FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,70800 – 0,71200
Sebelumnya mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback sempat mengalami pelemahan, namun menutup perdagangan pada akhir pekan kemarin Aussie menguat. Sebelumnya Aussie menuju kerugian mingguan pertamanya dalam lima minggu, tertekan oleh Dollar AS yang lebih kuat dan angka PMI domestik yang lebih lemah. Data menunjukkan PMI awal Februari mendingin di semua sektor, mengindikasikan pertumbuhan yang lebih lambat tetapi tekanan inflasi yang tetap ada. Angka komposit, jasa, dan manufaktur semuanya melambat dibandingkan bulan Januari, meskipun masing-masing tetap di atas 50, menandakan ekspansi yang berkelanjutan. Di tempat lain, Dollar AS menguat di tengah data ekonomi AS yang kuat dan sinyal hawkish dari Federal Reserve. Sementara itu, kemungkinan kenaikan suku bunga di Australia pada bulan Maret semakin meningkat, menyusul data domestik yang lebih kuat dan sinyal yang lebih tegas dari para pembuat kebijakan. Saat ini, pasar memperkirakan probabilitas sebesar 76% bahwa Bank Sentral akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan Mei, sementara peluang untuk kenaikan suku bunga lebih awal, yaitu pada bulan Maret, telah meningkat menjadi sekitar 28%. Mei tetap menjadi skenario dasar kecuali rilis data kunci, termasuk CPI bulanan Januari dan PDB kuartal keempat, memberikan kejutan yang kuat ke arah positif.
Pivot : 0,70645
R1 : 0,71144 S1 : 0,70352
R2 : 0,71437 S2 : 0,69853
R3 : 0,71936 S3 : 0,69560
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 154,900 – 154,300
Pelemahan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS mulai terbatas, pada penutupan market pekan lalu. Meski sebelumnya Yen Jepang melemah melewati angka 155, terlemah untuk sesi ketiga berturut-turut karena tingkat inflasi utama dan inti melambat pada bulan Januari di tengah langkah-langkah pemerintah untuk mengurangi tekanan biaya hidup. Inflasi utama turun menjadi 1,5% dari 2,1%, terendah sejak Maret 2022, sementara inflasi inti sesuai dengan target Bank Sentral Jepang sebesar 2%, menandai laju paling lambat dalam 2 tahun. Data tersebut memberi bank sentral lebih banyak ruang gerak sebelum mempertimbangkan kenaikan suku bunga, terutama di tengah pemulihan ekonomi yang kurang memuaskan pada kuartal lalu. Sementara itu, Perdana Menteri Sanae Takaichi dijadwalkan membuka sesi parlemen baru dengan rencana untuk meningkatkan investasi strategis, mengejar kebijakan fiskal yang “aktif namun bertanggung jawab”, dan memajukan diplomasi yang tegas. Yen diperkirakan melemah sekitar 1,6% pekan lalu, mengembalikan sekitar setengah dari kenaikan minggu sebelumnya setelah kemenangan telak Takaichi dalam pemilu.
Pivot : 155,096
R1 : 155,485 S1 : 154,559
R2 : 156,022 S2 : 154,170
R3 : 156,411 S3 : 153,633
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3552 – 1.3580
Di Luar perkiraan, Pounds menguat di tengah inflasi inti PCE naik 0,4% secara bulanan dan mencapai 3% secara tahunan. Kondisi ini menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, dengan probabilitas penurunan suku bunga dalam waktu dekat sedikit menurun. Penguatan mata-uang Poundsterling disebabkan adanya keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif luas yang diberlakukan oleh Donald Trump. Indeks dolar turun ke kisaran 97,80, meskipun masih mencatat kenaikan mingguan. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan dan inflasi yang masih tinggi.
Open : 1.3480 Pivot 1.3474
R1 : 1.3514 S1 : 1.3434
R2 : 1.3552 S2 : 1.3398
R3 : 1.3580 S3 : 1.3342
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1827 – 1.1857
Euro berbalik menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Penguatan mata-uang Euro terjadi setelah Mahkamah Agung Amerika mengumumkan pembatalan tarif dagang secara menyeluruh yang ditetapkan oleh presiden Donald Trump. Sementara itu, inflasi inti PCE naik 0,4% secara bulanan dan mencapai 3% secara tahunan. Kondisi ini menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, dengan probabilitas penurunan suku bunga dalam waktu dekat sedikit menurun. Disisi lain Departemen Perdagangan Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 1,4% pada kuartal terakhir, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 3%. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan dan inflasi yang masih tinggi.
