FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,70700 – 0,71300
Tekanan awalnya melanda pergerakan mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback. Namun akhirnya Aussie ditutup dengan menguat terhadap Dollar AS. Sebelumnya Aussie memperpanjang kerugian dari minggu sebelumnya karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah terus memicu kehati-hatian pada sentimen risiko global. Karena konflik tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, investor telah mengurangi eksposur terhadap mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Australia. Meningkatnya ketegangan geopolitik juga menimbulkan kekhawatiran atas potensi lonjakan harga minyak, yang dapat memicu inflasi global. Di Australia, Menteri Energi Chris Bowen mengatakan negara tersebut memiliki cadangan bahan bakar selama 36 hari untuk bensin, 34 hari untuk diesel, dan 32 hari untuk bahan bakar jet, jauh di bawah level 90 hari yang direkomendasikan oleh Badan Energi Internasional. Dolar Australia menghadapi tekanan tambahan dari penguatan dolar AS, karena investor memperkirakan kemungkinan jeda dalam pemotongan suku bunga Federal Reserve. Dolar AS semakin menguat di tengah pembelian aset aman karena ketegangan geopolitik meningkat, dengan Presiden Donald Trump menuntut penyerahan tanpa syarat dari Teheran.
Pivot : 0,70359
R1 : 0,71163 S1 : 0,69938
R2 : 0,71584 S2 : 0,69134
R3 : 0,72388 S3 : 0,68713
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 157,800 – 157,300
Ketidakberdayaan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback sempat terjadi. Bahkan Yen mencapai level terendah enam minggu karena harga minyak menembus angka $100 per barel di tengah kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan energi global, sehingga membebani perekonomian yang bergantung pada minyak. Namun menutup perdagangan kemarin Yen berusaha untuk menguat terbatas, imbas Dollar AS sempat melemah. Perang AS-Israel dengan Iran memasuki minggu kedua tanpa ada solusi yang terlihat, sementara produsen minyak utama di Timur Tengah telah mengurangi produksi karena pengiriman melalui Selat Hormuz tetap terhenti. Jepang bergantung pada Timur Tengah untuk sekitar 95% pasokan minyaknya, dengan sekitar 70% di antaranya melalui Selat Hormuz, sehingga negara tersebut sangat rentan terhadap guncangan harga minyak. Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menggunakan sebagian cadangan minyak nasionalnya seiring berlanjutnya krisis Iran. Yen semakin tertekan oleh penguatan dolar, yang diuntungkan dari daya tariknya sebagai aset aman dan revisi ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve.
Pivot : 158,052
R1 : 158,483 S1 : 157,210
R2 : 159,325 S2 : 156,779
R3 : 159,756 S3 : 155,937
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3477 – 1.3506
Diluar perkiraan, Pounds menguat tajam setelah tertekan turun di awal sesi perdagangan Senin kemarin. Penguatan mata-uang Poundsterling Terjadi seiring dengan pernyataan Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa perang melawan Iran sudah hampir selesai. Pernyataan tersebut membantu meredakan kekhawatiran para investor. GBP dapat menguat kembali setelah jauh tertekan oleh penguatan U.S Dollar sebagai aset safe haven..Dollar akan kembali tertekan seiring dengan lemahnya pasar tenaga-kerja AS yang rilis akhir pekan kemarin.
Open : 1.3433 Pivot 1.3482
R1 : 1.3442 S1 : 1.3344
R2 : 1.3477 S2 : 1.3282
R3 : 1.3506 S3 : 1.3251
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1673 – 1.1710
Euro ditutup menguat pada perdagangan Selasa kemarin. Euro sempat tertekan di awal sesi perdagangan, namun kembali menguat tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa perang melawan Iran sudah hampir selesai. Pernyataan tersebut membantu meredakan kekhawatiran para pelaku pasar. EUR diperkirakan akan kembali menguat setelah adanya tekanan Dollar AS sepanjang eskalasi konflik Timur-tengah. Dollar diperkirakan akan kembali melemah seiring dengan buruknya pasar tenaga-kerja AS yang rilis akhir pekan kemarin.
Open : 1.1634 Pivot : 1.1587
R1 : 1.1637 S1 : 1.1556
R2 : 1.1673 S2 : 1.1507
R3 : 1.1710 S3 : 1.1470
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7748 – 0.7709
Swiss Franc masih ditutup lebih tinggi terhadap U.S Dollar pada perdagangan Senin kemarin. CHF yang menjadi aset safe haven setelah Dollar AS akan kembali menguat. Penguatan Franc Swiss terjadi seiring dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengisyaratkan bahwa perang melawan Iran sudah hampir selesai. Pernyataan tersebut membantu meredakan kekhawatiran para pelaku pasar. CHF diperkirakan akan kembali menguat setelah adanya tekanan Dollar AS.
