Trading Opportunity Pair (TOP)
Market Summary
Harga emas melemah pada hari Jumat dan diperkirakan mencatat penurunan mingguan terbesar sejak November 2024, didorong oleh penguatan dolar AS. Investor menantikan data inflasi AS yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Harga emas spot turun 0,5% menjadi $2.862,05 per ons pada pukul 07.19 GMT. Secara mingguan, emas telah turun 2,5%, setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama delapan minggu berturut-turut. Namun, pada bulan Februari, harga emas tetap mencatat kenaikan sebesar 2,2%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga melemah 0,8% menjadi $2.873,80 per ons.
Penguatan indeks dolar AS sebesar 0,7% secara mingguan membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri. Hal ini mendorong aksi ambil untung di tengah ketidakpastian pasar, terutama karena dolar AS yang lebih kuat. Meskipun emas sering dianggap sebagai aset aman, fluktuasi pasar dan penguatan dolar memicu aksi jual oleh investor.
Presiden AS mengumumkan tarif 25% pada barang-barang dari Meksiko dan Kanada yang akan berlaku mulai 4 Maret, bersama dengan tambahan tarif 10% untuk impor dari Tiongkok. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk menekan masuknya obat-obatan ilegal ke AS. Pengumuman ini memengaruhi daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap risiko politik dan inflasi, meskipun kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Fokus investor kini tertuju pada data Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator inflasi pilihan Fed, yang akan dirilis pada pukul 13.30 GMT (20:30 WIB). Para analis memperkirakan data ini tidak akan memberikan perubahan signifikan pada ekspektasi suku bunga, mengingat beberapa indikator inflasi sebelumnya menunjukkan bahwa tekanan inflasi tetap terkendali.
Sementara itu, salah satu pejabat Federal Reserve menyatakan dukungannya untuk mempertahankan suku bunga pada kisaran saat ini, yaitu 4,25%-4,50%. Pernyataan ini mencerminkan sikap hati-hati Fed dalam mengelola kebijakan moneternya.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih berpotensi bergerak bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 2.879. Selama harga berada di bawah level tersebut, tren cenderung melemah untuk menguji area support di kisaran 2.850-2.820.
Sebagai alternatif, jika harga berhasil menembus level 2.879 ke atas, maka tren berpotensi berubah menjadi bullish dengan target resistance di area 2.893-2.905.
Resistance 1: 2.879, Resistance 2: 2.893, Resistance 3: 2.905
Support1: 2.850, Support 2: 2.834, Support 3: 2.820