FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,66900 – 0,66400
Kondisi mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback kembali mengalami pelemahan. Dimana mata uang Aussie diperdagangkan di dekat level terendah dua minggu, karena ketegangan geopolitik membebani sentimen risiko global, sementara investor terus menilai prospek kebijakan domestik yang agresif. Seringkali dianggap sebagai indikator selera risiko global, mata uang tersebut mengalami kesulitan di tengah serangkaian berita geopolitik, dengan Presiden AS Donald Trump melonggarkan peringatan untuk menyerang Iran atas tindakan kerasnya terhadap kerusuhan sipil, sementara Washington menarik beberapa personel dari pangkalan di Timur Tengah karena Iran memperingatkan akan menargetkan situs-situs Amerika jika diserang. Sementara itu, ekspektasi inflasi konsumen Australia tetap tinggi di angka 4,6% pada Januari, sedikit berubah dari Desember, mencerminkan kekhawatiran rumah tangga yang berkelanjutan atas tekanan harga. Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga seperempat poin pada Februari sebesar 27%, meningkat menjadi 76% pada Mei. Perhatian sekarang beralih ke CPI kuartal keempat yang akan dirilis akhir bulan ini, dengan laporan pekerjaan Desember minggu depan juga diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut.
Pivot : 0,66909
R1 : 0,67153 S1 : 0,66728
R2 : 0,67334 S2 : 0,66484
R3 : 0,67578 S3 : 0,66303
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 158,600 – 157,100
Awalnya mata uang Yen Jepang menguat terbatas terhadap mata uang Dollar AS, namun akhirnya bergerak melemah. Sebelumnya Yen menguat pulih dari level terendahnya sejak Juli 2024 ketika otoritas melakukan intervensi di pasar valuta asing karena mata uang tersebut menembus level kunci 160. Awal pekan ini, Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan bahwa ia dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah menyampaikan kekhawatiran tentang “depresiasi sepihak” yen selama pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan multilateral para menteri keuangan. Bessent kemudian menggarisbawahi pentingnya formulasi dan komunikasi kebijakan moneter yang jelas, mengulangi pernyataannya dari Oktober lalu yang mendesak pemerintah Jepang untuk memberi Bank Sentral Jepang “ruang kebijakan” untuk memerangi inflasi. Sementara itu, pasar terus berspekulasi tentang potensi pemilihan umum mendadak bulan depan yang dapat memicu stimulus fiskal yang lebih agresif, sehingga Yen tetap berada di bawah tekanan.
Pivot : 158,539
R1 : 158,898 S1 : 158,207
R2 : 159,230 S2 : 157,848
R3 : 159,589 S3 : 157,516
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3329 – 1.3309
Diluar perkiraan, Pounds tertekan turun pada perdagangan Kamis kemarin. Di luar ekspektasi rilis data Neraca perdagangan barang di Inggris jatuh di bawah angka perkiraan yang diiringi oleh laporan data Produksi Industri Inggris yang juga turun sebesar 1.1% versus 1.3% angka sebelumnya. Disatu-sisi laporan data Klaim pengangguran AS yang diluar perkiraan turun di bawah angka perkiraan sebesar 198K versus 215K angka perkiraan, yang tercatat angka Klaim pengangguran minggu sebelumnya sebesar 207K. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama. Indeks dolar sempat menyentuh level tertinggi enam pekan di 99,49 sebelum bertahan di kisaran 99,32. GBP diperkirakan masih akan tertekan pada perdagangan hari ini mengingat data terbaru AS cukup solid di sektor tenaga-kerja dan Manufaktur, ditambah laporan laba sektor perbankan yang cukup tinggi.
