FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range Limited 0,70600 – 0,71200
Penguatan terbatas dan sementara mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS kembali muncul. Aussie pulih dari kerugian pada minggu sebelumnya, terutama karena meningkatnya ekspektasi investor akan kenaikan suku bunga berturut-turut di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pada akhir pekan, AS menyerang target militer di dekat Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, dan memperingatkan bahwa mereka dapat memperluas serangan terhadap infrastruktur energi jika pengiriman melalui Selat Hormuz terganggu. Australia memilih untuk tidak mengerahkan kapal angkatan laut ke Selat Hormuz setelah Washington meminta dukungan sekutu untuk melindungi lalu lintas maritim. Eskalasi terbaru ini telah mendorong harga minyak lebih tinggi, memicu kekhawatiran tentang inflasi. Bank Sentral Australia (RBA) dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya pada hari Selasa, dengan pasar memperkirakan kenaikan suku bunga kedua berturut-turut menjadi 4,1% dan memperkirakan hingga tiga kenaikan lagi hingga akhir tahun, yang berpotensi mendorong suku bunga kebijakan hingga sekitar 4,6%, melampaui puncak sebelumnya sebesar 4,35%.
Pivot : 0,70458
R1 : 0,71064 S1 : 0,70096
R2 : 0,71426 S2 : 0,69490
R3 : 0,72032 S3 : 0,69128
USDJPY
Opportunity: Bearish Range Limited 159,100 – 158,500
Tanda penguatan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS mulai muncul diperdagangan market kemarin. Bahkan Yen memangkas kerugian pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa penembusan level kunci 160 dapat memicu intervensi pasar valuta asing oleh otoritas. Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan pemerintah memantau pergerakan mata uang dengan cermat dan siap bertindak dengan langkah-langkah tegas jika diperlukan. Yen telah melemah selama empat minggu berturut-turut karena perang Iran dan melonjaknya harga minyak membebani perekonomian Jepang yang bergantung pada impor minyak. Pasar juga berspekulasi bahwa AS akan segera mengumumkan koalisi negara-negara untuk mengawal kapal melalui Selat Hormuz, meskipun seorang pejabat senior Jepang mengatakan ambang batasnya “sangat tinggi” bagi Tokyo untuk mengerahkan kapal perang guna membantu melindungi jalur pelayaran. Sementara itu, Bank Sentral Jepang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap stabil minggu ini di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai dampak perang Iran terhadap perekonomian domestik.
Pivot : 159,194
R1 : 159,546 S1 : 158,649
R2 : 160,091 S2 : 158,297
R3 : 160,443 S3 : 157,752
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3219 – 1.3181
Diluar perkiraan, pounds berbalik menguat di tengah konflik Timur-tengah yang sedang meningkat. Penguatan mata-uang Poundsterling seiring dengan pelemahan mata-uang U.S Dollar. Indeks dolar melemah sekitar 0,56% ke level 99,78 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam 10 bulan. Disisi lain Harga minyak turun pada perdagangan awal pekan dan mendorong penguatan pasar saham global. Penurunan ini terjadi setelah lonjakan tajam harga minyak sepanjang bulan Maret yang memicu kekhawatiran inflasi. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini sepanjang konflik Timur-tengah masih menjadi kekhawatiran para investor yang mengancam perekonomian global.
Open : 1.33 Pivot 1.3295
R1 : 1.3339 S1 : 1.3266
R2 : 1.3366 S2 : 1.3219
R3 : 1.3409 S3 : 1.3181
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1412 – 1.1366
Euro ditutup menguat pada awal perdagangan pekan ini. Penguatan mata-uang Euro seiring dengan pelemahan mata-uang U.S Dollar. Indeks dolar melemah sekitar 0,56% ke level 99,78 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam 10 bulan. Sementara itu, euro menguat sekitar 0,81% ke level 1,1508 dolar AS. Pelemahan mata-uang Dollar AS seiring dengan turunnya harga minyak yang cukup tajam di awal perdagangan pekan ini. Turunnya harga minyak memberikan sentimen positif para pelaku pasar yang membuat Euro kembali menguat. EUR masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini sepanjang konflik Timur-tengah masih meningkat masih menjadi kekhawatiran para investor yang mengancam perekonomian global. ZEW Economic Sentiment Index kawasan juga diperkirakan turun akibat konflik geopolitik.
Open : 1.1503 Pivot : 1.1482
R1 : 1.1524 S1 : 1.1455
R2 : 1.1566 S2 : 1.1412
R3 : 1.1589 S3 : 1.1366
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7922 – 0.7964
Swiss Franc berhasil ditutup menguat pada awal pekan ini. Penguatan mata-uang Swiss Franc seiring dengan pelemahan mata-uang U.S Dollar. Indeks dolar melemah sekitar 0,56% ke level 99,78 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam 10 bulan. Pelemahan mata-uang Dollar AS seiring dengan turunnya harga minyak yang cukup tajam di awal perdagangan pekan ini. Turunnya harga minyak memberikan sentimen positif para pelaku pasar yang membuat Franc Swiss kembali menguat. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini sepanjang eskalasi konflik Timur-tengah masih meningkat.
Open : 0.7864 Pivot : 0.7886
R1 : 0.7900 S1 : 0.7864
R2 : 0.7922 S2 : 0.7846
R3 : 0.7964 S3. : 0.7802
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.37224 dengan target 1.36859 dan stop loss diatas 1.37954
USDCAD saat ini berada dalam fase bullish retracement setelah kenaikan kuat, di mana sebelumnya harga naik dari sekitar 1.35595 hingga mencapai area 1.37224. Setelah mencapai resistance tersebut, harga mengalami koreksi ringan dan kini bergerak di sekitar 1.36866, sangat dekat dengan pivot point 1.36875. Struktur market masih menunjukkan higher low dan higher high, sehingga kecenderungan jangka pendek masih bullish selama support utama tidak ditembus. Candlestick yang terbentuk setelah rally menunjukkan koreksi yang relatif wajar dengan body kecil, menandakan pasar sedang melakukan konsolidasi sebelum kemungkinan pergerakan berikutnya. Jika area 1.36494 mampu bertahan sebagai support, maka harga berpotensi kembali naik menuju 1.37224, kemudian 1.37605, hingga 1.37954. Sebaliknya, apabila support 1.36494 ditembus kuat, maka tekanan jual bisa mendorong harga turun lebih jauh menuju 1.36145 bahkan 1.35764.
Open price :1.36845 Pivot :1.36494
R1 :1.37224 S1 :1.36875
R2 :1.37605 S2 :1.36494
R3 :1.37954 S3 :1.36145
DXY
Opportunity: Bearish Range Limited 99,800 – 100,200
Pelemahan terbatas mulai mewarnai pergerakan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang kembali merosot dan sentuh level 99,822. Hal tersebut menggambarkan bahwa Dollar AS sedikit melemah dari level tertinggi sepuluh bulan yang dicapai pekan lalu, karena para pedagang terus menilai konflik dengan Iran dan dampaknya terhadap inflasi dan prospek fiskal. Harga minyak turun setelah Menteri Keuangan Bessent mengatakan AS mengizinkan kapal tanker minyak Iran untuk melintasi Selat Hormuz, sementara Presiden Trump mendesak negara-negara lain untuk membantu memastikan jalur air tersebut tetap terbuka. Namun, ketidakpastian tetap ada mengenai kapan konflik tersebut akan berakhir. AS mengatakan sedang bernegosiasi dengan Iran, meskipun Teheran membantah klaim bahwa mereka sedang mencari gencatan senjata. Sementara itu, The Fed akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya akhir pekan ini. Meskipun tidak ada perubahan pada suku bunga dana federal yang diperkirakan, investor akan mengamati dengan cermat penilaian para pembuat kebijakan terhadap lonjakan harga energi baru-baru ini dan dampaknya terhadap inflasi dan biaya pinjaman. Saat ini pasar hanya memperkirakan satu kali penurunan suku bunga sebesar 25 bps, kemungkinan besar tidak sebelum Desember. Dollar AS sebagian besar melemah terhadap Dollar Australia.
