FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Euro melonjak ke level tertinggi tiga bulan terhadap dollar AS pada Selasa setelah partai-partai politik Jerman, termasuk kubu konservatif CDU/CSU dan Sosial Demokrat, mengumumkan usulan pembentukan dana infrastruktur senilai 500 miliar euro serta rencana revisi aturan pinjaman untuk meningkatkan belanja pertahanan.
Pemimpin CDU/CSU Friedrich Merz menyatakan bahwa kelompok parlemen akan mengajukan usulan amandemen konstitusi minggu depan ke Bundestag, yang memungkinkan pengeluaran pertahanan di atas 1% dari output ekonomi tidak akan terikat pada aturan pembatasan utang. Analis menyambut baik langkah ini, yang dilihat sebagai tanda keseriusan Jerman terhadap pertahanan dan belanja infrastruktur. Euro naik 1,2% ke $1,0611 setelah sempat menyentuh $1,0623, tertinggi sejak Desember. Terhadap yen, euro juga mencapai level tertinggi dua minggu di 158,64 yen.
Kabar bahwa pemerintahan Trump dan Ukraina berencana menandatangani kesepakatan mineral pada Selasa turut memperkuat posisi euro. Kesepakatan tersebut dipandang sebagai langkah menuju perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Namun, isi kesepakatan itu belum sepenuhnya jelas, terutama terkait jaminan keamanan untuk Ukraina.
Sementara itu, perhatian investor tetap tertuju pada kebijakan tarif perdagangan AS. Presiden Donald Trump resmi memberlakukan tarif 25% pada barang dari Kanada dan Meksiko, serta menggandakan tarif pada produk China menjadi 20%. Langkah ini memicu balasan dari negara-negara tersebut. Kanada dan China mengumumkan tarif tambahan atas produk AS, sedangkan Meksiko diperkirakan segera menyusul.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut tarif AS “sangat bodoh” dan mengumumkan langkah pembalasan segera terhadap sekutu terdekatnya itu. Kebijakan tarif ini memicu kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global, dengan investor semakin yakin bahwa langkah Trump akan berdampak buruk pada inflasi dan produktivitas. Indeks dollar AS turun 0,9%, mencapai level terendah sejak Desember, mencerminkan pelemahan mata uang tersebut terhadap berbagai rivalnya, termasuk euro, franc Swiss, dan sterling.
Pasar saham AS terpukul oleh eskalasi tarif, dengan Dow Jones Industrial Average turun 670,25 poin (1,55%) ke 42.520,99, S&P 500 turun 71,57 poin (1,22%) ke 5.778,15, dan Nasdaq turun 65,03 poin (0,35%) ke 18.285,16.
Harga minyak juga melemah setelah laporan bahwa OPEC+ berencana meningkatkan produksi mulai April. Brent crude turun 0,8% menjadi $71,04 per barel setelah sempat menyentuh level terendah $69,75. WTI turun tipis 0,2% menjadi $68,26 per barel, setelah sebelumnya menyentuh $66,77, level terendah sejak November.
Sebaliknya, harga emas justru menguat signifikan, didukung oleh melemahnya dollar AS dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven di tengah ketegangan perdagangan global. Spot gold naik 0,6% menjadi $2.911,88 per ounce, sementara emas berjangka AS ditutup 0,7% lebih tinggi di $2.920,60 per ounce. Sepanjang tahun ini, emas telah mencatat kenaikan hampir 11% dan mencapai rekor tertinggi $2.956,15 pada 24 Februari.
Investor kini menantikan pidato Trump di Kongres pada Selasa malam serta laporan nonfarm payrolls AS pada Jumat untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi dan arah kebijakan Federal Reserve.
Prospek Harga Emas Hari Rabu (05/03)
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan bahwa pasangan XAU/USD menunjukkan pemulihan dari tren turun sebelumnya, yang terlihat dari garis tren menurun (biru) yang telah ditembus. Saat ini, harga berada di antara level support di 2.896 (yang sebelumnya merupakan resistance) dan resistance di 2.930. Resistance 2.930 saat ini menjadi penghalang utama untuk kelanjutan tren bullish.
Posisi SMA 50 menunjukkan bahwa harga telah kembali berada di atas garis ini, yang menandakan potensi pembalikan tren menjadi bullish jika harga mampu mempertahankan posisinya di atas SMA 50. SMA 50 juga memberikan support dinamis yang dapat memperkuat level 2.896 sebagai area kunci.
Jika harga berhasil menembus resistance 2.930, ada peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju level resistance berikutnya di 2.946 dan 2.957. Sebaliknya, jika harga gagal menembus 2.930, ada kemungkinan koreksi kembali ke level support 2.896 atau bahkan lebih rendah. Tren jangka pendek saat ini cenderung bullish, didukung oleh RSI yang mengarah ke zona positif, tetapi perlu penembusan 2.930 untuk melanjutkan tren bullish-nya.
Data Perdagangan pada hari Selasa (04/03)
Open: 2.892,07 High: 2.927,91 Low: 2.881,84 Close: 2.915,27 Range: 46,07
GOLD INTRADAY AREA
R1 2.930 R2 2.946 R3 2.957
S1 2.898 S2 2.877 S3 2.858
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 2.898 |
Profit Target Level | 2.925 |
Stop Loss Level | 2.875 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 2.946 |
Profit Target Level | 2.915 |
Stop Loss Level | 2.960 |
Prospek Harga Minyak Hari Rabu (05/03)
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat bahwa harga saat ini berada di bawah SMA 50, yang menunjukkan bahwa tren jangka pendek masih bearish. Harga saat ini masih bergerak di bawah resistance terdekat di 68,56. Jika harga gagal menembus resistance ini, ada peluang untuk melanjutkan tren turun menuju support berikutnya di 66,75 dan 66,25.
Indikator RSI menunjukkan adanya sedikit divergence bullish, karena RSI membentuk pola naik sementara harga masih cenderung turun. Ini dapat memberikan peluang untuk koreksi ke atas dalam jangka pendek, namun selama harga tetap di bawah SMA 50, tekanan bearish tetap dominan.
Jika harga berhasil menembus resistance 68,56, potensi kenaikan menuju resistance berikutnya di 69,13 dan 69,83 akan terbuka. Namun, jika support di 66,75 ditembus, tren bearish kemungkinan berlanjut dengan target ke level support yang lebih rendah.
Data perdagangan pada hari Selasa (04/03)
Open: 68,43 High: 68,53 Low: 66,75 Close: 67,67 Range: 1,78
OIL INTRADAY AREA
R1 68,56 R2 69,13 R3 69,83
S1 66,75 S2 66,25 S3 65,25
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 66,75 |
Profit Target Level | 68,00 |
Stop Loss Level | 66,00 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 68,50 |
Profit Target Level | 66,80 |
Stop Loss Level | 69,20 |