Download TPFx Mobile Available On

Market Highlight (02/02/2026)

by Dewi Hernawati
Feature

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity:   Bearish  Range           0,69600 – 0,69000

Tekanan kembali melanda pergerakan mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback. Bahkan Aussie berfluktuasi di dekat level tertinggi 3 tahun dan menuju kenaikan mingguan kedua di tengah melemahnya Dollar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga domestik minggu depan. Pasar memperkirakan sekitar 70% kemungkinan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25bps, dengan total pengetatan sebesar 50bps yang diharapkan untuk tahun ini menyusul data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) akan mengadakan pertemuan pada hari Selasa, dan keempat bank sentral utama di negara itu memperkirakan kenaikan suku bunga menjadi 3,85%, meskipun masih ada ketidakpastian mengenai apakah keputusan tersebut akan bulat. Para ekonom memperkirakan nada kebijakan yang lebih ketat, tetapi melihat langkah ini sebagai penyesuaian tunggal dan bukan sinyal untuk pengetatan kebijakan yang berkelanjutan. Jika RBA menaikkan suku bunga, maka bank sentral tersebut akan bergabung dengan Jepang sebagai satu-satunya bank sentral negara maju yang menaikkan suku bunga, meskipun Federal Reserve AS diperkirakan akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini. Dollar AS tetap berada di bawah tekanan dan mungkin menghadapi penurunan lebih lanjut di tengah ancaman tarif baru Presiden Trump dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Pivot : 0,69860

R1 : 0,70325          S1 : 0,69172      

R2 : 0,71013          S2 : 0,68707

R3 : 0,71478          S3 : 0,68019


USDJPY

Opportunity:   Bullish  Range       154,700 – 155,500

Pelemahan kembali mewarnai mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback. Mata uang Jepang ini melemah tetapi tetap berada di jalur untuk kenaikan bulanan pertamanya sejak Agustus, karena pembicaraan tentang intervensi mendorong mata uang tersebut ke level tertinggi 4 bulan, meskipun data bank sentral menunjukkan bahwa pihak berwenang belum secara resmi bertindak. Yen menguat hampir 2% bulan ini dan sempat naik hingga 4,6% dari titik terendah Januari. Reli baru-baru ini awalnya dipicu oleh laporan bahwa Federal Reserve New York melakukan pengecekan suku bunga terhadap Dollar AS/Yen, yang memicu spekulasi tentang potensi intervensi mata uang bersama AS-Jepang. Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent membantah laporan tersebut, dan menegaskan kembali bahwa AS mempertahankan kebijakan dolar yang kuat. Meskipun demikian, para pedagang tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi sepihak oleh otoritas Jepang, menyusul serangkaian peringatan lisan dari pejabat setempat. Dari segi ekonomi, penjualan ritel Jepang secara tak terduga turun pada bulan Desember, sementara produksi industri mengalami penurunan yang lebih kecil dari perkiraan.

Pivot : 154,135

R1 : 155,413          S1 : 153,488      

R2 : 156,060          S2 : 152,210

R3 : 157,338          S3 : 151,563


GBPUSD

Opportunity  :  Bearish menuju  :  1.3644  –  1.3586

Poundsterling terkoreksi tajam pada perdagangan Jumat kemarin. Setelah rally panjang dalam sepekan terakhir Pounds akhirnya tertekan turun. Tekanan ini terjadi setelah Trump menetapkan Kevin Warsh ditunjuk sebagai ketua the Fed untuk menggantikan Jerome Powell di masa jabatan berikutnya.  Kevin Warsh dipersepsikan mendukung suku bunga yang lebih rendah, namun tetap menjaga pendekatan kebijakan yang disiplin. Pasar menilai pilihan ini relatif aman karena tidak mengarah pada pelonggaran agresif yang berisiko melemahkan independensi Bank Sentral. Indeks Dollar menguat sebesar 0,79% ke level 96,93. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini, mengingat aksi jual Dollar dalam satu pekan terakhir mulai pulih kembali.

Open  : 1.3687       Pivot  : 1.3730

R1  : 1.3763                S1  : 1.3679

R2  : 1.3814                S2  : 1.3644

R3  : 1.3847                S3  : 1.3586


EURUSD

Opportunity  : Bearish menuju  1.1815 – 1.1771

Euro tertekan cukup signifikan pada perdagangan Jumat kemarin. Indeks Dollar kembali menguat setelah Donald Trump memilih Kevin Warsh sebagai pengganti Jerome Powell sebagai ketua Bank Sentral the Fed. Kevin Warsh dipersepsikan mendukung suku bunga yang lebih rendah, namun tetap menjaga pendekatan kebijakan yang disiplin. Pasar menilai pilihan ini relatif aman karena tidak mengarah pada pelonggaran agresif yang berisiko melemahkan independensi Bank Sentral. Indeks Dollar menguat sebesar 0,79% ke level 96,93. Euro melemah 0,79% ke $1,1874. Penguatan dolar juga mencerminkan pemulihan dari tekanan jual tajam di awal pekan yang dinilai berlebihan dalam jangka pendek.

