FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,70200 – 0,71000
Aussie terus dibayang-bayangi oleh pelemahan terhadap mata uang Dollar AS. Namun mata uang Australia ini berusaha bangkit, dimana sebelumnya Aussie mundur dari level tertinggi 3 tahun, karena aksi jual yang meluas di seluruh saham global dan aset sensitif risiko menekan mata uang tersebut. Dollar Australia, yang terkait dengan komoditas dan sering digunakan sebagai indikator likuiditas untuk selera risiko global, berada di bawah tekanan setelah penurunan tajam pasar saham yang dipimpin oleh sektor teknologi, yang dipicu oleh kekhawatiran atas pengeluaran besar-besaran untuk AI, membuat investor gelisah. Penurunan tersebut juga membatalkan keuntungan dari awal pekan, ketika Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,85% dan memberi sinyal bahwa mereka dapat memperketat kebijakan lebih lanjut jika inflasi terbukti terus berlanjut. Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan kembali bahwa kebijakan restriktif tetap diperlukan untuk mendinginkan permintaan dan meredakan tekanan harga. Pasar memperkirakan sekitar 70% kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Mei menjadi 4,10%, sementara hanya memberikan probabilitas 50% untuk kenaikan lebih lanjut menjadi 4,35% pada akhir tahun. Fokus sekarang beralih ke angka pengeluaran rumah tangga yang akan datang pekan ini untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan.
Pivot : 0,69808
R1 : 0,70651 S1 : 0,69374
R2 : 0,71085 S2 : 0,68531
R3 : 0,71928 S3 : 0,68097
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 157,100 – 157,600
Geliat pergerakan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS nampaknya kali ini sulit keluar dari tekanan. Bahkan mata uang Yen sempat berusaha menguat, akan tetapi masih diperkirakan akan melemah lebih dari 1% pada pekan lalu karena para pelaku pasar menunggu hasil pemilihan majelis rendah akhir pekan lalu. Mata uang tersebut berada di bawah tekanan di tengah ekspektasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi akan memenangkan dukungan pemilih untuk peningkatan pengeluaran dan potensi pemotongan pajak, yang menimbulkan kekhawatiran atas prospek fiskal Jepang. Ketidakpastian mengenai bagaimana pemerintah akan mendanai rencana ambisiusnya dan mengimbangi potensi kerugian pendapatan membebani pasar. Investor juga menantikan laporan PDB Jepang Q4 minggu depan, yang diperkirakan akan pulih setelah kontraksi tajam pada kuartal sebelumnya. Takaichi baru-baru ini mencatat bahwa Yen yang lemah dapat menguntungkan eksportir, kemudian mengklarifikasi bahwa komentarnya bertujuan untuk mendorong ekonomi yang tangguh terhadap fluktuasi mata uang. Yen telah menguat hingga 4,5% pada akhir Januari di tengah spekulasi intervensi mata uang bersama AS-Jepang tetapi sejak itu telah kehilangan lebih dari setengah dari kenaikan tersebut.
Pivot : 156,933
R1 : 157,363 S1 : 156,717
R2 : 157,579 S2 : 156,287
R3 : 158,009 S3 : 156,071
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3654 – 1.3706
Pounds ditutup menguat cukup signifikan pada perdagangan Jumat kemarin. Penguatan mata-uang poundsterling disebabkan tertundanya laporan data Tenaga-kerja AS Non-farm payroll dan data ekonomi lainnya akibat shutdown pemerintahan AS. Poundsterling naik ke sekitar 1,3614, meski masih berada di jalur penurunan mingguan terdalam sejak akhir Oktober setelah Bank of England menahan suku bunga dengan selisih suara yang sempit. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang disebabkan pelemahan U.S Dollar akibat tertundanya laporan data ekonomi membuat Dollar kehilangan arah.
