FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,70100 – 0,71100
Mata uang Aussie semakin perkasa terhadap mata uang Greenback. Bahkan mata uang Australia ini menguat dan sentuh level terkuatnya sejak Januari 2023, didukung oleh daya tarik imbal hasil yang lebih tinggi. Imbal hasil obligasi pemerintah Australia menjadi semakin menarik, dengan obligasi 3 tahun yang sensitif terhadap kebijakan naik ke level tertinggi sejak November 2023 di tengah kepercayaan investor terhadap peringkat kredit Australia yang unggul dan prospek kebijakan hawkish bank sentral. Data ekonomi domestik semakin memperkuat alasan untuk menaikkan suku bunga setelah tingkat pengangguran secara tak terduga turun ke level terendah dalam 7 bulan pada bulan Desember. Focus kini tertuju ke data inflasi penting yang akan dirilis pagi ini pukul 07:30 WIB, karena investor mengamati dengan cermat data CPI bulanan Desember dan ukuran rata-rata terpotong Q4, yang terakhir secara luas dianggap sebagai tolok ukur pilihan RBA untuk tekanan harga yang mendasarinya. Secara eksternal, mata uang tersebut memperoleh dukungan tambahan dari pelemahan Dollar AS, yang dipicu oleh kekhawatiran atas independensi Fed dan ketakutan akan penutupan pemerintah lainnya.
Pivot : 0,69752
R1 : 0,70495 S1 : 0,69349
R2 : 0,70898 S2 : 0,68606
R3 : 0,71641 S3 : 0,68203
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 152,200 – 151,200
Penguatan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS terus berlanjut. Bahkan Yen menguat hingga 3,2% selama dua sesi berturut-turut. Penyebabnya meningkatnya kekhawatiran tentang potensi intervensi pasar valuta asing bersama oleh Tokyo dan Washington. Pergerakan tajam tersebut dipicu oleh berita pada hari Jumat bahwa Federal Reserve New York melakukan pengecekan suku bunga Dollar AS/Yen dengan para pelaku pasar, sementara para pejabat Jepang mengindikasikan bahwa mereka berkoordinasi erat dengan AS mengenai kebijakan mata uang dan potensi intervensi pasar. Sementara itu, data dari Bank Sentral Jepang menunjukkan bahwa penguatan mendadak Yen pada Jumat pekan lalu kemungkinan besar bukan disebabkan oleh intervensi pemerintah. Mata uang Yen juga diuntungkan dari pelemahan Dollar AS secara luas, yang dipicu oleh meningkatnya risiko geopolitik dan perdagangan, serta ekspektasi bahwa Presiden AS Donald Trump akan segera mengganti Ketua Fed Jerome Powell dengan kandidat yang lebih lunak, sehingga memberikan tekanan penurunan tambahan pada Dollar AS.
Pivot : 153,025
R1 : 153,964 S1 : 151,179
R2 : 155,810 S2 : 150,240
R3 : 156,749 S3 : 148,394
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3901 – 1.3946
Pounds kembali menguat pada perdagangan Selasa kemarin. Penguatan mata-uang Poundsterling terjadi menjelang kebijakan suku-bunga the Fed malam nanti. The Fed diperkirakan tidak akan merubah suku-bunga acuan yaitu tetap di level 3.75%. Hal ini bertentangan dengan keinginan Trump yang mendesak the Fed untuk menurunkan tingkat suku-bunga secepat mungkin. indeks dolar AS jatuh 0,9% ke 96,23 dan sempat menyentuh level terendah hampir empat tahun di 95,566. Analis menilai GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 1.3838 Pivot : 1.3789
R1 : 1.3867 S1 : 1.3740
R2 : 1.3901 S2 : 1.3662
R3 : 1.3946 S3 : 1.3621
EURUSD
Opportunity : Bullish Menuju 1.2125 – 1.2155
Euro menguat cukup signifikan pada perdagangan Selasa kemarin. Pelemahan dolar dan meningkatnya risiko geopolitik mendorong lonjakan mata-uang Euro. Indeks Dollar AS jatuh 0,9% ke 96,23 dan sempat menyentuh level terendah hampir empat tahun di 95,566, sedangkan Euro menguat 0,81% ke $1,1975. Analis memperkirakan mata-uang Euro masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini, palaku pasar akan fokus pada kebijakan the Fed pada tengah malam nanti yang diperkirakan the Fed akan menahan tingkat suku-bunga di level 3.75%. Hal ini bertentangan dengan keinginan Trump yang mendesak the Fed untuk menurunkan tingkat suku-bunga secepat mungkin.
