FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,71100 – 0,71700
Kondisi mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback berusaha mempertahankan penguatannya. Aussie mendekati level tertinggi lebih dari 3 tahun, dan menuju kenaikan bulanan keempat berturut-turut di tengah meningkatnya spekulasi tentang prospek kebijakan yang agresif. Mata uang tersebut diperkirakan akan naik sekitar 2% pada bulan Februari dan telah naik lebih dari 6% sejak awal tahun, menjadikannya mata uang G10 dengan kinerja terbaik karena kondisi domestik yang tangguh memperkuat ekspektasi akan pengetatan lebih lanjut oleh Bank Sentral. Pasar uang memperkirakan sekitar 80% kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Mei menyusul kejutan positif pada inflasi Januari, dengan total pengetatan sebesar 40 basis poin tahun ini. Namun demikian, banyak ekonom memperkirakan suku bunga acuan akan mencapai puncaknya di sekitar 4,10%, mendekati level yang dicapai selama siklus inflasi pasca-pandemi. Gubernur Michele Bullock juga menegaskan kembali bahwa kesabaran tetap diperlukan mengingat perekonomian hampir seimbang, sehingga meredam ekspektasi akan kenaikan tarif yang agresif. Para investor kini menantikan angka PMI manufaktur dan PDB final minggu depan untuk mendapatkan sinyal yang lebih jelas tentang momentum pertumbuhan.
Pivot : 0,71103
R1 : 0,71347 S1 : 0,70891
R2 : 0,71559 S2 : 0,70647
R3 : 0,71803 S3 : 0,70435
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 156,000 – 156,700
Penguatan tipis dan terbatas pada mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback mewarnai market diakhir pekan kemarin. Namun Yen tetap berada di jalur pelemahan mingguan kedua berturut-turut di tengah ketidakpastian mengenai kebijakan Bank Sentral Jepang. Awal pekan ini, pemerintah Jepang menominasikan dua akademisi pendukung reflasi ke dewan kebijakan BOJ, sementara PM Sanae Takaichi dilaporkan menyampaikan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga tambahan selama pertemuan dengan Gubernur Kazuo Ueda pekan lalu. Sementara itu, anggota dewan yang berpandangan keras, Hajime Takata, menyerukan kenaikan suku bunga lebih lanjut dan memberikan arahan yang mengindikasikan bahwa target stabilitas harga hampir tercapai. Gubernur Ueda juga dilaporkan mengatakan bahwa bank sentral akan dengan cermat menilai data ekonomi yang masuk pada pertemuan Maret dan April sebelum membuat keputusan suku bunga, membuka kemungkinan kenaikan dalam waktu dekat. Dari segi data, inflasi Tokyo melambat ke tingkat terendah dalam lebih dari setahun, karena subsidi pemerintah untuk utilitas meringankan biaya energi rumah tangga, mendukung ekspektasi bahwa BOJ mungkin akan menunda kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Pivot : 155,935
R1 : 156,340 S1 : 155,643
R2 : 156,632 S2 : 155,238
R3 : 157,037 S3 : 154,946
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3343 – 1.3311
Pounds cenderung stabil ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Jumat kemarin. Tekanan jual terhadap mata-uang Poundsterling sejak hari sebelumnya yang diakibatkan penguatan U.S Dollar. Data Tenaga kerja yang membaik dan meningkatnya laporan data Inflasi U.S membuat Dollar menguat terhadap mata-uang utama lainnya. GBP diperkirakan akan lanjut melemah pada perdagangan hari ini akibat ketegangan geopolitik di timur-tengah setelah AS dan Israel menyerang Iran di Sabtu kemarin.
