FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,66800 – 0,66000
Sebelumnya mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback berusaha bangkit dari pelemahannya. Terlebih karena pasar terus mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Australia (RBA) akhir tahun ini. Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser baru-baru ini mengatakan inflasi masih “terlalu tinggi,” yang mengindikasikan siklus pelonggaran kebijakan moneter mungkin telah mencapai titik akhirnya. Namun setelah rilis data CPI yang tidak berubah membuat para pelaku pasar melakukan aksi profit taking serta Dollar AS perlahan menguat. Bulan lalu, Gubernur RBA Michele Bullock memperingatkan bahwa langkah kebijakan selanjutnya bisa berupa kenaikan suku bunga setelah inflasi sekali lagi melampaui kisaran target RBA sebesar 2-3%. Komentar-komentar bernada keras ini dibarengi dengan data yang menunjukkan pengeluaran rumah tangga naik 1% dari bulan ke bulan pada November 2025, melambat dari kenaikan 1,4% pada Oktober tetapi melampaui perkiraan kenaikan sebesar 0,6%. Sementara itu, iklan lowongan kerja ANZ-Indeed Australia turun 0,5% secara bulanan pada November, menandai penurunan bulanan keenam berturut-turut. Secara eksternal, dolar Australia didukung oleh Dollar AS yang lebih lemah di tengah laporan penyelidikan kriminal terhadap Ketua Fed Powell, sementara data nonfarm payrolls AS memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan lebih lanjut tahun ini.
Pivot : 0,66927
R1 : 0,67129 S1 : 0,66585
R2 : 0,67471 S2 : 0,66383
R3 : 0,67673 S3 : 0,66041
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,000 – 160,000
Nasib mata uang Yen Jepang terhadap Dollar AS semakin terpuruk. Bahkan kondisi Yen sudah sentuh level terendahnya sejak pertengahan 2024 di tengah meningkatnya ketidakpastian politik atas spekulasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi dapat membubarkan parlemen paling cepat bulan depan. Secara luas diperkirakan Takaichi akan memanfaatkan popularitas publiknya yang tinggi untuk memajukan kebijakan fiskal ekspansif. Sementara itu, Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan bahwa ia dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan kekhawatiran atas “depresiasi sepihak” yen setelah pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan multilateral para menteri keuangan minggu ini. Katayama juga menyoroti masalah terkait pembatasan ekspor Beijing terhadap barang-barang yang penting bagi militer Jepang, termasuk mineral-mineral penting. Di bidang moneter, pasar tetap terpecah mengenai waktu kenaikan suku bunga Bank of Japan berikutnya, karena data ekonomi terbaru terus menunjukkan gambaran yang beragam.
Pivot : 158,719
R1 : 159,554 S1 : 158,254
R2 : 160,019 S2 : 157,419
R3 : 160,854 S3 : 156,954
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3389 – 1.3330
Pounds ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin. Pelemahan mata-uang Inggris ini terjadi setelah rilis data Inflasi AS yang dapat tertahan di level 2.7% secara tahunan, sedangkan angka inflasi dari bulan ke bulan tetap stabil di level 0.3%. Indeks Dollar naik tipis 0,3% ke 99,17, sementara Poundsterling melemah ke $1,3417. Pounds diperkirakan masih dalam tekanan U.S Dollar yang akan disebabkan oleh laporan data Inflasi dari sisi Produsen yaitu PPI AS yang akan rilis malam nanti. Data PPI AS diperkirakan stabil di angka 0.3%.
Open : 1.3418 Pivot : 1.3446
R1 : 1.3465 S1 : 1.3417
R2 : 1.3494 S2 : 1.3389
R3 : 1.3516 S3 : 1.3330
EURUSD
Opportunity : Bearish Menuju 1.1621 – 1.1602
Euro kembali tertekan setelah semoat menguat di a2al pekan ini.indeks dolar naik 0,3% ke 99,17, sementara Euro melemah ke $1,1643. Penguatan dolar terjadi setelah data ketenagakerjaan sebelumnya solid dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve menunggu hingga setelah pertemuan Januari sebelum melanjutkan pelonggaran kebijakan. Data inflasi AS yang sejalan dengan ekspektasi memberi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan. Indeks Harga Konsumen naik 0,3% secara bulanan dengan inflasi tahunan 2,7%, sementara inflasi inti bertambah 0,2%. Pasar membaca angka ini sebagai sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda, sehingga peluang pemangkasan suku bunga pada tahun ini tetap terbuka. EUR masih diperkirakan akan melemah pada perdagangan hari ini yang akan di sebabkan akan rilisnya laporan data PPI AS yang diperkirakan stabil di angka 0.3%.
