FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,70700 – 0,70000
Kondisi mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback tetap berada di jalur penguatannya. Hal tersebut membuat Aussie mendekati level tertinggi 3 tahun setelah bank sentral memberi sinyal prospek kebijakan yang agresif. Gubernur RBA Michele Bullock mengatakan dewan tetap siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika inflasi terbukti terus berlanjut, dan menyebut inflasi apa pun “dengan angka tiga di depannya” sebagai hal yang tidak dapat diterima. Komentarnya memperkuat peringatan dari Wakil Gubernur Hauser, yang sehari sebelumnya mencatat bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan terus menjadi tantangan besar bagi dewan penentu suku bunga. Sebuah survei konsumen dirilis tak lama setelah pidato Bullock yang menunjukkan ekspektasi inflasi melonjak menjadi 5% pada bulan Februari, tertinggi sejak pertengahan 2025, memperkuat nada hawkish. Berbicara di Perth, Asisten Gubernur Hunter menambahkan bahwa ia memperkirakan pasar tenaga kerja akan tetap ketat dan inflasi di atas target untuk beberapa waktu. Para ekonom kini secara luas memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Mei, karena RBA mempertimbangkan data inflasi kuartal pertama bersamaan dengan laporan ketenagakerjaan dan PDB yang akan datang.
Pivot : 0,70713
R1 : 0,70998 S1 : 0,70459
R2 : 0,71252 S2 : 0,70174
R3 : 0,71537 S3 : 0,69920
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 152,600 – 151,800
Keperkasaan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback sempat tertahan, tetapi tetap berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar sejak November 2024, didukung oleh ekspektasi bahwa rencana ekspansi fiskal Perdana Menteri Sanae Takaichi akan mendorong pertumbuhan tanpa membebani keuangan publik. Kemenangan telak Takaichi dalam pemilihan umum mengurangi ketidakpastian politik dan memberikan mandat yang jelas untuk peningkatan pengeluaran dan pemotongan pajak yang tepat sasaran. Menanggapi kekhawatiran pasar terkait usulan pemotongan pajak penjualan selama 2 tahun untuk makanan, Perdana Menteri menekankan bahwa langkah tersebut tidak akan didanai melalui penerbitan obligasi tambahan. Sebaliknya, pemerintahannya berencana untuk mengandalkan subsidi, langkah-langkah pajak khusus, dan pendapatan non-pajak untuk menerapkan inisiatif secara “berkelanjutan”. Yen juga mendapat dukungan dari intervensi verbal, dengan diplomat mata uang terkemuka Atsushi Mimura mencatat bahwa pihak berwenang tetap waspada terhadap pergerakan nilai tukar mata uang asing meskipun mata uang tersebut baru-baru ini mengalami penguatan.
Pivot : 152,936
R1 : 153,367 S1 : 152,213
R2 : 154,090 S2 : 151,782
R3 : 154,521 S3 : 151,059
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3671 – 1.3700
Pound ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan kemarin. Setelah tertekan selama tiga hari secara berturut oleh penguatan Dollar. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen naik 0,2% secara bulanan, di bawah estimasi pasar sebesar 0,3%. Secara tahunan, inflasi tercatat 2,4%, turun dari 2,7% pada bulan sebelumnya. Indeks dolar turun tipis ke 96,85 dan mencatat pelemahan mingguan sekitar 0,84%. Pounds menguat ditutup di level 1.3652. Pounds masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini, Inflasi AS melambat turut memicu perubahan arus modal global, fokus market menuju pada laporan Inflasi dan arah suku bunga the Fed.
Open : 1.3640 Pivot 1.3632
R1 : 1.3659 S1 : 1.3618
R2 : 1.3671 S2 : 1.3590
R3 : 1.3700 S3 : 1.3556
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1900 – 1.1926
Euro menguat tipis pada perdagangan Jumat kemarin. Euro menguat ke $1,1873 dan menuju kenaikan mingguan sebesar 0,5%, sedangkan Indeks dolar turun tipis ke 96,85 dan mencatat pelemahan mingguan sekitar 0,84%. Inflasi AS melambat pada Januari setelah data terbaru menunjukkan kenaikan harga konsumen yang lebih rendah dari perkiraan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen naik 0,2% secara bulanan, di bawah estimasi pasar sebesar 0,3%. Secara tahunan, inflasi tercatat 2,4%, turun dari 2,7% pada bulan sebelumnya. Euro masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini, pergerakan pasar global menunjukkan bahwa investor semakin sensitif terhadap arah inflasi dan kebijakan moneter.