Open : 1.1790 Pivot : 1.1782
R1 : 1.1807 S1 : 1.1767
R2 : 1.1827 S2 : 1.1743
R3 : 1.1857 S3 : 1.1706
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7704 – 0.7680
Swiss Franc diperdagangkan cukup volatil namun ditutup lebih tinggi pada Jumat kemarin. Swiss Franc sempat menguat namun kembali melemah di tengah naiknya Inflasi AS yang tunjukan oleh rilisnya data PCE yang naik 0,4% secara bulanan dan mencapai 3% secara tahunan. Kondisi ini menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, dengan probabilitas penurunan suku bunga dalam waktu dekat sedikit menurun. Disisi lain Departemen Perdagangan Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 1,4% pada kuartal terakhir, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 3%. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan dan inflasi yang masih tinggi. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan dan inflasi yang masih tinggi.
Open : 0.7731 Pivot : 0.7750
R1 : 0.7760 S1 : 0.7729
R2 : 0.7770 S2 : 0.7704
R3 : 0.7818 S3. : 0.7680
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.37018 dengan target 1.36810 dan stop loss di atas 1.37433
USDCAD pada H4, struktur besar masih menunjukkan kecenderungan downtrend, terlihat dari rangkaian lower high dan lower low sebelumnya. Namun dalam beberapa sesi terakhir terjadi pullback bullish dari area support 1.36188–1.36438 yang membentuk koreksi naik ke area pivot. Saat ini harga berada di sekitar pivot 1.36853 dan menguji resistance minor 1.37018. Selama harga masih berada di bawah 1.37018–1.37268, tekanan bearish struktural masih relevan dan potensi rejection tetap terbuka. Jika terjadi break dan closing kuat di atas 1.37018, maka peluang kenaikan menuju 1.37268 hingga 1.37433 semakin besar dan koreksi dapat berkembang lebih dalam. Sebaliknya, jika harga gagal bertahan di atas 1.36853 dan kembali turun di bawah 1.36603, maka tekanan jual berpotensi membawa harga menguji 1.36438 bahkan 1.36188.
Open price :1.36648 Pivot :1.36853
R1 : 1.37018 S1 : 1.36603
R2 : 1.37268 S2 : 1.36438
R3 : 1.37433 S3 : 1.36188
DXY
Opportunity: Bearish Range 97,700 – 97,400
Kondisi mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya cenderung stabil, meski dibayangi tekanan. Terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) kembali turun dan ditutup serta sentuh level 97,789. Kondisi mata uang Dollar AS ini pulih dari pelemahan awal setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif timbal balik Presiden Trump. Meskipun putusan tersebut awalnya menekan Dollar AS dengan menghilangkan pendorong inflasi, Dollar AS mendapat dukungan setelah Trump membalas dengan berjanji akan menandatangani perintah eksekutif untuk tarif global baru sebesar 10%. Pergeseran cepat kembali ke proteksionisme ini mengimbangi angka PDB Q4 yang suram sebesar 1,4%, yang menunjukkan dampak ekonomi dari penutupan pemerintahan dan bea masuk perdagangan. Pelemahan Dollar AS dibatasi oleh inflasi PCE inti Desember yang tetap tinggi sebesar 3%, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan sikap restriktif. Terlepas dari kemunduran hukum bagi Gedung Putih, prospek pungutan berbasis luas baru dan tekanan harga yang terus-menerus membantu indeks mempertahankan posisinya. Dollar AS tetap berada di jalur yang tepat untuk mencatatkan kenaikan mingguan karena pasar menyeimbangkan potensi pengembalian tarif dengan komitmen pemerintah untuk memperkuat hambatan perdagangan.