Open : 1.1641 Pivot : 1.1651
R1 : 1.1661 S1 : 1.1634
R2 : 1.1671 S2 : 1.1621
R3 : 1.1697 S3 : 1.1602
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8038 – 0.8064
Swiss Franc kembali tertekan setelah rilis data Inflasi AS. Data inflasi AS yang sejalan dengan ekspektasi memberi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan. Indeks Harga Konsumen naik 0,3% secara bulanan dengan inflasi tahunan 2,7%, sementara inflasi inti bertambah 0,2%. Pasar membaca angka ini sebagai sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda, sehingga peluang pemangkasan suku bunga pada tahun ini tetap terbuka. Indeks Dollar naik tipis 0,3% ke 99,17, sementara CHF melemah ke $0.8014. CHF masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini menunggu laporan dta PPI AS malam nanti yang diperkirakan tidak berubah tetap di angka 0.3%.
Open : 0.8008 Pivot : 0.7992
R1 : 0.8014 S1 : 0.7978
R2 : 0.8038 S2 : 0.7955
R3 : 0.8064 S3. : 0.7922
USDCAD
Opportunity : Buy stop di 1.39054 dengan target di 1.39271 dan stop loss dibawah 1.38611
USDCAD pada timeframe H4 masih bergerak dalam konsolidasi bullish setelah rebound dari area support 1.38611. Harga saat ini berada sedikit di atas pivot harian 1.38794, menandakan buyer masih menjaga kontrol jangka pendek. Struktur candle menunjukkan higher-low terbentuk dengan area resistensi terdekat berada di 1.39044 – 1.39227. Selama harga bertahan di atas 1.38611, peluang lanjutan kenaikan masih terbuka. Namun, kegagalan bertahan di atas pivot dapat memicu tekanan turun menuju support bawah.
Tidak terdapat rilis data ekonomi high-impact langsung dari AS maupun Kanada pada 14 Januari 2026. Fokus pasar masih pada reaksi lanjutan terhadap data inflasi AS yang dirilis semalam, serta sentimen global dari rilis Trade Balance China yang dapat mempengaruhi risk appetite dan mata uang berbasis komoditas seperti CAD. Selama sentimen risiko global stabil dan USD tidak menguat tajam, USDCAD cenderung bergerak terbatas dengan bias teknikal.
Open price :1,38861 Pivot :1.38794
R1 :1.39044 S1 :1.38611
R2 :1.39227 S2 :1.38361
R3 :1.39477 S3 :1.38178
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,100 – 99,400
Tanda penguatan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya kembali muncul di permukaan. Terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali bergerak naik dan sentuh level tertinggi 99,227. Hal ini disebabkan para pelaku pasar meningkatkan espektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih lanjut setelah data inflasi yang menggembirakan. Angka terbaru menunjukkan tekanan harga yang mendasarinya mereda, memperkuat pandangan bahwa inflasi secara bertahap mendingin. Harga konsumen inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,2% pada bulan Desember, lebih rendah dari ekspektasi pasar, sementara tingkat inflasi inti tahunan tetap di 2,6%, sama dengan level terendah dalam empat tahun terakhir. Data tersebut memberikan sinyal yang lebih jelas tentang perlambatan inflasi setelah laporan sebelumnya terdistorsi oleh dampak penutupan ekonomi. Kontrak berjangka suku bunga mencerminkan pasar yang terpecah antara dua atau tiga pemangkasan suku bunga oleh Fed tahun ini, lebih banyak dari yang diproyeksikan oleh anggota FOMC.
