FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range Limited 0,71000 – 0,71800
Sikap RBA kembali menguatkan mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback. Melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya, setelah Reserve Bank of Australia (RBA) memberlakukan kenaikan suku bunga berturut-turut pertama sejak pertengahan 2023. Bank sentral menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,1%, menandai kenaikan bulan kedua berturut-turut dan membalikkan dua pemotongan suku bunga tahun lalu. Langkah ini menggarisbawahi perjuangan berkelanjutan RBA untuk mengendalikan inflasi yang terus-menerus terjadi, yang dipicu oleh kenaikan biaya energi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pasar juga memperkirakan kenaikan suku bunga lagi pada bulan Mei, yang dapat menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,35% dan sepenuhnya membalikkan pemotongan sebesar 75 basis poin yang diberlakukan selama siklus pelonggaran enam bulan tahun lalu. Investor akan mengamati dengan saksama konferensi pers pasca-pertemuan Gubernur RBA Michele Bullock untuk mencari petunjuk tentang arah kebijakan bank di masa mendatang. Perhatian kemudian akan beralih ke data pasar tenaga kerja hari Kamis, yang akan dicermati investor setelah Gubernur Bullock baru-baru ini mencatat bahwa pasar tenaga kerja tetap ketat.
Pivot : 0,70899
R1 : 0,71312 S1 : 0,70621
R2 : 0,71590 S2 : 0,70208
R3 : 0,72003 S3 : 0,69930
USDJPY
Opportunity: Bearish Range Limited 158,900 – 158,300
Awalnya pergerakan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback mengalami pelemahan terbatas. Yen Jepang melemah, menghapus keuntungan dari sesi sebelumnya karena intervensi verbal dari pihak berwenang sejauh ini gagal menghentikan penurunan mata uang tersebut. Namun sebenarnya Yen sudah ke arah menguat meski terbatas dan sementara, imbas Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan pergerakan mata uang baru-baru ini tidak mencerminkan fundamental, dan mengulangi peringatan bahwa pihak berwenang dapat mengambil tindakan untuk mempertahankan yen. Dia menambahkan bahwa mereka sepenuhnya siap untuk merespons kapan saja mengingat dampak nilai tukar dan kenaikan harga minyak terhadap kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda mengatakan inflasi inti secara bertahap bergerak menuju target 2%. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu ini di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai dampak perang Iran terhadap perekonomian domestik. Sejauh ini Jepang telah menolak seruan Presiden AS Donald Trump untuk mengirim kapal perang guna mengawal kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz.
Pivot : 159,058
R1 : 159,400 S1 : 158,627
R2 : 159,831 S2 : 158,285
R3 : 160,173 S3 : 157,854
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3395 – 1.3422
Pounds kembali menguat di tengah eskalasi geopolitik yang masih meningkat. Para pelaku pasar kembali fokus pada kebijakan Bank Sentral negara-negara besar yang khawatir akan terjadinya inflasi baru. Kenaikan tingkat inflasi nampak terjadi yang dipicu oleh kenaikan harga di sektor energi akibat konflik Timur-tengah. Investor kini memperkirakan pemangkasan suku bunga oleh The Fed lebih kecil dibanding perkiraan sebelumnya. Pasar hanya memperkirakan pemotongan sekitar 26 basis poin hingga akhir tahun, turun dari lebih dari 50 basis poin sebelumnya. Demikian juga dengan Bank Sentral Inggris BOE yang akan lebih berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan selanjutnya. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang dibayangi kenaikan tingkat inflasi secara global. Disatu-sisi penguatan Dollar sudah terlihat melandai.
Open : 1.3352 Pivot 1.3329
R1 : 1.3364 S1 : 1.3307
R2 : 1.3395 S2 : 1.3273
R3 : 1.3422 S3 : 1.3230
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1567 – 1.1606
Euro kembali ditutup menguat pada perdagangan Selasa kemarin. Penguatan mata-uang Euro terjadi seiring dengan beralihnya kekhawatiran para investor akan terjadinya lonjakan tingkat inflasi yang mempengaruhi kebijakan Bank Sentral dalam menentukan kebijakan moneter ke depan. Bank Sentral Eropa atau ECB sudah menyatakan bahwa akan berupaya dengan segala cara untuk mengendalikan kenaikan tingkat inflasi di kawasan Uni Eropa Bank sentral Eropa justru diperkirakan memiliki ruang kenaikan suku bunga sekitar 36 basis poin. Disisi lain Investor kini memperkirakan pemangkasan suku bunga oleh The Fed lebih kecil dibanding perkiraan sebelumnya. Pasar hanya memperkirakan pemotongan sekitar 26 basis poin hingga akhir tahun, turun dari lebih dari 50 basis poin sebelumnya. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini dimana penguatan Dollar sudah mulai melandai.
