FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Pada Jumat, euro menguat setelah tercapainya kesepakatan fiskal oleh partai-partai di Jerman yang bertujuan meningkatkan pengeluaran pertahanan dan memulihkan pertumbuhan ekonomi di negara terbesar di Eropa tersebut. Kesepakatan ini melibatkan rencana peminjaman besar-besaran dan diperkirakan akan disetujui oleh parlemen pekan depan. Paket tersebut mencakup dana senilai 500 miliar euro untuk infrastruktur serta perubahan besar pada aturan peminjaman.
Mata uang euro menguat 0,27% terhadap dollar AS menjadi $1,0876, sementara terhadap pound Inggris naik 0,48% menjadi 84,105 pence, dan terhadap franc Swiss meningkat 0,62% menjadi 0,9626. Penguatan ini juga tercermin dalam dua pekan berturut-turut terhadap dollar, pound, dan franc. Beberapa analis memperkirakan prospek belanja fiskal Jerman akan mendukung penguatan euro, khususnya terhadap franc Swiss dan pound Inggris.
Dollar AS melemah terhadap euro namun menguat terhadap franc Swiss dan yen Jepang, didukung oleh keyakinan bahwa pemerintah AS akan menghindari penutupan operasional akhir pekan ini. Data ekonomi menunjukkan ekspektasi inflasi AS meningkat menjadi 4,9% pada Maret dari 4,3% di Februari, yang mengindikasikan Federal Reserve kemungkinan akan bersikap hati-hati dalam menurunkan suku bunga.
Di sisi lain, pound sterling melemah 0,15% terhadap dollar AS menjadi $1,2931 setelah data menunjukkan ekonomi Inggris secara tak terduga menyusut 0,1% pada Januari. Namun, pound masih bertahan di dekat level tertinggi empat bulan yang dicapai pada awal pekan ini.
Indeks dollar AS, yang mengukur kekuatan dollar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,08% menjadi 103,75. Penurunan ini mencerminkan pelemahan selama dua pekan berturut-turut, di tengah kekhawatiran atas tarif dan pengurangan stimulus fiskal di AS.
Sementara itu, dollar Kanada menguat 0,51% terhadap dollar AS menjadi C$1,44, setelah pernyataan perdana menteri baru Kanada bahwa ia siap bekerja sama dengan Presiden AS, meskipun terdapat ancaman tarif yang dapat memengaruhi ekonomi Kanada secara signifikan.
Di pasar komoditas, harga emas mencatat rekor baru dengan menembus level $3.000 per ons untuk pertama kalinya, sebelum kembali turun tipis menjadi $2.986,26 karena aksi ambil untung. Investor beralih ke emas sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh perang tarif.
Harga minyak mentah juga mengalami rebound sebesar 1% pada Jumat, dengan Brent ditutup pada $70,58 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) pada $67,18 per barel. Meski sempat bergejolak, harga minyak mentah berakhir pekan tanpa perubahan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya, karena investor terus menganalisis dampak perang Ukraina terhadap pasokan energi global.
Di pasar saham AS, indeks S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq ditutup menguat masing-masing 2,1%, 674 poin, dan 2,5% pada Jumat, didukung oleh berkurangnya kekhawatiran terhadap penutupan pemerintahan dan ketahanan investor terhadap data sentimen konsumen yang lemah. Namun, secara mingguan, S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan lebih dari 2%, sementara Dow Jones merosot 3,1%, menjadi performa mingguan terburuk sejak Maret 2023.
Prospek Harga Emas Hari Senin (17/03)
Harga emas saat ini berada di area pivot point (PP) pada level 2.988,72, mencerminkan bahwa pasar sedang mencari arah pergerakan selanjutnya. Jika harga mampu menembus resistance di level R1 (2.999,16), peluang untuk melanjutkan tren bullish semakin besar, dengan target kenaikan berikutnya berada di level R2 (3.015,46) dan R3 (3.025,90). Sebaliknya, apabila harga gagal menembus level R1, ada potensi koreksi ke bawah menuju level support S1 (2.972,42) atau bahkan ke S2 (2.961,98).
Indikator RSI yang mendekati area overbought mengindikasikan kemungkinan adanya koreksi harga dalam waktu dekat. Sementara itu, garis trendline biru pada grafik menunjukkan bahwa tren naik masih valid selama harga bertahan di atas level support S2 dan tidak menembus garis trendline tersebut. Oleh karena itu, level pivot saat ini menjadi area krusial dalam menentukan arah pergerakan harga berikutnya. Jika harga mampu bertahan di atas level pivot, tren naik masih berpeluang berlanjut. Namun, jika terjadi penurunan signifikan di bawah level pivot, tekanan bearish kemungkinan akan semakin meningkat.
Data Perdagangan pada hari Jumat (14/03)
Open: 2.987,85 High: 3.005,03 Low: 2.978,29 Close: 2.982,85 Range: 26,74
GOLD INTRADAY AREA
R1 2.999,16 R2 3.015,46 R3 3.025,90
S1 2.972,42 S2 2.961,98 S3 2.945,68
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 2.990 |
Profit Target Level | 3.010 |
Stop Loss Level | 2.970 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 3.015 |
Profit Target Level | 2.990 |
Stop Loss Level | 3.026 |
Prospek Harga Minyak Hari Senin (17/03)
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan bahwa harga saat ini berada dalam tren turun, ditandai dengan keberadaan garis downtrend biru. Namun, jika harga mampu menembus resistance di 67,70, hal ini akan mematahkan tren turun dan membuka peluang untuk kelanjutan pergerakan bullish menuju resistance berikutnya di 68,53 atau bahkan 69,13.
Sebaliknya, jika harga tetap tertahan di bawah resistance 67,70, tren turun kemungkinan berlanjut dengan target ke area support di 66,30 atau lebih rendah menuju 65,82.
Data perdagangan pada hari Jumat (14/03)
Open: 66,45 High: 67,16 Low: 66,30 Close: 66,88 Range: 0,86
OIL INTRADAY AREA
R1 67,70 R2 68,53 R3 69,13
S1 66,30 S2 65,82 S3 65,21
OPEN POSITION | BUY |
Price Level | 66,50 |
Profit Target Level | 67,50 |
Stop Loss Level | 65,80 |
OPEN POSITION | SELL |
Price Level | 68,50 |
Profit Target Level | 67,80 |
Stop Loss Level | 69,15 |