Pivot : 99,084
R1 : 99,315 S1 : 98,941
R2 : 99,458 S2 : 98,710
R3 : 99,689 S3 : 98,567

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 54,500
Indeks Nikkei 225 menguat 3,1% dan ditutup pada 53.549 pada hari Selasa, mendorong saham Jepang ke level tertinggi sepanjang masa di tengah spekulasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi dapat mengadakan pemilihan umum sela secepatnya bulan depan. Takaichi secara luas diperkirakan akan memanfaatkan popularitas publiknya yang kuat untuk memajukan kebijakan fiskal ekspansif, meningkatkan prospek pertumbuhan negara. Valuasi yang lebih menarik, bersamaan dengan ekspektasi pendapatan yang solid dan ekspansi ekonomi, terus menarik investor asing. Saham teknologi memimpin reli, dengan kenaikan tajam pada Advantest (8,5%), SoftBank Group (4,3%), Tokyo Electron (8,2%), Lasertec (8,9%), dan Kioxia Holdings (7,8%). Saham-saham unggulan lainnya juga naik, termasuk Mitsubishi UFJ (5,3%), Mitsubishi Heavy Industries (4,9%), dan Toyota Motor (7,5%).
Pivot : 50,355
R1 : 50,555 S1 : 50,090
R2 : 50,820 S2 : 49,890
R3 : 51,285 S3 : 49,425
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke area: 26,837
Indeks Hang Seng naik 182 poin, atau 0,7%, dan ditutup pada 26.793 pada hari Selasa, kenaikan ketiga berturut-turut, dengan kenaikan sektor yang luas. Sentimen didukung oleh meredanya ketegangan perdagangan, dengan Uni Eropa mengevaluasi kembali tarif kendaraan listrik buatan China yang diberlakukan pada tahun 2024. Di sektor korporasi, China Vanke menjadi sorotan karena berupaya memperpanjang masa tenggang pembayaran obligasi senilai CNY 2 miliar menjadi 90 hari perdagangan. Penguatan sebelumnya mengangkat indeks utama ke level tertinggi dua bulan, tetapi kenaikan kemudian terpotong karena aksi ambil untung terjadi bersamaan dengan penurunan saham daratan menjelang data penting China akhir pekan ini. Selain itu, futures AS sedikit turun di tengah kekhawatiran atas independensi Fed setelah penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap Ketua Powell, tepat sebelum musim CPI dan pendapatan. GigaDevice Semiconductor melonjak 40% pada debutnya di Hong Kong, sementara Dongfeng Motor melonjak 6,4% karena rencana privatisasi. Pergerakan kuat lainnya termasuk Wuxi Biologics (5,6%), Zijin Gold Intl. (4,8%), China Taiping Insurance (4,6%), dan Henderson Land (2,9%).
Pivot : 26,361
R1 : 26,620 S1 : 26,024
R2 : 26,957 S2 : 25,765
R3 : 27,216 S3 : 25,428
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,838 | SL: 25,738 | TP: 26,000
Saham-saham AS ditutup lebih rendah pada hari Selasa karena saham-saham sektor keuangan memimpin penurunan dan investor mencerna dimulainya musim laporan keuangan di tengah ketidakpastian kebijakan yang kembali muncul dari Presiden Donald Trump. S&P 500 turun 0,2%, Dow Jones turun hampir 400 poin, dan Nasdaq turun 0,1%. Saham JPMorgan merosot 4,2% meskipun hasilnya lebih baik dari perkiraan, karena pendapatan dari biaya perbankan investasi yang lebih lemah dan peringatan bahwa usulan pembatasan suku bunga kartu kredit sebesar 10% selama satu tahun dapat merugikan konsumen dan perekonomian membebani sentimen pasar. Visa dan Mastercard turun lebih dari 4%, menambah tekanan pada bank dan perusahaan pembayaran di seluruh sektor. Delta Air Lines turun lebih dari 2% setelah memperkirakan pendapatan yang disesuaikan di bawah perkiraan analis. Sebelumnya dalam sesi perdagangan, saham-saham sempat mendapat dukungan singkat setelah data CPI Desember menunjukkan inflasi secara umum sesuai dengan ekspektasi, memperkuat spekulasi tentang penurunan suku bunga Fed akhir tahun ini.