Open : 1.2037 Pivot : 1.1994
R1 : 1.2083 S1 : 1.1939
R2 : 1.2125 S2 : 1.1896
R3 : 1.2155 S3 : 1.1850
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7553 – 0.7515
Swiss Franc kembali menguat di tengah ketidak pastian geopoltik. Penguatan mata-uang Swiss juga dudukung oleh pelemahan Dollar menjelang pengumuman kebijakan suku-bunga the Fed. Para pelaku pasar akan fokus pada kebijakan the Fed yang diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku-bunganya di level 3.75%. Hal ini bertentangan dengan keinginan Trump yang mendesak the Fed untuk menurunkan tingkat suku-bunga secepat mungkin. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 0.7601 Pivot : 0.7668
R1 : 0.7713 S1 : 0.7598
R2 : 0.7782 S2 : 0.7553
R3 : 0.7856 S3. : 0.7515
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.36858 dengan target 1.35956 dan stop loss di atas 1.38662
Pergerakan USDCAD pada timeframe H4 menunjukkan tekanan bearish yang masih sangat kuat. Harga terlihat mengalami penurunan tajam sejak pertengahan Januari dan hari ini masih berada di bawah pivot point 1.36221, menandakan dominasi seller belum berakhir. Struktur lower high dan lower low masih terjaga, sehingga selama harga tidak mampu kembali di atas area pivot, potensi lanjutan pelemahan tetap terbuka. Area support terdekat berada di S1 1.35054, yang menjadi target realistis jika tekanan jual berlanjut.
Dari sisi fundamental, penguatan dolar Kanada masih dipacu oleh stabilnya kebijakan moneter Bank of Canada, di mana suku bunga diperkirakan tetap di level yang mendukung CAD sepanjang 2026. Selain itu, harga minyak yang relatif kuat turut memperkuat CAD sebagai mata uang komoditas. Di sisi lain, dolar AS masih berada di bawah tekanan akibat ketidakpastian arah kebijakan The Fed dan ekspektasi pasar terhadap pelonggaran moneter, sehingga membatasi potensi penguatan USD dalam jangka pendek.
Open price :1.35699 Pivot :1.36221
R1 :1.36858 S1 :1.35054
R2 :1.38025 S2 :1.34417
R3 :1.38662 S3 :1.33250
DXY
Opportunity: Bearish Range 95,700 – 95,200
Mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya semakin takberdaya. Tegambar pada Indeks Dollar AS (DXY) anjlok kembali dan menyentuh level terendah harianya di 95,551. Mata uang Amerika ini terendahnya sejak Februari 2022, karena investor mengambil posisi menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed yang akan diumumkan Kamis dinihari nanti. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, meskipun kekhawatiran tentang independensinya dari tekanan politik tetap menjadi fokus. Spekulasi semakin intensif bahwa ketua Fed yang baru dapat diumumkan paling cepat minggu ini, dengan Presiden Trump secara luas diperkirakan akan menominasikan kandidat yang lebih lunak. Nilai tukar Dollar AS juga tertekan oleh kekhawatiran yang kembali muncul tentang penutupan pemerintahan setelah para pemimpin Partai Demokrat mengancam akan memblokir paket pendanaan senilai $1,2 triliun jika mencakup alokasi tambahan untuk Keamanan Dalam Negeri. Tekanan semakin meningkat karena Dollar AS terjebak dalam tren “jual Amerika” yang lebih luas, di samping spekulasi tentang potensi intervensi mata uang bersama AS-Jepang yang bertujuan untuk menghentikan kerugian lebih lanjut pada obligasi Jepang dan mendukung Yen.