Pivot : 97,818
R1 : 98,048 S1 : 97,559
R2 : 98,307 S2 : 97,329
R3 : 98,537 S3 : 97,070

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 58,618
Indeks Nikkei 225 turun 1,12% menjadi 56.826, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 1,13% menjadi 3.808 pada hari Jumat, mengakhiri reli dua hari karena meningkatnya ketegangan AS-Iran meredam selera risiko. Trump mengatakan Iran memiliki waktu tidak lebih dari 15 hari untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi. Investor juga menjadi lebih berhati-hati menjelang rilis data ekonomi AS penting yang dapat membentuk ekspektasi kebijakan Fed. Di dalam negeri, data menunjukkan inflasi utama dan inti Jepang mereda pada Januari, mencerminkan upaya pemerintah untuk mengurangi tekanan biaya hidup. Saham teknologi dan perbankan memimpin aksi jual, dengan penurunan yang signifikan pada Advantest (-2%), Tokyo Electron (-1,5%), dan Mitsubishi UFJ (-2,2%). Dalam perkembangan korporasi, Sumitomo Pharma anjlok 15,6%, kemungkinan karena aksi ambil untung setelah mendapatkan persetujuan bersyarat untuk terapi regeneratifnya. Kedua indeks acuan tersebut diperkirakan akan mengakhiri minggu ini secara umum tidak berubah. Pasar-pasar di Jepang akan tutup pada hari Senin karena hari libur.
Pivot : 57,828
R1 : 58,696 S1 : 57,181
R2 : 59,343 S2 : 56,313
R3 : 60,858 S3 : 54,798
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Saham Hong Kong melonjak 648 poin, atau 2,4%, menjadi 27.056 pada sesi pagi Senin, pulih dari pelemahan hari sebelumnya di tengah kenaikan sektor yang luas. Sentimen menguat karena pasar daratan Tiongkok akan dibuka kembali pada hari Selasa setelah libur selama seminggu. Sementara itu, sebuah laporan Financial Times mengatakan tarif global baru Trump sebesar 15% dapat menguntungkan negara-negara yang telah dikritiknya, termasuk Tiongkok dan Brasil. Secara terpisah, Perwakilan Dagang AS Greer mencatat bahwa langkah-langkah tersebut tidak akan memengaruhi pertemuan Trump yang direncanakan dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping. Namun, penurunan tajam pada futures AS membatasi kenaikan setelah Wall Street berakhir lebih tinggi pada hari Jumat, dipimpin oleh saham-saham konsumen. Secara lokal, tingkat pengangguran Hong Kong naik menjadi 3,9% dalam tiga bulan hingga Januari, tertinggi sejak September 2022. Kehati-hatian juga meningkat menjelang data penting minggu ini, termasuk PDB kuartal keempat Hong Kong, inflasi Januari, dan data perdagangan. Saham yang naik di awal perdagangan termasuk Meituan (3,5%), Zijin Gold Intl. (3,4%), SMIC (2,9%), Tencent (2,2%), dan Xiaomi Corp. (1,8%).
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 24,950 | SL: 25,050| TP: 24,776
Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Senin setelah Presiden Donald Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa ia berencana untuk menaikkan tarif global dari 10% menjadi 15%, menyusul keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan kebijakan tarif “timbal balik” yang diberlakukannya. Trump mengindikasikan bahwa bea masuk yang lebih tinggi akan berlaku segera, meskipun masih belum jelas apakah ia telah secara resmi menandatangani perintah yang diperlukan. Kekhawatiran juga meningkat bahwa pemerintah dapat mempertimbangkan tindakan militer terhadap Iran karena negosiasi nuklir tetap buntu, meskipun pembicaraan dijadwalkan akan dilanjutkan di Jenewa pada hari Kamis. Pada hari Jumat, indeks utama ditutup lebih tinggi dalam sesi yang bergejolak setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat memblokir tarif darurat Trump. Dow naik 0,47%, S&P 500 naik 0,69%, dan Nasdaq Composite naik 0,9%. Ketiga indeks acuan tersebut juga mencatatkan kenaikan moderat untuk minggu ini. Ke depan, investor akan fokus pada pendapatan Nvidia minggu ini, yang memberikan petunjuk baru tentang kekuatan sektor kecerdasan buatan.
