FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,68300 – 0,69000
Keperkasaan mata uang Aussie terhadap Dollar AS terus berlanjut. Bahkan Aussie diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam 16 bulan, karena meredanya ketegangan AS-Eropa meningkatkan sentimen risiko, sementara data pekerjaan lokal yang kuat meningkatkan spekulasi tentang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Data menunjukkan peningkatan lapangan kerja sebesar 65.200 pada bulan Desember, jauh di atas perkiraan, sementara tingkat pengangguran secara tak terduga turun ke level terendah tujuh bulan sebesar 4,1%. Hasil yang kuat ini, bersamaan dengan meningkatnya pengeluaran rumah tangga, menunjukkan bahwa perekonomian berakselerasi lebih cepat dari yang diperkirakan. Hal ini mendorong pasar untuk secara tajam meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga sebesar 25bp pada pertemuan Bank Sentral pada 3 Februari, dengan peluang melonjak menjadi 54% dari 27% sebelum data tersebut, dan kenaikan suku bunga kini sepenuhnya diperkirakan terjadi pada bulan Mei. Perhatian kini beralih ke data CPI kuartal Desember minggu depan, di mana peningkatan inflasi inti dapat mendorong langkah kebijakan yang lebih awal. Sementara itu, Presiden AS Trump menolak kemungkinan merebut Greenland dengan kekerasan dan mengatakan tidak akan mengenakan tarif pada negara-negara Eropa saat ini. Ia juga mengumumkan kerangka kesepakatan telah tercapai.
Pivot : 0,68115
R1 : 0,68699 S1 : 0,67794
R2 : 0,69020 S2 : 0,67210
R3 : 0,69604 S3 : 0,66889
USDJPY
Opportunity: Sideways Range 158,300 – 158,700
Pergerakan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback masih terbatas dan sempit. Namun tetap berada di zona pelemahannya. Yen tetap berada di bawah tekanan di tengah memburuknya prospek fiskal, sementara Bank Sentral Jepang (BOJ) memulai pertemuan kebijakan dua hari. Perdana Menteri Sanae Takaichi menyerukan pemilihan umum dadakan dan menjanjikan langkah-langkah fiskal yang lebih longgar, termasuk proposal untuk menghapus pajak penjualan 8% pada makanan. Sementara itu, BOJ secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tetap di 0,75% pada Jumat hari ini, setelah kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Para pedagang tetap waspada terhadap potensi intervensi Yen di tengah kekhawatiran tentang dampak pelemahan mata uang terhadap inflasi domestik. Dari segi data, ekspor Jepang meningkat untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Desember ke level rekor, didukung oleh permintaan yang stabil dari China meskipun ketegangan diplomatik masih berlanjut. Ekspor sepanjang tahun juga meningkat pada tahun 2025, meskipun pengiriman ke AS turun untuk pertama kalinya sejak pandemi di tengah kebijakan perdagangan yang menantang.
Pivot : 158,472
R1 : 158,776 S1 : 158,058
R2 : 159,190 S2 : 157,754
R3 : 159,494 S3 : 157,340
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3525 – 1.3561
Diluar perkiraan, pounds menguat cukup signifikan setelah terkoreksi oleh penguatan U.S Dollar. Pounds menguat di tengah kuatnya data ekonomi AS yang rilis Kamis kemarin. Dollar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Indeks dolar turun 0,61% ke 98,29, Poundsterling naik ke $1,3501. Mata-uang Inggris mendapat dukungan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik ancaman tarif terhadap delapan negara Eropa dan menegaskan tidak akan merebut Greenland dengan kekuatan militer. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh laporan data Retail Sales Inggris yang diperkirakan meningkat sebesar 1.0% versus 0.5% data sebelumnya.