Open : 1.3408 Pivot 1.3467
R1 : 1.3484 S1 : 1.3366
R2 : 1.3510 S2 : 1.3343
R3 : 1.3555 S3 : 1.3311
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1765 – 1.1730
Euro menguat tajam di perdagangan Jumat kemarin. Kuatnyanya laporan data ekonomi kawasan yang rilis memicu aksi beli mata-uang Euro. Disatu sisi Dollar menguat didukung oleh sektor tenaga-kerja yang yang solid dan meningkatnya laporan data Inflasi. EUR berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan meningkatnya eskalasi ketegangan geopolitik di timur-tengah setelah AS dan Israel menyerang Iran di Sabtu kemarin.
Open : 1.1770 Pivot : 1.1812
R1 : 1.1826 S1 : 1.1772
R2 : 1.1857 S2 : 1.1765
R3 : 1.1889 S3 : 1.1730
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7741 – 0.7757
Swiss Franc ditutup menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Laporan data ekonomi Swiss yang solid membuat mata-uang Swiss Franc menguat. Disatu-sisi laporan data Inflasi U.S Meningkat di sektor Produsen. CHF berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan meningkatnya eskalasi ketegangan geopolitik di timur-tengah setelah AS dan Israel menyerang Iran di Sabtu kemarin. Dollar sebagai mata-uang utama diperkirakan akan menguat.
Open : 0.7672 Pivot : 0.7697
R1 : 0.7714 S1 : 0.7670
R2 : 0.7741 S2 : 0.7653
R3 : 0.7757 S3. : 0.7630
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.36799 dengan target di 1.36500 dan stop loss diatas 1.37397
USDCAD saat ini berada dalam fase Bearish atau konsolidasi yang cenderung menurun setelah gagal menembus area resistansi kuat di 1.37250. Struktur harga pada timeframe H4 menunjukkan adanya penolakan (rejection) yang signifikan, dengan posisi harga sekarang yang bergerak mendekati Pivot Point di 1.36521. Potensi pergerakan selanjutnya diperkirakan akan menguji level Support 1.36201 (S1) jika momentum penurunan terus berlanjut.
Open price :1.36437 Pivot :1.36521
R1 : 1.36799 S1 : 1.36201
R2 : 1.37119 S2 : 1.35923
R3 : 1.37397 S3 : 1.35603
DXY
Opportunity: Bullish Range 97,600 – 98,000
Kondisi mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya cenderung bergerak stabil. Nampak pada Indeks Dollar AS (DXY) yang tetap berada di area 97-an. Kondisi dimana mata uang Greenback sebagian besar tidak berubah sepanjang minggu, didukung oleh inflasi yang lebih kuat dari perkiraan yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap stabil. Indeks Harga Produsen (PPI) Januari naik 0,5% secara bulanan, naik dari 0,4% pada Desember dan melebihi perkiraan sebesar 0,3%, yang menandakan tekanan harga yang terus berlanjut. Data klaim pengangguran menunjukkan klaim awal dan klaim lanjutan berada di bawah ekspektasi, yang mengindikasikan pasar tenaga kerja AS yang stabil dan retensi pekerja yang solid. Pasar uang memproyeksikan setidaknya dua kali penurunan suku bunga tahun ini, dengan penurunan pertama sepenuhnya diperkirakan terjadi pada bulan Juli. Investor juga mengamati potensi kenaikan tarif AS dari 10% menjadi 15% untuk beberapa negara dan pembicaraan nuklir AS-Iran yang sedang berlangsung yang dijadwalkan akan berlanjut pekan ini. Dollar AS diperkirakan akan menguat 0,9% di akhir bulan, mengakhiri tren pelemahan selama 3bulan.