Open : 1.1537 Pivot : 1.1513
R1 : 1.1546 S1 : 1.1494
R2 : 1.1567 S2 : 1.1461
R3 : 1.1606 S3 : 1.1414
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7826 – 0.7800
Swiss Franc juga ditutup menguat terhadap U S Dollar pada perdagangan Selasa kemarin. Penguatan mata-uang Swiss seiring dengan penguatan mata-uang U.S Dollar yang sudah melandai. Para pelaku pasar kini beralih pada kekhawatiran kenaikan inflasi akibat kenaikan harga di sektor energi akibat konflik Timur-tengah. Investor kini beralih pada kebijakan Bank Sentral global dampak dari kenaikan tingkat inflasi yang akan terjadi. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang didukung oleh nenurunnya permintaan Dollar AS dalam dua hari terakhir.
Open : 0.7823 Pivot : 0.7864
R1 : 0.7877 S1 : 0.7843
R2 : 0.7899 S2 : 0.7826
R3 : 0.7932 S3. : 0.7800
USDCAD
Opportunity: Sell limit di 1.37152 dengan target 1.36927 dan stop loss di atas 1.37603
USDCAD pada H4, struktur harga menunjukkan pergeseran dari bearish ke bullish setelah terjadi break struktur dan pembentukan higher low di area 1.35800–1.36000. Saat ini harga berada di sekitar pivot 1.36961 dan cenderung melakukan pullback ringan dalam tren naik. Selama harga mampu bertahan di atas support 1.36701, bias masih bullish dengan potensi kenaikan menuju 1.37152, 1.37412 hingga 1.37603. Namun jika breakdown di bawah 1.36510, maka struktur bullish berpotensi gagal dan harga bisa kembali melemah. Dari sisi fundamental, pergerakan USDCAD pada 18 Maret 2026 dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan The Fed, rilis data PPI AS, serta kenaikan harga minyak akibat konflik geopolitik yang cenderung memperkuat CAD. Kondisi ini membuat USDCAD berpotensi bergerak volatil dan cenderung sideways.
Open price :1.36892 Pivot :1.36961
R1: 1.37152 S1: 1.36701
R2: 1.37412 S2: 1.36510
R3: 1.37603 S3: 1.36250
DXY
Opportunity: Bearish Range Limited 99,500 – 99,000
Pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya cenderung stabil. Terlihat dari Indeks Dollar AS (DXY) yang bertahan di level 99,562. Kondisi tersebut setelah berada di bawah tekanan pada sesi sebelumnya karena investor terus menilai dampak konflik Timur Tengah dan harga minyak yang berfluktuasi terhadap perekonomian dan inflasi. Dolar AS melemah pada hari Senin karena harga minyak yang lebih rendah membantu meredakan kekhawatiran inflasi, menyusul keberhasilan pelayaran beberapa kapal tanker melalui Selat Hormuz. Menteri Keuangan Scott Bessent juga mengatakan AS mengizinkan Iran untuk terus mengirimkan minyak mentahnya melalui Hormuz, sementara Presiden Donald Trump telah meminta negara-negara lain untuk mendukung upaya melindungi aktivitas komersial di jalur perairan tersebut. Sementara itu, Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada hari Rabu karena para pembuat kebijakan menghadapi ketidakpastian seputar perang Iran. Investor akan mengamati dengan saksama penilaian bank sentral terhadap lonjakan harga energi baru-baru ini dan implikasinya terhadap inflasi dan biaya pinjaman.