Open : 1.3592 Pivot 1.3579
R1 : 1.3622 S1 : 1.3551
R2 : 1.3654 S2 : 1.3508
R3 : 1.3706 S3 : 1.3456
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1852 – 1.1896
Diluar perkiraan, EUR ditutup menguat setelah tertekan di hari sebelumnya. Euro menguat ke area 1,1822 setelah Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga dan menilai fluktuasi nilai tukar tidak menjadi faktor utama kebijakan. Disisi lain mata-uang U.S Dollar terkoreksi dari penguatan dalam satu pekan terakhir. Indeks dolar turun sekitar 0,34% secara harian akibat tertundanya laporan data Tenaga -kerja U.S Jumat kemarin. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini akibat shutdown pemerintahan AS, dimana mata-uang U.S Dollar kehilangan arah penguatannya.
Open : 1.1809 Pivot : 1.1809
R1 : 1.1826 S1 : 1.1789
R2 : 1.1852 S2 : 1.1765
R3 : 1.1896 S3 : 1.1728
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7734 – 0.7714
Swiss Franc ditutup menguat pada perdagangan diakhir pekan kemarin. Penguatan mata-uang Swiss terjadi akibat tertundanya laporan data penting AS Non-farm payroll akibat shutdown pemerintahan Donald Trump. Indeks dolar turun sekitar 0,34% secara harian, tetapi masih mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 0,5%. Sentimen dolar tetap didukung oleh penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdgangan hari ini yang disebabkan mata-uang U.S Dollar kehilangan arah penguatannya akibat shutdown.
Open : 0.7749 Pivot : 0.7763
R1 : 0.7771 S1 : 0.7750
R2 : 0.7785 S2 : 0.7734
R3 : 0.7807 S3. : 0.7714
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.37650 dengan target 1.36069 dan stop loss di atas 1.38071
Secara teknikal, area 1.37070 (R1) hingga 1.37656 (R2) menjadi zona supply intraday yang cukup kuat. Selama harga gagal menembus dan bertahan di atas area tersebut, potensi penurunan tetap terbuka dengan target menuju 1.36069 (S1) hingga 1.35654 (S2). Apabila tekanan jual berlanjut dan harga mampu menembus 1.36000, maka target lanjutan mengarah ke area 1.35068 (S3) yang bertepatan dengan low penting sebelumnya. Skenario bullish baru akan mendapatkan konfirmasi apabila harga mampu menembus dan daily close di atas 1.37656–1.38071, yang dapat membuka ruang kenaikan lanjutan, meskipun probabilitasnya masih relatif lebih rendah.
Open price :1.36687 Pivot :1.36655
R1 :1.37070 S1 :1.36069
R2 :1.37656 S2 :1.35654
R3 :1.38071 S3 :1.35068
DXY
Opportunity: Bearish Range 97,600 – 97,300
Menutup pekan kemarin pergerakan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mengalami pelemahan terbatas. Tercermin dari Indeks Dollar AS (DXY) yang sedikit merosot ke level 97,681. Meski Dollar AS mengalami tekanan tetapi tetap mendekati level tertinggi dua minggu yang dicapai awal pekan ini dan berada di jalur untuk mengakhiri pekan pertama bulan Februari dengan kenaikan hampir 0,9%. Dollar AS mendapat dukungan dari daya tariknya sebagai aset lindung nilai sepanjang pekan, terutama ketika data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi dan, bersamaan dengan aksi jual saham teknologi dan penurunan tajam aset kripto, memicu pelarian ke aset aman. Sentimen membaik pada Jumat di tengah pemulihan saham teknologi dan data awal yang menunjukkan bahwa indeks sentimen konsumen Universitas Michigan secara tak terduga naik ke level tertinggi 6 bulan. Pekan ini para pelaku pasar akan mengalihkan perhatian mereka ke laporan pekerjaan AS yang tertunda dan rilis CPI Rabu & Jum’at mendatang untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang prospek The Fed. Saat ini, analis memperkirakan penurunan suku bunga Fed sekitar 58bps tahun ini, naik dari sekitar 50bps pada awal pekan. Dollar AS melemah terutama terhadap Poundsterling dan Aussie.