Pivot : 97,686
R1 : 97,811 S1 : 97,521
R2 : 97,976 S2 : 97,396
R3 : 98,101 S3 : 97,231

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 57,373
Indeks Nikkei 225 turun 2% menjadi sekitar 57.500 pada hari Senin, mengembalikan keuntungan dari minggu lalu karena meningkatnya perang di Timur Tengah memicu sentimen penghindaran risiko di seluruh pasar keuangan. AS dan Israel melakukan serangan militer terhadap Iran selama akhir pekan yang mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan penutupan efektif Selat Hormuz. Teheran membalas dengan menargetkan aset AS di seluruh wilayah, meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas. Saham Jepang juga mencerminkan kerugian di Wall Street dari hari Jumat karena investor mempertimbangkan apakah adopsi AI yang cepat dapat menggantikan penyedia perangkat lunak tradisional. Namun demikian, saham lokal termasuk di antara saham dengan kinerja terbaik di bulan Februari, dengan Nikkei naik 10,4% bulan lalu di tengah rotasi investor global ke perusahaan-perusahaan Asia yang diposisikan untuk mendapatkan keuntungan dari perluasan infrastruktur AI. Kerugian tajam terlihat pada saham-saham unggulan indeks seperti Mitsubishi UFJ (-5,8%), Advantest (-3,5%), SoftBank Group (-2,9%), dan Nintendo (-4,4%).
Pivot : 58,888
R1 : 59,506 S1 : 58,081
R2 : 60,313 S2 : 57,463
R3 : 61,738 S3 : 56,038
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Indeks Hang Seng naik 249 poin, atau hampir 1%, dan ditutup pada 26.657 pada hari Jumat, membalikkan penurunan 1,4% pada sesi sebelumnya dan mengakhiri minggu dengan kenaikan 0,8% di tengah kenaikan sektor secara luas. Optimisme meningkat menjelang Kongres Rakyat Nasional China, yang akan dimulai pada 5 Maret, dengan para pedagang berharap akan adanya kebijakan yang mendukung teknologi, inovasi, dan konsumsi domestik. Investor juga mengabaikan penurunan tajam pada futures AS, dan mengalihkan fokus ke data PMI China bulan Februari yang akan dirilis minggu depan. Saham properti memimpin kenaikan, melonjak 2,8%, setelah Shanghai melonggarkan aturan pembelian rumah untuk mendorong pemulihan sektor tersebut. Saham konsumen naik karena valuasi yang rendah, dan saham teknologi pulih dari kerugian baru-baru ini. Saham-saham yang mengalami pergerakan signifikan antara lain Sun Hung Kai Properties (6,6%), Pop Mart Intl. (2,8%), Muyuan Foods (2,6%), dan AIA Group (2,3%). Terlepas dari potensi kenaikan, indeks tersebut kehilangan 2,8% pada bulan Februari, membalikkan kenaikan solid di bulan Januari, karena ketidakpastian mengenai tarif AS, kekhawatiran tentang valuasi teknologi global, dan risiko geopolitik yang kembali muncul menekan sentimen pasar.
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Sell Limit: 25,030 | SL: 25,130 | TP: 24,660
Kontrak berjangka saham AS turun pada hari Senin karena meningkatnya konflik di Timur Tengah mengganggu pasar keuangan. AS dan Israel melakukan serangan militer terhadap Iran selama akhir pekan yang mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan penutupan efektif Selat Hormuz. Teheran membalas dengan menargetkan aset AS di seluruh wilayah, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Irak, dan Suriah. Peningkatan ketegangan geopolitik ini menambah kondisi pasar saham yang sudah rapuh, dengan Wall Street mengalami aksi jual lagi pada hari Jumat karena investor mempertanyakan apakah adopsi AI yang cepat dapat mengesampingkan penyedia perangkat lunak tradisional. Pada hari Jumat, Dow turun 1,05%, S&P 500 turun 0,43%, dan Nasdaq Composite turun 0,92%. Data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan meneruskan biaya tarif kepada konsumen, yang semakin memperumit prospek penurunan suku bunga Federal Reserve.
Pivot : 25,114.83
R1 : 25,368.67 S1 : 24,813.67
R2 : 25,669.83 S2 : 25,559.83
R3 : 26,224.83 S3 : 24,004.83

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish, testing resistance 5.404-5.470. Meski begitu, waspadai potensi koreksi untuk mengisi gap di kisaran support 5.250-5.280 mengingat indikator RSI sudah overbought.
