Market Highlight (30/12/2024)

feature market highlights

market highlightsFOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunty: Bearish Range    0,62100 – 0,61100

Tekanan terhadap mata uang Aussie terus berlanjut, bahkan Dollar Australia diperdagangkan sekitar $0,62001 pada hari Jumat, mendekati level terendah sejak Oktober 2022, karena pasar yang sepi imbas libur seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan sentimen bearish. Greenback memperoleh sedikit kekuatan karena imbal hasil Treasury acuan AS melonjak ke level tertinggi 8 bulan, menambah tekanan pada Aussie. Di dalam negeri, Reserve Bank of Australia memperparah pelemahan Aussie dengan memberikan sinyal kemungkinan penurunan suku bunga, dan pasar mengantisipasi penurunan suku bunga menjadi 3,6% pada tahun depan. Sikap dovish ini sangat kontras dengan pendekatan Federal Reserve yang lebih berhati-hati, karena bank sentral AS masih ragu-ragu untuk memberi sinyal pelonggaran lebih lanjut. Selain itu, Aussie menghadapi meningkatnya penghindaran risiko dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kesehatan perekonomian China, yang merupakan faktor penting mengingat China adalah mitra dagang terbesar Australia. Selama sepekan, Aussie berada dijalur pelemahan mingguan kelima berturut-turut.

Pivot : 0,62136

R1 : 0,62272               S1 : 0,62017  

R2 : 0,62391               S2 : 0,61881

R3 : 0,62527               S3 : 0,61762


USDJPY

Opportunty: Bullish Range   157,900 – 158,900

Tanda penguatan mata uang Yen mulai nampak, meski terbatas dan sementara. Yen Jepang menguat ke sekitar 157,346 per Dollar AS pada hari Jumat, tetapi tetap mendekati level terendah dalam 5 bulan, karena investor mencerna data inflasi terbaru Tokyo dan Ringkasan Opini Bank Jepang bulan Desember. Inflasi Tokyo naik menjadi 3% pada bulan Desember, naik dari 2,6% pada bulan sebelumnya, mendukung kasus kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Ringkasan pertemuan Bank of Japan bulan Desember mengungkapkan bahwa para pembuat kebijakan memperdebatkan kemungkinan kenaikan suku bunga jangka pendek, dan beberapa pihak berpendapat bahwa kondisinya sudah selaras untuk langkah tersebut. Namun, BOJ memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah, dengan alasan perlunya data lebih lanjut mengenai pertumbuhan upah dan kejelasan yang lebih baik mengenai kebijakan ekonomi pemerintahan AS yang akan datang. Di tempat lain, data ekonomi Jepang memberikan gambaran yang beragam: pertumbuhan penjualan ritel meningkat, produksi industri mengalami kontraksi, dan tingkat pengangguran tetap stabil.

Pivot : 157,736

R1 : 158,126               S1 : 157,491  

R2 : 158,371               S2 : 157,101

R3 : 158,761               S3 : 156,856


GBPUSD

Opportunity: Bearish menuju 1.2517 – 1.2500

Pounds berhasil menguat terhadap U.S dollar di perdagangan Jumat kemarin. lemahnya nilai Indeks dollar setelah menguat ke level tertingginya dalam dua tahun terakhir dapat dimanfaatkan oleh poundsterling. Para trader memperkirakan The Fed akan mengurangi pemotongan suku-bunga pada tahun depan dan kebijakan Trump yang akan mendorong Ekonomi dan Inflasi memungkinkan Dollar U.S akan kembali menguat. Pound berpotensi melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan akan adanya laporan data Chicago PMI pada malam nanti yang diprediksikan akan menguat sebesar 42.7 versus 40.2 angka sebelumnya.

Open : 1.2571      Pivot : 1.2558

R1 : 1.2591           S1 : 1.2537

R2 : 1.2613           S2 : 1.2517

R3 : 1.2645           S3 : 1.2500


EURUSD

Opportunity: Bearish menuju 1.0404 – 1.0394

EUR masih dapat bertahan di tengah kuatnya data ekonomi U.S pada akhir pekan kemarin. EUR ditutup sedikit menguat terhadap U.S dollar pada perdagangan Jumat kemarin. Lemahnya nilai indeks dollar setelah menyentuh level tertinggi dalam dua tahun terakhir di angka 108.54 dan terkoreksi turun ke level 108.02 di Jumat kemarin. EUR berpotensi melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan akan adanya laporan data Chicago PMI yang diprediksikan akan mengalami kenaikan sebesar 42.7 versus 40.2 angka sebelumnya.

Open : 1.0418     Pivot : 1.0423

R1 : 1.0433       S1 : 1.0414

R2 : 1.0443       S2 : 1.0404

R3 : 1.0460       S3 : 1.0394


USDCHF

Opportunity: Bullish menuju 0.9026 – 0.9037

CHF melemah cukup signifikan pada perdagangan Jumat kemarin. Lemahnya mata-uang Swiss terjadi di tengah melemahnya nilai Indeks dollar yang terjadi Jumat kemarin. Ekspektasi para trader terhadap kebijakan The Fed yang akan mengurangi pemangkasan suku-bunga pada tahun depan dan kebijakan Trump yang akan mendorong Ekonomi dan Inflasi U.S membuat CHF kembali melemah. CHF masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan akan rilisnya laporan data KOF Leading Indicators Swiss pada sore nanti yang diprediksikan akan mengalami pelemahan dari angka 101.8 ke angka 101.1 dan laporan data Chicago PMI U.S malam nanti yang diprediksikan akan menguat dari angka 40.2 akan naik ke angka 42.7.

Open : 0.8999     Pivot : 0.9005

R1 : 0.9016         S1 : 0.8994

R2 : 0.9026         S2 : 0.8983

R3 : 0.9037         S3 : 0.8968


DXY

Opportunty: Bullish Range Limited   107,800 – 108,000

Menjelang akhir tahun 2024 ini pergerakan Indeks Dollar AS (DXY) bertahan stabil di sekitar 107,922 pada hari Jumat, berada di dekat level tertinggi dalam 2 tahun karena para pelaku pasar terus menilai prospek kebijakan moneter Federal Reserve. Proyeksi hawkish dari The Fed pada pekan lalu telah memicu keraguan mengenai besarnya potensi penurunan suku bunga di tahun mendatang, sehingga memperkuat mata uang Dollar AS. Pasar saat ini memperkirakan hanya akan terjadi pemotongan sebesar 35 basis poin pada tahun 2025, yang menyiratkan peluang kurang dari 50% untuk pengurangan kedua sebesar 25 basis poin. Selain itu, Dollar AS telah didukung oleh ekspektasi bahwa kebijakan Presiden terpilih Donald Trump dapat mendorong inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan klaim pengangguran awal mingguan AS turun ke level terendah dalam 1 bulan, menandakan pasar tenaga kerja yang mendingin namun masih sehat. Dollar AS menguat paling besar terhadap Yen.

Pivot : 107,746

R1 : 107,907               S1 : 107,570  

R2 : 108,083                S2 : 107,409

R3 : 108,244               S3 : 107,233


market highlights

INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bullish menuju 40,100

Saham-saham Asia melemah pada hari Senin karena imbal hasil Treasury yang tinggi menantang valuasi ekuitas Wall Street yang tinggi dan menopang dolar AS mendekati puncak multi-bulan. Volumenya kecil menjelang liburan Tahun Baru dan data harian yang agak kosong pada minggu ini. Survei pabrik PMI Tiongkok akan dirilis pada hari Selasa, sedangkan survei ISM AS untuk bulan Desember akan dirilis pada hari Jumat.

Nikkei mengalami sedikit penurunan di awal pembukaan marketnya sekitar 0,2% setelah mendapatkan hasil yang memuaskan pada market sesi jumat minggu lalu. Sepanjang tahun 2024, Nikkei berhasil mencatatkan keuntungan hingga 20%.

Pivot : 40,078

R1 : 40,586                 S1 : 39,716

R2 : 40,948                 S2 : 39,208

R3 : 41,818                 S3 : 38,338


HANGSENG

Opportunity: Bullish menuju 20,200

Bank Dunia telah menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok, memproyeksikan ekspansi PDB sebesar 4,9% pada tahun 2024 dan 4,5% pada tahun 2025. Revisi tersebut, yang diumumkan pada hari Kamis, mencerminkan peningkatan kekuatan ekspor dan pelonggaran kebijakan baru-baru ini yang bertujuan untuk menstabilkan perekonomian, termasuk langkah-langkah untuk mendukung sektor properti dan belanja konsumen.

Pasar properti Tiongkok, yang merupakan pendorong pertumbuhan tradisional, kemungkinan besar tidak akan pulih hingga akhir tahun 2025, menurut bank tersebut. Langkah-langkah seperti dukungan likuiditas bagi pengembang, pengurangan uang muka perumahan, dan pembelian kelebihan persediaan perumahan oleh negara telah dilakukan untuk memitigasi dampaknya.

Bank tersebut menyoroti bahwa kebijakan fiskal dapat memberikan dorongan tambahan, terutama jika Beijing memberi sinyal peningkatan belanja pemerintah pusat. Namun, lemahnya permintaan domestik diperkirakan akan menjaga inflasi tetap rendah, dengan proyeksi sebesar 0,4% pada tahun 2024 dan meningkat menjadi 1,1% pada tahun 2025.

Pivot : 20,111

R1 : 20,207     S1 : 20,004

R2 : 20,314     S2 : 19,908

R3 : 20,517     S3 : 19,705


NASDAQ

Opportunity: Sell Limit: 22,100 | SL: 22,200 | TP: 21,743

Saham berjangka AS sedikit lebih rendah pada hari Senin ketika Wall Street memulai minggu perdagangan terakhir tahun ini. Pada hari Jumat, saham-saham AS turun tajam, dengan setiap kelompok industri besar mengalami kerugian di tengah kenaikan imbal hasil Treasury AS, menyusul indikasi The Fed mengenai potensi pengurangan suku bunga pada tahun 2025.

Sementara itu, Menteri Keuangan Yellen memperingatkan bahwa Departemen Keuangan mungkin akan mencapai batas utang barunya. pada pertengahan Januari, mendesak Kongres AS untuk menaikkan atau menghilangkan plafon utang untuk menghindari bencana keuangan. Meskipun demikian, S&P 500 Wall Street naik sekitar 25% untuk tahun ini, Dow Jones naik sekitar 14%, dan Nasdaq naik 31%.

Secara politis, Donald Trump diperkirakan akan menandatangani setidaknya 25 perintah eksekutif setelah menjabat pada 20 Januari, yang mencakup berbagai topik seperti kebijakan imigrasi, energi, dan mata uang kripto. Data ekonomi yang dijadwalkan untuk dirilis minggu ini mencakup penjualan rumah tertunda, Indeks Manufaktur Fed Dallas, dan angka pasar perumahan.

Pivot : 21,742.42

R1 : 21,986.58            S1 : 21,478.83

R2 : 22,250.17            S2 : 21,234.67

R3 : 22,757.92            S3 : 20,726.92


 


COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF

Gold

Opportunity: Bearish menuju 2.607

Harga emas tergelincir pada hari Jumat di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS yang menekan daya tarik logam mulia tanpa imbal hasil, terutama pada pekan yang sepi karena libur. Fokus pasar tertuju pada kembalinya Donald Trump sebagai Presiden AS dan dampak potensial kebijakan inflasionernya terhadap proyeksi Federal Reserve tahun 2025.

Spot gold turun 0,6% menjadi $2.619,33 per ons pada pukul 1:41 siang ET (1841 GMT), dengan penurunan mingguan sebesar 0,1%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,8% di $2.631,90. Selain itu, indeks dolar AS yang mencatat kenaikan mingguan keempat berturut-turut juga mengurangi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil obligasi 10-tahun AS mendekati level tertinggi sejak 2 Mei, menambah tekanan terhadap harga emas.

Secara keseluruhan, emas telah melonjak 28% sepanjang tahun ini, mencapai rekor tertinggi $2.790,15 pada 31 Oktober. Lonjakan ini didukung oleh siklus pelonggaran suku bunga Federal Reserve dan meningkatnya ketegangan global. Meskipun Federal Reserve kini memperkirakan pengurangan suku bunga yang lebih sedikit pada tahun depan, banyak analis tetap optimis terhadap prospek emas di tahun 2025. Pembelian emas oleh bank sentral yang kuat, ketidakpastian politik, serta ketegangan geopolitik yang masih tinggi diprediksi akan terus mendukung harga emas.

Pivot : 2.626

R1  2,626   R2  2,639   R3 2,652

S1  2,607   S2  2,595   S3 2,583


Oil

Opportunity:Bullish menuju 70.90-71.47

Harga minyak mentah stabil dengan para pelaku pasar yang mencermati risiko di tahun 2025, mulai dari pasokan yang melimpah hingga ketidakpastian kebijakan pemerintahan Donald Trump yang akan datang.

West Texas Intermediate (WTI) tetap diperdagangkan di atas $70 per barel dalam sesi yang tipis setelah mencatat kenaikan 1,6% pekan lalu. Sementara itu, Brent berada di kisaran $74 per barel. Ekspektasi luas menyebutkan bahwa pasar akan mengalami kelebihan pasokan tahun depan, yang berpotensi menyulitkan OPEC dan sekutunya untuk menghidupkan kembali produksi yang dihentikan sementara.

Secara keseluruhan, minyak mentah diproyeksikan mencatat penurunan sepanjang tahun ini, dengan harga yang terjebak dalam rentang sempit sejak pertengahan Oktober. Pasar terus dihadapkan pada sinyal bullish dan bearish, termasuk ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap permintaan dari China sebagai importir minyak terbesar dunia.

Kebijakan Presiden terpilih Donald Trump setelah resmi menjabat bulan depan diperkirakan akan terus menjadi perhatian utama pasar. Trump telah mengancam akan memberlakukan tarif terhadap produsen minyak seperti Kanada dan Meksiko. Selain itu, penunjukan penasihat keamanan nasional yang berkomitmen pada kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran juga menambah ketidakpastian pasar.

Pivot: 69.79

R1  70.40  R2  70.92  R3 71.47

S1  69.79   S2 69.29   S3 68.77


 

DAILY ECONOMIC DATA 


WEBINAR HARI INI (Senin, 30 Desember 2024)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Panduan Trading Menjelang Libur Tahun Baru

Catat jam dan waktunya ya!

   Senin, 28 Desember 2024
  13.00 WIB
   Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

image-artikel