Pivot : 96,2006
R1 : 96,850 S1 : 95,115
R2 : 97,935 S2 : 94,465
R3 : 98,585 S3 : 93,380

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 54,500
Indeks Nikkei 225 turun 0,8% ke bawah angka 53.000, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 1% menjadi 3.528 pada hari Rabu, membalikkan kenaikan dari sesi sebelumnya karena yen menguat ke level tertinggi tiga bulan, yang menekan ekuitas Jepang. Yen telah naik sekitar 4% selama tiga sesi terakhir di tengah meningkatnya spekulasi tentang potensi intervensi mata uang bersama AS-Jepang, sementara dolar tetap berada di bawah tekanan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak khawatir tentang penurunan baru-baru ini. Yen yang lebih kuat cenderung merusak prospek pendapatan untuk sektor-sektor yang berorientasi ekspor di Jepang dan mengurangi daya tarik aset domestik bagi investor asing. Kerugian dipimpin oleh saham-saham yang berorientasi ekspor, dengan Sony Group turun 2,6%, Toyota Motor turun 3,3%, dan Mitsubishi Heavy Industries turun 2%. Sebaliknya, saham-saham teknologi sedikit naik, didukung oleh kenaikan semalam di saham-saham perusahaan teknologi raksasa menjelang serangkaian laporan pendapatan perusahaan teknologi besar yang sibuk.
Pivot : 50,355
R1 : 50,555 S1 : 50,090
R2 : 50,820 S2 : 49,890
R3 : 51,285 S3 : 49,425
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke area: 26,837
Indeks Hang Seng melonjak 361 poin, atau 1,4%, dan ditutup pada 27.127 pada hari Selasa, menandai kenaikan kelima berturut-turut dan mendekati puncak dua minggu di tengah kekuatan sektor secara luas. Sentimen didorong oleh kenaikan Wall Street yang berkelanjutan pada hari Senin, dengan S&P 500 dan Nasdaq naik untuk sesi keempat menjelang keputusan suku bunga Fed akhir pekan ini. Sektor keuangan melonjak 2,5% setelah bank sentral China berjanji untuk memperdalam konektivitas pasar dengan Hong Kong. Para pedagang juga menyambut baik data resmi yang menunjukkan laba industri China naik pada tahun 2025 untuk pertama kalinya dalam empat tahun, didorong oleh pemulihan pada bulan Desember, sementara tanda-tanda penindakan Beijing terhadap perang harga memperkuat harapan pemulihan pendapatan. Namun, kenaikan dibatasi oleh kehati-hatian menjelang rilis PMI resmi Januari di China akhir pekan ini. Zijin Gold Intl. naik 9,2% setelah mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Allied Gold Kanada untuk berekspansi secara global. Perusahaan lain yang menonjol termasuk Minimax Group (15,3%), AIA Group (3,6%), Techtronic Industries (2,8%), dan China Taiping Insurance (2,2%).
Pivot : 26,361
R1 : 26,620 S1 : 26,024
R2 : 26,957 S2 : 25,765
R3 : 27,216 S3 : 25,428
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 25,168 | SL: 26,000 | TP: 26,300
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Rabu karena investor mengambil posisi menjelang keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve dan serangkaian laporan pendapatan dari perusahaan teknologi besar. Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, sementara pasar justru mencari panduan tentang waktu penurunan suku bunga berikutnya di tengah ekspektasi penurunan dua poin seperempat sebelum akhir tahun. Di sisi korporasi, laporan pendapatan akan dirilis setelah penutupan perdagangan pada hari Rabu dari Tesla, Microsoft, dan Meta Platforms, diikuti oleh Apple pada hari Kamis, yang menentukan sentimen pasar secara lebih luas. Dalam perdagangan reguler pada hari Selasa, S&P 500 naik 0,41% dan ditutup pada level tertinggi sepanjang masa baru, sementara Nasdaq Composite naik 0,91% karena saham teknologi meningkat. Sebaliknya, Dow turun 0,83%, terbebani oleh UnitedHealth, yang anjlok 19,6% setelah mengeluarkan peringatan laba terkait dengan perubahan penggantian biaya Medicare Advantage yang diusulkan. Boeing juga turun 1,6% setelah melaporkan hasil yang kurang memuaskan.
Pivot : 25,706.83
R1 : 25,784.67 S1 : 25,620.92
R2 : 25,870.58 S2 : 25,543.08
R3 : 26,034.33 S3 : 25,379.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish menguji area resistance 5.236
Harga emas melonjak tajam dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang mendorong investor beralih ke aset safe haven. Harga spot emas sempat menyentuh level tertinggi di USD 5.181,84 per ons pada sore hari waktu AS, setelah sehari sebelumnya berhasil menembus level psikologis USD 5.000 per ons untuk pertama kalinya. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup relatif stabil di kisaran USD 5.082,60 per ons.
Sepanjang tahun ini, emas telah menguat lebih dari 18%, melanjutkan reli kuat tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi faktor, mulai dari meningkatnya risiko geopolitik dan ekonomi global, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, hingga meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral di tengah tren de-dolarisasi global. Menurut analis Bank of America, reli emas belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan karena faktor-faktor pendorong utama masih tetap relevan.
Pivot : 5.125
R1 5.236 R2 5.299 R3 5.410
S1 5.062 S2 4.950 S3 4.888
Silver
Opportunity : Buy stop di 116.441 dengan target 121.709 dan stop loss dibawah 105.755
XAGUSD pada timeframe H4 masih mempertahankan struktur bullish meskipun sempat mengalami koreksi cukup tajam. Harga bergerak stabil di atas pivot 109.622, yang menandakan bahwa minat beli masih dominan. Selama harga mampu bertahan di atas area pivot tersebut, kecenderungan tren naik masih valid. Resistance terdekat berada di R1 116.291, yang menjadi level penting untuk menentukan apakah momentum bullish dapat berlanjut menuju level yang lebih tinggi.
Dari sisi fundamental, pergerakan positif silver didorong oleh meningkatnya permintaan industri, khususnya dari sektor energi terbarukan dan manufaktur, di tengah kondisi pasokan global yang masih terbatas. Selain itu, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari The Fed membuat logam mulia seperti silver tetap menarik sebagai alternatif lindung nilai terhadap pelemahan dolar AS. Faktor risiko global dan sentimen safe haven juga turut menjaga minat beli terhadap XAGUSD.
Open price :112.531 Pivot :109.622
R1 :116.291 S1 :105.755
R2 :120.158 S2 :99.086
R3 :126.827 S3 :95.219
Oil
Opportunity :Bullish selama bertahan di atas 61,67, testing resistance 63,26.
Harga minyak mentah WTI bertahan di atas level USD 62 per barel pada perdagangan Rabu, melanjutkan penguatan hampir 3% pada sesi sebelumnya yang membawa harga ke level tertinggi dalam hampir empat bulan. Kenaikan harga ini terutama dipicu oleh gangguan pasokan akibat badai musim dingin ekstrem di Amerika Serikat, yang memangkas produksi minyak hingga 2 juta barel per hari atau sekitar 15% dari total produksi nasional. Selain itu, ekspor dari wilayah Gulf Coast juga sempat terhenti sementara akibat gangguan pada infrastruktur energi dan jaringan listrik.
Kondisi cuaca dingin dan basah yang masih melanda sebagian wilayah selatan AS diperkirakan akan memperlambat pemulihan produksi dan distribusi, sehingga menopang harga dalam jangka pendek. Di sisi geopolitik, pasar juga mencermati peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah serta meningkatnya risiko eskalasi terhadap Iran, yang menambah kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan global.
Pivot: 61,67
R1 63,26 S1 60,80
R2 64,13 S2 59,21
R3 65,72 S3 58,34
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Rabu, 28 Januari 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Volatilitas Meningkat Jelang Keputusan BoC dan The Fed
Catat jam dan waktunya ya!
| Rabu, 28 Januari 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
