Trading Opportunity Pair (TOP)
Market Summary
Pada perdagangan Selasa, dollar AS mengalami kenaikan ke level tertinggi hampir tiga minggu, didorong oleh data sektor jasa yang kuat di Amerika Serikat serta optimisme yang hati-hati terhadap perkembangan tarif. Pernyataan dari Presiden AS mengenai potensi pengecualian beberapa tarif memberikan sentimen positif di pasar dan meredakan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi AS.
Indeks dollar AS mencatat kenaikan untuk sesi kelima berturut-turut, naik 0,15% menjadi 104,46, level tertinggi sejak awal Maret. Di sisi lain, euro melemah terhadap dollar AS, berada di sekitar $1,0777, level terendahnya dalam tiga minggu terakhir.
Kenaikan dollar AS juga didukung oleh data PMI sektor jasa AS yang menunjukkan pertumbuhan aktivitas ekonomi di sektor swasta. Hal ini meningkatkan imbal hasil obligasi AS, yang pada gilirannya memperkuat dollar. Namun, ketidakpastian mengenai dampak jangka panjang kebijakan tarif masih menjadi perhatian.
Sementara itu, di zona euro, EUR/USD mencoba bertahan di bawah level 1,0800 setelah rilis data dari Jerman menunjukkan peningkatan yang lebih rendah dari perkiraan pada Indeks IFO – Business Climate untuk Maret. Meskipun demikian, ekspektasi bisnis untuk enam bulan ke depan mencatat kenaikan yang signifikan, menunjukkan adanya optimisme di kalangan pelaku usaha.
Pasar juga menantikan data indeks kepercayaan konsumen AS yang akan dirilis malam nanti (21:00 WIB). Jika sentimen konsumen AS menunjukkan peningkatan signifikan, dollar AS diperkirakan akan tetap berada dalam tren positif hingga akhir pekan.
Selain itu, perkembangan dalam negosiasi antara Rusia dan Ukraina dapat memengaruhi sentimen pasar secara global. Jika ada tanda-tanda kemajuan menuju gencatan senjata penuh, ini dapat memperkuat sentimen di Eropa dan mendukung nilai euro.
Namun, saat ini, ketidakpastian pasar dan data ekonomi yang beragam membuat EUR/USD tetap dalam kisaran yang ketat, dengan tekanan dari penguatan dollar AS yang dominan.
Analisis Teknikal
Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan EUR/USD masih berada dalam tren bearish di time frame H4, dengan level pivot di 1.0830. Selama harga tetap di bawah level ini, potensi penurunan diperkirakan berlanjut hingga menguji area support di kisaran 1.0760-1.0675.
Sebagai alternatif skenario, jika harga berhasil menembus level 1.0830 ke atas, arah pergerakan diprediksi berubah menjadi bullish dengan target resistance di area 1.0855-1.0880.
Resistance 1: 1.0830, Resistance 2: 1.0855, Resistance 3: 1.0880
Support1: 1.0760, Support 2: 1.0720, Support 3: 1.0675