Open : 1.3493 Pivot : 1.3466
R1 : 1.3507 S1 : 1.3441
R2 : 1.3525 S2 : 1.3422
R3 : 1.3561 S3 : 1.3401
EURUSD
Opportunity : Bullish Menuju 1.1786 – 1.1804
Euro kembali menguat terhadap U.S Dollar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik ancaman tarif terhadap delapan negara Eropa dan menegaskan tidak akan merebut Greenland dengan kekuatan militer. Dollar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Indeks dolar turun 0,61% ke 98,29. Euro menguat ke $1,1753. Dollar AS melemah ditengah naiknya angka GDP AS ke level 4.4% di atas angka perkiraan. sementara klaim pengangguran mingguan hanya naik tipis. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja tetap stabil dan menopang prospek pertumbuhan ekonomi awal tahun. EUR masih berpotensi untuk menguat pafa perdagangan hari ini, Investor tetap mengantisipasi volatilitas lanjutan sambil menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai kerangka kesepakatan Greenland yang dibahas pemerintahan Trump dengan para pemimpin Eropa.
Open : 1.1754 Pivot : 1.1722
R1 : 1.1762 S1 : 1.1702
R2 : 1.1786 S2 : 1.1669
R3 : 1.1804 S3 : 1.1638
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7859 – 0.7824
Swisd Franc ditutup menguat pada perdagangan Kamis kemarin. Penguatan mata-uang Swiss terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik ancaman tarif terhadap delapan negara Eropa dan menegaskan tidak akan merebut Greenland dengan kekuatan militer. Dollar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Indeks dolar turun 0,61% ke 98,29. Pertemuan Forum Ekonomi di Devos Swiss merubah sikap AS terhadap Greenland. Investor tetap mengantisipasi volatilitas lanjutan sambil menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai kerangka kesepakatan Greenland yang dibahas pemerintahan Trump dengan para pemimpin Eropa. CHF masih berpotensi untuk menguat pada pardagangan hari ini melanjutkan penguatannya dalam satu pekan terakhir.
Open : 0.7886 Pivot : 0.7916
R1 : 0.7934 S1 : 0.7887
R2 : 0.7963 S2 : 0.7859
R3 : 0.7984 S3. : 0.7824
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.38241 dengan target 1.37623 dan stop loss diatas 1.38859
Secara teknikal, USDCAD masih berada dalam fase bearish jangka pendek. Harga terakhir terlihat bergerak di bawah Pivot 1.38032 sejak gagal bertahan di atas area R1 1.38241, menandakan tekanan jual masih dominan. Struktur lower high dan lower low pada H4 memperkuat indikasi bahwa seller masih mengontrol arah harga. Selama harga bertahan di bawah Pivot 1.38032, potensi penurunan lanjutan menuju S1 1.37623 tetap terbuka, bahkan tidak menutup kemungkinan ekstensi ke S2 1.37414 apabila momentum bearish meningkat.
Open price :1,37851 Pivot :1.38032
R1 :1.38241 S1 :1.37623
R2 :1.38650 S2 :1.37414
R3 :1.38859 S3 :1.37005
DXY
Opportunity: Bearish Range 98,200 – 97,800
Pelemahan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya justru terjadi ditengah data ekonomi AS yang cukup bagus. Terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) kembali merosot dan sentuh level terendah 98,278. Kondisi tersebut justru terjadi ditengah berkurangnya ketegangan geopolitik menekan permintaan aset aman. Pergerakan ini menyusul berkurangnya ancaman AS terkait akuisisi Greenland, yang membantu menenangkan pasar global setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak akan lagi memberlakukan tarif baru pada impor Eropa yang akan dimulai pada 1 Februari dan mengumumkan kerangka kerja untuk kesepakatan mengenai Greenland. Kepala NATO mengatakan terobosan telah tercapai tanpa diskusi tentang kedaulatan Greenland, dan lebih fokus pada keamanan Arktik yang lebih luas. Pelemahan Dollar AS terjadi meskipun ada serangkaian data AS yang solid yang menggarisbawahi ketahanan ekonomi. Pertumbuhan PDB AS kuartal ketiga direvisi naik menjadi 4,4% dari 4,3%, klaim pengangguran mingguan turun menjadi 200 ribu, inflasi PCE sesuai dengan perkiraan, dan pengeluaran meningkat dengan laju yang solid. Data yang kuat mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap pada bulan Januari.
Pivot : 98,466
R1 : 98,655 S1 : 98,106
R2 : 99,015 S2 : 97,917
R3 : 99,204 S3 : 97,557

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 54,500
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli kuat pada saham-saham terkait chip dan kecerdasan buatan. Sentimen didorong oleh komentar dari CEO Nvidia, Jensen Huang, di Forum Ekonomi Dunia di Davos, yang memperkuat antusiasme investor terhadap tema AI. Saham-saham berkinerja terbaik di sektor teknologi termasuk Kioxia Holdings (8,6%), SoftBank Group (11,6%), Lasertec (5,8%), Disco Corp (17,1%), dan Advantest (5%). Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang mundur dari level tertinggi historis karena investor terus menilai prospek fiskal negara tersebut. Saham lokal juga mengikuti kenaikan di Wall Street semalam setelah Presiden AS Donald Trump menolak menggunakan kekerasan untuk mengakuisisi Greenland dan mengurangi ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa setelah kerangka kerja untuk perjanjian di masa mendatang.
Pivot : 50,355
R1 : 50,555 S1 : 50,090
R2 : 50,820 S2 : 49,890
R3 : 51,285 S3 : 49,425
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke area: 26,837
Indeks Hang Seng naik 45 poin, atau 0,2%, dan ditutup pada 26.630 pada hari Kamis, membalikkan pelemahan pagi hari dan mencatat kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Sebagian besar sektor mengalami kenaikan sejalan dengan pasar daratan Tiongkok, dengan saham properti melonjak 1,6% setelah pengembang bermasalah China Vanke mendapatkan persetujuan pemegang obligasi untuk menunda pembayaran kembali obligasi domestik utama, langkah kunci dalam mengurangi tekanan likuiditas dan menghindari gagal bayar. Di AS, indeks saham berjangka bergerak sedikit lebih tinggi setelah Wall Street menguat pada hari Rabu karena Presiden Trump menarik diri dari ancaman tarif untuk mengakuisisi Greenland, mengurangi kekhawatiran atas ketegangan perdagangan dengan beberapa negara Eropa. Di antara saham-saham yang mengalami pergerakan signifikan di pasar kota tersebut adalah Pop Mart Intl. (6,1%), Li Auto (3,6%), Laopu Gold (3,0%), dan Chow Tai Fook (2,6%). Para pedagang kini menunggu data inflasi Hong Kong bulan Desember yang akan dirilis hari ini, setelah angka inflasi November yang rendah, sementara angka sentimen bisnis kuartal pertama akan dirilis Jumat setelah mencapai level tertinggi dalam lima kuartal pada kuartal kedua.
Pivot : 26,361
R1 : 26,620 S1 : 26,024
R2 : 26,957 S2 : 25,765
R3 : 27,216 S3 : 25,428
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,523 | SL: 25,423 | TP: 26,750
Saham-saham AS menguat pada hari Kamis karena meredanya ketegangan di Greenland dan data domestik yang solid meningkatkan sentimen, dengan Nasdaq dan Dow masing-masing naik 0,7%, sementara S&P bertambah 0,6% karena kerugian sebelumnya pulih setelah Presiden Trump menarik kembali ancaman tarif baru terhadap Eropa dan mengisyaratkan kesepakatan kerangka kerja di masa depan mengenai Greenland. Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar memimpin kenaikan, dengan Meta naik 5,7%, Alphabet naik 0,8%, Microsoft naik 1,5%, Apple bertambah 0,3%, Amazon naik 1,3%, dan Nvidia naik 0,8%. Di tempat lain, GE anjlok 7,4% meskipun melampaui ekspektasi pendapatan, sementara Procter and Gamble naik 2,7% meskipun gagal mencapai target pendapatan. Latar belakang makro memperkuat kepercayaan setelah PDB kuartal ketiga direvisi naik menjadi 4,4%, klaim pengangguran mingguan berada di sekitar 200 ribu, inflasi PCE sesuai dengan ekspektasi, dan pengeluaran konsumen tetap tangguh, meredakan kekhawatiran tentang perlunya pelonggaran kebijakan dalam waktu dekat.