Open : 1.1863 Pivot : 1.1870
R1 : 1.1885 S1 : 1.1861
R2 : 1.1900 S2 : 1.1847
R3 : 1.1926 S3 : 1.1833
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7647 – 0.7628
Swiss Franc kembali menguat pada perdagangan akhir pekan kemarin. Penguatan mata-uang Swiss didukung oleh pelemahan Dollar akibat rilisnya data Inflasi AS melambat pada Januari setelah data terbaru menunjukkan kenaikan harga konsumen yang lebih rendah dari perkiraan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen naik 0,2% secara bulanan, di bawah estimasi pasar sebesar 0,3%. Secara tahunan, inflasi tercatat 2,4%, turun dari 2,7% pada bulan sebelumnya. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh rilisnya laporan data GDP Growth Rate (QoQ) yang diperkirakan akan mengalami penguatan.
Open : 0.7672 Pivot : 0.7687
R1 : 0.7715 S1 : 0.7672
R2 : 0.7729 S2 : 0.7659
R3 : 0.7750 S3. : 0.7627
USDCAD
Opportunity : Buy limit di 1.35944 dengan target 1.36164 dan stop loss di bawah1.35503
Trend besar masih dalam fase lower high – lower low setelah rejection kuat area supply 1.39–1.40. Harga sempat membentuk spike rejection di bawah 1.35000 lalu rebound, namun belum mampu kembali ke area resistance mayor.
Struktur H4 menunjukkan fase konsolidasi di atas S2–S1 setelah penurunan tajam. Area 1.36385–1.36597 menjadi resistance intraday yang cukup kuat.
Open price :1.36027 Pivot :1.35944
R1: 1.36385 S1: 1.35944
R2: 1.36597 S2: 1.35715
R3: 1.36826 S3: 1.35503
DXY
Opportunity: Bearish Range 96,800 – 96,500
Kestabilan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya tetap terjaga di penutupan perdagangan pekan kemarin. Terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) tetap bertahan di level 96,800-an. Dollar AS bergerak mendatar untuk sesi keempat berturut-turut setelah data inflasi yang lebih lemah memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Tingkat inflasi tahunan secara keseluruhan melambat menjadi 2,4%, turun dari 2,6% pada sebelumnya dan di bawah perkiraan sebesar 2,5%. Secara bulanan, inflasi turun menjadi 0,2%, dibandingkan dengan ekspektasi bahwa inflasi akan tetap stabil di 0,3%. Pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada Maret sebelum melakukan 2x pemotongan sebesar 25 basis poin di akhir tahun ini. Data terbaru menunjukkan jumlah tenaga kerja di AS meningkat paling banyak dalam lebih dari setahun dan tingkat pengangguran secara tak terduga turun, menandakan pasar tenaga kerja yang stabil. Sepanjang pekan lalu, Dollar AS diperkirakan melemah lebih dari 2% terhadap Yen, menyusul kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilihan dan intervensi verbal baru dari Tokyo. Dollar Australia juga mencatatkan kenaikan yang kuat di tengah sinyal hawkish dari Reserve Bank of Australia.
Pivot : 96,947
R1 : 97,092 S1 : 96,738
R2 : 97,301 S2 : 96,593
R3 : 97,446 S3 : 96,384

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 58,618
Indeks Nikkei 225 turun 0,1% menjadi sekitar 56.900, sementara indeks TOPIX yang lebih luas turun 0,2% menjadi 3.810 pada hari Senin, memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya setelah laporan PDB kuartal keempat Jepang di bawah ekspektasi. Ekonomi tumbuh 0,1% secara kuartalan pada kuartal keempat, pulih dari kontraksi 0,7% pada kuartal ketiga tetapi kurang dari perkiraan pertumbuhan 0,4%, yang memicu kekhawatiran tentang ketahanan permintaan domestik. Bank Sentral Jepang sebelumnya memproyeksikan ekspansi moderat karena ekonomi luar negeri kembali mendapatkan momentum, bersamaan dengan siklus positif kenaikan upah dan harga yang didukung oleh stimulus pemerintah dan kondisi keuangan yang akomodatif. Perdana Menteri Sanae Takaichi baru-baru ini menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan pertumbuhan melalui langkah-langkah fiskal proaktif setelah kemenangan telaknya dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat pada 8 Februari. Sektor keuangan memimpin penurunan, dengan kerugian yang signifikan pada Mitsubishi UFJ Financial Group (-2,1%), Mizuho Financial Group (-3,3%), dan Sumitomo Mitsui Financial Group (-2,2%).