Open : 0.7772 Pivot : 0.7789
R1 : 0.7809 S1 : 0.7768
R2 : 0.7834 S2 : 0.7748
R3 : 0.7875 S3. : 0.7709
USDCAD
Opportunity : Buy stop di 1.36200 dengan target 1.36606 dan stop loss di Bawah 1.35379
Pada timeframe H4, pergerakan USDCAD menunjukkan kecenderungan bearish jangka pendek setelah sebelumnya harga gagal mempertahankan area resistance di sekitar 1.37001. Struktur harga mulai membentuk pola lower high dan lower low, yang menandakan tekanan jual masih mendominasi pasar. Penurunan yang terjadi menjelang 10 Maret terlihat cukup impulsif melalui rangkaian candle bearish dengan body besar. Setelah mencapai area support 1.35379, harga mulai menunjukkan fase konsolidasi dan pullback ringan dengan munculnya beberapa candle berbody kecil dan shadow bawah yang menandakan adanya reaksi buyer di area support tersebut. Namun selama harga masih bergerak di bawah resistance 1.36190, struktur pasar masih cenderung bearish dan kenaikan yang terjadi saat ini berpotensi hanya menjadi pullback sebelum melanjutkan penurunan.
Open price :1.35837 Pivot :1.35720
R1 : 1.36190 S1 : 1.35379
R2 : 1.36531 S2 : 1.34909
R3 : 1.37001 S3 : 1.34568
DXY
Opportunity: Bearish Range 98,700 – 98,400
Pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya cukup volatile, dimana akhir pekan lalu melemah tipis namun awal pekan justru menguat cukup signifikan. Tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang melonjak dan sentuh level 99,695. Awalnya penguatan terjadi setelah penurunan singkat pada hari Jumat, karena konflik dengan Iran tidak menunjukkan tanda-tanda mereda dan harga energi terus naik, dengan harga minyak melonjak di atas $100 per barel. Namun menutup perdagangan kemarin Dollar AS justru dilanda aksi profit taking setelah adanya info Trump akan mengakhiri perang di Iran. Kekhawatiran inflasi yang terkait dengan gangguan pasokan dan pengurangan produksi menyusul penutupan Selat Hormuz semakin meningkat, mendorong para pedagang untuk mengurangi ekspektasi terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Pasar sekarang mengantisipasi hanya satu pemotongan 25bps, kemungkinan besar pada bulan September, dibandingkan dengan ekspektasi dua pemotongan hanya seminggu yang lalu. Investor juga memandang AS sebagai tempat berlindung yang relatif aman, mengingat kemandirian energinya yang lebih besar, yang telah memberikan dukungan tambahan bagi mata uang tersebut. Dollar AS mencatatkan kenaikan terkuatnya terhadap Euro dan Franc Swiss.
Pivot : 99,040
R1 : 99,382 S1 : 98,385
R2 : 100,037 S2 : 98,043
R3 : 100,379 S3 : 97,388

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 57,373
Indeks Nikkei 225 melonjak 2,8% di atas 54.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 2% menjadi 3.650 pada hari Selasa, memulihkan kerugian dari sesi sebelumnya karena harga minyak turun kembali di bawah $100 per barel, meredakan kekhawatiran stagflasi. Pergerakan tersebut mengikuti sinyal Presiden AS Donald Trump bahwa perang Iran dapat segera berakhir dan pengungkapan rencana untuk menjaga harga minyak tetap terkendali. Menteri keuangan G7 juga mengatakan kelompok tersebut “siap” untuk melepaskan minyak dari cadangan strategis jika diperlukan. Saham global baru-baru ini berada di bawah tekanan di tengah ketidakpastian atas konflik Iran, sementara lonjakan harga minyak menimbulkan kekhawatiran tentang dampak ekonomi dan potensi kebangkitan kembali inflasi. Di Jepang, pertumbuhan PDB kuartal keempat direvisi naik menjadi 0,3% dari perkiraan awal 0,1%, didukung oleh permintaan domestik yang kuat. Saham teknologi memimpin pemulihan, dengan kenaikan dari Kioxia Holdings (11%), Fujikura (10%), dan Advantest (5,5%). Saham-saham sektor keuangan, konsumen, dan pertahanan yang berbobot besar juga mengalami kenaikan.
Pivot : 58,888
R1 : 59,506 S1 : 58,081
R2 : 60,313 S2 : 57,463
R3 : 61,738 S3 : 56,038
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Saham Hong Kong naik 377 poin, atau 1,5%, menjadi 25.789 pada perdagangan Selasa pagi, pulih dari sesi sebelumnya karena semua sektor mendukung kenaikan tersebut. Sentimen membaik setelah reli Wall Street semalam dan komentar dari Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan perang melawan Iran mungkin akan segera berakhir, bersamaan dengan laporan tentang kemungkinan pelonggaran sanksi minyak terhadap Rusia. Di China, saham naik sedikit setelah kerugian Senin, dengan para pedagang menunggu data perdagangan gabungan Januari-Februari yang akan dirilis hari ini, yang diperkirakan akan menunjukkan ekspor dan impor yang lebih kuat setelah surplus rekor USD 1,2 triliun tahun lalu. Sementara itu, inflasi konsumen melonjak ke level tertinggi tiga tahun pada bulan Februari, didorong oleh pengeluaran Tahun Baru Imlek, sementara deflasi produsen mereda. Penurunan harga berjangka AS membatasi kenaikan karena ketegangan geopolitik terus berlanjut, dengan militer Iran bersumpah akan melakukan lebih banyak serangan rudal. Perusahaan-perusahaan dengan performa terbaik di awal bursa saham antara lain Minimax Group (10,1%), H World Group (4,7%), Cathay Pacific (4,3%), Tencent Group (2,9%), dan SMIC (2,6%).
