FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,68800 – 0,68000
Untuk kesekian kalinya mata uang Aussie mengalami pelemahan terhadap mata uang Dollar AS. Bahkan Aussie berada pada level terendah 7minggu karena investor tetap skeptis terhadap de-eskalasi perang Iran dalam waktu dekat, sementara RBA (Reserve Bank of Australia) memperingatkan risiko inflasi yang meningkat akibat guncangan minyak global. Bank sentral memperingatkan bahwa guncangan pasokan yang berkepanjangan akibat konflik dapat meningkatkan inflasi dan ekspektasi jangka panjang, yang berpotensi memerlukan kebijakan yang lebih ketat. Asisten Gubernur Chris Kent mencatat bahwa guncangan semacam itu cenderung mendorong harga lebih tinggi sekaligus menekan pertumbuhan, sehingga membatasi kemampuan kebijakan untuk sepenuhnya mengimbangi dampaknya dan malah menggeser fokus ke arah pencegahan inflasi agar tidak semakin mengakar. Sementara itu, ketidakpastian seputar konflik terus membayangi sentimen, dengan sinyal yang saling bertentangan dari AS dan Iran mengenai potensi negosiasi. Sementara Washington mengindikasikan upaya untuk memajukan pembicaraan dan meredakan ketegangan, Teheran menolak usulan gencatan senjata, dan peningkatan pengerahan pasukan AS di wilayah tersebut menambah kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.
Pivot : 0,69050
R1 : 0,69350 S1 : 0,68535
R2 : 0,69865 S2 : 0,68235
R3 : 0,70165 S3 : 0,67720
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,600 – 160,000
Kondisi mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback sepertinya masih dalam area pelemahan. Bahkan kondisi ini sudah memasuki sesi penurunan ketiga berturut-turut karena Dollar AS menguat di tengah meningkatnya ketidakpastian atas upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik Timur Tengah. AS menegaskan bahwa negosiasi perdamaian masih berlangsung, sementara Iran mengisyaratkan bahwa mereka tidak berniat mengadakan pembicaraan langsung dengan Washington. Teheran mengatakan akan menolak tawaran gencatan senjata AS, dan sebagai gantinya menawarkan rencana lima poin yang memberikannya kendali atas Selat Hormuz. Yen juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak, yang memicu kekhawatiran inflasi dan membebani prospek pertumbuhan Jepang. Sementara itu, Jepang menerima dua kapal tanker minyak dari Timur Tengah minggu ini yang melewati jalur air penting tersebut, sehingga mengurangi beberapa tekanan pasokan. Seorang mantan penasihat keamanan nasional Jepang menyarankan negara itu mempertimbangkan untuk mengerahkan kapal perang guna membantu mengamankan jalur perairan tersebut bersama negara-negara lain, melindungi baik kapal-kapal milik Jepang sendiri maupun kapal-kapal mitra internasional.
Pivot : 159,634
R1 : 159,991 S1 : 159,428
R2 : 160,197 S2 : 159,071
R3 : 160,554 S3 : 158,865
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3283 – 1.3246
Diluar perkiraan, pounds kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks Dollar naik mendekati level 100, sedangkan Poundsterling menyentuh level terendah dalam satu pekan terakhir. Arus dana global bergerak menuju mata uang AS sebagai pelindung nilai. Lonjakan inflasi akibat harga energi membuat pelaku pasar menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Disisi lain katalis data Klaim pengangguran AS rilis lebih rendah dari angka perkiraan, yang menandakan masih solidnya pasar tenaga-kerja di AS. GBP masih berpotensi untuk melemah yang dibayangi oleh penguatan U.S Dollar. Disatu-sisi laporan data ekonomi Inggris di sektor penjualan Retail diperkirakan turun pada siang nanti.
Open : 1.3326 Pivot 1.3335
R1 : 1.3351 S1 : 1.3310
R2 : 1.3378 S2 : 1.3283
R3 : 1.3420 S3 : 1.3246
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1483 – 1.1447
Euro kembali tertekan pada perdagangan Kamis kemarin. Ketegangan konflik di Timur-tengah masih membayangi perkemahan mata-uang Euro. Arus dana global bergerak menuju mata uang AS sebagai pelindung nilai. Indeks Dollar naik mendekati level 100, Lonjakan inflasi akibat harga energi membuat pelaku pasar menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Disisi lain katalis data Klaim pengangguran AS rilis lebih rendah dari angka perkiraan, yang menandakan masih solidnya pasar tenaga-kerja di AS. EUR masih berpotensi untuk melemah yang dibayangi oleh penguatan U.S Dollar.
Open : 1.1526 Pivot : 1.1539
R1 : 1.1552 S1 : 1.1519
R2 : 1.1572 S2 : 1.1483
R3 : 1.1605 S3 : 1.1447
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7999 – 0.8034
Swiss Franc masih dalam tekanan U.S Dollar pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks Dollar menguat hampir mendekati level 100, Arus dana global bergerak menuju mata uang AS sebagai pelindung nilai. Ketegangan konflik Timur-tengah kembali memanas memicu kenaikan harga di sektor energi yang mengakibatkan lonjakan tingkat inflasi secara global. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar, mengingat solid nya pasar tenaga-kerja AS yang ditunjukan oleh turunnya Klaim pengangguran yang rilis malam tadi.