Open : 1.3376 Pivot : 1.3394
R1 : 1.3413 S1 : 1.3362
R2 : 1.3444 S2 : 1.3329
R3 : 1.3484 S3 : 1.3309
EURUSD
Opportunity : Bearish Menuju 1.1553 – 1.1509
Euro ditutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Pelemahan mata-uang Euro terjadi setelah rilis laporan data Neraca perdagangan untuk kawasan Eropa jatuh dari angka sebelumnya. Disisi-lain laporan Klaim pengangguran AS diluar perkiraan turun dibawah angka perkiraan sebesar 198K versus 207K angka sebelumnya. Indeks dolar sempat menyentuh level tertinggi enam pekan di 99,49 sebelum bertahan di kisaran 99,32. EUR diperkirakan masih akan tertekan pada perdagangan hari ini mengingat data terbaru AS cukup solid di sektor tenaga-kerja dan Manufaktur, ditambah laporan laba sektor perbankan yang cukup tinggi.
Open : 1.1607 Pivot : 1.1613
R1 : 1.1625 S1 : 1.1593
R2 : 1.1647 S2 : 1.1553
R3 : 1.1677 S3 : 1.1509
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8971 – 0.8100
Swiss Franc kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Indeks dolar sempat menyentuh level tertinggi enam pekan di 99,49 sebelum bertahan di kisaran 99,32. Laporan Klaim pengangguran AS diluar perkiraan turun dibawah angka perkiraan sebesar 198K versus 207K angka sebelumnya. CHF diperkirakan masih akan tertekan pada perdagangan hari ini mengingat data terbaru AS cukup solid di sektor tenaga-kerja dan Manufaktur, ditambah laporan laba sektor perbankan yang cukup tinggi.
Open : 0.8016 Pivot : 0.8016
R1 : 0.8040 S1 : 0.8002
R2 : 0.8071 S2 : 0.7978
R3 : 0.8100 S3. : 0.7955
USDCAD
Opportunity
sell limit di 1.39124 dengan target 1.38883 dan stop loss diatas 1.39606
USDCAD mengakhiri sesi 15 Jan dekat pivot 1.38916, price action menunjukkan konsolidasi sideways setelah rally ringan dari akhir Desember. Secara H4, harga masih dalam rentang antara R1 1.39123 dan S1 1.38641, memperlihatkan market menunggu breakout untuk arah jelas. Stochastic & RSI moderate (tidak overbought/oversold), sehingga momentum jangka pendek belum kuat. Candle terakhir menunjukkan indecision (small body), mengisyaratkan tekanan supply vs demand yang hampir seimbang.
Open price :1.38835 Pivot :1.38916
R1 :1.39123 S1 :1.38641
R2 :1.39398 S2 :1.38434
R3 :1.39605 S3 :1.38195
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,300 – 99,500
Keperkasaan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya kembali mewarnai pergerakan market. Terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali melonjak naik ke level 99,492. Level tersebut tertingginya dalam sekitar tujuh minggu, karena data baru memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS tetap tangguh, mengurangi tekanan pada Federal Reserve untuk memangkas suku bunga dengan cepat. Klaim pengangguran mingguan jauh di bawah ekspektasi, mengkonfirmasi bahwa PHK tetap terbatas dan pasar tenaga kerja tetap stabil meskipun periode biaya pinjaman yang tinggi berlangsung lama. Hal ini meredakan kekhawatiran bahwa Fed perlu mempercepat pemotongan suku bunga untuk mendukung lapangan kerja, melemahkan argumen yang dibuat oleh para pembuat kebijakan yang lebih lunak. Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan dia tidak berencana untuk memecat Ketua Fed Jerome Powell meskipun ada ancaman dakwaan dari Departemen Kehakiman. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil akhir bulan ini, dengan pasar memperkirakan dua pemotongan mulai Juni. Di tempat lain, Trump memberi sinyal bahwa ia mungkin menunda tindakan di Iran sambil menandatangani langkah-langkah perdagangan pada mineral penting dan chip AI.
Pivot : 99,309
R1 : 99,533 S1 : 98,127
R2 : 99,715 S2 : 98,903
R3 : 99,939 S3 : 98,721

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 54,500
Indeks Nikkei 225 turun 0,4% menjadi di bawah 54.000, sementara Topix merosot 0,2% menjadi 3.660, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena investor menantikan pertemuan kebijakan Bank Sentral Jepang minggu depan untuk mendapatkan sinyal tentang jalur kenaikan suku bunga. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan kebijakan tetap stabil minggu depan, dengan pasar memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya sekitar bulan Juni. Ketidakpastian politik juga membebani sentimen, dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi diperkirakan akan menguraikan rencana pada 19 Januari untuk kemungkinan pembubaran majelis rendah. Selain itu, yen menguat di tengah kekhawatiran akan kemungkinan intervensi oleh otoritas Jepang, yang menekan prospek pendapatan untuk industri ekspor Jepang. Di antara saham-saham yang mengalami penurunan signifikan, Tokyo Electron turun 1,6%, Mitsubishi UFJ turun 1,2%, Sony Group merosot 1,6%, Sanrio kehilangan 2,1%, dan Hitachi turun 2,1%.
Pivot : 50,355
R1 : 50,555 S1 : 50,090
R2 : 50,820 S2 : 49,890
R3 : 51,285 S3 : 49,425
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke area: 26,837
Indeks Hang Seng turun 76 poin, atau 0,3%, dan ditutup pada 26.924 pada hari Kamis, membalikkan penguatan awal dan ditutup di zona merah untuk pertama kalinya dalam lima sesi. Sentimen memburuk karena saham-saham daratan Tiongkok turun untuk hari ketiga berturut-turut menjelang data penting minggu depan, termasuk PDB kuartal keempat dan indikator aktivitas Desember seperti produksi industri dan penjualan ritel. Selera risiko juga memudar setelah kerugian yang berkepanjangan di Wall Street pada hari Rabu. Sementara itu, regulator Tiongkok secara tak terduga memperketat persyaratan margin untuk mendinginkan pasar saham di mana perputaran dan taruhan leverage telah melonjak ke rekor tertinggi. Kerugian yang signifikan pada saham teknologi dan konsumen di kota tersebut lebih besar daripada kenaikan pada saham properti dan keuangan. Trip.com anjlok 18,7% setelah regulator meluncurkan penyelidikan antimonopoli, sementara Alibaba Hong Kong turun 2,1% setelah peningkatan aplikasi AI Qwen yang ditujukan untuk pasar konsumen. Saham-saham lain yang mengalami penurunan signifikan termasuk Kuaishou Technology (-2,8%), Pop Mart Intl. (-1,5%), dan China Hongqiao Group (-1,3%).
Pivot : 26,361
R1 : 26,620 S1 : 26,024
R2 : 26,957 S2 : 25,765
R3 : 27,216 S3 : 25,428
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,838 | SL: 25,738 | TP: 26,000
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Jumat setelah Wall Street mencatat kenaikan luas pada sesi sebelumnya, didorong oleh kekuatan saham perbankan dan teknologi. Pada hari Kamis, Dow naik 0,6%, S&P 500 naik 0,26%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,25%, mengakhiri penurunan selama dua hari berturut-turut untuk ketiga indeks acuan tersebut. Sektor semikonduktor memimpin kenaikan setelah TSMC melonjak 4,4% karena pendapatan kuartal keempat yang kuat dan rencana untuk meningkatkan belanja modal tahun 2026, memperkuat optimisme seputar permintaan kecerdasan buatan. Nvidia naik 2,1%, AMD naik 1,9%, Applied Materials melonjak 5,6%, Micron bertambah 1,1%, dan Broadcom naik 0,9%. Sektor keuangan juga pulih, dengan Goldman Sachs naik 4,6% dan Morgan Stanley naik 5,8%, membalikkan penurunan awal pekan. Investor tetap berhati-hati di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran dan Greenland, serta kekhawatiran yang masih ada tentang independensi Federal Reserve.
Pivot : 25,706.83
R1 : 25,784.67 S1 : 25,620.92
R2 : 25,870.58 S2 : 25,543.08
R3 : 26,034.33 S3 : 25,379.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Sideway to bullish, namun jika resistance 4.640 mampu dipertahankan, potensi koreksi jangka pendek mungkin bisa terjadi untuk menguji area support 4.550-4.500.