Open  : 1.1848        Pivot  : 1.1898

R1  : 1.1927                S1  : 1.1851

R2  : 1.1974                S2  : 1.1815

R3  : 1.2027                S3  : 1.1771


USDCHF

Opportunity  :  Bullish menuju  :  0.7753  –  0.7791

Swiss Franc ditutup melemah pada perdagangan Jumat kemarin. Setelah rally panjang dalam dua pekan terakhir, Franc Swiss akhirnya terkoreksi tajam. Aksi jual Dollar terhenti setelah Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai ketua the Fed menggantikan Jerome Powell di masa jabatan berikutnya. Kevin Warsh dipersepsikan mendukung suku bunga yang lebih rendah, namun tetap menjaga pendekatan kebijakan yang disiplin. Pasar menilai pilihan ini relatif aman karena tidak mengarah pada pelonggaran agresif yang berisiko melemahkan independensi Bank Sentral. Indeks Dollar menguat sebesar 0,79% ke level 96,93. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini akibat penguatan Dollar dalam jangka pendek.

Open  : 0.7717       Pivot  : 0.7692

R1  : 0.7731              S1  : 0.7668

R2  : 0.7753               S2  : 0.7629

R3  : 0.7791               S3. : 0.7601


USDCAD

Opportunity : Buy stop di 1.36687 dengan target 1.37394 dan stop loss dibawah 1.35264

Pada timeframe H4, USDCAD terlihat melakukan rebound teknikal setelah harga menyentuh area support 1.35264. Harga saat ini bergerak mendekati Pivot Point harian di 1.35744, yang menjadi level kunci penentu arah intraday. Selama candle H4 mampu bertahan dan menutup di atas pivot tersebut, peluang kenaikan korektif masih terbuka dengan target ke area R1 1.36677 hingga R2 1.37157. Namun secara struktur yang lebih besar pada timeframe Daily, USDCAD masih berada dalam fase downtrend menengah, ditandai oleh rangkaian lower high sejak akhir Desember. Oleh karena itu, kenaikan yang terjadi saat ini lebih bersifat koreksi sebelum potensi tekanan jual kembali muncul.

Open price :1.36024        Pivot :1.35744

R1 :1.36677         S1 :1.35264

R2 :1.37157         S2 :1.34331

R3 :1.38090         S3 :1.33851


DXY

Opportunity:   Bullish Range            97,100 – 97,400

Kebangkitan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya muncul kembali pada Jum’at akhir pekan kemarin. Tergambar dari Indeks Dollar AS (DXY) yang mulai melonjak naik dan sentuh level 97,149. Namun kondisi Dollar AS tetap berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut, karena meningkatnya ketegangan geopolitik dan perubahan kebijakan di Washington membebani kepercayaan investor terhadap mata uang cadangan. Dalam perkembangan terbaru, Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada negara-negara yang mengekspor minyak ke Kuba dan memperingatkan Iran tentang potensi serangan militer kecuali jika negara itu menandatangani kesepakatan nuklir. Sementara itu, Trump mengatakan dia akan mengumumkan pilihannya untuk memimpin Federal Reserve pada Jumat pagi, dengan laporan yang menunjukkan mantan gubernur Fed Kevin Warsh sebagai pilihan yang paling mungkin, yang dipandang sebagai kandidat yang lebih agresif. Di tempat lain, Gedung Putih dan Partai Demokrat di Senat mencapai kesepakatan sementara untuk mencegah penutupan pemerintahan AS. Awal pekan ini, dolar menyentuh titik terendah empat tahun setelah Trump menyatakan sedikit kekhawatiran atas pelemahannya, sebelum Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan kembali komitmen AS terhadap kebijakan Dollar AS yang kuat.

