.
Di sisi lain, dollar menguat terhadap yen Jepang sebesar 0,31% ke 149,76, sementara pound sterling menguat tipis 0,04% menjadi $1,2634 setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dua bulan di $1,269. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dijadwalkan bertemu Trump pekan ini untuk membahas potensi kesepakatan damai dengan Rusia, serta memastikan keterlibatan Eropa dalam memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina.
Di pasar saham, Wall Street mengalami hari yang beragam dengan indeks S&P 500 turun 0,53% dan Nasdaq turun 1,19%, sementara Dow Jones naik tipis 0,08%. Kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi AS, valuasi saham, dan ketegangan geopolitik terus membebani pasar, meskipun hasil pemilu Jerman memberikan dorongan positif bagi saham Jerman dan euro.
Di pasar komoditas, harga emas naik 0,5% ke $2.950,80 per ons, memperpanjang rekor kenaikannya. Namun, harga minyak bergerak ke arah berlawanan di tengah spekulasi bahwa potensi kesepakatan damai di Ukraina dapat menyebabkan pelonggaran sanksi terhadap Rusia dan meningkatkan ekspor bahan bakar negara tersebut. Brent ditutup naik 0,47% menjadi $74,78 per barel, sementara minyak mentah AS naik 0,43% menjadi $70,70 per barel.
Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun 1,8 basis poin ke 4,402% pada akhir perdagangan Jumat, mencerminkan pergerakan pasar obligasi yang lebih hati-hati.
Prospek Harga Emas Hari Selasa (25/02)
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren bullish yang didukung oleh posisi harga di atas SMA 50. Level resistance kunci ditentukan oleh Fibonacci Expansion (FE), yaitu FE 61.8 di 2.954, FE 100.0 di 2.969, dan FE 161.8 di 2.995. Saat ini harga bergerak mendekati FE 61.8 di 2.954, dengan potensi breakout ke arah FE 100.0 di 2.969. Jika momentum tetap terjaga, target akhir berada di FE 161.8 di 2.995.
Support terdekat terlihat pada area 2.930, 2.919, dan 2.906. Dengan RSI di level 59, harga memiliki ruang untuk melanjutkan tren naik tanpa memasuki kondisi overbought.
Data Perdagangan pada hari Senin (24/02)
Open: 2.934,71 High: 2.956,18 Low: 2.921,18 Close: 2.951,63 Range: 35,00
GOLD INTRADAY AREA
R1 2.954 R2 2.969 R3 2.995
S1 2.930 S2 2.919 S3 2.906
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 2.930 |
Profit Target Level | 2.953 |
Stop Loss Level | 2.918 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 2.954 |
Profit Target Level | 2.925 |
Stop Loss Level | 2.970 |
Prospek Harga Minyak Hari Selasa (25/02)
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tren bearish yang kuat dengan harga berada di bawah moving average. Harga saat ini sedang menguji resistance di area 70,95, yang berpotensi menjadi titik pembalikan ke bawah.
Jika harga gagal menembus resistance ini, kemungkinan besar akan melanjutkan penurunan menuju level support di 69,99, 69,30, dan 68,56. RSI berada di level 44, menunjukkan momentum bearish yang masih dominan namun belum oversold. Tren turun tetap terkonfirmasi selama harga tidak menembus resistance utama di atas 71,71.
Data perdagangan pada hari Senin (24/02)
Open: 70,06 High: 70,90 Low: 69,99 Close: 70,81 Range: 0,91
OIL INTRADAY AREA
R1 70,95 R2 71,71 R3 72,44
S1 69,99 S2 69,30 S3 68,56
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 70,00 |
Profit Target Level | 70,90 |
Stop Loss Level | 69,30 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 71,70 |
Profit Target Level | 70,20 |
Stop Loss Level | 72,50 |