Harga emas mengalami pelemahan tipis pada perdagangan terakhir setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Penurunan ini terjadi seiring menguatnya dolar AS, yang dipicu oleh data klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan. Data tersebut mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja yang masih solid, sehingga menahan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Federal Reserve dalam waktu dekat. Penguatan indeks dolar ke level tertinggi sejak awal Desember membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri dan menekan permintaan jangka pendek.
Dari sisi sentimen, melemahnya permintaan safe-haven juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengambil nada lebih moderat terkait situasi di Iran. Trump menyampaikan bahwa eskalasi kekerasan di negara tersebut tampak mereda dan belum ada rencana intervensi besar, sehingga ketegangan geopolitik yang sebelumnya menopang harga emas sedikit berkurang. Selain itu, Trump menegaskan belum berencana memecat Ketua The Fed Jerome Powell, meskipun terdapat tekanan politik terkait kebijakan suku bunga, yang turut membantu menenangkan pasar.
Meski mengalami koreksi, pelaku pasar menilai pergerakan ini masih bersifat teknis setelah reli kuat yang membawa harga emas ke level tertinggi sepanjang masa. Ekspektasi bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada paruh kedua tahun ini tetap menjadi faktor pendukung emas dalam jangka menengah. Selain itu, permintaan struktural dari bank sentral juga masih menjadi sentimen positif, tercermin dari rencana bank sentral Polandia untuk meningkatkan cadangan emasnya secara signifikan. Dengan kondisi tersebut, penurunan harga saat ini cenderung dipandang sebagai peluang akumulasi di tengah tren jangka panjang yang masih kuat.
Pivot : 4.550
R1 4.640 R2 4.700 R3 4.760
S1 4.550 S2 4.500 S3 4.453
Silver
Opportunity
Buy stop di 95.527 dengan target 99.314 dan stop loss dibawah 87.804
XAGUSD masih dalam uptrend jangka pendek sejak awal Januari, membuat higher highs & higher lows. Saat ini trading di atas pivot 90.771, dengan support kuat di S1 87.804. Arah teknikal tetap bullish selama tidak turun di bawah S1. Resistance besarnya berada di R1 95.377 dan R2 98.344.
Open price :92.334 Pivot :90.771
R1 :95.377 S1 :87.804
R2 :98.344 S2 :83.198
R3 :102.950 S3 :77.973
Oil
Opportunity : Harga masih bertahan di atas SMA 50, yang juga berdekatan dengan area support 58,44. Dengan begitu, trend tetap bullish selama support berthan, dengan potensi kembali menguji resistance 59,78.
Harga minyak mentah WTI bergerak melemah dan berada di kisaran USD 59 per barel setelah mencatat penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini terutama disebabkan oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump melunakkan pernyataannya terkait kemungkinan serangan militer, dengan menyebutkan bahwa situasi di Iran menunjukkan tanda-tanda mereda dan tidak ada rencana segera untuk tindakan agresif. Pernyataan tersebut mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak naik.
Tekanan tambahan datang dari laporan bahwa Israel dan sejumlah negara sekutu di Timur Tengah meminta Amerika Serikat untuk menunda serangan terhadap Iran, dengan alasan kekhawatiran akan adanya aksi balasan yang dapat memperluas konflik regional. Berkurangnya risiko gangguan pasokan minyak dari Iran maupun jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut membuat pasar kembali fokus pada kondisi pasokan global yang relatif stabil.
Meski demikian, harga minyak masih berpotensi mencatat kenaikan mingguan secara moderat. Dukungan harga dalam beberapa waktu terakhir berasal dari ketidakstabilan politik dan sosial di sejumlah negara produsen, seperti kerusuhan sipil di Iran, gejolak politik di Venezuela, serta gangguan pasokan ekspor minyak Kazakhstan melalui Laut Hitam. Faktor-faktor tersebut menahan tekanan penurunan lebih lanjut, meskipun sentimen pasar saat ini cenderung lebih berhati-hati seiring meredanya risiko konflik besar di Timur Tengah.
Pivot: 58,44
R1 62,18 S1 58,44
R2 60,56 S2 57,60
R3 59,78 S3 56,73
DAILY ECONOMIC DATA