Pivot : 25,294.08
R1 : 25,388.42 S1 : 25,142.17
R2 : 25,540.33 S2 : 25,047.83
R3 : 26,786.58 S3 : 24,801.58

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish menguji resistance 5.146-5.205
Harga emas mencatat penguatan signifikan pada awal pekan, naik hampir 1% ke sekitar US$5.150 per ounce dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga minggu terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan perdagangan Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump pada Sabtu mengumumkan rencana kenaikan tarif global dari 10% menjadi 15%. Langkah tersebut diambil menyusul penolakan Mahkamah Agung AS terhadap kebijakan “reciprocal tariffs” miliknya. Trump menyatakan tarif baru akan berlaku segera, meskipun belum ada kejelasan apakah dokumen resmi telah ditandatangani.
Ketidakpastian kebijakan ini memicu gelombang permintaan terhadap aset safe-haven, termasuk emas. Sentimen risk-off juga diperkuat oleh perkembangan dari Eropa dan India. Komisaris perdagangan Eropa mengisyaratkan proposal untuk menghentikan ratifikasi kesepakatan dagang dengan AS, sementara India menunda negosiasi untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan sementara dengan Washington.
Di sisi geopolitik, kekhawatiran pasar meningkat terkait potensi serangan militer AS terhadap Iran, terutama karena perundingan nuklir berada dalam kebuntuan. Meski negosiasi dijadwalkan kembali berlangsung di Jenewa pada Kamis, ketidakpastian yang masih tinggi membuat investor tetap berhati-hati. Kombinasi risiko perdagangan global dan ketegangan geopolitik inilah yang mendorong emas menguat tajam dan bertahan di level tertingginya dalam beberapa pekan terakhir.
Pivot : 5.046
R1 5.146 R2 5.205 R3 5.268
S1 5.046 S2 5.000 S3 4.961
Silver
Opportunity : Buy stop di 86.988 dengan target 90.570 dan stop loss di bawah 79.675
Struktur teknikal XAGUSD pada H4 menunjukkan fase pemulihan setelah tekanan bearish sebelumnya. Terlihat pembentukan higher low sejak area 72.512 dan 74.967 hingga 79.675, yang mengindikasikan adanya potensi pembalikan jangka pendek menjadi bullish. Saat ini harga bergerak di atas PP 82.130, yang menjadi level kunci penentu arah. Selama harga bertahan di atas 82.130, bias jangka pendek tetap bullish dengan target terdekat di 86.838. Jika resistance 86.838 berhasil ditembus dan dikonfirmasi dengan closing yang kuat, maka ruang kenaikan terbuka menuju 89.293 hingga 94.001. Namun apabila harga gagal bertahan di atas 82.130 dan kembali turun di bawahnya, maka potensi koreksi ke 79.675 terbuka sebelum arah selanjutnya terbentuk.
Open price :84.453 Pivot :82..130
R1 :86.838 S1 :79.675
R2 :89.293 S2 :74.967
R3 :94.001 S3 :72.512
Oil
Opportunity : Bullish selama bertahan di atas 65,43 – 64,61, testing kembali resistance 67,05.
Harga minyak mentah jenis WTI terkoreksi pada perdagangan Senin. WTI turun di bawah US$66 per barel setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam enam bulan. Penurunan ini terjadi seiring investor menilai kembali peluang tercapainya kesepakatan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa solusi diplomatik “win-win” masih dalam jangkauan dan mengonfirmasi rencana pertemuan dengan utusan AS Steve Witkoff di Jenewa.
Selain itu, laporan yang menyebutkan bahwa potensi serangan militer AS terhadap Iran kemungkinan hanya akan terbatas pada target militer atau fasilitas pemerintah turut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan secara luas. Meski demikian, pasar tetap mewaspadai risiko terhadap lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz, jalur vital bagi ekspor minyak kawasan.
Sentimen negatif tambahan datang dari rencana Presiden Trump untuk menaikkan tarif global menjadi 15%, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global dan permintaan energi. Dengan kombinasi harapan diplomasi Iran-AS dan risiko pelemahan permintaan akibat ketegangan perdagangan, harga WTI bergerak melemah setelah reli tajam sebelumnya.
Pivot: 65,43
R1 67,05 S1 65,43
R2 67,73 S2 64,61
R3 68,55 S3 63,61
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 23 Februari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Ketidakpastian The Fed dan Geopolitik Warnai Perdagangan Awal Pekan
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 23 Februari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
