FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Euro melemah pada hari Jumat setelah pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden AS Donald Trump berakhir dengan ketegangan, menghancurkan harapan akan tercapainya kesepakatan damai dalam konflik Rusia-Ukraina dalam waktu dekat.
Dalam pertemuan tersebut, Trump dan Zelenskiy saling bertukar kritik, meskipun tujuan utama pertemuan itu adalah untuk memperkuat posisi Ukraina dalam upayanya mendapatkan dukungan dari AS terhadap invasi Rusia yang terjadi tiga tahun lalu. Pertemuan ini berakhir tanpa adanya kesepakatan antara kedua negara mengenai pengembangan bersama sumber daya alam. Ketidakpastian geopolitik ini semakin menambah tekanan pada pasar global, yang sebelumnya menunjukkan harapan akan kemajuan dalam proses perdamaian atau gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.
Setelah pertemuan tersebut, euro turun 0,29% menjadi $1,0367, menyentuh level terendah sejak 12 Februari. Meskipun sempat menunjukkan stabilisasi dalam beberapa pekan terakhir karena optimisme kesepakatan damai, ketegangan terbaru ini membuat sentimen pasar kembali negatif.
Sementara itu, data ekonomi AS menunjukkan inflasi sesuai dengan ekspektasi, dengan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) meningkat 0,3% pada Januari. Namun, pengeluaran konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS, mengalami penurunan 0,2% setelah kenaikan 0,8% pada Desember. Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi di bulan-bulan mendatang.
Dollar AS menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya, dengan indeks dollar naik 0,23% menjadi 107,61. Meskipun demikian, dollar mencatatkan penurunan bulanan terbesar sejak September, seiring dengan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juni mendatang. Pejabat Fed menyatakan bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga stabil hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai dampak tarif dan perlambatan ekonomi.
Di sisi lain, pasar saham AS mencatat kenaikan pada akhir sesi perdagangan Jumat. Dow Jones naik sekitar 1,4%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing meningkat 1,6%. Namun, volatilitas pasar tetap tinggi karena meningkatnya risiko geopolitik serta ancaman tarif baru yang diumumkan oleh Trump. Selama Februari, S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan penurunan bulanan terburuk masing-masing sejak April 2024 dan September 2023, sementara Dow turun 2,2%.
Harga emas juga tertekan akibat penguatan dollar dan ketegangan politik antara Trump dan Zelenskiy. Spot emas turun 0,7% menjadi $2.857,45 per ons, sementara kontrak berjangka emas untuk pengiriman April turun 0,9%. Meskipun melemah selama pekan ini, harga emas tetap mencatat kenaikan bulanan di tengah ketidakpastian global.
Harga minyak mentah turut mencatat penurunan pada hari Jumat, dengan Brent Crude ditutup pada $73,18 per barel, turun 1,16%, dan WTI ditutup pada $69,76 per barel, melemah 0,84%. Ini menandai penurunan bulanan pertama sejak November. Ketegangan yang terjadi selama pertemuan Trump dan Zelenskiy, di mana isu kesepakatan gencatan senjata dibahas, menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen pasar minyak. Di samping itu, pasar juga mencermati langkah Washington terkait tarif baru dan keputusan Irak untuk melanjutkan ekspor minyak dari wilayah Kurdistan.
Prospek Harga Emas Hari Senin (03/03)
Harga emas sebelumnya mengalami tren penurunan yang signifikan, di mana tekanan jual mendorong harga turun dari level tertinggi sebelumnya hingga menyentuh titik terendah di 2,832. Level ini menjadi area support kuat yang berhasil menahan tekanan lebih lanjut dan memicu respons beli, sehingga harga mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Setelah membentuk support di 2,832, harga emas berhasil menembus resistance awal di 2,857, yang kini berfungsi sebagai support baru. Saat ini, harga berada di bawah garis SMA 50 pada timeframe 4 jam, yang menunjukkan bahwa tren secara keseluruhan masih bearish. Namun, jika momentum bullish berlanjut dan harga mampu menembus SMA 50 serta resistance di 2,888, potensi pergerakan ke level $2,904 atau bahkan lebih tinggi akan semakin terbuka.
Sebaliknya, jika harga gagal bertahan di atas 2,857, maka kemungkinan besar harga akan kembali menguji support di 2,832, dan tren bearish akan kembali mendominasi.
Data Perdagangan pada hari Jumat (28/02)
Open: 2.877,28 High: 2.885,14 Low: 2.832,49 Close: 2.856,93 Range: 52,65
GOLD INTRADAY AREA
R1 2.864 R2 2.877 R3 2.888
S1 2.832 S2 2.824 S3 2.813
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 2.860 |
Profit Target Level | 2.885 |
Stop Loss Level | 2.850 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 2.888 |
Profit Target Level | 2.865 |
Stop Loss Level | 2.905 |
Prospek Harga Minyak Hari Senin (03/03)
Pergerakan US Oil saat ini berada dalam tren turun yang terlihat dari posisi harga di bawah SMA 50 dan garis tren turun (trend line biru). Setelah menyentuh support kuat di level 68.35, harga mengalami rebound dan bergerak menuju resistance terdekat di 70.43. Jika harga berhasil menembus level resistance ini, ada potensi untuk melanjutkan kenaikan ke resistance berikutnya di 70.95 atau bahkan 71.61.
Sebaliknya, jika harga gagal menembus resistance 70.43 dan berbalik melemah, kemungkinan besar harga akan kembali menguji support di 69.26. Penembusan di bawah 69.26 dapat membuka jalan menuju support berikutnya di 68.78 atau 67.68. Indikator RSI yang berada di sekitar level netral menunjukkan bahwa momentum belum menunjukkan arah yang jelas, sehingga konfirmasi dari level resistance atau support sangat penting untuk menentukan pergerakan selanjutnya.
Data perdagangan pada hari Jumat (28/02)
Open: 70,08 High: 70,26 Low: 69,13 Close: 70,02 Range: 1,13
OIL INTRADAY AREA
R1 70,43 R2 70,95 R3 71,61
S1 69,26 S2 68,35 S3 67,68
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 69,26 |
Profit Target Level | 70,30 |
Stop Loss Level | 68,30 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 70,43 |
Profit Target Level | 69,30 |
Stop Loss Level | 71,00 |