Pivot : 25,706.83
R1 : 25,784.67 S1 : 25,620.92
R2 : 25,870.58 S2 : 25,543.08
R3 : 26,034.33 S3 : 25,379.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish selama bertahan di atas level 4.822-4.875, testing resistance 4.978-5.031.
Harga emas melanjutkan reli kuatnya dan mencetak tonggak sejarah baru setelah kontrak berjangka Gold (GC=F) menembus level USD 4.900 per troy ounce untuk pertama kalinya pada Kamis. Kenaikan ini menandai rangkaian rekor tertinggi yang terjadi hanya dalam beberapa minggu terakhir, mencerminkan perubahan struktural dalam permintaan emas global.
Goldman Sachs menjadi salah satu lembaga yang paling agresif merevisi prospek harga emas. Bank investasi tersebut menaikkan target harga emas Desember 2026 menjadi USD 5.400 per troy ounce dari sebelumnya USD 4.900. Revisi ini didorong oleh realisasi risiko kenaikan utama yang sebelumnya telah mereka soroti, yakni meningkatnya diversifikasi portofolio sektor swasta ke emas. Menurut Goldman, investor swasta yang masuk ke pasar emas cenderung tidak akan menjual kepemilikannya dalam waktu dekat, sehingga membantu menjaga harga tetap tinggi.
Pivot : 4.875
R1 4.978 R2 5.031 R3 5.134
S1 4.822 S2 4.719 S3 4.666
Silver
Opportunity : Buy stop di 98.414 dengan target 101.304 dan stop loss dibawah 92.483
XAGUSD masih berada dalam tren bullish yang solid. Harga bergerak stabil di atas Pivot Point 94.533 dan saat ini mendekati area R1 98.264, menunjukkan buyer masih menguasai pasar. Struktur harga membentuk higher high dan higher low yang rapi, menandakan tren naik masih sehat meskipun terdapat potensi konsolidasi jangka pendek di area resistance.
Open price :96,088 Pivot :94.533
R1 :98.264 S1 :92.483
R2 :100.314 S2 :88.752
R3 :104.045 S3 :86.702
Oil
Opportunity : Bearish selama resistance 60,00 gagal ditembus, testing support 58,45.
Harga minyak mentah WTI bergerak menguat menuju level USD 60 per barel pada Jumat, memangkas sebagian pelemahan sesi sebelumnya di tengah evaluasi pasar terhadap prospek keseimbangan minyak global. Kenaikan ini terjadi setelah CEO Saudi Aramco meredam kekhawatiran mengenai potensi kelebihan pasokan minyak dunia, dengan menegaskan bahwa permintaan dasar tetap kuat, terutama dari negara berkembang yang dipimpin oleh China dan Amerika Serikat. Konsumsi minyak global disebut telah mencapai rekor tertinggi tahun lalu dan masih berpotensi meningkat hingga 2026.
Pernyataan tersebut muncul di tengah pandangan yang lebih berhati-hati dari International Energy Agency (IEA), yang kembali menegaskan bahwa pasokan minyak global kemungkinan akan melampaui permintaan pada tahun ini, meskipun lembaga tersebut sedikit menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan. Perbedaan pandangan ini mencerminkan ketidakpastian pasar antara kekuatan permintaan jangka menengah dan risiko kelebihan suplai dalam waktu dekat.
Pivot: 60,00
R1 60,00 S1 58,45
R2 60,82 S2 57,60
R3 61,80 S3 56,72
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Jum’at, 23 Januari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Mengukur Dinamika Ekonomi Dunia Melalui PMI Global
Catat jam dan waktunya ya!
| Jum’at, 23 Januari 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
