FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,70000 – 0,69500
Sebelumnya mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback mengalami penguatan terbatas dan sementara. Aussie diperdagangkan dalam kisaran sempit di dekat puncak tiga tahun, karena investor mempertimbangkan dampak dan durasi konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung. Kemungkinan perundingan antara AS dan Iran meningkatkan harapan untuk meredakan ketegangan dan melanjutkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, meskipun ketidakpastian masih tetap ada. Sebuah laporan pada hari Rabu mengatakan bahwa Kementerian Intelijen Iran mengisyaratkan keterbukaan untuk berdiskusi dengan Washington tentang mengakhiri perang, tetapi sebuah sumber dari kementerian tersebut kemudian membantah klaim tersebut. Di Australia, data terbaru menunjukkan pengeluaran rumah tangga sedikit pulih pada bulan Januari setelah turun pada bulan Desember, yang mengindikasikan permintaan konsumen yang lebih lemah. Hal ini dapat meredakan kekhawatiran RBA bahwa permintaan melebihi penawaran ekonomi dan mengurangi tekanan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut. Namun, meluasnya konflik Timur Tengah bersamaan dengan data PDB domestik kuartal keempat yang lebih kuat menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi. Pasar hanya melihat peluang kecil kenaikan suku bunga pada bulan Maret, meskipun kenaikan lebih lanjut pada bulan Mei masih sepenuhnya diperhitungkan.
Pivot : 0,70228
R1 : 0,70724 S1 : 0,69568
R2 : 0,71384 S2 : 0,69072
R3 : 0,71880 S3 : 0,68412
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 157,400 – 158,000
Awalnya mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback bergerak menuguat terbatas dan sementara. Penguatan tersebut memperpanjang penguatan dari sesi sebelumnya karena Dollar AS melemah di tengah harapan akan berakhirnya permusuhan di Timur Tengah dan meredanya kekhawatiran inflasi. Namun Yen kembali mengalami pelemahan, imbas para pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan eskalasi lebih lanjut karena perang AS-Israel di Iran kini telah memasuki hari keenam, dengan AS menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka. Kekhawatiran inflasi juga mereda karena pemerintahan Trump berupaya meyakinkan pasar tentang aktivitas komersial di Teluk. Di dalam negeri, Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat berdampak signifikan terhadap perekonomian Jepang, yang menandakan kemungkinan penahanan suku bunga dalam jangka waktu yang lama. Sementara itu, Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan intervensi pasar mata uang tetap menjadi pilihan untuk mendukung yen, seraya mencatat bahwa pihak berwenang memantau penurunan tersebut “dengan rasa urgensi yang tinggi” dan berkoordinasi erat dengan AS.
Pivot : 157,276
R1 : 158,108 S1 : 156,711
R2 : 158,673 S2 : 155,879
R3 : 159,505 S3 : 155,314
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3412 – 1.3456
Sesuai perkiraan, Pounds masih tertekan oleh penguatan U.S Dollar pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks Dollar kembali menguat didukung data tenaga kerja AS yang solid dan Klaim pengangguran yang tidak mengalami penambahan. Disisi lain ketegangan konflik geopolitik masih terus berlanjut, peralihan aset safe haven Dollar AS masih diburu oleh para Investor. Market akan fokus pada laporan Tenaga-kerja AS Non-farm payroll yang rilis malam nanti. GBP akan mengalami volatilitas yang cukup tinggi pada perdagangan hari ini dan berpeluang untuk menguat apabila data Tenaga-kerja AS mengalami penurunan.
Open : 1.3348 Pivot 1.3341
R1 : 1.3386 S1 : 1.3318
R2 : 1.3412 S2 : 1.3282
R3 : 1.3456 S3 : 1.3232
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1519 – 1.1480
Mata-uang Euro kembali tertekan pada perdagangan Kamis kemarin. Pelemahan mata-uang Euro juga ditekan oleh lemahnya data ekonomi kawasan yang rilis Kamis kemarin. Retail Sales turun ke level -0.1% versus 0.2% bulan sebelumnya di kawasan Eropa. Disatu-sisi laporan Klaim pengangguran AS tidak mengalami penambahan di minggu lalu. EUR berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini yang disebabkan akan rilisnya data penting AS Non-farm payroll yang diperkirakan akan mengalami penurunan pada malam nanti.
Open : 1.1607 Pivot : 1.1603
R1 : 1.1647 S1 : 1.1559
R2 : 1.1685 S2 : 1.1519
R3 : 1.1746 S3 : 1.1480
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7751 – 0.7712
Swiss Franc ditutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Pelemahan mata-uang Swiss juga disebabkan rilisnya data pengangguran Swiss yang berada di bawah angka perkiraan. Angka pengangguran Swiss berada di level 3.2% di bulan Februari. Disatu-sisi data Klaim pengangguran AS turun dibawah angka perkiraan sebesar 213K versus 215K (perkiraan). CHF berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini yang disebabkan akan rilisnya laporan data Tenaga-kerja AS Non-farm payroll yang diperkirakan akan mengalami penurunan.
Open : 0.7804 Pivot : 0.7809
R1 : 0.7823 S1 : 0.7781
R2 : 0.7836 S2 : 0.7751
R3 : 0.7875 S3. : 0.7712
USDCAD
Opportunity : Buy stop di 1.37208 dengan target 1.37713 dan stop loss dibawah 1.36188
Secara struktur pasar, USDCAD masih berada dalam kondisi sideways–range sejak pertengahan Februari hingga awal Maret. Harga bergerak bolak-balik di dalam area 1.36188 – 1.37198, menunjukkan belum ada dominasi kuat dari buyer maupun seller. Struktur swing memperlihatkan beberapa lower high di area 1.37198 namun juga higher low di sekitar 1.36188, sehingga pasar saat ini berada di fase konsolidasi.
Dari sisi candlestick, pada area sekitar Pivot Point 1.36672 terlihat beberapa candle dengan body kecil dan wick atas-bawah relatif panjang yang mengindikasikan indecision market. Candle terakhir menunjukkan adanya penolakan kecil dari area bawah, namun belum cukup kuat untuk mengkonfirmasi reversal bullish.
Open price :1.36704 Pivot: 1.36672
R1 :1.37198 S1 :1.36188
R2 :1.37682 S2 :1.35662
R3 :1.38208 S3 :1.35178
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,000 – 99,500
Kondisi mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus bergerak menguat. Terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali naik dan sentuh level 99,413. Penguatan tersebut merupakan level tertinggi sejak pertengahan Januari, karena konflik yang meningkat dengan Iran menghidupkan kembali permintaan aset safe-haven. Namun, perasaan lega di awal mereda seiring berjalannya hari keenam. Baik Iran maupun AS mengisyaratkan bahwa serangan dapat meningkat dalam beberapa hari mendatang, mendorong harga minyak dan gas alam lebih tinggi, menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi, dan mendorong para pedagang untuk mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Fed menjadi hanya satu kali tahun ini, turun dari dua kali pada awal pekan. Sementara itu, data ekonomi terbaru memperkuat kekuatan ekonomi AS. Klaim pengangguran awal berada di bawah perkiraan, produktivitas meningkat lebih dari yang diharapkan pada kuartal lalu, pemutusan hubungan kerja menurun tajam, dan PMI Jasa ISM menunjukkan sektor tersebut secara tak terduga berkembang dengan laju tercepat sejak pertengahan 2022. Investor juga memandang AS sebagai aset safe-haven relatif mengingat kemandirian energinya yang lebih besar, yang semakin mendukung mata uang tersebut. Dollar AS mencatatkan penguatan terkuat terhadap Dollar Australia, Yen Jepang, dan Euro.
Pivot : 99,045
R1 : 99,423 S1 : 98,677
R2 : 99,791 S2 : 98,299
R3 : 100,169 S3 : 97,931

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 57,373
Indeks Nikkei 225 turun 0,5% menjadi sekitar 55.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas merosot 0,4% menjadi 3.688 pada hari Jumat, membuat kedua indeks acuan tersebut berada di jalur penurunan lebih dari 6% untuk minggu ini karena konflik Timur Tengah mengganggu pasar keuangan. Serangan AS-Israel terhadap Iran kini telah memasuki hari ketujuh, sementara Teheran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone baru di seluruh Teluk. Lonjakan harga minyak, yang memicu kekhawatiran inflasi, juga membebani pasar saham global, dengan Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda memperingatkan bahwa perang tersebut dapat secara signifikan memengaruhi ekonomi Jepang. Saham-saham teknologi menghadapi tekanan baru, dengan penurunan yang signifikan untuk Kioxia Holdings (-2,3%), Fujikura (-3%), dan Lasertec (-1,7%). Saham-saham sektor pertahanan juga turun, termasuk Mitsubishi Heavy Industries (-0,5%) dan Kawasaki Heavy Industries (-2,2%).
Pivot : 58,888
R1 : 59,506 S1 : 58,081
R2 : 60,313 S2 : 57,463
R3 : 61,738 S3 : 56,038
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Indeks Hang Seng naik 72 poin, atau 0,3%, dan ditutup pada 25.321 pada hari Kamis, menghentikan penurunan selama tiga hari karena saham sektor keuangan dan properti memimpin kenaikan. Aksi beli saham murah membantu mengangkat pasar dari titik terendah dalam 11 minggu. Sentimen juga membaik setelah Tiongkok memberi sinyal pergeseran menuju penyeimbangan ekonomi, menetapkan target pertumbuhan 2026 sebesar 4,5%–5% dari laju “sekitar 5%” dalam beberapa tahun terakhir. Rencana lima tahun ke-15 Beijing menjanjikan pengeluaran yang lebih tinggi untuk inovasi, industri teknologi tinggi, penelitian ilmiah, dan konsumsi rumah tangga, sambil mempertahankan defisit fiskal sebesar 4,0% dari PDB dan inflasi mendekati 2,0%. Namun, penguatan awal memudar karena indeks berjangka AS jatuh tajam akibat meningkatnya risiko geopolitik, bahkan setelah Presiden Trump berjanji akan memberikan perlindungan bagi perusahaan pelayaran setelah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran. Kehati-hatian juga meningkat menjelang data penting Tiongkok minggu depan, termasuk angka inflasi dan perdagangan Februari. Saham-saham unggulan antara lain Akeso Inc. (7,0%), AIA Group (5,1%), XPeng (2,8%), dan Sun Hung Kai Properties (2,4%).
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Sell Limit: 25,030 | SL: 25,130 | TP: 24,660
Kontrak berjangka saham AS stabil pada hari Jumat setelah Wall Street kembali berada di bawah tekanan pada sesi sebelumnya, karena investor bergulat dengan ketidakpastian seputar perang Iran dan melonjaknya harga minyak. Dalam perdagangan reguler pada hari Kamis, Dow turun 1,61%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing kehilangan 0,56% dan 0,26%. Delapan dari 11 sektor S&P berakhir lebih rendah, dengan sektor barang konsumsi pokok, material, dan industri memimpin penurunan. Caterpillar turun 3,6%, sementara GE Aerospace turun 3,4% karena investor memperhitungkan risiko gangguan rantai pasokan dan potensi penurunan margin. Harga minyak melonjak lebih dari 8% pada hari Kamis dan menuju kenaikan mingguan terbesar sejak 2022, meskipun kemudian turun kembali pada awal Jumat setelah pemerintahan Trump mengisyaratkan sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk mengatasi lonjakan harga baru-baru ini. Investor kini menantikan laporan pekerjaan bulan Februari yang akan dirilis hari ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang kesehatan pasar tenaga kerja AS.
Pivot : 25,114.83
R1 : 25,368.67 S1 : 24,813.67
R2 : 25,669.83 S2 : 25,559.83
R3 : 26,224.83 S3 : 24,004.83

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Potensi rebound terbuka mengingat harga saat ini berada di area support-nya, dengan pengujian resistance 5.206. Namun, tren tetap bearish selama di bawah 5.200.
Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat, berada di kisaran $5.080 per ounce, namun masih cenderung melemah sehingga berpotensi mencatat penurunan mingguan pertama dalam lima minggu terakhir. Tekanan terhadap emas terutama datang dari penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yields), yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Kenaikan yield biasanya mendorong investor beralih ke instrumen pendapatan tetap, sehingga permintaan terhadap logam mulia cenderung menurun.
Di sisi lain, faktor geopolitik tetap memberikan dukungan terhadap harga emas sebagai aset safe-haven. Konflik di Timur Tengah antara Israel dan Iran yang telah memasuki hari ketujuh meningkatkan ketidakpastian global dan menjaga minat lindung nilai investor. Ketegangan meningkat setelah Iran meluncurkan rudal dan drone di kawasan Teluk yang dilaporkan menghantam sebuah kilang minyak di Bahrain, sementara Israel melanjutkan serangan udara di Teheran. Amerika Serikat juga mengambil langkah pengamanan dengan menangguhkan operasional kedutaannya di Kuwait.
Pivot : 5.206
R1 5.206 R2 5.260 R3 5.305
S1 5.050 S2 4.996 S3 4.935
Silver
Opportunity : Sell limit di 84.892 dengan target 82.368 dan stop loss diatas 89.940
Pergerakan silver menunjukkan perubahan struktur yang cukup jelas. Setelah sebelumnya membentuk uptrend kuat hingga area 94.000, harga mengalami reversal tajam yang membentuk struktur lower high dan lower low, menandakan awal fase downtrend correction.
Saat ini harga bergerak di sekitar Pivot Point 82.675 setelah mengalami penurunan besar dari area 90 an. Dari sisi candlestick, terlihat beberapa candle dengan body kecil setelah penurunan tajam, yang menunjukkan fase konsolidasi sebelum pergerakan berikutnya.
Selama harga berada di bawah 84.892, bias pasar masih bearish. Jika harga gagal menembus resistance tersebut, maka kemungkinan besar silver akan kembali melanjutkan penurunan menuju 79.844.
Open price :82.266 Pivot :82.675
R1 :84.892 S1 :79.844
R2 :87.723 S2 :77.627
R3 :89.940 S3 :74.796
Oil
Opportunity : Bullish selama bertahan di atas support 77,91-76,03, testing resistance 80,75.
Harga minyak mentah mengalami koreksi pada perdagangan Jumat, dengan WTI crude turun hampir 2% ke sekitar $79,5 per barel. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya minyak mencatat lonjakan tajam dan dipicu oleh sinyal dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang tengah mempertimbangkan berbagai langkah untuk meredam kenaikan harga energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Beberapa opsi kebijakan yang sedang dipertimbangkan antara lain pelepasan cadangan minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR), pemberian keringanan terhadap aturan pencampuran bahan bakar, hingga kemungkinan keterlibatan Departemen Keuangan AS dalam perdagangan kontrak berjangka minyak. Langkah-langkah tersebut dipandang sebagai upaya untuk menstabilkan harga bahan bakar domestik yang melonjak seiring meningkatnya ketegangan geopolitik.
Pivot: 77,91
R1 83,72 S1 77,91
R2 82,08 S2 76,03
R3 83,72 S3 74,93
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Jum’at, 06 Maret 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Volatilitas Pasar Meningkat Jelang NFP AS, Emas Siap Uji ATH Lagi?
Catat jam dan waktunya ya!
| Jum’at, 06 Maret 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