Pivot : 99,726
R1 : 99,950 S1 : 99,338
R2 : 100,338 S2 : 99,114
R3 : 100,562 S3 : 98,726

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 57,373
Indeks Nikkei 225 melonjak 1,4% menjadi di atas 54.400, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 1,1% menjadi 3.667 pada hari Rabu, membalikkan kerugian dari sesi sebelumnya, dengan saham teknologi memimpin pemulihan. Investor mencari segmen pasar yang paling sedikit terpengaruh oleh konflik Timur Tengah, dengan teknologi dan kecerdasan buatan kembali menarik minat. Perang Iran berlanjut ketika Teheran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi regional, sementara sekutu AS menolak seruan Presiden Donald Trump untuk mengamankan pengiriman melalui Selat Hormuz. Investor juga mencerna data yang menunjukkan ekspor Jepang naik 4,2% pada Februari secara tahunan, melebihi ekspektasi 1,6% tetapi melambat tajam dari lonjakan 16,8% pada Januari. Saham-saham berkinerja terbaik termasuk Kioxia Holdings (+5,3%), Fujikura (+3,8%), Advantest (+4%), SoftBank Group (+4,9%), dan Disco Corp (+2,7%).
Pivot : 58,888
R1 : 59,506 S1 : 58,081
R2 : 60,313 S2 : 57,463
R3 : 61,738 S3 : 56,038
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Saham Hong Kong turun 32 poin, atau 0,1%, menjadi 25.897 pada perdagangan Rabu pagi, membalikkan kenaikan dari dua sesi sebelumnya karena pelemahan saham teknologi dan konsumen. Sentimen terpukul oleh penurunan kelima berturut-turut di pasar daratan Tiongkok, dengan para pedagang berhati-hati menjelang penetapan suku bunga pinjaman Tiongkok pada hari Jumat. Suku bunga terakhir dipertahankan pada level terendah sepanjang masa selama sembilan bulan untuk mendukung pertumbuhan. Di AS, The Fed diperkirakan akan mempertahankan kebijakan tetap stabil hari ini sambil mengungkap proyeksi pertamanya untuk tahun 2026, karena pasar minyak terguncang akibat perang Iran. Konflik tersebut juga mengaburkan prospek KTT Trump-Xi akhir bulan ini, dengan Washington mendesak Beijing untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz. Secara lokal, data pengangguran Februari akan dirilis hari ini, diikuti oleh angka neraca transaksi berjalan dan inflasi kuartal keempat. Saham yang mengalami penurunan lebih awal termasuk Tencent Music Entertainment (-21,4%), Kingboard Laminates (-5,9%), Prada (-3,6%), dan China Resources Land (-1,7%).
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 24,636| SL: 24,550 | TP: 24,157
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Rabu karena investor bersiap menghadapi keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, sementara para pedagang menantikan arahan dari Ketua Fed Jerome Powell tentang bagaimana kenaikan harga minyak dapat memengaruhi prospek kebijakan. Harga minyak terus naik di tengah permusuhan yang terus berlanjut di Timur Tengah, sementara sekutu AS menolak seruan Presiden Donald Trump untuk membantu mengamankan pengiriman melalui Selat Hormuz. Dalam perdagangan reguler pada hari Selasa, Dow naik 0,1%, S&P 500 naik 0,25%, dan Nasdaq Composite naik 0,47%. Delapan dari 11 sektor S&P ditutup lebih tinggi, dipimpin oleh energi, barang konsumsi non-esensial, dan jasa komunikasi. Dalam perdagangan lanjutan, Lululemon dan Oklo masing-masing turun lebih dari 1% dan 2%, menyusul hasil kuartalan yang mengecewakan, sementara DocuSign naik 1,5% karena pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan.
Pivot : 24,799.92
R1 : 24,995.58 S1 : 24,460.08
R2 : 25,335,42 S2 : 24,264.42
R3 : 25,870.92 S3 : 23,728.92

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Sideway to bearish, testing support 4.961
Harga emas bergerak relatif terbatas dan cenderung melemah, bertahan di sekitar level USD 5.000 per ounce pada perdagangan Rabu, mendekati titik terendahnya dalam satu bulan terakhir. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih mencermati dinamika inflasi global, khususnya yang dipengaruhi oleh fluktuasi harga energi. Kenaikan dan ketidakstabilan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir menjadi faktor penting yang berpotensi menahan laju penurunan inflasi, sehingga mengurangi urgensi bagi bank sentral untuk segera melonggarkan kebijakan moneter.
Fokus utama pasar saat ini tertuju pada keputusan kebijakan dari Federal Reserve, yang secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun demikian, perhatian investor lebih diarahkan pada pandangan ke depan (forward guidance), terutama terkait bagaimana bank sentral menilai kombinasi antara kenaikan harga energi dan tanda-tanda perlambatan di pasar tenaga kerja. Sikap yang cenderung hawkish atau penekanan pada risiko inflasi yang persisten dapat menjadi tekanan tambahan bagi emas, mengingat logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi global, kebijakan moneter dari bank sentral utama lainnya seperti European Central Bank, Bank of England, dan Bank of Japan juga diperkirakan tetap tidak berubah, mencerminkan pendekatan wait-and-see di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus menjadi faktor penopang bagi harga emas sebagai aset safe haven. Eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, termasuk serangan terhadap infrastruktur energi serta gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz, meningkatkan risiko pasar secara keseluruhan. Meskipun demikian, tekanan dari ekspektasi kebijakan moneter yang ketat masih membatasi kenaikan emas dalam jangka pendek. Secara keseluruhan, meski saat ini mengalami koreksi, harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 16% sejak awal tahun, menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset lindung nilai tetap kuat di tengah ketidakpastian global.
Pivot : 5.061
R1 5.061 R2 5.122 R3 5.192
S1 4.961 S2 4.906 S3 4.842
Silver
Opportunity : Buy stop di 81.837 dengan target di 83.980 dan stop loss di bawah 77.401
Pada XAGUSD H4, tren masih didominasi bearish dengan struktur lower high dan lower low yang konsisten. Harga saat ini bergerak di bawah pivot 79.949 yang mengindikasikan tekanan jual masih kuat, dengan resistance terdekat di 81.687 dan support di 77.401. Selama harga bertahan di bawah 81.687, potensi penurunan masih terbuka menuju 77.401, 75.663 hingga 73.115. Dari sisi fundamental, tekanan pada silver berasal dari potensi sikap hawkish The Fed, penguatan USD, serta kenaikan yield, meskipun faktor geopolitik masih memberikan sedikit dukungan sebagai safe haven. Namun secara keseluruhan tekanan bearish tetap dominan.
Open price :79.184 Pivot :79.949
R1: 81.687 S1: 77.401
R2: 84.235 S2: 75.663
R3: 85.973 S3: 73.115
Oil
Opportunity : Bullish selama bertahan di atas 92,50, testing resistance 99,99.
Harga minyak mentah WTI mengalami penurunan dan diperdagangkan di bawah USD 95 per barel pada hari Rabu, setelah sebelumnya sempat mencatat kenaikan. Koreksi ini terjadi di tengah kondisi pasar yang sangat dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian terkait kelancaran distribusi energi global, khususnya melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.
Sentimen pasar sempat tertekan setelah konfirmasi dari media Iran mengenai tewasnya Ali Larijani, salah satu tokoh penting dalam struktur keamanan nasional negara tersebut. Peristiwa ini memicu peningkatan eskalasi konflik, di mana Iran dilaporkan memperluas serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan, termasuk wilayah timur Arab Saudi. Kondisi ini pada dasarnya memberikan dorongan bullish terhadap harga minyak karena meningkatkan risiko gangguan pasokan.
Namun demikian, harga minyak justru mengalami pelemahan karena pelaku pasar mulai mempertimbangkan ketidakpastian respons internasional terhadap konflik tersebut. Upaya Donald Trump untuk menggalang dukungan dari sekutu dalam mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak mendapatkan respons yang diharapkan. Bahkan, perubahan sikap dari Amerika Serikat yang mengurangi tekanan untuk membentuk koalisi militer menambah ketidakjelasan arah konflik ke depan.
Di sisi lain, meskipun Iran meningkatkan intensitas serangan, negara tersebut juga dilaporkan masih mengizinkan sebagian kapal untuk melintas di Selat Hormuz dengan syarat tertentu. Hal ini sedikit meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan total pasokan minyak global, sehingga menahan lonjakan harga lebih lanjut.
Secara keseluruhan, pergerakan harga minyak saat ini mencerminkan tarik-menarik antara risiko geopolitik yang mendorong kenaikan harga dan ketidakpastian respons global yang justru membatasi penguatan tersebut. Volatilitas diperkirakan akan tetap tinggi dalam jangka pendek, seiring perkembangan situasi di Timur Tengah dan dinamika kebijakan energi global.
Pivot: 92,50
R1 99,99 S1 92,50
R2 104,73 S2 89,81
R3 108,00 S3 86,11
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Selasa, 18 Maret 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Data PPI Jadi Petunjuk Baru Arah Inflasi AS
Catat jam dan waktunya ya!
| Rabu, 18 Maret 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