Open : 0.7950 Pivot : 0.7939
R1 : 0.7958 S1 : 0.7909
R2 : 0.7999 S2 : 0.7881
R3 : 0.8034 S3. : 0.7859
USDCAD
Opportunity :Buy stop di 1.38825 dengan target 1.39143 dan stop loss dibawah 1.38180
USDCAD pada timeframe H4 masih menunjukkan trend bullish yang solid, terlihat dari struktur higher high dan higher low yang terbentuk sejak pertengahan Maret. Harga saat ini bergerak di atas pivot point 1.38417, menandakan dominasi buyer masih kuat setelah berhasil menembus resistance sebelumnya di area 1.38000. Selama harga bertahan di atas pivot, peluang kenaikan masih terbuka menuju R1 1.38815, dengan potensi lanjutan ke R2 1.39052 hingga R3 1.39450. Namun area 1.38815 – 1.39052 berpotensi menjadi zona profit taking jangka pendek.
Dari sisi fundamental, pasar memperhatikan rilis US Consumer Sentiment (University of Michigan Final) serta perkembangan ekonomi AS yang dapat memperkuat dolar jika hasilnya positif. Selain itu, pergerakan harga minyak juga penting karena penguatan minyak biasanya mendukung CAD.
Open price :1.38581 Pivot :1.38417
R1 : 1.38815 S1 : 1.38180
R2 : 1.39052 S2 : 1.37782
R3 : 1.39450 S3 : 1.37545
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,800 – 100,200
Nampaknya keperkasaan mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya akan terus berlanjut. Terlihat jelas pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus melonjak naik dan sentuh level tertinggi hariannya 100,010. Kondisi ini merupakan sesi kenaikan ketiga berturut-turut, karena investor terus menilai perkembangan di Timur Tengah dan implikasinya terhadap harga minyak, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, meningkatnya keraguan tentang kemungkinan berakhirnya perang dengan Iran dalam waktu dekat juga membebani sentimen publik, dengan Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak akan berkomitmen pada kesepakatan untuk mengakhiri konflik selama Teheran menunjukkan sedikit kemauan untuk berkompromi. Gangguan yang terkait dengan konflik telah mendorong harga energi lebih tinggi, memperkuat kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil sepanjang tahun. Dari segi data, klaim pengangguran awal sedikit meningkat menjadi 210 ribu, sementara klaim lanjutan turun ke level terendah dalam hampir dua tahun. Dollar AS sebagian besar lebih tinggi terhadap Euro dan Aussie.
Pivot : 99,812
R1 : 100,062 S1 : 99,614
R2 : 100,260 S2 : 99,364
R3 : 100,510 S3 : 99,166

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 57,373
Indeks Nikkei 225 turun 1,8% menjadi di bawah 52.700, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,9% menjadi 3.610 pada hari Jumat, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya dan menyusul aksi jual tajam di Wall Street di tengah skeptisisme atas negosiasi perang Iran. Laporan juga muncul bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk mengirim hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke Timur Tengah. Sementara itu, Presiden Donald Trump menunda tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan lebih lanjut selama 10 hari. Investor tetap berhati-hati di tengah laporan yang saling bertentangan tentang Timur Tengah, sementara harga minyak yang tinggi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini. Saham teknologi dan yang terkait dengan AI memimpin penurunan, dengan kerugian besar untuk Kioxia Holdings (-7,1%), Fujikura (-4,7%), Advantest (-5,1%), Disco Corp (-3,5%), dan Tokyo Electron (-4,4%).
Pivot : 58,888
R1 : 59,506 S1 : 58,081
R2 : 60,313 S2 : 57,463
R3 : 61,738 S3 : 56,038
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Indeks Hang Seng turun 0,4% menjadi sekitar 24.753 pada hari Jumat, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus membebani sentimen risiko setelah aksi jual tajam di Wall Street. Investor tetap berhati-hati meskipun Presiden Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan selama 10 hari, karena ketidakpastian terus berlanjut mengenai arah konflik. Sentimen semakin melemah setelah laporan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan hingga 10.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah, meningkatkan kekhawatiran akan ketidakstabilan yang berkepanjangan. Harga minyak tetap bergejolak, dengan minyak mentah Brent berfluktuasi sebelum stabil di dekat $107 per barel, masih tinggi di tengah gangguan pasokan yang terkait dengan Selat Hormuz. Lonjakan harga energi yang berkelanjutan terus memicu kekhawatiran inflasi dan meredam selera risiko global. Saham yang mengalami penurunan di awal sesi termasuk Meituan Class B (-0,6%), Tencent Holdings (-0,9%), AIA Group (-3,39%), dan Techtronic Industries (-0,9%).
