Trading Opportunity Pair (TOP)
Market Summary
Harga emas menunjukkan stabilitas pada Senin pagi di tengah penantian para pelaku pasar terhadap katalis baru. Setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sepanjang masa, harga emas tetap berada di sekitar $3.025,38 per ounce untuk pasar spot, dengan kontrak berjangka di AS naik 0,3% menjadi $3.029,70. Kenaikan harga emas ini dipicu oleh kekhawatiran geopolitik dan harapan akan pemangkasan suku bunga di AS.
Ketegangan global terus menjadi faktor utama dalam pergerakan harga emas. Pada Kamis, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi $3.057,21, didorong oleh ketidakpastian terkait tarif perdagangan AS dan perkembangan dalam konflik Rusia-Ukraina. Upaya diplomasi untuk mencari gencatan senjata di Laut Hitam, bersama dengan diskusi damai antara Rusia dan Ukraina, menjadi sorotan pasar. Di sisi lain, insiden serangan udara di Gaza menambah ketegangan geopolitik, mendukung posisi emas sebagai aset lindung nilai.
Analis menyebutkan bahwa jika pasar tetap cemas akan dampak negatif pertumbuhan akibat tarif perdagangan, emas memiliki peluang untuk terus menguat. Namun, optimisme terhadap kemungkinan fleksibilitas tarif yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump dapat membatasi momentum ini. Trump menunjukkan keterbukaan terhadap tarif yang lebih spesifik dan terfokus, menggantikan pendekatan yang luas, sehingga mengurangi kekhawatiran pasar.
Sementara itu, data menunjukkan lonjakan permintaan emas, terutama dari dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dan pembelian oleh bank sentral. Lonjakan ini turut memberikan dukungan pada harga emas, meski pelaku pasar perhiasan di Asia dan Timur Tengah mulai menghadapi tantangan akibat lonjakan harga. Banyak konsumen yang memilih untuk menjual kembali perhiasan mereka, memanfaatkan harga emas yang tinggi.
Dalam perkembangan lain, perusahaan tambang global seperti Gold Fields dan Gold Road Resources menarik perhatian pasar dengan aksi korporasi. Di Tiongkok, keuntungan besar yang dicatatkan oleh produsen logam besar seperti Zijin Mining Group mencerminkan tren positif pada harga emas dan tembaga di tengah ketidakpastian global. Dengan latar belakang tersebut, para analis memperkirakan tren kenaikan harga emas akan terus berlanjut sepanjang tahun ini.
Meskipun Federal Reserve AS baru-baru ini mempertahankan suku bunga pada kisaran 4,25%-4,50%, prospek pemangkasan suku bunga dalam beberapa tahun ke depan menambah daya tarik emas sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan inflasi. Semua faktor ini menempatkan emas dalam posisi strategis di tengah lanskap pasar global yang penuh tantangan.
Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada data PMI AS, mencakup sektor manufaktur dan jasa. Data ini akan memberikan gambaran mengenai kekuatan ekonomi AS. Jika data yang dirilis menunjukkan pelemahan, hal tersebut dapat meningkatkan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih besar dari perkiraan, yang pada akhirnya berpotensi mendorong kenaikan harga emas.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish, dengan level pivot di 3.016. Selama harga tetap bergerak di atas level ini, potensi kenaikan dapat berlanjut untuk menguji resistance di kisaran 3.037-3.057.
Sebagai alternatif skenario, jika harga bergerak turun di bawah level 3.016, tren dapat berbalik arah dengan potensi penurunan menuju area support di 3.009-2.999.
Resistance 1: 3.037, Resistance 2: 3.046, Resistance 3: 3.057
Support1: 3.016, Support 2: 3.009, Support 3: 2.999