Pivot : 25,706.83
R1 : 25,784.67 S1 : 25,620.92
R2 : 25,870.58 S2 : 25,543.08
R3 : 26,034.33 S3 : 25,379.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish selama bertahan di atas 4.550, testing kembali resistance 4.630. Meski begitu, patut diwaspadai adanya potensi koreksi mendekati area resistance tersebut, mengingat level tersebut tersebut sudah diuji dua kali, berpotensi membentuk double top.
Harga emas melanjutkan penguatan dan bergerak mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan geopolitik yang semakin mendukung aset lindung nilai. Pada perdagangan Rabu, emas diperdagangkan di atas level USD 4.600 per ons, setelah pada sesi sebelumnya sempat mencetak rekor baru di USD 4.634,55 per ons sebelum ditutup sedikit lebih rendah. Kenaikan ini terutama dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk melakukan pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
Pivot : 4.550
R1 4.630 R2 4.700 R3 4.760
S1 4.550 S2 4.500 S3 4.453
Silver
Opportunity : Buy stop di 89.712 dengan target 92.553 dan stop loss dibawah 83.879
XAGUSD pada timeframe H4 masih berada dalam tren naik yang solid setelah breakout dari zona konsolidasi sebelumnya. Harga saat ini bergerak di atas pivot harian 86.493, menandakan momentum bullish masih dominan. Selama harga bertahan di atas area 86.493–83.879, struktur higher-high dan higher-low tetap terjaga. Resistensi terdekat berada di 89.562, dan jika level ini ditembus, potensi kenaikan lanjutan menuju 92.176 semakin terbuka.
Pergerakan XAGUSD pada 14 Januari 2026 masih dipengaruhi oleh sentimen makro global, khususnya reaksi pasar terhadap inflasi AS dan data perdagangan China. Silver cenderung diuntungkan ketika USD melemah dan risk appetite global membaik. Selama tidak ada penguatan signifikan USD atau lonjakan yield, XAGUSD berpotensi melanjutkan tren bullish secara teknikal.
Open price :87.386 Pivot :86.493
R1 :89.562 S1 :83.879
R2 :92.176 S2 :80.810
R3 :95.245 S3 :78.196
Oil
Opportunity : Bullish selama bertahan di atas 60,00,60,48, testing resistance 61,26.
Harga minyak mentah WTI bergerak stabil di sekitar USD 61 per barel pada perdagangan Rabu, mempertahankan sebagian besar kenaikan dari reli empat hari berturut-turut yang membawa harga mendekati level tertinggi hampir dua belas minggu. Pasar minyak saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, khususnya ketegangan yang meningkat terkait Iran, menjelang pertemuan penting di Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk membatalkan pembicaraan dengan pejabat Iran hingga situasi protes mereda, sembari secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap para demonstran.
Ketidakstabilan di Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan, mengingat negara tersebut memproduksi sekitar 3,3 juta barel minyak per hari. Risiko semakin besar setelah Trump memperingatkan bahwa negara-negara yang tetap melakukan bisnis dengan Iran akan dikenakan tarif baru sebesar 25%, yang berpotensi memperketat pasokan minyak global. Di luar Timur Tengah, pasar juga menghadapi gangguan pasokan dari Kazakhstan, di mana serangan terhadap dua kapal tanker di dekat terminal Laut Hitam milik Caspian Pipeline Consortium menghambat ekspor minyak mentah. Situasi ini diperburuk oleh cuaca musim dingin ekstrem serta kerusakan fasilitas tambat kapal, yang memperpanjang keterlambatan pengiriman.
Pivot: 60,48
R1 61,26 S1 60,48
R2 62,00 S2 60,01
R3 62,58 S3 59,50
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Rabu, 14 Januari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Manjelang Rilis PPI AS : Dolar dan Emas Jadi Penentu Arah Pasar
Catat jam dan waktunya ya!
| Rabu, 14 Januari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
