FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Euro membuka perdagangan di Asia pada awal pekan dengan posisi yang lebih tinggi, menyusul kemenangan konservatif CDU/CSU dalam pemilu Jerman. Pasangan euro/dolar AS mencapai level tertinggi $1.05 sebelum stabil di $1.0481, naik 0,2% dibandingkan penutupan Jumat lalu. Pasar kini menanti pembentukan koalisi pemerintah yang mampu membawa reformasi fiskal yang dibutuhkan oleh ekonomi Jerman yang lesu. Beberapa analis menilai koalisi yang melibatkan CDU, SPD, dan Partai Hijau berpotensi menjadi yang paling ramah pasar, sementara hasil pemilu menunjukkan Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) yang anti-reformasi tidak mencatat hasil di luar perkiraan, memberikan sentimen positif bagi prospek kebijakan fiskal.
Fokus utama pasar adalah apakah Jerman dapat mereformasi “debt brake,” aturan yang membatasi defisit struktural anggaran pada 0,35% dari output. Ekonomi Jerman, yang sebelumnya menjadi kekuatan utama Eropa, mengalami kontraksi untuk tahun kedua berturut-turut pada 2024. Banyak pihak menyalahkan aturan ini atas kurangnya investasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun pasar melihat ruang terbatas untuk reformasi, ekspektasi terhadap peningkatan belanja, terutama untuk pertahanan, telah meningkat seiring dengan urgensi yang dirasakan di Eropa. Hasil pemilu ini juga akan memengaruhi persepsi pasar mengenai bagaimana Eropa dapat mendanai penguatan kapasitas pertahanannya.
Di pasar obligasi, spread imbal hasil obligasi jangka panjang Jerman mendekati level tertinggi sejak 2022, mencerminkan ketidakpastian. Reformasi debt brake berpotensi memberikan dukungan bagi saham zona euro dan nilai euro, yang sebelumnya turun ke $1.01 akibat kekhawatiran tarif AS. Indeks STOXX 600, yang mencerminkan kinerja pasar saham Eropa, mencatat rekor tertinggi baru-baru ini, meskipun tetap diperdagangkan dengan diskon tajam dibandingkan pasar AS. Saham midcap domestik Jerman juga berpotensi mengungguli indeks blue-chip DAX yang lebih fokus pada ekspor, terutama jika sentimen positif terhadap ekonomi domestik meningkat.
Ketidakpastian masih membayangi seputar koalisi pemerintahan. Jika CDU/CSU tidak mendapatkan suara mayoritas bersama SPD, keterlibatan pihak ketiga seperti Partai Hijau atau FDP mungkin diperlukan, yang dapat memperpanjang proses pembentukan pemerintahan. Hal ini menambah risiko volatilitas di pasar, terutama jika partai-partai seperti FDP, yang menentang reformasi debt brake, berhasil masuk ke parlemen.
Sementara itu, di pasar AS, saham-saham utama anjlok pada Jumat setelah data ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi dan inflasi yang terus berlanjut. Dow Jones mencatat penurunan terbesar tahun ini dengan kehilangan 748 poin, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 1,7% dan 2,1%. Sentimen konsumen juga melemah, dengan indeks keyakinan konsumen Universitas Michigan turun menjadi 64,7 akibat kekhawatiran inflasi yang diproyeksikan mencapai 4,3% dalam setahun ke depan. Penurunan ini diperburuk oleh prospek suram dari beberapa perusahaan besar dan kekhawatiran dampak kebijakan tarif AS.
Di pasar komoditas, harga emas sedikit melemah pada Jumat karena aksi ambil untung setelah menyentuh rekor tertinggi sebelumnya. Namun, logam mulia ini masih mencatat kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut didukung oleh permintaan aset aman di tengah kekhawatiran pasar global. Harga spot emas turun 0,1% menjadi $2.939,63 per ounce, sementara kontrak berjangka AS turun tipis menjadi $2.953,20.
Harga minyak mentah juga melemah, mencatat penurunan mingguan di tengah berkurangnya risiko geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian mengenai potensi kesepakatan damai di Ukraina. Brent ditutup di $74,43 per barel, turun 2,68%, sedangkan WTI turun 2,87% menjadi $70,40 per barel. Penurunan ini terjadi meskipun pasar tetap memperhatikan pergerakan geopolitik global.
Prospek Harga Emas Hari Senin (24/02)
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren bullish, dengan harga bergerak di atas SMA 50, yang menunjukkan momentum positif. Harga saat ini berada di area konsolidasi di atas support sekitar 2.919, 2.906, dan 2.893, sementara resistance terdekat berada di 2.951, 2.963, dan target berikutnya di 2.991 sesuai dengan ekstensi Fibonacci 100%.
Pola higher low yang terbentuk memberikan indikasi kelanjutan tren naik. Indikator RSI menunjukkan angka 54,82, yang mencerminkan kondisi netral cenderung bullish tanpa tanda-tanda overbought. Jika harga tetap di atas support kritis dan mampu menembus resistance, potensi kenaikan menuju target Fibonacci cukup kuat.
Data Perdagangan pada hari Jumat (21/02)
Open: 2.938,78 High: 2.949,80 Low: 2.916,64 Close: 2.936,33 Range: 33,16
GOLD INTRADAY AREA
R1 2.951 R2 2.963 R3 2.991
S1 2.919 S2 2.906 S3 2.893
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 2.921 |
Profit Target Level | 2.945 |
Stop Loss Level | 2.904 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 2.950 |
Profit Target Level | 2.925 |
Stop Loss Level | 2.965 |
Prospek Harga Minyak Hari Senin (24/02)
Pergerakan US Oil di time frame H4 menunjukkan tren bearish yang dominan. Harga bergerak di bawah SMA 50, menunjukkan tekanan jual yang kuat. Saat ini, harga telah menembus level support di 70,95, dengan target penurunan berikutnya pada area support 69,30, 68,56, dan 67,68. RSI berada di level 30.43, mendekati kondisi oversold, tetapi belum ada indikasi pembalikan arah.
Jika tekanan jual berlanjut, kemungkinan besar harga akan mencapai support lebih rendah, sementara resistance terdekat berada di 70,95, 71,71 dan 72,44. Momentum saat ini lebih condong ke arah bearish.
Data perdagangan pada hari Jumat (21/02)
Open: 72,55 High: 72,74 Low: 70,15 Close: 70,20 Range: 2,59
OIL INTRADAY AREA
R1 70,95 R2 71,71 R3 72,44
S1 69,30 S2 68,56 S3 67,68
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 69,30 |
Profit Target Level | 70,50 |
Stop Loss Level | 68,50 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 70,90 |
Profit Target Level | 69,60 |
Stop Loss Level | 71,75 |