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 24,636| SL: 24,550 | TP: 24,157
Kontrak berjangka saham AS merosot pada hari Selasa setelah pulih pada sesi sebelumnya karena para pedagang bereaksi terhadap perkembangan geopolitik terbaru. Presiden Donald Trump menegaskan kembali bahwa operasi militer AS di Iran dapat segera berakhir, sekaligus mengungkap rencana yang bertujuan untuk menjaga harga minyak tetap terkendali. Dalam perdagangan reguler pada hari Senin, Dow naik 0,5%, S&P 500 naik 0,83%, dan Nasdaq Composite naik 1,38%. Sentimen di Wall Street membaik karena harapan akan penyelesaian cepat perang Iran, meredakan kekhawatiran stagflasi yang awalnya menyebabkan indeks utama anjlok. Harga minyak turun menjadi sekitar $90 per barel setelah melonjak hingga hampir $120 pada awal pekan. Ke depan, investor menunggu laporan CPI Februari pada hari Rabu dan indeks harga PCE Januari pada hari Jumat untuk petunjuk lebih lanjut tentang tren inflasi. Di sisi korporasi, laporan pendapatan akan dirilis oleh Oracle pada hari Selasa dan Adobe pada hari Kamis.
Pivot : 24,799.92
R1 : 24,995.58 S1 : 24,460.08
R2 : 25,335,42 S2 : 24,264.42
R3 : 25,870.92 S3 : 23,728.92

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Sideway to Bearish selama di bawah 5.206, testing support 5.050 hingga 4.935.
Harga emas mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, dengan emas spot melemah ke sekitar USD 5.130 per ounce setelah sebelumnya juga mencatatkan pelemahan pada sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran geopolitik setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan bahwa konflik militer dengan Iran kemungkinan akan segera berakhir. Trump menggambarkan operasi militer tersebut sebagai “little excursion” dan hanya bersifat jangka pendek, sehingga meredakan sebagian kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya, ketegangan di kawasan tersebut sempat mendorong permintaan aset safe haven seperti emas karena kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan dapat memicu lonjakan inflasi global, terutama melalui kenaikan harga energi. Kekhawatiran inflasi ini juga sempat membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Namun dengan meredanya tensi geopolitik, sebagian investor mulai melakukan aksi ambil untung pada emas sehingga menekan harga.
Pivot : 5.206
R1 5.206 R2 5.260 R3 5.305
S1 5.050 S2 4.996 S3 4.935
Silver
Opportunity : Buy stop di 89.204 dengan target 92.821 dan stop loss dibawah 81.820
Pada timeframe H4, XAGUSD menunjukkan tanda-tanda pemulihan bullish setelah fase koreksi sebelumnya. Setelah mengalami penurunan tajam dari area 96, harga sempat membentuk fase konsolidasi di kisaran 81.820 – 84.321, sebelum akhirnya terjadi dorongan bullish yang cukup kuat hingga mendekati resistance 89.054. Struktur harga saat ini mulai menunjukkan pembentukan higher low, yang menandakan adanya peningkatan minat beli dari pelaku pasar. Dari sisi candlestick, munculnya beberapa candle bullish dengan body besar pada kenaikan terakhir mengindikasikan adanya momentum buying yang cukup kuat, meskipun posisi harga yang sudah mendekati area resistance juga membuka peluang terjadinya koreksi atau pullback jangka pendek.
Open price :86.71 Pivot :84.321
R1 : 89.054 S1 : 81.820
R2 : 91.555 S2 : 77.087
R3 : 96.288 S3 : 74.586
Oil
Opportunity : Potensi koreksi bisa berlanjut selama di bawah 92,46, menguji support 81,14-77,91. Namun, selama support tersebut bertahan, trend masih bullish.
Harga minyak mentah mengalami koreksi tajam pada perdagangan Selasa setelah lonjakan besar pada sesi sebelumnya. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate crude oil turun ke bawah USD 90 per barel setelah pada hari sebelumnya sempat melonjak mendekati USD 120 per barel. Penurunan harga ini dipicu oleh sinyal dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan bahwa konflik dengan Iran kemungkinan segera berakhir dan operasi militer berjalan lebih cepat dari jadwal awal.
Trump juga mengungkapkan rencana pemerintah AS untuk melonggarkan sanksi terkait minyak serta mengerahkan Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal tanker yang melintasi Strait of Hormuz. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan kelancaran distribusi minyak global dan menahan lonjakan harga energi di pasar internasional.
Pivot: 92,46
R1 92,46 S1 81,14
R2 99,99 S2 77,91
R3 105,01 S3 74,93
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Selasa, 10 Maret 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Dollar Perkasa di Tengah Konflik AS-Iran
Catat jam dan waktunya ya!
| Selasa, 10 Maret 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