Pivot : 57,828
R1 : 58,696 S1 : 57,181
R2 : 59,343 S2 : 56,313
R3 : 60,858 S3 : 54,798
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Indeks Hang Seng turun 234 poin, atau 0,9%, dan ditutup pada 27.032 pada hari Kamis, menghentikan kenaikan dari tiga sesi sebelumnya karena saham teknologi, konsumen, dan keuangan tertekan. Sentimen melemah menjelang libur Tahun Baru Imlek yang diperpanjang di Tiongkok mulai 15 Februari, sementara seruan Perdana Menteri Li Qiang untuk inovasi teknologi yang lebih besar dan adopsi AI gagal mengangkat pasar. Kehati-hatian juga meningkat menjelang data harga rumah Januari di Tiongkok setelah data Desember mencatat penurunan paling tajam dalam lima bulan. Namun, kerugian dibatasi oleh rebound pada futures AS, didukung oleh tren tenaga kerja yang stabil dan optimisme bahwa data inflasi dapat memperkuat jeda suku bunga jangka pendek The Fed. Di Tiongkok, PBoC berjanji untuk memangkas biaya kewajiban bank, menjaga pembiayaan tetap murah, dan mencegah risiko sistemik, sambil menegaskan kembali dukungan untuk mendorong permintaan domestik. Lenovo turun 4,6% karena laba yang lebih lemah, sementara NetEase merosot 4,1% setelah kinerja kuartal keempat yang meleset. Saham Alibaba Hong Kong turun 0,9% meskipun ada upaya untuk memposisikan ulang produk AI andalannya sebagai agen yang berinteraksi langsung dengan konsumen.
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,168 | SL: 24,068 | TP: 25,431
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Senin di tengah volume perdagangan yang lesu, karena pasar tutup untuk libur Hari Presiden. Aktivitas di seluruh Asia juga diperkirakan akan lesu, karena Tiongkok Daratan tetap tutup selama libur Tahun Baru Imlek selama seminggu. Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan kondisi yang lebih lemah. Dow Jones turun 1,23%, S&P 500 turun 1,39%, dan Nasdaq Composite turun 2,1%, tertekan oleh kerugian di sektor keuangan, layanan komunikasi, barang konsumsi non-esensial, dan teknologi. Sentimen memburuk karena kekhawatiran yang kembali muncul atas pengeluaran modal terkait AI yang tinggi dan risiko gangguan struktural pada industri tertentu. Di antara perusahaan teknologi raksasa, Apple, Amazon, Meta, Alphabet, dan Broadcom turun antara 2,3% dan 8% selama seminggu. Investor kini beralih ke putaran laporan keuangan perusahaan lainnya untuk mendapatkan petunjuk arah prospek, dengan hasil yang akan dirilis dari Walmart, Warner Bros. Discovery, Booking Holdings, Deere & Company, dan Palo Alto Networks.
Pivot : 25,294.08
R1 : 25,388.42 S1 : 25,142.17
R2 : 25,540.33 S2 : 25,047.83
R3 : 26,786.58 S3 : 24,801.58

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Potensi bullish menguji area resistance 5.077-5.119 selama support 4.982 – 4.934 bertahan.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin, turun di bawah level USD 5.020 per ounce setelah pada sesi sebelumnya sempat melonjak lebih dari 2%. Koreksi ini terjadi di tengah respons pasar terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang lebih lemah memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve masih berada di jalur pelonggaran kebijakan moneter tahun ini, dengan pelaku pasar kini memperkirakan sedikitnya dua kali pemangkasan suku bunga.
Meskipun prospek penurunan suku bunga umumnya menjadi katalis positif bagi emas karena menekan imbal hasil dan nilai tukar dolar AS, pergerakan harga kali ini cenderung tertahan menjelang sejumlah rilis data penting. Investor menantikan publikasi risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC), estimasi awal pertumbuhan PDB AS, serta data inflasi PCE yang menjadi indikator favorit bank sentral. Hasil dari rangkaian data tersebut akan menjadi petunjuk utama terkait waktu dan besaran pelonggaran kebijakan berikutnya.
Dari sisi geopolitik, pasar juga mencermati kelanjutan perundingan nuklir antara AS dan Iran serta negosiasi yang dipimpin AS untuk mengakhiri konflik di Ukraina. Perkembangan di dua agenda tersebut berpotensi memengaruhi sentimen risiko global dan permintaan aset safe haven. Walau sempat mengalami volatilitas, emas tetap mendapatkan dukungan dari ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan, pembelian agresif oleh bank sentral, serta pergeseran investasi dari obligasi dan mata uang negara tertentu ke aset lindung nilai. Kombinasi faktor fundamental ini menjaga struktur bullish emas dalam jangka menengah, meskipun pergerakan jangka pendek masih dipengaruhi dinamika data ekonomi AS.