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 24,636| SL: 24,550 | TP: 24,157
Kontrak berjangka saham AS naik pada hari Jumat, memulihkan sebagian kerugian dari sesi sebelumnya setelah Presiden Donald Trump memperpanjang tenggat waktu untuk menyerang infrastruktur energi Iran selama 10 hari di tengah negosiasi yang sedang berlangsung dengan Teheran. Trump juga mengatakan Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak untuk melewati Selat Hormuz minggu ini sebagai “hadiah” untuk AS. Sementara itu, Iran mengkonfirmasi bahwa mereka telah menolak rencana 15 poin AS untuk mengakhiri perang dan mengajukan persyaratannya sendiri, termasuk pengakuan otoritas Teheran atas Hormuz. Dalam perdagangan reguler pada hari Kamis, Dow turun 1,01%, S&P 500 turun 1,74%, dan Nasdaq Composite anjlok 2,38%, dengan saham teknologi memimpin penurunan karena imbal hasil obligasi pemerintah naik. Lonjakan tajam harga energi dan ketegangan geopolitik yang terus-menerus juga meningkatkan kekhawatiran akan stagflasi.
Pivot : 24,799.92
R1 : 24,995.58 S1 : 24,460.08
R2 : 25,335,42 S2 : 24,264.42
R3 : 25,870.92 S3 : 23,728.92

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Harga berpotensi rebound setelah menguji level support di 4.350 dan saat ini mengarah untuk menguji resistance di 4.486. Namun, tren masih cenderung bearish selama harga bergerak di bawah level resistance tersebut.
Harga emas bergerak relatif stabil di kisaran USD 4.400 per ounce pada perdagangan Jumat setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Stabilisasi ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran pasar dalam jangka pendek, setelah Donald Trump memutuskan untuk menunda batas waktu bagi Iran dalam mencapai kesepakatan penghentian konflik. Keputusan tersebut, termasuk komitmen untuk tidak menargetkan fasilitas energi Iran hingga 6 April, memberikan sentimen positif sementara bagi investor yang sebelumnya gelisah akibat eskalasi konflik selama hampir satu bulan terakhir.
Namun demikian, tekanan terhadap emas masih cukup kuat. Pada hari Kamis, harga emas sempat jatuh hampir 3% akibat meningkatnya keraguan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dapat tercapai dalam waktu dekat. Ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan, ditambah dengan lonjakan harga energi, mendorong kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini pada akhirnya meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral utama dunia akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga, yang cenderung menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Dengan demikian, meskipun ada sedikit pemulihan, arah pergerakan emas masih dibayangi oleh kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter yang ketat.
Pivot : 4.486
R1 4.486 R2 4.600 R3 4.726
S1 4.351 S2 4.223 S3 4.099
Silver
Opportunity : Sell limit di 71.516 dengan target 68.770 dan stop loss diatas 77.007
Silver pada timeframe H4 masih berada dalam struktur downtrend menengah, terlihat dari rangkaian lower high dan lower low sejak awal Maret. Setelah penurunan tajam menuju area 60.900, harga mulai membentuk fase konsolidasi dan koreksi teknikal. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot point 69.097, yang menjadi area keseimbangan pasar. Selama harga masih berada di bawah R1 71.516, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut dengan target penurunan ke S1 66.025 hingga S2 63.606. Area 71.516 menjadi resistance penting karena berpotensi menjadi zona supply sekaligus batas perubahan momentum jangka pendek.
Dari sisi fundamental, pergerakan silver akan dipengaruhi oleh data ekonomi AS seperti Consumer Sentiment dan ekspektasi suku bunga The Fed, serta sentimen geopolitik yang dapat meningkatkan permintaan safe haven.
Open price :68.234 Pivot :69.097
R1 : 71.516 S1 : 66.025
R2 : 74.588 S2 : 63.606
R3 : 77.007 S3 : 60.534
Oil
Opportunity : Konsolidasi di kisaran support 89,33 dan resistance 95,34.
Harga minyak mentah WTI menunjukkan pelemahan menuju kisaran USD 93 per barel pada Jumat, setelah sebelumnya mengalami kenaikan signifikan. Penurunan ini terjadi setelah keputusan Donald Trump untuk memperpanjang tenggat waktu bagi Iran selama 10 hari tambahan sebelum potensi eskalasi militer lebih lanjut. Langkah ini memberikan sedikit kelegaan bagi pasar energi yang sebelumnya sangat sensitif terhadap risiko gangguan pasokan.
Meski demikian, dinamika fundamental pasar minyak masih cenderung ketat. Konflik di kawasan Timur Tengah telah menyebabkan kenaikan harga minyak sekitar 40% sejak awal eskalasi, terutama karena terganggunya jalur distribusi melalui Strait of Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi sekitar 20% aliran energi global. Meskipun Iran sempat mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintas sebagai bentuk “gestur” terhadap Amerika Serikat, ketidakpastian tetap tinggi setelah Iran menolak proposal perdamaian dari AS dan mengajukan syarat tandingan, termasuk pengakuan atas otoritasnya di wilayah Hormuz.
Pivot: 95,34
R1 95,34 S1 89,33
R2 97,88 S2 86,29
R3 101,20 S3 81,55
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Jum’at, 26 Maret 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Menanti Data Retail Sales Inggris, GBP Condong Bullish Atau Bearish?
Catat jam dan waktunya ya!
| Jum’at, 27 Maret 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