Pivot : 96,820

R1 :    97,475         S1 :   96,491  

R2 :    97,804         S2 :   95,836

R3 :    98,459         S3 :   95,507


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bullish ke area 54,500

Indeks Nikkei 225 naik lebih dari 1% menjadi di atas 54.000 sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,9% menjadi 3.598 pada hari Senin, memulihkan kerugian dari minggu lalu karena yen melemah tajam, meningkatkan prospek ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada ekspor. Mata uang lokal turun lebih dari 1% pada hari Jumat karena dolar menguat setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh untuk menjadi ketua Fed berikutnya, mengingat preferensinya untuk neraca yang lebih kecil. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga menyatakan pada akhir pekan bahwa yen yang lemah dapat menjadi peluang besar bagi industri ekspor dan memberikan penyangga bagi industri otomotif dalam menghadapi tarif AS. Produsen mobil mengalami kenaikan, termasuk Toyota (3,3%), Honda (1,8%), dan Nissan (2%). Saham-saham unggulan lainnya juga mencatatkan kenaikan yang kuat seperti Advantest (1,3%), Fujikura (3,8%), dan Mitsubishi UFJ (1,4%).

Pivot : 50,355

R1 : 50,555           S1 : 50,090

R2 : 50,820           S2 : 49,890

R3 : 51,285           S3 : 49,425


HANGSENG

Opportunity: Bullish ke area: 26,837

Saham-saham di Hong Kong anjlok 412 poin, atau 1,5%, menjadi 27.545 pada perdagangan awal Jumat, mengakhiri tren kenaikan tujuh sesi berturut-turut di tengah kerugian yang meluas di berbagai sektor. Para pedagang mengambil keuntungan setelah pasar mencapai level tertinggi 4,5 tahun pada sesi sebelumnya, sementara kehati-hatian meningkat menjelang data PMI resmi China untuk bulan Januari yang akan dirilis akhir pekan ini. Sentimen juga tertekan oleh penurunan tajam pada kontrak berjangka saham AS, menyusul penutupan yang sebagian besar lebih rendah di Wall Street semalam setelah Apple memperingatkan tentang kendala margin. Zijin Gold Intl. (-6,9%) dan Zhaojin Mining (-4,1%) anjlok di tengah penurunan harga logam, sementara Kuaishou Tech. turun 2,9%. Namun demikian, saham-saham Hong Kong tetap berada di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut dan siap mencatat kenaikan bulanan pertama mereka dalam empat bulan, naik hampir 8% sejauh ini. Hal ini didorong oleh tanda-tanda stabilisasi di pasar properti kota tersebut. Di Tiongkok, pihak berwenang dilaporkan menghapus persyaratan bagi para pengembang untuk menyerahkan data bulanan yang terkait dengan batasan rasio utang, sehingga melonggarkan kendala pembiayaan yang diberlakukan pada tahun 2020.

Pivot : 26,361

R1 : 26,620    S1 : 26,024

R2 : 26,957    S2 : 25,765

R3 : 27,216    S3 : 25,428


NASDAQ

Opportunity:Buy Limit: 25,168 | SL: 26,000 | TP: 26,300

Kontrak berjangka saham AS merosot pada hari Senin karena investor bersiap menghadapi kalender pendapatan yang padat, dengan lebih dari 100 perusahaan S&P 500 yang akan melaporkan hasil keuangan mereka minggu ini. Daftar tersebut mencakup hasil yang sangat dinantikan dari Palantir Technologies, Disney, AMD, Alphabet, dan Amazon. Investor juga mengalihkan fokus ke Nvidia setelah laporan bahwa rencana perusahaan untuk berinvestasi sebesar $100 miliar di OpenAI terhenti, menimbulkan kekhawatiran baru tentang perdagangan kecerdasan buatan. Di sisi makro, perhatian akan beralih ke laporan pekerjaan bulanan pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk tentang kekuatan pasar tenaga kerja dan prospek kebijakan Federal Reserve. Wall Street berada di bawah tekanan akhir pekan lalu setelah Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai ketua Fed berikutnya, sebuah langkah yang dilihat pasar sebagai penguatan jalur yang lebih disiplin dan hati-hati menuju pelonggaran kebijakan moneter. Para pedagang juga terus melacak pergerakan aset lintas sektor setelah penurunan tajam harga emas, perak, dan logam lainnya.

Pivot : 25,706.83

R1 : 25,784.67                  S1 : 25,620.92

R2 : 25,870.58                  S2 : 25,543.08

R3 : 26,034.33                  S3 : 25,379.33



COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold
Opportunity: Bearish selama di bawah area 4.895-5.028, testing support 4.536-4.480.