Pivot : 4.982
R1 5.077 R2 5.119 R3 5.205
S1 4.982 S2 4.934 S3 4.887
Silver
Opportunity : Buy stop di 79.895 dengan target di 82.639 dan stop loss dibawah 74.258
Trend besar masih bullish, terlihat dari impulsif rally sebelumnya. Namun saat ini harga sedang dalam fase koreksi setelah spike volatilitas.
Harga saat ini berada dekat area pivot dan mencoba stabil setelah breakdown tajam dari 83-an.
Open price :77.541 Pivot :74.258
R1: 79.745 S1: 74.258
R2: 82.280 S2: 71.306
R3: 85.232 S3: 68.771
Oil
Opportunity : Bearish selama di bawah 63,61, testing support 61,69.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin, turun di bawah level USD 5.020 per ounce setelah pada sesi sebelumnya sempat melonjak lebih dari 2%. Koreksi ini terjadi di tengah respons pasar terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang lebih lemah memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve masih berada di jalur pelonggaran kebijakan moneter tahun ini, dengan pelaku pasar kini memperkirakan sedikitnya dua kali pemangkasan suku bunga.
Meskipun prospek penurunan suku bunga umumnya menjadi katalis positif bagi emas karena menekan imbal hasil dan nilai tukar dolar AS, pergerakan harga kali ini cenderung tertahan menjelang sejumlah rilis data penting. Investor menantikan publikasi risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC), estimasi awal pertumbuhan PDB AS, serta data inflasi PCE yang menjadi indikator favorit bank sentral. Hasil dari rangkaian data tersebut akan menjadi petunjuk utama terkait waktu dan besaran pelonggaran kebijakan berikutnya.
Dari sisi geopolitik, pasar juga mencermati kelanjutan perundingan nuklir antara AS dan Iran serta negosiasi yang dipimpin AS untuk mengakhiri konflik di Ukraina. Perkembangan di dua agenda tersebut berpotensi memengaruhi sentimen risiko global dan permintaan aset safe haven. Walau sempat mengalami volatilitas, emas tetap mendapatkan dukungan dari ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan, pembelian agresif oleh bank sentral, serta pergeseran investasi dari obligasi dan mata uang negara tertentu ke aset lindung nilai. Kombinasi faktor fundamental ini menjaga struktur bullish emas dalam jangka menengah, meskipun pergerakan jangka pendek masih dipengaruhi dinamika data ekonomi AS.
Market Report Minyak
Harga minyak mentah WTI bergerak relatif stabil di kisaran USD 62,8 per barel pada awal pekan, setelah mencatat penurunan dua pekan berturut-turut untuk pertama kalinya tahun ini. Pelaku pasar masih menimbang perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi keseimbangan pasokan global.
Fokus utama tertuju pada putaran kedua pembicaraan antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung Selasa. Menteri Iran mengindikasikan kesiapan Teheran untuk berkompromi demi tercapainya kesepakatan nuklir baru, dengan syarat Washington bersedia membahas pencabutan sanksi. Jika tercapai, kesepakatan tersebut berpotensi membuka ruang bagi peningkatan ekspor minyak Iran ke pasar global. Di saat yang sama, negosiasi yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang di Ukraina juga akan dimulai kembali, meskipun ekspektasi terhadap penyelesaian cepat masih rendah sehingga prospek kembalinya pasokan Rusia dalam waktu dekat dinilai terbatas.
Namun demikian, tekanan terhadap harga minyak lebih banyak datang dari faktor fundamental pasokan yang melimpah. Laporan menyebutkan bahwa sejumlah anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) melihat adanya ruang untuk kembali meningkatkan produksi pada April. Selain itu, International Energy Agency (IEA) pekan lalu menegaskan kembali proyeksi surplus pasokan global yang signifikan pada 2026 dan memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak. Kombinasi potensi tambahan pasokan dan proyeksi permintaan yang lebih lemah ini membuat harga minyak cenderung tertekan, meskipun dinamika geopolitik masih berpotensi memicu volatilitas jangka pendek.
Pivot: 63,61
R1 63,61 S1 61,69
R2 64,44 S2 61,08
R3 65,49 S3 60,08
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 16 Februari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Waspadai Peningkatan Volatilitas Pasar saat China dan AS Libur
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 16 Februari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
