FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,63300 – 0,64300
Mata uang Aussie bergerak menguat cukup bagus, meskipun awalnya bergerak sideways. Terlebih setelah sebagian besar tetap tidak terpengaruh setelah Presiden AS Trump mengumumkan tarif baru terhadap mitra dagang negara tersebut (China). Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan sebelumnya bahwa pemerintahannya tidak akan membalas dengan tarif timbal balik, dan menekankan bahwa AS bukanlah mitra dagang utama bagi Australia, karena kurang dari 5% ekspor barang Australia masuk ke AS. Ia juga menyoroti bahwa upaya berkelanjutan untuk mendiversifikasi hubungan perdagangan dengan pasar Asia akan membantu mendukung bisnis lokal. Namun, data perdagangan baru-baru ini menunjukkan bahwa ekspor Australia menurun pada bulan Februari sementara impor melonjak ke rekor tertinggi, yang menandakan potensi tantangan terhadap neraca perdagangan. Kesenjangan perdagangan yang melebar menimbulkan kekhawatiran tentang permintaan eksternal dan tren konsumsi domestik, yang dapat memengaruhi dolar Australia dan prospek ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.
Pivot : 0,63133
R1 : 0,64011 S1 : 0,62384
R2 : 0,64760 S2 : 0,61506
R3 : 0,65638 S3 : 0,60757
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 145,600 – 144,600
Awalnya mata uang Yen mengalami pelemahan, imbas merosotnya nilai yield obligasi pemerintahan Jepang tenor 10tahun. Namun sifat Yen sebagai asset safe haven ditengah pelemahan Dollar AS langsung membuat mata uang Yen mengalami penguatan cukup bagus. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun turun hampir 10 basis poin menjadi sekitar 1,39% karena investor bergegas mencari aset-aset yang lebih aman setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan tarif timbal balik yang besar, sehingga meningkatkan perang perdagangan global yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Trump mengenakan tarif tambahan sebesar 34% pada China, sehingga total pungutan pada negara tersebut menjadi 54%. Negara-negara ekonomi utama lainnya yang menghadapi tarif tinggi termasuk UE (20%), Jepang (24%), dan India (26%), bersama dengan tarif dasar 10% untuk semua impor. Awal minggu ini, Gubernur Bank Jepang Kazuo Ueda memperingatkan bahwa tarif baru AS dapat berdampak signifikan pada perdagangan global dan stabilitas ekonomi. Meskipun BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun ini, kekhawatiran mengenai ketegangan perdagangan dan ketidakpastian perekonomian domestik terus membebani prospek tersebut.
Pivot : 146,818
R1 : 148,455 S1 : 144,392
R2 : 150,881 S2 : 142,755
R3 : 152,518 S3 : 140,329
GBPUSD
Opportunity: Bullish menuju 1.3207 – 1.3242
Pounds ditutup menguat pada perdagangan kamis kemarin. Penguatan mata-uang Inggris ini terhambat oleh kuatnya data pengangguran U.S yang turun dibawah angka sebelumnya, disisi lain laporan data di sektor Jasa meningkat sebesar 54.4 versus 51.0 angka sebelumnya. Para trader terguncang oleh kebijakan tarif baru yang menetapkan bea masuk dasar 10% untuk barang impor serta tarif balasan yang besar dari puluhan negara yang dianggap memiliki hambatan perdagangan yang tidak adil. Hari ini akan rilis laporan data Non-Farm Payroll U.S yang diperkirakan akan mengalami pelemahan sebesar 135.0K versus 151.0K angka sebelumnya. Sedangkan angka Unemployment Rate diperkirakan tidak berubah tetap di angka 4.1%. GBP masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 1.3097 Pivot : 1.3090
R1 : 1.3151 S1 : 1.3021
R2 : 1.3207 S2 : 1.2972
R3 : 1.3242 S3 : 1.2901
EURUSD
Opportunity: Bullish menuju 1.1174 – 1.1215
Dollar AS mengalami pelemahan tajam. Euro mencapai level tertinggi enam bulan terhadap dollar dan naik 1,74% ke $1,1037 pada perdagangan Kamis kemarin. Di Eropa, blok Uni Eropa yang terdiri dari 27 negara kini menghadapi tarif balasan sebesar 20%. U.S Dollar melemah tajam terhadap sekeranjang mata-uang. Market akan fokus pada laporan tenaga kerja U.S Non-Farm Payroll yang diperkirakan akan mengalami pelemahan sebeaar 135.0K versus 151.0K angka sebelumnya. EUR masih berpeluang untuk menguat pada persagangan hari ini.