Pivot : 99,987
R1 : 100,314 S1 : 99,494
R2 : 100,807 S2 : 99,167
R3 : 101,134 S3 : 98,674

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 57,373
Indeks Nikkei 225 naik 0,5% menjadi sekitar 54.000 sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 1,5% menjadi 3.665 pada hari Selasa, mengakhiri penurunan tiga hari dan mengikuti pemulihan di Wall Street semalam karena penurunan harga minyak membantu meningkatkan sentimen investor. Pergerakan ini terjadi karena beberapa kapal tanker berhasil melewati Selat Hormuz dengan aman, sementara negara-negara ekonomi utama diperkirakan akan melepaskan cadangan minyak untuk membantu mengimbangi potensi gangguan pasokan. Lonjakan harga minyak baru-baru ini telah memicu kekhawatiran inflasi, dengan negara-negara pengimpor minyak seperti Jepang sangat rentan terhadap guncangan pasokan. Sementara itu, Bank Sentral Jepang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah minggu ini di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai dampak perang Iran terhadap perekonomian domestik. Saham sektor pertahanan dan keuangan memimpin pemulihan, dengan kenaikan yang signifikan dari Mitsubishi Heavy (3,5%), Kawasaki Heavy (2,3%), Mitsubishi UFJ (1,8%), Sumitomo Mitsui (2,4%), dan Mizuho Financial (2,4%).
Pivot : 58,888
R1 : 59,506 S1 : 58,081
R2 : 60,313 S2 : 57,463
R3 : 61,738 S3 : 56,038
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Indeks Hang Seng melonjak 368 poin, atau 1,45%, dan ditutup pada 25.834 pada hari Senin, menghentikan kerugian dalam tiga sesi sebelumnya di tengah kenaikan yang meluas di berbagai sektor. Sentimen menguat setelah data aktivitas ekonomi China untuk periode Januari–Februari 2026 melampaui perkiraan, dengan output industri, penjualan ritel, dan investasi tetap semuanya melampaui ekspektasi. Kontrak berjangka saham AS juga diperdagangkan jauh lebih tinggi menjelang pertemuan kebijakan Fed akhir pekan ini. Namun, penurunan ketiga berturut-turut pada saham daratan membatasi kenaikan, di tengah spekulasi bahwa pertemuan Trump–Xi Jinping yang direncanakan dapat ditunda karena Washington menekan Beijing untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz. Secara terpisah, biro statistik China memperingatkan bahwa tekanan eksternal, risiko geopolitik, dan tantangan struktural domestik tetap tinggi. Di antara saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan adalah Knowledge Atlas (14,0%), Mixue Group (6,4%), Akeso Inc. (6,0%), Xiaomi Corp. (5,3%), Orient Overseas (4,2%), dan Meituan (3,0%).
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 24,636| SL: 24,550 | TP: 24,157
Kontrak berjangka saham AS tetap stabil pada hari Selasa setelah indeks utama pulih pada sesi sebelumnya karena penurunan harga minyak membantu meningkatkan sentimen investor. Dalam perdagangan reguler pada hari Senin, Dow naik 0,83%, S&P 500 naik 1,01%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,22%. Semua 11 sektor S&P berakhir lebih tinggi, dipimpin oleh teknologi, barang konsumsi non-esensial, dan layanan komunikasi. Nvidia naik 1,7% setelah CEO Jensen Huang mengatakan selama konferensi GTC tahunan perusahaan bahwa ia memperkirakan pesanan senilai $1 triliun untuk sistem Blackwell dan Vera Rubin Nvidia hingga tahun 2027. Sementara itu, minyak mentah WTI turun lebih dari 5% karena beberapa kapal tanker berhasil melewati Selat Hormuz dengan aman, meningkatkan harapan bahwa jalur air tersebut dapat segera dibuka kembali. Investor sekarang beralih ke keputusan kebijakan Federal Reserve yang akan datang pada hari Rabu karena bank sentral menilai dampak ekonomi dari perang Iran. Laporan pendapatan juga akan dirilis oleh Lululemon, Docusign, dan Oklo pada hari Selasa.
Pivot : 24,799.92
R1 : 24,995.58 S1 : 24,460.08
R2 : 25,335,42 S2 : 24,264.42
R3 : 25,870.92 S3 : 23,728.92

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Potensi rebound menguji area resistance 5.061-5.122. Namun selama harga masih tertahan di resistance tersebut, trend tetap bearish, dengan potensi pengujian support 4.961.
Harga emas bergerak stabil di sekitar USD 5.010 per ounce pada Selasa, mendekati level terendah dalam hampir satu bulan terakhir, seiring memudarnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat dalam waktu dekat. Kekhawatiran inflasi kembali meningkat akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik di Timur Tengah, khususnya perang antara Israel dan Iran yang telah memasuki pekan ketiga. Presiden Donald Trump bahkan memperingatkan kemungkinan serangan langsung terhadap infrastruktur minyak Iran di Kharg Island, yang meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global. Kondisi ini menjaga harga minyak tetap tinggi dan memperkuat kekhawatiran tekanan inflasi baru, sehingga pelaku pasar mulai mengurangi taruhan terhadap pelonggaran moneter tahun ini.
Di sisi kebijakan, Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan minggu ini, sejalan dengan sikap bank sentral utama lainnya seperti European Central Bank, Bank of England, dan Bank of Japan yang juga diprediksi belum mengubah kebijakan. Selain itu, pasar memantau rencana pembentukan koalisi angkatan laut multinasional untuk mengawal kapal dagang di kawasan konflik guna melindungi jalur perdagangan energi utama. Ketidakpastian geopolitik yang tinggi di satu sisi mendukung permintaan safe haven, namun prospek suku bunga tinggi lebih lama menahan kenaikan emas.
Pivot : 5.061
R1 5.061 R2 5.122 R3 5.192
S1 4.961 S2 4.906 S3 4.842
Silver
Opportunity : Buy stop di 82.786 dengan target 85.075 dan stop loss dibawah 78.059
Trend XAGUSD masih berada dalam kecenderungan bearish, terlihat dari struktur lower high dan lower low sejak awal Maret. Penurunan terakhir membawa harga mendekati area 77.500 sebelum muncul rebound kecil, yang saat ini membawa harga kembali ke sekitar 80.918, sedikit di atas pivot point 79.836. Pergerakan ini lebih terlihat sebagai pullback dalam trend turun, bukan pembalikan trend. Dari sisi candlestick terlihat beberapa rejection di area bawah dengan ekor panjang, menandakan adanya reaksi buyer jangka pendek, namun momentum bullish masih lemah. Selama harga tidak mampu menembus resistance 82.636, bias masih cenderung bearish dengan potensi penurunan kembali menuju 79.836, kemudian 78.059, dan jika tekanan jual berlanjut harga berpotensi menguji 75.259. Namun jika harga mampu menembus 82.636 dengan penutupan kuat pada H4, maka potensi kenaikan bisa berlanjut menuju 84.413 hingga 87.213 sebagai resistance berikutnya.
Open price :80.755 Pivot :79.836
R1 :82.636 S1 :79.836
R2 :84.413 S2 :78.059
R3 :87.213 S3 :75.259
Oil
Opportunity : Meski sempat terkoreksi, harga masih bertahan di atas level support 92,50 dan garis SMA 50. Kondisi ini menunjukkan tren bullish masih terjaga, dengan potensi kenaikan untuk menguji kembali area resistance di 99,99.
Harga minyak mentah WTI naik ke sekitar USD 95 per barel pada Selasa setelah sebelumnya anjlok lebih dari 5% pada sesi sebelumnya, mencerminkan pasar yang masih berupaya menilai dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan global. Penurunan tajam pada awal pekan terjadi setelah kekhawatiran penutupan berkepanjangan Strait of Hormuz mereda, menyusul keberhasilan beberapa kapal tanker melintasi jalur tersebut dengan aman selama akhir pekan. Hal ini memicu optimisme bahwa jalur vital tersebut dapat tetap beroperasi, terutama di tengah negosiasi berbagai negara dengan Iran untuk menjamin keselamatan pengiriman energi.
Upaya diplomatik juga terus berlangsung, termasuk pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran serta rencana pengawalan kapal dagang oleh koalisi internasional. Pemerintah AS dilaporkan masih mengizinkan ekspor minyak Iran melalui Hormuz, sementara beberapa negara—termasuk India—menambah armada kapal untuk mengamankan suplai energi mereka. Di sisi lain, AS bersiap melepas sebagian cadangan minyak strategis darurat, dan International Energy Agency menyatakan masih terdapat ruang untuk menambah pasokan dari stok global. Kombinasi faktor ini menciptakan volatilitas tinggi pada harga minyak: risiko geopolitik mendorong kenaikan, sementara sinyal pasokan tambahan dan meredanya gangguan transportasi menahan lonjakan lebih lanjut.
Pivot: 92,50
R1 99,99 S1 92,50
R2 104,73 S2 89,81
R3 108,00 S3 86,11
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Selasa, 17 Maret 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Reaksi AUD Pasca Keputusan RBA
Catat jam dan waktunya ya!
| Selasa, 17 Maret 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