Harga emas melonjak lebih dari 1% hingga menembus level USD 5.370 per ounce pada perdagangan Senin, mencatatkan level tertinggi dalam lebih dari satu bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan permintaan aset safe haven setelah serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan. Serangan tersebut membuat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei gugur, yang kemudian memicu eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan serta mengganggu lalu lintas maritim di Teluk yang kaya minyak.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan terhadap aset-aset milik AS di sejumlah negara kawasan, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Irak, dan Suriah. Ketegangan yang meningkat tajam ini mendorong investor global untuk mengalihkan dana ke aset lindung nilai, dengan emas menjadi pilihan utama di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Pivot : 5.250
R1 5.404 R2 5.470 R3 5.600
S1 5.250 S2 5.168 S3 5.100
Silver
Opportunity : buy stop di 96.175 dengan target 99.345 dan stop loss dibawah 89.685
Perak saat ini menunjukkan tren Bullish yang sangat dominan dengan struktur kenaikan impulsif yang tajam. Secara teknikal, harga baru saja berhasil menembus (breakout) area resistansi psikologis di 92.500, yang kini berfungsi sebagai level dukungan (support) baru. Jika harga mampu mempertahankan posisinya di atas Pivot Point 91.908, maka target kenaikan selanjutnya berada pada level Resistance 96.025 hingga 98.248. Strategi terbaik dalam kondisi ini adalah mencari peluang Buy on Retest di area 92.500 hingga 91.908 dengan target optimis menuju 102.365 (R3). Namun, waspadai risiko pembalikan arah jika harga kembali jatuh dan menembus ke bawah Support 89.685 (S1), yang dapat memicu koreksi lebih dalam menuju level 85.568 (S2) dan 83.345 (S3)
Eskalasi militer yang melibatkan serangan udara AS-Israel ke wilayah Iran (Operasi Lion’s Roar) serta balasan rudal dari Garda Revolusi Iran (IRGC) telah memicu kepanikan masif di pasar global. Dalam kondisi “perang terbuka” seperti ini, investor secara agresif meninggalkan aset berisiko (saham) dan beralih ke aset aman (safe haven) seperti perak dan emas. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran—yang merupakan jalur bagi 20% pasokan energi dunia—menambah premi risiko yang membuat harga perak melambung tinggi melampaui level teknikal normal. Secara fundamental, ketidakpastian apakah konflik ini akan meluas menjadi perang regional yang berkepanjangan menjadi bahan bakar utama bagi XAGUSD untuk mengejar target psikologis 100.000 hingga 102.365. Selama tensi di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi, setiap koreksi harga pada perak akan dianggap sebagai peluang beli oleh pelaku pasar.
Open price :94.464 Pivot :91.908
R1 : 96.025 S1 : 89.685
R2 : 98.248 S2 : 85.568
R3 : 102.365 S3 : 83.345
Oil
Opportunity : Bullish, testing resistance 74,27. Namun begitu perlu diswapdai potensi koreksi untuk menutup gap di kisaran support 67,77.
Harga minyak mentah WTI melonjak tajam hingga 10% ke atas USD 75 per barel, level tertinggi dalam delapan bulan terakhir, sebelum memangkas sebagian kenaikan dan diperdagangkan masih lebih dari 8% lebih tinggi. Lonjakan ini terjadi setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang secara signifikan meningkatkan risiko geopolitik di Timur Tengah.
Pasar secara khusus mencermati potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global. Meskipun Teheran menyatakan bahwa selat tersebut tetap terbuka, sejumlah perusahaan pelayaran segera mengalihkan rute kapal mereka menjauhi perairan sempit tersebut sebagai langkah mitigasi risiko. Kekhawatiran atas potensi terganggunya pasokan dari kawasan Teluk menjadi pendorong utama lonjakan harga minyak dalam waktu singkat.
Pivot: 67,77
R1 74,27 S1 67,77
R2 74,24 S2 66,09
R3 77,89 S3 64,92
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 02 Maret 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Menilai Momentum Ekonomi AS Melalui ISM Manufacturing PMI
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 02 Maret 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