Open : 1.1048 Pivot : 1.1015
R1 : 1.1146 S1 : 1.0935
R2 : 1.1174 S2 : 1.0805
R3 : 1.1215 S3 : 1.0755
USDCHF
Opportunity: Bearish menuju 0.8497 – 0.8445
Swiss Franc menguat cukup signifikan pada perdagangan Kamis kemarin. Lemahnya nilai indeks Dollar akibat kebijakan tarif impor yang mengancam resesi di Amerika dapat dimanfaatkan oleh mata-uang Swis Franc. Para pelaku pasar akan fokus pada laporan data Tenaga-kerja U.S Non-Farm Payroll yang diperkirakan akan melemah sebesar 135.0K versus 151.0K angka sebelumnya. Disisi lain laporan data Unemployment Rate U.S diperkirakan tidak akan berubah tetap di angka 4.1%.. CHF masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 0.8566 Pivot : 0.8657
R1 : 0.8726 S1 : 0.8546
R2 : 0.8838 S2 : 0.8497
R3 : 0.8886 S3 : 0.8445
DXY
Opportunity: Bearish Range 101,900 – 100,500
Longsornya Indeks Dollar AS (DXY) semakin dalam, menandai penurunan satu hari tertajam dalam lebih dari 2 tahun dan mencapai level terendah dalam 6 bulan, karena para pedagang bereaksi terhadap pengumuman tarif terbaru dari Presiden Trump. Trump mengumumkan tarif dasar sebesar 10% untuk semua impor, yang akan mulai berlaku pada tanggal 5 April, dan sekitar 60 negara menghadapi tarif yang lebih tinggi lagi—54% untuk China, 20% untuk UE, dan 46% untuk Vietnam. Baik China maupun UE telah berjanji akan melakukan pembalasan, sehingga memicu kekhawatiran terhadap potensi resesi di Amerika Serikat dan meningkatnya tekanan inflasi. Sebagai responnya, para pedagang meningkatkan espektasi mereka terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve, dan kini memperkirakan 50% kemungkinan bahwa The Fed akan melakukan 4x penurunan suku bunga sebesar 25bps pada tahun ini, naik dari 3x pada prediksi sebelumnya, dengan kemungkinan penurunan suku bunga pertama pada bulan Juni. Dari segi data, laporan Challenger menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan AS melakukan PHK paling banyak sejak tahun 2020 pada bulan Maret, sebagian besar disebabkan oleh PHK DOGE. Laporan pekerjaan (NFP) nanti malam akan memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai kinerja pasar tenaga kerja.
Pivot : 102,195
R1 : 103,123 S1 : 101,011
R2 : 104,307 S2 : 100,083
R3 : 105,235 S3 : 98,899
INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish menuju 33,300
Indeks Nikkei 225 jatuh 2,77% hingga ditutup pada 34.736 pada hari Kamis, dengan saham-saham Jepang anjlok ke posisi terendah multi-bulan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik yang luas, meningkatkan kekhawatiran akan perang dagang global yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi-ekonomi utama.
Trump mengenakan tarif 24% pada barang-barang Jepang, di samping pungutan 25% pada impor mobil, yang memberikan pukulan berat bagi industri otomotif Jepang. Sebagai tanggapan, Menteri Perdagangan Jepang Yoji Muto mengatakan negara itu akan terus meminta pengecualian, sambil mengumumkan pembentukan gugus tugas untuk menilai dampak tarif AS. Semua sektor menurun, dengan kerugian besar dari kelas berat indeks seperti Mitsubishi UFJ (-7,2%), Toyota (-5,2%), Kawasaki Heavy (-7,1%), Nintendo (-3,3%), dan Advantest (-4,5%). Dalam berita perusahaan, Nissan turun 3,7% setelah laporan mengonfirmasi telah menghentikan sebagian lini produksinya di Meksiko seperti yang direncanakan sebelumnya.
Pivot : 34,050
R1 : 34,710 S1 : 33,230
R2 : 35,530 S2 : 32,570
R3 : 36,190 S3 : 31,750
HANGSENG
Opportunity: Bearish menuju 22,329
Hang Seng merosot 353 poin atau 1,5% hingga berakhir pada level terendah satu bulan di 22.850 pada hari Kamis, tertekan oleh kerugian sektor yang luas. Kekhawatiran atas sengketa perdagangan yang semakin dalam dengan AS meningkat, dengan China bersumpah untuk melakukan pembalasan “tegas” terhadap tarif terbaru Trump yang lebih besar dari yang diperkirakan. AS mengenakan pungutan tambahan sebesar 34% pada impor China di atas tarif 20% yang diperkenalkan awal tahun ini.
Sementara itu, kontrak berjangka AS anjlok tajam, didorong oleh kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan perdagangan dapat mempersulit upaya bank sentral untuk memangkas suku bunga. Saham teknologi memimpin penurunan, turun sekitar 2%, diikuti oleh sektor konsumen dan keuangan. Kerugian dibatasi oleh harapan bahwa China akan memperkenalkan lebih banyak langkah stimulus yang bertujuan untuk meningkatkan konsumsi guna mengimbangi dampak tarif. Saham e-commerce China yang terdaftar di kota tersebut mengalami kemerosotan, terutama Alibaba (-5,1%) dan JD.com (-5,0%). Penurunan besar lainnya termasuk Shenzhou Intl. (-13,7%), Techtronic Inds. (-12,6%), dan BYD Electronic Intl. (-8,7%).
Pivot : 23,169
R1 : 23,376 S1 : 22,948
R2 : 23,597 S2 : 22,741
R3 : 23,804 S3 : 22,520
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 19,000 | SL: 19,100 | TP: 18,500
Kontrak berjangka saham AS stabil pada hari Jumat setelah Wall Street mengalami kerugian satu hari tertajam sejak 2020, yang dipicu oleh pengumuman tarif Presiden Donald Trump. Pada hari Kamis, Dow anjlok 3,98%, S&P 500 anjlok 4,84%, dan Nasdaq anjlok 5,97% setelah Trump mengumumkan tarif dasar 10% untuk semua barang impor, dengan pungutan yang lebih tinggi untuk mitra dagang utama.
Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran akan pembalasan global, yang mengancam stabilitas perdagangan dan pertumbuhan ekonomi. Namun, Trump kemudian mengisyaratkan keterbukaan terhadap negosiasi perdagangan, yang bertentangan dengan pernyataan sebelumnya dari para pembantunya. Perusahaan teknologi berkapitalisasi besar memimpin aksi jual, dengan Tesla (-5,5%), Nvidia (-7,8%), Apple (-9,3%), Meta (-9%), dan Amazon (-9%) membukukan penurunan tajam. Sekarang, investor mengalihkan fokus mereka ke laporan pekerjaan bulanan hari Jumat, yang dapat memberikan wawasan baru tentang prospek kebijakan moneter Federal Reserve.
Pivot : 18,842.83
R1 : 19,022.17 S1 : 18,510.92
R2 : 19,354.08 S2 : 18,331.58
R3 : 19,533.42 S3 : 17,999.67
COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish, namun masih ada potensi koreksi menguji support 3.053 | Buy limit di kisaran 3.055
Harga emas mengalami koreksi pada Kamis setelah sempat mencapai rekor tertinggi di $3.167,57 per ounce. Spot gold turun 0,85% menjadi $3.106,99 per ounce, sementara emas berjangka AS ditutup melemah 1,4% di $3.121,70.
Pelemahan ini didorong oleh aksi ambil untung dan tekanan margin call dari aset lain, yang membuat investor menjual emas untuk menutup kerugian. Namun, tren jangka panjang emas masih kuat, mengingat permintaan terhadap aset safe-haven tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Dampak tarif baru yang diumumkan Trump memicu aksi jual besar di pasar keuangan, meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global. Meski mengalami koreksi, harga emas masih naik lebih dari $500 sepanjang tahun ini. Selain itu, bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas untuk mendiversifikasi aset mereka, yang akan terus mendukung reli emas. HSBC memprediksi harga emas akan rata-rata berada di $3.015 pada akhir 2025, dengan potensi kenaikan lebih lanjut dalam jangka pendek.
Pivot : 3.110,61
R1 3.167,09 R2 3.224,15 R3 3.280,63
S1 3.053,55 S2 2.997,07 S3 2.940,01
Oil
Opportunity: Bearish, selama di bawah 67,14, testing support 65,96 – 65,26.
Harga minyak anjlok tajam pada Kamis, mencatat penurunan harian terbesar sejak 2022. Minyak Brent ditutup turun $4,81 atau 6,42% menjadi $70,14 per barrel, sementara WTI turun $4,76 atau 6,64% ke $66,95 per barrel.
Penurunan ini dipicu oleh keputusan OPEC+ yang secara mengejutkan meningkatkan produksi minyak lebih cepat dari rencana semula, menambah 411.000 barel per hari ke pasar mulai Mei. Langkah ini diambil sehari setelah Trump mengumumkan tarif impor baru yang berpotensi memperlambat ekonomi global dan menekan permintaan minyak.
Kekhawatiran terhadap perang dagang dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi global semakin menekan harga minyak. Meskipun impor minyak dan gas dibebaskan dari tarif baru AS, investor tetap cemas akan dampak kebijakan ini terhadap permintaan energi di masa depan.
Pivot: 67,14
R1 67,14 R2 67,63 R3 68,19
S1 65,96 S2 65,26 S3 64,50
DAILY ECONOMIC DATA