FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunty: Bearish Range 0,63500 – 0,62500
Mata uang Dolar Australia menguat, mencapai level tertingginya dalam 10 minggu karena data ekonomi yang kuat memicu ekspektasi siklus pelonggaran yang lebih bertahap dari Reserve Bank of Australia. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor swasta di Australia berlanjut selama lima bulan berturut-turut di bulan Februari, dengan aktivitas manufaktur dan jasa tetap berada pada wilayah ekspansi. Selain itu, laporan terkini mengindikasikan bahwa lapangan kerja meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember, yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat. Awal minggu ini, RBA menurunkan suku bunga tunai sebesar 25 basis poin menjadi 4,1%, seperti yang diantisipasi. Namun, bank sentral mengambil sikap yang lebih hati-hati terhadap pemotongan suku bunga lebih lanjut, dengan alasan kekhawatiran bahwa proses desinflasi dapat terhenti. Dalam konferensi pers setelah pertemuan tersebut, Gubernur RBA Michele Bullock menekankan bahwa bank sentral belum dapat menyatakan kemenangan atas inflasi dan memperingatkan bahwa mungkin ada ruang terbatas untuk melakukan pemotongan tambahan.
Pivot : 0,63715
R1 : 0,63916 S1 : 0,63351
R2 : 0,64280 S2 : 0,63150
R3 : 0,64481 S3 : 0,62786
USDJPY
Opportunty: Bearish Range 149,100 – 148,100
Penguatan mata uang Yen terus berlangsung, bahkan telah menguat dan berhasil sentuh 148,918 yang merupakan level tertinggi dalam 11 minggu. Bahkan ketika angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat pandangan hawkish terhadap kebijakan moneter Bank of Japan. Data menunjukkan inflasi inti di Jepang naik menjadi 3,2% pada bulan Januari, naik dari 3% pada bulan Desember, melampaui perkiraan sebesar 3,1%. Inflasi utama juga meningkat menjadi 4%, naik dari 3,6%, menandai level tertinggi dalam dua tahun. Sementara itu, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda berkomentar pada hari Jumat bahwa “dari perspektif jangka panjang, kenaikan suku bunga akan membantu meningkatkan keuntungan lembaga keuangan.” Ia menekankan bahwa bank sentral siap untuk merespons dengan cepat pergeseran pasar, termasuk melalui operasi pasar jika terjadi pergerakan abnormal. Selain itu, anggota dewan BOJ Takata mencatat pada hari Rabu bahwa suku bunga riil masih sangat negatif, menunjukkan bahwa bank sentral mungkin perlu menyesuaikan kebijakannya lebih lanjut jika kondisi ekonomi terus berkembang seperti yang diharapkan.
Pivot : 149,599
R1 : 150,280 S1 : 148,469
R2 : 151,410 S2 : 147,788
R3 : 152,091 S3 : 146,658
GBPUSD
Opportunity: Bullish menuju 1.2678- 1.2710
Pounds ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat kemarin. Kembalinya safe haven U.S Dollar menjadi buruan para Investor, rilisnya data Manufaktur dan Sektir Jasa U.S juga memicu kekuatan U.S Dollar. Hari ini Pounds akan cenderung menguat yang akan dipengaruhi oleh Pemilu Jerman yang dikabarkam akan dikuasai kubu partai konservatif yang lebih ramah terhadap Ekonomi Jerman yang bsrsampak ke kawasan Uni Eropa. Pounds akan menguat pada persagangan hari ini yang akan mengejar kembali level-level resistance nya.
Open : 1.2626 Pivot : 1.2644
R1 : 1.2657 S1 : 1.2624
R2 : 1.2678 S2 : 1.2614
R3 : 1.2710 S3 : 1.2596
EURUSD
Opportunity: Bullish menuju 1.0545 – 1.0523
EUR ditutup melemah pada perdagangan Jumat kemarin. Kuatnya permintaan U.S Dollar setelah rilis data Manufaktur dan Sektor Jasa Jumat kemarin. Dollar menjadi incaran para investor ditengah rancana kenaikan Tarif dagang yang baru. Hari ini para pelaku pasar akan fokus pada pemilu Jerman yang dikabarkan akan dikuasai partai politik Konservatif yang dikenal lebih ramah terhadap kebijakan Ekonomi Jerman. EUR sanagat tergantung oleh kebihakan Ekonomi Jerman yang sebagai Negara terkuat di kawasan Uni Eropa. EUR berpotensi menguat pasa perdagangan hari ini.
Open : 1.0470 Pivot : 1.0476
R1 : 1.0492 S1 : 1.0462
R2 : 1.0545 S2 : 1.0448
R3 : 1.0523 S3 : 1.0330
USDCHF
Opportunity: Bullish menuju 0.9003 – 0.9016
CHF ditutup sedikit menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Adanya aksi Taking Profit para pelaku pasar yang membuat Swiss franc sedikit menguat. Hari ini Swiss akan melaporkan data Tenaga kerja (Non-farm payroll) yang diperkirakan akan mengalami pelemahan. CHF dapat berpotensi melemah pada perdagangan hari ini.
Open : 0.8960 Pivot : 0.8981
R1 : 0.8989 S1 : 0.8967
R2 : 0.9003 S2 : 0.8955
R3 : 0.9016 S3 : 0.8943
DXY
Opportunty: Bearish Range 106,200 – 105,800
Tanda pelemahan mata uang Greenback masih nampak mewarnai pergerakan market, hal tersebut dapat dilihat dari Indeks Dollar AS yg tetap berada 105,966. DXY tetap berada di jalur penurunan mingguan ke-3 berturut-turut, karena pendekatan tarif yang dilakukan Presiden Donald Trump tidak seagresif yang dikhawatirkan pasar pada awalnya. Trump mengenakan tarif tambahan sebesar 10% terhadap barang-barang China pada bulan pertama masa jabatannya, namun sejauh ini, tarif yang diusulkan terhadap negara-negara lain dan sektor-sektor utama hanya sebatas ancaman. Kebijakan perdagangan yang lebih hati-hati ini dapat mengurangi kekhawatiran mengenai tekanan inflasi, sehingga memberikan lebih banyak ruang bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih lanjut. Sementara itu, risalah pertemuan FOMC terbaru menegaskan kembali pendekatan hati-hati The Fed, menandakan tidak ada urgensi untuk segera melonggarkan kebijakan di tengah ketidakpastian prospek ekonomi.
Pivot : 106,169
R1 : 106,373 S1 : 106,004
R2 : 106,538 S2 : 105,800
R3 : 106,742 S3 : 105,635
INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish menuju 37,861
Indeks Nikkei 225 naik 0,26% menjadi ditutup pada 38.777 pada hari Jumat, membalikkan kerugian sebelumnya. Rebound mengikuti komentar dari Gubernur Bank Jepang Kazuo Ueda, yang menyatakan bahwa bank sentral siap untuk meningkatkan pembelian obligasi pemerintah jika suku bunga jangka panjang naik tajam.
Sementara itu, data menunjukkan bahwa inflasi inti di Jepang mempercepat menjadi 3,2% pada Januari, naik dari 3% pada bulan Desember, melebihi perkiraan 3,1%. Inflasi headline juga naik menjadi 4%, naik dari 3,6%, level tertinggi dalam dua tahun. Angka -angka ini memperkuat harapan bahwa BOJ akan terus menaikkan suku bunga tahun ini.
Dalam berita perusahaan, Nissan melonjak 9,5% setelah laporan muncul bahwa kelompok Jepang berencana untuk mendekati Tesla untuk investasi di Nissan, setelah runtuhnya pembicaraan merger dengan Honda Motor. Gainer terkenal lainnya termasuk Dena Co (+13,9%), Tokyo Electron (+1%), dan Lasertec (+2,7%). Pasar Jepang akan ditutup pada hari Senin untuk liburan.
Pivot : 38,345
R1 : 38,645 S1 : 37,835
R2 : 39,155 S2 : 37,535
R3 : 38,645 S3 : 36,725
HANGSENG
Opportunity: Bullish menuju 23,840
Hang Seng melonjak 901 poin, keuntungan satu hari terbesar sejak awal Oktober, atau 4,0% untuk berakhir pada 3 tahun di atas 23.478 pada hari Jumat, rebound kuat dari penurunan tajam di sesi sebelumnya. Keuntungan berbasis luas lintas sektor, didorong oleh pendapatan optimis.
Sementara itu, PBOC meringankan tekanan likuiditas, menyuntikkan CNY bersih 84 miliar ke dalam sistem keuangan Cina. Indeks teknologi melonjak 6,5% ke tertinggi 3 tahun baru, dengan optimisme berkelanjutan atas sektor AI Tiongkok. Indeks patokan naik 3,8% mingguan, keuntungan mingguan keenamnya, kemenangan beruntun terpanjang dalam waktu dekat satu tahun.
Alibaba Group melonjak 14,6% ke tertinggi sejak akhir 2021 setelah membukukan pendapatan yang solid yang mengalahkan perkiraan dan perencanaan untuk menambah investasi dalam e-commerce dan AI. Lenovo melompat mendekati 15% ke satu dekade tertinggi sementara Xiaomi naik 4,8% ke puncak yang baru. Laopu Gold mengumpulkan 17,1% pada prospek pendapatan yang kuat, sementara saingan Chow Tai Fook Jewellery menambahkan 1,7%, mendapat manfaat dari kekuatan baru -baru ini dalam harga emas yang meningkatkan permintaan logam.
Pivot : 23,428
R1 : 23,881 S1 : 23,138
R2 : 24,171 S2 : 22,685
R3 : 24,914 S3 : 21,942
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 21,960 | SL: 22,060 | TP: 21,680
Saham AS berjangka yang diperoleh pada hari Senin ketika pasar berupaya pulih dari aksi jual yang tajam pekan lalu, dipicu oleh kekhawatiran yang semakin besar tentang ekonomi AS. Dow turun 2,51%, menandai kinerja mingguan terburuknya sejak Oktober, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq Composite turun masing -masing 1,66%dan 2,51%.
Penurunan ini mengikuti pandangan dan data Walmart yang mengecewakan yang menunjukkan melemahnya sentimen konsumen di tengah kekhawatiran tentang inflasi. Investor sekarang fokus pada laporan indeks harga PCE yang akan datang minggu ini, ukuran inflasi pilihan Federal Reserve.
Penghasilan utama dari pengecer utama Home Depot dan Lowe’s juga akan menawarkan wawasan lebih lanjut tentang pengeluaran konsumen AS. Selain itu, pemimpin intelijen buatan Nvidia akan merilis hasil earnings report pada hari Rabu, yang pertama sejak munculnya Deepseek China.
Pivot : 21,862.58
R1 : 22,063.67 S1 : 21,481.67
R2 : 22,444.58 S2 : 21,280.58
R3 : 23,026.58 S3 : 21,698.58
COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish, selama bertahan di atas 2.919, testing resistance 2.950
Harga emas sedikit melemah pada hari Jumat karena investor mengambil keuntungan dari kenaikan tertinggi sebelumnya, meskipun logam mulia ini masih mencatatkan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut. Permintaan emas sebagai aset aman tetap kuat di tengah kekhawatiran atas rencana tarif yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
Harga emas spot turun 0,1% menjadi $2.939,63 per ons, sementara emas berjangka AS turun 0,1% menjadi $2.953,20. Selama minggu ini, emas telah naik sekitar 1,9% setelah mencapai rekor $2.954,69 pada Kamis.
Kenaikan harga emas ini didorong oleh ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan politik, yang meningkatkan daya tarik emas sebagai aset perlindungan nilai. Permintaan emas saat ini terutama berasal dari investor Barat dan bank sentral, dengan dana yang dikelola ETF ikut berkontribusi pada lonjakan harga ini.
Pivot : 2.919
R1 2.951 R2 2.963 R3 2.991
S1 2.919 S2 2.906 S3 2.893
Oil
Opportunity: Bearish selama di bawah 70,95, target 69,30
Harga minyak mentah dunia turun lebih dari $2 per barel pada hari Jumat, mencatatkan penurunan mingguan. Hal ini disebabkan oleh meredanya risiko di Timur Tengah serta ketidakpastian terkait potensi kesepakatan damai di Ukraina.
Harga minyak mentah Brent turun 2,68% menjadi $74,43 per barel, sementara minyak mentah AS (WTI) turun 2,87% menjadi $70,40 per barel. Kedua jenis minyak mentah ini mencatatkan penurunan mingguan kecil.
Penurunan risiko di pasar minyak terjadi seiring gencatan senjata di Gaza yang relatif stabil. Selain itu, laporan media tentang temuan virus corona baru di kelelawar oleh peneliti di China turut memengaruhi harga minyak.
Pivot: 70,95
R1 70,95 R2 71,71 R3 72,44
S1 69,30 S2 68,56 S3 67,68
DAILY ECONOMIC DATA
WEBINAR HARI INI (Senin, 24 Februari 2025)
Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Kemana Arah Euro Setelah Hasil Pemilu Jerman?
Catat jam dan waktunya ya!
![]() |
Senin, 24 Februari 2025 |
![]() |
13.00 WIB |
![]() |
Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join: