FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,68900 – 0,69500
Aussie terus berusaha menguat terhadap mata uang Dollar AS. Bahkan mata uang Aussie berada di dekat level tertinggi dalam 16 bulan, karena data pekerjaan yang kuat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, sementara angka PMI yang optimis semakin mendukung sentimen pasar. Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran secara tak terduga turun ke level terendah tujuh bulan pada bulan Desember, meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga di tengah inflasi yang tinggi dan sinyal yang semakin agresif dari Bank Sentral. Saat ini, swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada bulan Februari sebesar 55,7%, naik dari 26,5% sebelum data tersebut, dengan peluang kenaikan lebih dari 80% pada bulan Mei. Sementara itu, data awal menunjukkan PMI komposit meningkat untuk bulan keenam belas berturut-turut pada Januari 2026, mencatatkan angka terkuat sejak April 2022. Pertumbuhan meningkat di kedua sektor utama, karena aktivitas pabrik meningkat untuk bulan ketiga dan PMI jasa mencatatkan kenaikan paling tajam sejak awal 2022. Fokus sekarang beralih ke data inflasi untuk Desember dan kuartal keempat, yang akan dirilis akhir pekan ini, untuk mendapatkan sinyal lebih lanjut tentang prospek kebijakan RBA.
Pivot : 0,69198
R1 : 0,69343 S1 : 0,68995
R2 : 0,69546 S2 : 0,68850
R3 : 0,69691 S3 : 0,68647
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 154,100 – 153,500
Geliat pergerakan mata uang Yen terhadap mata uang Greenback bertahan di level penguatannya. Yen Jepang menguat dan telah menyentuh level 153,297, menguat hampir 3% selama dua sesi ke level terkuatnya dalam lebih dari 2bulan, karena para pelaku pasar memperhitungkan meningkatnya risiko intervensi terkoordinasi oleh Tokyo dan Washington untuk mendukung mata uang tersebut. Pada Jumat lalu, Federal Reserve New York melakukan pengecekan suku bunga pada pasangan Dollar AS/Yen, sebuah langkah yang secara luas ditafsirkan sebagai persiapan untuk potensi intervensi bersama di pasar valuta asing. Di dalam negeri, pejabat mata uang tertinggi Atsushi Mimura mengatakan mereka akan menanggapi pergerakan mata uang sesuai kebutuhan dalam koordinasi erat dengan Washington, sementara Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan pihak berwenang bertindak sesuai dengan pernyataan bersama AS-Jepang. Yen juga mendapat dukungan dari pelemahan Dollar AS secara luas, yang dipicu oleh meningkatnya risiko geopolitik dan perdagangan, serta ekspektasi bahwa Presiden Donald Trump mungkin akan segera mengganti ketua Fed Jerome Powell dengan pengganti yang lebih lunak, yang selanjutnya menekan Dollar AS.
Pivot : 154,260
R1 : 155,224 S1 : 153,183
R2 : 156,301 S2 : 152,219
R3 : 157,265 S3 : 151,142
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3727 – 1.3751
Sesuai perkiraan, Pounds ditutup menguat pada perdagangan Senin kemarin. Namun penguatan Poundsterling dibatasi oleh rilisnya data Durable Goods Order AS yang meningkat diatas angka perkiraan. Durable Goods Order AS naik signifikan ke angka 6.6% di bulan November versus -1.3% bulan sebelumnya. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini menunggu pernyataan dari Bank sentral the Fed Jerome Powel yang dijadwalkan pekan ini, dimana para analis memperkirakan the akan mempertahankan suku-bunga acuan pada pertemuan mendatang.
Open : 1.3675 Pivot : 1.3678
R1 : 1.3696 S1 : 1.3643
R2 : 1.3727 S2 : 1.3602
R3 : 1.3751 S3 : 1.3533
EURUSD
Opportunity : Bullish Menuju 1.1917 – 1.1942
Euro masih dalam laju penguatan terhadap U.S Dollar. Euro ditutup lebih tinggi namun terbatas. Rilis data AS Durable Goods Order yang naik diatas angka perkiraan mampu menahan laju penguatan Euro. Dollar AS mencatat pelemahan mingguan terdalam sejak Juni. Indeks Dollar turun ke area 97,5, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan arus keluar dari aset AS. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Amerika Serikat memperoleh akses ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO, sekaligus meredakan ancaman tarif terhadap Eropa. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh data ekonomi kawasan yang diperkirakan membaik.
Open : 1.1879 Pivot : 1.1868
R1 : 1.1907 S1 : 1.1830
R2 : 1.1917 S2 : 1.1798
R3 : 1.1942 S3 : 1.1757
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7707 – 0.7682
Swiss Franc diperdagangkan cukup stabil, bahkan ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Senin kemarin. Franc Swiss sedikitv tertekan oleh rilisnya data ekonomi AS Furable Goods Order yang cukup signifikan. CHF masih berpotensi menguat pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan arus keluar dari aset AS. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Amerika Serikat memperoleh akses ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO, sekaligus meredakan ancaman tarif terhadap Eropa.
Open : 0.7763 Pivot : 0.7760
R1 : 0.7772 S1 : 0.7730
R2 : 0.7792 S2 : 0.7707
R3 : 0.7826 S3. : 0.7682
USDCAD
Opportunity : Buy stop di 1.37264 dengan target 1.37506 dan stop los dibawah 1.36769
Pergerakan USDCAD pada timeframe H4 menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Harga saat ini bergerak di bawah Pivot 1.36981, yang mengindikasikan bahwa sentimen bearish masih kuat dalam jangka pendek. Struktur harga membentuk rangkaian lower high dan lower low, menandakan tren turun belum berakhir. Rejection kuat yang sebelumnya terjadi di area 1.38543 mempertegas bahwa zona tersebut kini berfungsi sebagai resistance utama, sekaligus batas psikologis yang sulit ditembus kembali dalam waktu dekat.
Selama harga gagal kembali dan bertahan di atas R1 1.37254, peluang kelanjutan penurunan tetap terbuka. Area 1.37254 – 1.37466 berpotensi menjadi zona sell on rally yang ideal, dengan target penurunan bertahap menuju S1 1.36769 hingga S3 1.36284 apabila tekanan jual meningkat. Namun dengan bias bearish, strategi buy juga menarik dipertimbangkan dengan memperhitungkan level support sebagai areal risiko.
Open price :1.37039 Pivot :1.36981
R1 :1.37254 S1 :1.36769
R2 :1.37466 S2 :1.36496
R3 :1.37739 S3 :1.36284
DXY
Opportunity: Bearish Range 97,400 – 97,000
Nasib mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus mengalami pelemahan. Tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) kembali anjlok dan sentuh level terendah 97,425. Kondisi tersebut mendekati level terendah dalam lebih dari 3 bulan karena pasar mata uang mempertahankan keengganan mereka terhadap Dollar AS di tengah kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang tidak dapat diprediksi. Presiden Trump awalnya mengancam negara-negara besar Eropa yang menentang rencananya untuk mengakuisisi Greenland dengan tarif baru, sementara pemerintahannya mengambil sikap keras terhadap Denmark dan anggota NATO lainnya, sebelum kemudian membalikkan arah dan menangguhkan tarif sambil menahan diri untuk tidak mengungkapkan detail perjanjian. Dollar AS juga tertekan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih banyak daripada bank sentral utama lainnya pada tahun 2026 ini. Data dari Conference Board menunjukkan penurunan indikator ekonomi utama AS, dan survei dari UMich menunjukkan revisi ke bawah dalam ekspektasi inflasi. Sebaliknya, BoJ mempertahankan kebijakan moneter yang ketat sementara agregat PMI di Zona Euro menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan serangkaian data dari Inggris mendukung sikap hawkish di Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE.
Pivot : 97,787
R1 : 98,149 S1 : 97,093
R2 : 98,843 S2 : 96,731
R3 : 99,205 S3 : 96,037

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 54,500
Indeks Nikkei 225 turun 0,2% menjadi di bawah 52.800 pada hari Selasa, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena penguatan yen terus menekan pasar saham. Yen telah melonjak hampir 3% selama dua sesi terakhir di tengah kekhawatiran atas potensi intervensi terkoordinasi antara Tokyo dan Washington untuk mendukung mata uang tersebut. Penguatan yen menekan sektor-sektor yang bergantung pada ekspor di Jepang dan meningkatkan biaya aset Jepang bagi investor asing. Perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor paling terpukul oleh aksi jual, dengan penurunan yang signifikan dari Mitsubishi Heavy Industries (-1,3%), Toyota Motor (-1,1%), Sony Group (-1,8%), Fujikura (-1,3%), dan Nintendo (-1,3%). Sentimen investor semakin tertekan karena kampanye pemilihan cepat untuk majelis rendah dimulai, dengan peringkat persetujuan Perdana Menteri Sanae Takaichi menunjukkan sedikit penurunan.
Pivot : 50,355
R1 : 50,555 S1 : 50,090
R2 : 50,820 S2 : 49,890
R3 : 51,285 S3 : 49,425
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke area: 26,837
Indeks Hang Seng ditutup sedikit lebih tinggi di 26.765 pada hari Senin, membalikkan kerugian awal dan menandai kenaikan keempat berturut-turut di tengah kekuatan terutama dari saham properti dan keuangan. Indeks properti naik 1,8%, didorong oleh tanda-tanda stabilisasi di pasar perumahan Hong Kong berkat penurunan suku bunga, kenaikan sewa, dan penghapusan bea materai. Sektor keuangan juga menguat, menjelang keputusan kebijakan Fed AS akhir pekan ini, menyusul langkah China untuk mempertahankan suku bunga pinjaman pada rekor terendah untuk bulan kedelapan guna mendukung pertumbuhan. Saham emas dan pertambangan di Hong Kong berkinerja lebih baik, dengan Laopu Gold (7,2%), Chow Tai Fook (2,9%), dan Zhaojin Mining (1,6%) didukung oleh rekor harga emas di atas USD 5.000 dan kekuatan logam dasar. Pergerakan penting lainnya termasuk Sun Hung Kai Properties (3,7%), Mixue Group (3,6%), dan China Hongqiao Group (2,0%). Para pedagang kini mengantisipasi laporan laba industri China tahun 2025 yang akan dirilis pada hari Selasa, menyusul pertumbuhan yang lesu sebesar 0,1% pada Januari–November dan penurunan tajam sebesar 13% pada bulan November.
Pivot : 26,361
R1 : 26,620 S1 : 26,024
R2 : 26,957 S2 : 25,765
R3 : 27,216 S3 : 25,428
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,523 | SL: 25,423 | TP: 26,750
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Selasa setelah indeks acuan utama mencatatkan kenaikan yang solid untuk memulai pekan yang sibuk yang didominasi oleh keputusan kebijakan Federal Reserve dan pendapatan dari perusahaan teknologi besar. Pada sesi reguler Senin, Dow naik 0,64%, S&P 500 naik 0,5%, dan Nasdaq Composite naik 0,43%. Perhatian kini beralih ke pengumuman Fed pada hari Rabu di tengah spekulasi bahwa Presiden Donald Trump dapat menunjuk Ketua Fed baru paling cepat minggu ini. Di sisi korporasi, beberapa perusahaan teknologi berkapitalisasi besar akan melaporkan hasil keuangan mereka, termasuk Apple, Microsoft, Meta Platforms, Tesla, dan IBM. Di tempat lain, saham perusahaan asuransi kesehatan besar anjlok dalam perdagangan lanjutan setelah Pusat Layanan Medicare & Medicaid mengusulkan kenaikan rata-rata bersih yang moderat sebesar 0,09% dalam pembayaran kepada program Medicare Advantage untuk tahun 2027. UnitedHealth, Humana, dan CVS Health turun antara 8% dan 13%.
Pivot : 25,706.83
R1 : 25,784.67 S1 : 25,620.92
R2 : 25,870.58 S2 : 25,543.08
R3 : 26,034.33 S3 : 25,379.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish selama bertahan di atas 4.970-5.000, testing kembali resistance 5.111.
Harga emas melanjutkan tren penguatan dan diperdagangkan di kisaran USD 5.050 per troy ounce pada perdagangan Selasa, setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas USD 5.100 pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah eskalasi ketegangan perdagangan dan geopolitik global. Sentimen pasar memburuk setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap sejumlah produk dari Korea Selatan, termasuk otomotif, kayu, dan farmasi. Selain itu, tarif atas berbagai barang lainnya berpotensi naik dari 15% menjadi 25% karena dinilai tidak ada kemajuan berarti dalam kesepakatan dagang yang diumumkan tahun lalu.
Fokus pelaku pasar kini beralih ke pertemuan kebijakan Federal Reserve yang berlangsung selama dua hari mulai hari ini. Meskipun suku bunga diperkirakan tetap dipertahankan, investor akan mencermati secara seksama pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell, terutama di tengah meningkatnya tekanan dari Gedung Putih agar bank sentral menurunkan suku bunga. Sepanjang tahun ini, emas telah menguat hampir 17%, dengan reli yang turut didukung oleh fenomena debasement trade, di mana investor mulai menghindari mata uang dan obligasi akibat kekhawatiran fiskal. Permintaan yang kuat dari bank sentral global serta arus masuk berkelanjutan ke ETF berbasis emas juga menjadi faktor penopang utama kenaikan harga.
Pivot : 5.053
R1 5.111 R2 5.138 R3 5.219
S1 5.000 S2 4.958 S3 4.900
Silver
Opportunity : Sell limit 113.523 dengan target 106.273 dan stop loss di atas 128.023
XAGUSD memperlihatkan struktur teknikal yang sangat konstruktif. Harga bergerak kuat di atas Pivot Point 108.376, menandakan dominasi buyer masih terjaga. Breakout dari fase konsolidasi sebelumnya diikuti oleh impuls kenaikan yang solid, menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase bullish continuation. Pola higher high dan higher low yang terbentuk mengonfirmasi bahwa tren naik masih valid.
Selama harga mampu bertahan di atas area 108.376, peluang lanjutan penguatan tetap terbuka. Namun dengan kondisi Harga yang seakan sedang berada diatas langit, strategi penjualan cenderung lebih menarik dengan menjadikan level R3 sebagai resiko.
Open price :103.997 Pivot :108.376
R1 :113.523 S1 :99.023
R2 :122.876 S2 :93.876
R3 :128.023 S3 :84.523
Oil
Opportunity : Meski koreksi, harga masih bertahan di atas 60,00. Dengan begitu trend tetap bullish, testing resistance 61,20.
Harga minyak mentah WTI mengalami tekanan dan turun ke sekitar USD 60,3 per barel pada perdagangan Selasa, melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya. Penurunan harga terjadi seiring pelaku pasar menimbang kembali prospek keseimbangan pasokan dan permintaan global, meskipun risiko geopolitik masih membayangi. Tekanan datang setelah gangguan pasokan minyak dari Kazakhstan mulai mereda, menyusul dipulihkannya operasional di terminal ekspor utama di kawasan Laut Hitam, sehingga aliran pasokan kembali normal.
Namun demikian, pelemahan harga minyak tertahan oleh gangguan produksi di Amerika Serikat. Diperkirakan sekitar 15% dari total output minyak nasional AS sempat hilang selama akhir pekan akibat badai musim dingin besar yang melanda sejumlah wilayah penghasil energi. Dari sisi geopolitik, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah juga tetap menjadi faktor pendukung harga. Amerika Serikat dilaporkan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut di tengah memanasnya hubungan dengan Iran, yang memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi regional. Selain itu, mandeknya perundingan yang dimediasi AS antara Rusia dan Ukraina turut menopang harga minyak, karena kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pembatasan ekspor minyak mentah Rusia kemungkinan masih akan berlanjut.
Pivot: 60,00
R1 62,85 S1 60,00
R2 62,18 S2 59,40
R3 61,20 S3 58,45
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Selasa, 27 Januari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Efek Kebijakan Trump: Harga Emas Resmi di Atas $5,000
Catat jam dan waktunya ya!
| Selasa, 27 Januari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