Pivot : 97,737
R1 : 97,916 S1 : 97,502
R2 : 98,151 S2 : 97,323
R3 : 98,330 S3 : 97,088

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 58,556
Indeks Nikkei 225 melonjak 5% menuju 57.000 sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 2,2% menjadi 3.780 pada hari Senin, dengan saham Jepang mencapai rekor tertinggi baru setelah Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, dipimpin oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi, mengamankan mayoritas super dua pertiga di majelis rendah dalam kemenangan bersejarah. Koalisi Takaichi memenangkan 352 dari 465 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Jepang, menurut angka yang dikumpulkan oleh lembaga penyiaran publik NHK, dengan LDP sendiri mengamankan mayoritas 316 kursi. Hasil tersebut memperkuat ekspektasi untuk kebijakan fiskal yang lebih longgar dan kemungkinan pemotongan pajak, yang telah mengguncang pasar keuangan Jepang dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran atas meningkatnya beban utang Jepang. Saham Jepang juga diuntungkan dari kenaikan Wall Street pada hari Jumat, karena saham teknologi pulih setelah beberapa hari mengalami penjualan besar-besaran. Perusahaan-perusahaan dengan kinerja kuat termasuk perusahaan-perusahaan besar seperti Advantest (14,6%), Fujikura (8,2%), SoftBank Group (7%), Mitsubishi Heavy Industries (3%) dan Toyota Motor (2,3%).
Pivot : 55,181
R1 : 57,408 S1 : 54,033
R2 : 58,556 S2 : 51,806
R3 : 61,931 S3 : 48,431
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke area: 27,279
Saham Hong Kong naik seiring dengan pasar lain di Asia, karena sentimen terhadap aset berisiko global stabil dan kemenangan partai penguasa Jepang dalam pemilihan parlemen meningkatkan selera risiko.
Di daratan Tiongkok, Indeks CSI 300 naik 1 persen dan Indeks Komposit Shanghai naik 0,9 persen.
Perusahaan bioteknologi Innovent Biologics melonjak hampir 5 persen menjadi HK$83,25, dan Pop Mart International Group naik 2,9 persen menjadi HK$250,20. Alibaba Group Holding bertambah 2,5 persen menjadi HK$158,90, sementara Tencent Holdings naik 1,8 persen menjadi HK$557,50.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik ke rekor tertinggi pada hari Jumat, menandai pergeseran ke saham-saham siklikal setelah aksi jual saham teknologi yang dipicu oleh penurunan tajam di pasar komoditas. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak lebih dari 5 persen ke rekor tertinggi pada hari Senin setelah Partai Demokrat Liberal pimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi meraih kemenangan pemilu bersejarah. Hasil tersebut membuka jalan bagi stimulus fiskal lebih lanjut, memperkuat prospek bullish untuk pasar saham.
Pivot : 26,761
R1 : 26,237 S1 : 25,035
R2 : 27,487 S2 : 25,309
R3 : 28,213 S3 : 25,309
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,032 | SL: 24,932 | TP: 25,513
Kontrak berjangka saham AS sedikit menguat pada hari Senin karena investor menantikan serangkaian data ekonomi dan laporan pendapatan yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. Pasar akan menerima laporan pekerjaan Januari pada hari Rabu, yang tertunda karena penutupan sebagian pemerintah, setelah serangkaian indikator minggu lalu menunjukkan momentum pendinginan di pasar tenaga kerja. Pembacaan indeks harga konsumen Januari yang ditunda juga akan dirilis pada hari Jumat. Di sisi korporasi, laporan pendapatan dijadwalkan minggu ini dari Coca-Cola, Ford Motor, Robinhood, McDonald’s, dan Coinbase Global, di antara lainnya. Minggu lalu, indeks utama awalnya mengalami penurunan karena saham teknologi, mata uang kripto, dan logam mulia berada di bawah tekanan, sebelum pulih pada hari Jumat karena sentimen membaik. Dow naik 2,5% dalam seminggu, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,1% dan 1,84%.
Pivot : 24,860.92
R1 : 25,482.08 S1 : 24,502.83
R2 : 25,840.17 S2 : 23,881.67
R3 : 26,819.42 S3 : 22,902.42

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Harga emas mencoba pulih dari trend penurunan, berusaha bertahan di atas resistance 5.023. Namun, jika gagal bertahan trend keseluruhan masih bearish, dengan potensi penurunan menguji area support 4.894-4.824.