Harga emas mengalami tekanan tajam pada awal pekan, dengan penurunan lebih dari 1% hingga kembali berada di bawah level USD 4.830 per ounce. Pelemahan ini memperpanjang koreksi dari sesi sebelumnya, setelah emas mencatatkan penurunan harian terdalam dalam lebih dari satu dekade pada Jumat. Aksi jual besar-besaran tersebut dipicu oleh laporan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve. Warsh dipandang pasar sebagai figur yang lebih hawkish, sehingga memicu ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Selain faktor kebijakan, tekanan juga datang dari aksi ambil untung setelah reli panjang yang mendorong emas ke level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan sebelumnya ditopang oleh permintaan kuat dari bank sentral global serta apa yang dikenal sebagai “debasement trade”, di mana investor beralih ke aset fisik seperti emas di tengah kekhawatiran terhadap melonjaknya utang pemerintah dan melemahnya kepercayaan pada mata uang serta obligasi. Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, ditambah kekhawatiran atas independensi The Fed, sempat memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Namun, lonjakan berbasis momentum—termasuk gelombang pembelian spekulatif dari investor ritel di China—menciptakan kondisi pasar yang rentan, sehingga ketika sentimen berbalik, aksi ambil untung yang serentak memperdalam koreksi harga.

Pivot : 4.895

R1  4.895   R2  5.038  R3 5.137

S1  4.536   S2  4.480  S3  4.405


Silver

Opportunity : Sell limit di 111.211 dengan target 88.261 dan stop loss diatas 113.250

Pada timeframe H4, XAGUSD mengalami tekanan jual tajam setelah sebelumnya mencetak reli kuat dan gagal mempertahankan area atas R1 111.211. Harga kini berada jauh di bawah Pivot 91.886, menandakan dominasi seller masih kuat dalam jangka pendek. Penurunan cepat menuju area 80–75 menunjukkan adanya likuidasi posisi beli yang agresif, meskipun secara struktur jangka panjang belum sepenuhnya rusak. Support terdekat dan paling krusial berada di S1 65.311, yang menjadi area penentu apakah koreksi ini berakhir atau berubah menjadi pembalikan tren yang lebih dalam.

Pada timeframe Daily, tren besar XAGUSD masih tergolong bullish jangka panjang, terlihat dari kenaikan bertahap sejak akhir 2025. Namun, candle bearish besar terakhir menandakan fase koreksi sehat namun tajam. Selama harga mampu bertahan di atas 65.311, peluang rebound teknikal tetap terbuka menuju 91.886, bahkan hingga 111.211 jika sentimen kembali mendukung logam mulia.

Open price :84.377          Pivot :91.886

R1 :111.211         S1 :65.311

R2 :137.786         S2 :45.986

R3 :157.111         S3 :19.411


Oil

Opportunity : Meski koreksi, harga masih mampu bertahan di atas SMA 50, yang bertepatan dengan area support 62,18. Dengan begitu, selama support dipertahankan, trend bullish masih berlangsung, dengan potensi kenaikan kembali uji resistance 64,76-65,48.

Harga minyak mentah WTI juga bergerak melemah, turun lebih dari 2% hingga berada di bawah USD 64 per barel. Koreksi ini terjadi setelah harga sempat menyentuh level tertinggi beberapa bulan terakhir, seiring meredanya premi risiko geopolitik. Penurunan dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan yang menyebutkan bahwa Iran tengah terlibat dalam pembicaraan serius dengan Washington. Pernyataan tersebut diperkuat oleh komentar pejabat tinggi keamanan Iran, Ali Larijani, yang mengonfirmasi bahwa pengaturan untuk negosiasi sedang berlangsung.

Sebelumnya, harga minyak menguat signifikan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik, dengan Trump berulang kali mengancam tindakan militer terhadap Iran jika tidak tercapai kesepakatan nuklir, sementara Teheran memperingatkan akan adanya pembalasan. Eskalasi ini memicu kekhawatiran pasar akan potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi nadi utama arus global minyak mentah dan LNG. Selain faktor Iran, reli harga minyak dalam beberapa waktu terakhir juga didukung oleh ketegangan geopolitik di Venezuela, gangguan produksi di Kazakhstan, pembekuan produksi akibat cuaca di AS, serta pengetatan pembatasan AS terhadap pembelian minyak Rusia. Meredanya ketegangan diplomatik dengan Iran kini mendorong pelaku pasar melakukan penyesuaian posisi, sehingga harga minyak terkoreksi dari level puncaknya.

Pivot: 62,18

R1  64,76         S1  62,18

R2  65,48          S2  61,42

R3  66,39          S3  60,56


 

DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Senin, 02 Februari 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

ISM Manufacturing PMI : Cerminan Kesehatan Sektor Manufaktur AS

Catat jam dan waktunya ya!

   Senin, 02 Februari 2026 
  13.00 WIB
   Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy