FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunty: Bearish Range 0,63400 – 0,62400
Dollar Australia menguat terbatas dan sementara, memulihkan kerugian dari sesi sebelumnya karena mata uang Greenback berada di bawah tekanan akibat melemahnya prospek ekonomi di AS dan menguatnya Euro. Aussie juga mengikuti penguatan Yuan China setelah para pejabat tinggi dari Washington dan Beijing melakukan panggilan telepon pada hari Jumat, memicu harapan akan potensi kesepakatan perdagangan. Di dalam negeri, investor menantikan data CPI bulanan Australia yang akan dirilis esok hari, yang dapat memberikan panduan tentang prospek kebijakan moneter. Minggu lalu, Reserve Bank of Australia menurunkan suku bunga tunai sebesar 25 basis poin menjadi 4,1%, seperti yang diharapkan, tetapi mengisyaratkan pendekatan yang lebih hati-hati terhadap pemangkasan suku bunga lebih lanjut, dengan alasan kekhawatiran bahwa proses desinflasi dapat terhenti. Dalam konferensi pers setelah pertemuan tersebut, Gubernur RBA Michele Bullock menekankan bahwa bank sentral belum bisa menyatakan kemenangan atas inflasi dan memperingatkan mungkin ada ruang terbatas untuk pemotongan tambahan.
Pivot : 0,63607
R1 : 0,63778 S1 : 0,63297
R2 : 0,64088 S2 : 0,63126
R3 : 0,64259 S3 : 0,62816
USDJPY
Opportunty: Bullish Range 149,800 – 150,800
Geliat pelemahan mata uang Yen mulai muncul, terlebih perdagangan market kemarin libur. Yen sebelumnya telah menguat dan berhasil meyentuh level tertinggi di 12 minggu. Yen telah menguat tajam minggu lalu, didukung oleh data inflasi Jepang yang lebih kuat dari perkiraan, yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Sentral Jepang. Pejabat BOJ juga mengisyaratkan niat mereka untuk menyesuaikan kebijakan jika kondisi perekonomian terus berkembang sesuai harapan. Namun Gubernur BOJ Kazuo Ueda mencatat bank sentral siap bertindak cepat merespons pergeseran pasar, termasuk melalui operasi pasar jika terjadi pergerakan abnormal. Komentar Ueda muncul saat imbal hasil obligasi pemerintah Jepang berdurasi 10 tahun melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari 15 tahun. Secara eksternal, Dollar AS melemah secara luas di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap perekonomian AS.
Pivot : 149,465
R1 : 150,091 S1 : 149,062
R2 : 150,494 S2 : 148,436
R3 : 151,120 S3 : 148,033
GBPUSD
Opportunity: Bullish menuju 1.2720- 1.2751
Pounds sempat menguat pada awal sesi perdagangan Asia, namun kembali melemah memasuki sesi market London hingga market Amerika. Indeks Dollar mengalami sedikit pelamahan pada perdagangan Senin kemarin. Konflik Geopolitik masih menghambat pergerakan mata-uang Inggris untuk menguat. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dijadwalkan bertemu Trump pekan ini untuk membahas potensi kesepakatan damai dengan Rusia, serta memastikan keterlibatan Eropa dalam memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina. Pounds masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini menunggu hasil perundingan upaya damai Rusia-Ukraina..
Open : 1.2621 Pivot : 1.2641
R1 : 1.2672 S1 : 1.2593
R2 : 1.2720 S2 : 1.2563
R3 : 1.2751 S3 : 1.2515
EURUSD
Opportunity: Bearish menuju 1.0406 – 1.0360
EUR sedikit tertekan pada perdagangan Senin kemarin. Sempat menguat di awal perdagangan Sesi Asia namun kembali melemah setelah memasuki sesi market Eropa hingga sesi market Amerika. Ketidakpastian politik di Negara Jerman membuat mata-uang EUR sedikit tertekan. Data ekonomi Jerman menunjukkan stagnasi tak terduga pada Februari, di mana Indeks Iklim Bisnis IFO tetap datar di angka 85,2. Ini mencerminkan sentimen bisnis yang masih lemah, meskipun data Januari sedikit direvisi naik. Laporan data CPI juga dirilis naik sebesar 2.5% pada bulan Januari. EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini.
Open : 1.0465 Pivot : 1.0481
R1 : 1.0511 S1 : 1.0436
R2 : 1.0557 S2 : 1.0406
R3 : 1.0587 S3 : 1.0360
USDCHF
Opportunity: Bearish menuju 0.8928 – 0.8904
CHF mengalami volatil yang cukup tinggi pada perdagangan Senin kemarin, namun ditutup sedikit melemah terhadap U.S Dollar. Laporan data Tenaga-Kerja Swiss mengalami sedikit peningkatan yang membuat mata-uang Swiss Franc mampu bertahan hingga akhir sesi perdagangan. CHF masih berpeluang untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh rilisnya data CB Consumer Confidence U.S malam nanti yang diperkirakan akan mengalami pelemahan sebesar 103.3 versus 104.1 angka sebelumnya.
Open : 0.8967 Pivot : 0.8973
R1 : 0.8994 S1 : 0.8949
R2 : 0.9018 S2 : 0.8928
R3 : 0.9038 S3 : 0.8904
DXY
Opportunty: Bullish Range Limited 106,300 – 106,500
Kebangkitan mata uang Dollar AS mulai nampak, hal tersebut terlihat dari Indeks Dollar AS (DXY) memangkas penurunan sebelumnya dan diperdagangkan mulai naik. Setelah sebelumnya mencapai level terendah dalam 2 bulan pada minggu lalu. Investor tetap berhati-hati terhadap prospek ekonomi AS menyusul data PMI Global S&P pada hari Jumat, yang secara tak terduga menunjukkan kontraksi di sektor jasa meskipun terjadi percepatan pertumbuhan manufaktur. Laporan ini juga menyoroti kenaikan harga bahan baku dan melemahnya ekspektasi dunia usaha di tengah meningkatnya ketidakpastian atas kebijakan pemerintah, sehingga menyebabkan para pedagang meningkatkan espektasi mereka terhadap penurunan suku bunga The Fed tahun ini. Ke depan, pasar bersiap-siap untuk rilis data perekonomian utama, termasuk laporan inflasi PCE dan estimasi kedua pertumbuhan PDB Q1, sementara komentar dari beberapa pejabat Fed akan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai jalur kebijakan bank sentral.
Pivot : 106,092
R1 : 106,487 S1 : 105,860
R2 : 106,719 S2 : 105,465
R3 : 107,114 S3 : 105,233
INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish menuju 38,020
Indeks Nikkei 225 turun 1,4% menjadi di bawah 38.300, sedangkan indeks Topix yang lebih luas turun 0,7% menjadi 2.717 pada hari Selasa, menandai terendah lima minggu saat saham Jepang melacak kerugian di Wall Street semalam. Penurunan itu dipicu oleh penarikan dalam teknologi dan stok kecerdasan buatan, memicu kekhawatiran bahwa reli yang digerakkan AI mungkin kehilangan momentum.
Namun, beberapa analis percaya sektor AI dapat terus berkembang selama bertahun -tahun yang akan datang. Sementara itu, para pedagang di Jepang sedang menunggu serangkaian laporan ekonomi yang ditetapkan untuk hari Jumat, yang mungkin menawarkan wawasan baru tentang kebijakan moneter Bank of Japan di masa depan. Rilis termasuk produksi industri, penjualan ritel dan angka inflasi Tokyo.
Pembuat chip dan perusahaan terkait AI menyebabkan penurunan, dengan kerugian yang signifikan dalam saham seperti disko (-6,5%), SoftBank Group (-5,2%), keuntungan (-5,6%), Hitachi (-6%), dan Tokyo Electron ( -2.6%).
Pivot : 38,130
R1 : 38,395 S1 : 37,890
R2 : 38,635 S2 : 37,625
R3 : 38,900 S3 : 37,385
HANGSENG
Opportunity: Bearish menuju 23,600
Hang Seng kehilangan 136 poin atau 0,6% ditutup pada 23.342 pada hari Senin, membalikkan kekuatan awal di tengah kerugian di sebagian besar sektor. Pasar menarik kembali dari level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, dengan indeks teknologi turun 1,1% di depan rilis pendapatan Nvidia akhir pekan ini. Investor mengabaikan rapat umum di masa berjangka AS ketika mereka mencerna laporan bahwa Presiden AS Trump telah mengeluarkan memorandum yang mengarahkan komite pemerintah utama untuk membatasi investasi Cina dalam teknologi, energi, dan sektor strategis AS lainnya.
AS juga mengusulkan biaya yang dikenakan pada kapal komersial yang dibuat di Cina untuk melawan dominasi negara itu dalam produksi kapal. Sementara itu, Beijing mendesak Washington untuk berhenti mempolitisasi masalah ekonomi dan perdagangan.
Pengiriman Cosco tenggelam 4,4%, sementara Kuaishou Tech. (-5,4%), Hansoh Pharmaceutical (-4,0%), dan Tencent Holdings (-3,2%) juga membukukan kehilangan dalam. Sebaliknya, China Vance melonjak 3,6% setelah Shenzhen Metro memberikan pinjaman CNY 4,2 miliar untuk membantu pembangun membayar pokok dan bunga obligasi.
Pivot : 23,078
R1 : 23,385 S1 : 22,481
R2 : 23,982 S2 : 22,174
R3 : 24,289 S3 : 21,577
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 21,620 | SL: 21,720 | TP: 21,200
Saham AS Futures tetap relatif datar pada hari Selasa, menyusul penurunan indeks utama selama sesi sebelumnya didorong oleh aksi jual teknologi dan stok intelijen buatan. Pada hari Senin, komposit S&P 500 dan Nasdaq turun masing -masing 0,5% dan 1,21%, menandai hari kerugian ketiga berturut -turut.
Sebaliknya, Dow Jones naik sebesar 0,08%. Di antara stok individu, Palantir, pemain kunci di AI pertahanan, mengalami penurunan 10,5% yang tajam, sekarang turun hampir 30% dari puncaknya. NVIDIA juga turun 3,1% saat bersiap untuk merilis laporan pendapatannya pada hari Rabu, sementara Microsoft kehilangan 1% di tengah kekhawatiran atas pengeluaran pusat data yang lebih lambat.
Sisi terbalik, Apple naik 0,6% setelah mengumumkan rencana untuk menginvestasikan $ 500 miliar di AS selama empat tahun ke depan, bersama dengan rencana untuk mempekerjakan 20.000 karyawan baru. Ke depan, investor bersiap untuk laporan pendapatan mendatang minggu ini, serta rilis indeks PCE, ukuran inflasi pilihan Federal Reserve.
Pivot : 21,552.00
R1 : 21,698.00 S1 : 21,293.25
R2 : 21,956.75 S2 : 21,147.25
R3 : 22,192.75 S3 : 20,888.50
COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish selama bertahan di atas 2.930, target selanjutnya 2.969-2.995
Harga emas mendekati rekor tertingginya karena meningkatnya keyakinan bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga, kemungkinan secepat bulan Juli. Selain itu, ketegangan dagang terbaru antara pemerintahan Trump dan China turut mendorong permintaan aset aman seperti emas.
Harga emas diperdagangkan kurang dari $10 dari rekor tertinggi baru pada hari Senin di $2.956,19 per ons. Kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS telah mendorong pasar untuk memperkirakan pelonggaran moneter dari The Fed terjadi dua bulan lebih cepat dibandingkan prediksi sebelumnya. Penurunan suku bunga cenderung menguntungkan emas karena logam mulia ini tidak memberikan bunga.
Sementara itu, Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap China melalui serangkaian kebijakan terkait investasi, perdagangan, dan isu-isu lainnya, yang berpotensi memperburuk hubungan antara kedua negara.
Pivot : 2.930
R1 2.954 R2 2.969 R3 2.995
S1 2.930 S2 2.919 S3 2.906
Oil
Opportunity: Bearish selama di bawah 71,71, target 70,00
Harga minyak naik pada hari Senin setelah AS memberlakukan sanksi baru terhadap Iran dan Irak menegaskan komitmennya untuk menyesuaikan produksi guna mengatasi kelebihan pasokan. Hal ini membantu pasar pulih dari penurunan tajam pada hari Jumat.
Minyak mentah Brent ditutup naik 35 sen atau 0,5%, menjadi $74,78 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 30 sen atau 0,4%, menjadi $70,70 per barel.
Pada hari Senin, Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi baru yang menargetkan industri minyak Iran, termasuk perantara, operator kapal tanker, dan pengangkut minyak. Namun, ekspor minyak mentah Iran masih tetap tinggi, sehingga dampak sanksi ini terhadap pasar masih harus dilihat.
Pivot: 70,95
R1 70,95 R2 71,71 R3 72,44
S1 69,99 S2 69,30 S3 68,56
DAILY ECONOMIC DATA
WEBINAR HARI INI (Selasa, 25 Februari 2025)
Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Pengaruh Data Consumer Confidence AS Terhadap Pergerakan Dollar & Emas
Catat jam dan waktunya ya!
![]() |
Selasa, 25 Februari 2025 |
![]() |
13.00 WIB |
![]() |
Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join: