Kenaikan Harga Minyak Dorong Sentimen Positif Pasar
Kenaikan harga minyak menjadi pendorong utama penguatan pasar keuangan global pada awal pekan. Saham-saham sektor energi mencatat kenaikan signifikan seiring investor merespons relatif tenang perkembangan geopolitik di Venezuela, meskipun Amerika Serikat melakukan aksi militer yang memicu perhatian pasar.
Indeks saham utama di Amerika Serikat bergerak menguat, dengan Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi baru. Kinerja positif ini menunjukkan bahwa pelaku pasar lebih fokus pada dampak ekonomi dan komoditas dibandingkan risiko politik jangka pendek.
Saham Energi Melonjak Seiring Penguatan Minyak
Reli pasar terlihat paling kuat pada sektor energi. Indeks energi S&P 500 naik ke level tertinggi sejak Maret 2025, sejalan dengan penguatan harga minyak mentah. Investor menilai potensi perubahan pasokan global dapat menguntungkan perusahaan energi, terutama jika produksi Venezuela kembali meningkat.
Penguatan ini menegaskan bahwa kenaikan harga minyak tetap menjadi katalis utama bagi pergerakan saham energi, di tengah ketidakpastian geopolitik dan prospek permintaan global.
Pernyataan Donald Trump Jadi Perhatian Pasar
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Venezuela berada di bawah kendali sementara Amerika Serikat. Ia juga membuka peluang tindakan lanjutan apabila pemerintah Venezuela tidak bekerja sama dalam upaya membuka industri minyak dan memberantas perdagangan narkoba. Trump turut menyinggung kemungkinan tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko.
Selain itu, Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak Amerika Serikat untuk membahas peningkatan produksi minyak Venezuela. Pernyataan ini memperkuat ekspektasi pasar terhadap potensi bertambahnya pasokan minyak di masa mendatang.
Indeks Saham Global Ikut Menguat
Di Wall Street, Dow Jones naik lebih dari 1%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mencatat kenaikan solid. Penguatan tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Indeks saham global MSCI bergerak naik, mencerminkan sentimen positif yang meluas.
Pasar saham Eropa turut menguat, dengan indeks STOXX 600 mencatat kenaikan mendekati 1%. Saham pasar berkembang juga bergerak positif, menunjukkan bahwa reli pasar bersifat global dan tidak terbatas pada satu kawasan.
Harga Minyak dan Emas Sama-Sama Naik
Harga minyak mentah Brent ditutup naik ke USD 61,76 per barel, sementara WTI menguat ke USD 58,32 per barel. Pasar menilai ketegangan geopolitik berpotensi memengaruhi arus pasokan dari Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Di sisi lain, emas menguat ke level tertinggi dalam satu pekan. Permintaan aset lindung nilai meningkat setelah aksi militer Amerika Serikat, meskipun respons pasar secara keseluruhan tetap terukur.
Dolar Melemah, Fokus ke Data Ekonomi AS
Indeks dolar AS melemah tipis setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi hampir empat pekan. Perhatian investor kini beralih ke rangkaian data ekonomi Amerika Serikat, terutama laporan ketenagakerjaan yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun, mencerminkan sikap hati-hati pasar sambil menunggu kepastian kondisi ekonomi ke depan.
Prospek harga Emas Selasa | 06 Januari 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil kembali bertahan di atas area SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis di sekitar 4.431–4.404. Rebound dari koreksi sebelumnya membentuk struktur higher low, sementara RSI bergerak naik dan bertahan di atas level netral 50, mengindikasikan momentum beli yang mulai menguat.
Selama harga mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka dengan potensi pengujian resistance di 4.472 hingga 4.510. Namun, kegagalan mempertahankan area SMA 50 dapat memicu tekanan koreksi kembali menuju area trendline naik jangka menengah.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.472 R2 4.510 R3 4.550
S1 4.431 S2 4.404 S3 4.377
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.435 |
| Profit Target Level | 4.472 |
| Stop Loss Level | 4.400 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.510 |
| Profit Target Level | 4.475 |
| Stop Loss Level | 4.550 |
Prospek harga US Oil Selasa | 06 Januari 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan sinyal pemulihan yang lebih konstruktif setelah harga berhasil bertahan di atas area support 57,19–57,50 dan kembali bergerak di atas SMA 50. Momentum penguatan mendapat konfirmasi dari RSI yang telah menembus garis downtrend-nya, menandakan berakhirnya tekanan jual jangka pendek dan meningkatnya minat beli. Selama harga mampu bertahan di atas area 57,91–57,50, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka dengan potensi pengujian resistance 58,86 hingga 59,42.
Meski demikian, selama harga belum mampu menembus trendline turun jangka menengah, pergerakan naik saat ini masih cenderung bersifat korektif dan berisiko kembali tertahan di area resistance tersebut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 58,45 R2 58,86 R3 59,42
S1 57,91 S2 57,50 S3 57,19
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 57,95 |
| Profit Target Level | 58,80 |
| Stop Loss Level | 57,40 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 58,85 |
| Profit Target Level | 58,00 |
| Stop Loss Level | 59,45 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