Harga emas menguat signifikan pada awal pekan, dengan kenaikan lebih dari 1% hingga menembus level USD 5.030 per ounce dan mencatat posisi tertinggi dalam lebih dari satu minggu terakhir. Penguatan ini terjadi seiring sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi utama Amerika Serikat yang dipandang krusial dalam menentukan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Fokus utama tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS bulan Januari yang akan dirilis Rabu, di mana pasar memperkirakan adanya tanda-tanda stabilisasi di pasar tenaga kerja, serta data inflasi yang dijadwalkan keluar pada Jumat.
Selain faktor data ekonomi, sentimen positif terhadap emas juga datang dari perkembangan politik di Jepang. Kemenangan telak Perdana Menteri petahana Sanae Takaichi memperkuat ekspektasi kebijakan fiskal yang lebih longgar dan berlanjutnya tekanan pelemahan yen, kondisi yang secara tidak langsung meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Dukungan tambahan juga berasal dari permintaan bank sentral yang tetap solid, ditandai dengan Bank Sentral China yang kembali menambah cadangan emasnya untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari.
Di sisi geopolitik, pasar juga mencermati rencana lanjutan pembicaraan antara pejabat tinggi Amerika Serikat dan Iran setelah pertemuan sebelumnya pekan lalu. Ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi kawasan Timur Tengah turut menjaga minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven, sehingga menopang pergerakan harga tetap berada di level tinggi.
Pivot : 5.023
R1 5.023 R2 5.091 R3 5.146
S1 4.894 S2 4.824 S3 4.762
Silver
Opportunity : Buy stop di 82.531 dengan target 89.567 dan stop loss di bawah 68.310
Pada timeframe H4, pergerakan harga terlihat membentuk konsolidasi setelah rebound dari area support kuat, namun masih tertahan di bawah Pivot Point 73.223.
Area 73.223 (PP) saat ini menjadi level penentu arah. Selama harga mampu bertahan di atas area 68.310 (S1), peluang rebound teknikal masih terbuka dengan target menuju 82.381 (R1) hingga 87.294 (R2). Namun, jika tekanan jual kembali muncul dan harga menembus 68.310, maka risiko penurunan lanjutan meningkat dengan target berikutnya menuju 59.152 (S2) hingga 54.239 (S3).
Open price :78.577 Pivot :73.233
R1 :82.381 S1 :68.310
R2 :87.294 S2 :59.152
R3 :96.452 S3 :54.239
Oil
Opportunity : Bearish selama di bawah resistance 63,61, testing support 62,17.
Harga minyak mentah WTI melemah pada perdagangan Senin, turun ke kisaran USD 63,1 per barrel dan memperpanjang tren penurunan mingguan. Pelemahan ini terutama dipicu oleh meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pembicaraan dengan Iran berjalan sangat baik dan negosiasi lanjutan direncanakan dalam waktu dekat, meskipun ia juga menegaskan adanya konsekuensi berat apabila Iran gagal mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Di sisi lain, perhatian investor tertuju pada dinamika arus perdagangan minyak global, khususnya terkait India. Pernyataan Trump pekan lalu mengenai kesepakatan New Delhi untuk menghentikan impor minyak dari Rusia sebagai bagian dari kesepakatan dagang yang lebih luas sempat menjadi sorotan pasar. Namun, hingga kini otoritas India belum memberikan konfirmasi resmi dan justru menekankan bahwa menjaga keamanan energi nasional tetap menjadi prioritas utama, sehingga ketidakpastian terkait implementasi kebijakan tersebut masih membayangi pasar.
Sebelumnya, harga minyak sempat menguat pada awal tahun didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik dan gangguan produksi sementara, meskipun pasar juga dihadapkan pada kekhawatiran mengenai pasokan global yang relatif melimpah. Kombinasi antara meredanya risiko geopolitik dan ketidakjelasan arah permintaan membuat harga minyak kembali tertekan, dengan pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari sisi geopolitik dan perdagangan internasional.
Pivot: 63,61
R1 63,61 S1 62,17
R2 64,32 S2 61,08
R3 65,49 S3 60,08
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 09 Februari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Jobless Claims AS Jadi Penentu Arah Dollar & Emas
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 09 Februari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
